The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - VIP (END)



"Hey kawan. pengawal mu memang menakutkan tapi lebih menakutkan kekuasaan Keluarga Wiliams akan selalu mengejar bahkan ke-" Ingin Gerry menyelesaikan namun teleponnya berdering


📱Gerry: Halo Ayah. maaf membuat mu menunggu lama. tunggulah di meja bersama calon mertua!


📱Ayah Gerry: Calon Mertua Pala Botak Kau! Katakan siapa yang baru kau singgung bahkan Presiden AFI Bank menyudutkan Keluarga Wiliams dan menyebut nama mu! Katakan kau tidak menjadi bajingan disana!


Telepon terputus begitu saja hingga menyisakan banyaknya pertanyaan oleh Gerr


"Seperti nya mereka sudah bekerja dengan baik" celetuk Rog dengan tersenyum kepada Gerry


"Hahaha. Katakan siapa penolong mu. Tuan Wiliams. maaf Gerry?" Tanya Indra dengan membunyikan kedua tangannya


"J--Ja-Jangan Mendekat! Kenapa kalian diam? cepat lindungi aku!" Perintah Gerry kepada pengawalnya dengan rasa ketakutan


"Melindungi badan besar mu? CIH kalau bukan uang dari ayah mu. kami tidak sudi!" Kata salah satu Pengawal Gerry


Kedua Pengawal itu ternyata tidak benar-benar setia hanya menginginkan uang keluarga dari pria tersebut


"B--Ba-Bajingan sialan! kal--kalian akan menyesal ketika keluarga ku bangkit!" Kata Gerry dengan marah


"Apa maksud mu. Gerry. Bangkit? Tentu saja tidak! siapapun yang menghina Tuan Rog Yang Mulia akan mendapatkan Hukuman beserta Keluarga mu!" Kata Indra dengan penuh menekanan


Gerry mendekat ke Rog lalu berlutut untuk mendapatkan mengampunan


"T--Tuan Rog yang agung. maafkan Pria jelek ini telah buta dan tak melihat kemuliaan mu!" Kata Gerry dengan


Rog mendengar itu langsung terasa jijik diseluruh tubuhnya ketika yang sebelum menghina kini menjilati sepatunya untuk memohon ampunan


"Indra. apa hukuman belas kasih karena aku memaafkan nya" kata Rog Tersenyum penuh arti


Rog selalu memaafkan semua orang namun tidak termasuk dalam beberapa kategori


"Tuan Rog. Hukuman rendah selain kematian adalah. 2 Tangan hingga kakinya akan kami putuskan dari tempatnya. kami kebiri dan kami bisukan suaranya dan itu adalah terendah dari kami" Kata Indra yang mengerti maksud dari ucapan Tuan nya tersebut


"Lihat? aku sudah mengampuni mu jika lain kali kamu bersikap sombong didepan ku. maka besoknya kamu tidak akan melihat apapun bahkan dirimu sendiri!" Kata Rog lalu menendang Pria bernama Gerry


Kejam? Tentu tidak! jika Rog bukanlah orang berkuasa maka Gerry yang mungkin menyiksanya hingga dirinya tidak akan menginginkan hidup lagi...


"Pria Jelek... Kamu beruntung karena kamu adalah orang pertama mendapatkan berkah kebaikan dari Kemuliaan Hati Tuan Rog!" Kata Indra lalu menyuruh bawahannya untuk menangkap Gerry


"T--Tolo--Tolong lepaskan! Lepaskan! T--T-Tuan Rog Yang Agung aku mohon maaf!!" Kata Gerry dengan berteriak


orang-orang sekitar daerah toilet mendengar itu dan pemasaran namun saat mencari asal teriakan putus asaan tersebut telah hilang ketika mereka sampai


Rog bersama Indra kembali ke resturant karena aldo telah menunggu lama dirinya


"Ahh Tuan anda kembali! Saya sangat takut anda tersesat. bagaimanapun ini adalah pertama kali anda mengunjungi mall kami" kata Aldo dengan wahah yang benar-benar ketakutan


"kamu tidak perlu khawatir. aku tidak mudah tersesat" Kata Rog dengan wajah yang penuh ketenangan


"apakah kita melanjutkan belanjaan?" Kata Aldo bertanya


"Tentu" kata Rog


Rog tidak enak ketika Aldo yang setia menunggu jadi memilih untuk melanjutkan perjalanan belanja nya


Rombongan Rog yang berjumlah 5 ditambah Aldo. semuanya menjadi 6 orang.. (Fakta Kecil)


Rog beserta rombongan menuju lantai 2 dimana pusat berbelanja berada.


TING!


Rog keluar disambut oleh banyak toko-toko Brand ternama


'Chanel'


'Gucci'


'Apple Store'


dan masih banyak merek Brand ternama internasional berada di lantai 2 Mall ini


Dddrrrt


'Hiya Hiya. miskin jangan belagu


'Hiya Hiya. miskin jangan banyak


suara ringtone handphone milik Rog berbunyi dan membuat Aldo yang tak sengaja mendengar hal tersebut hanya terdiam


"Maafkan saya. itu Ringtone handphone saya pada 20 tahun yang lalu sebelum Saya menjadi Kaya Raya seperti ini" kata Rog berusaha untuk suasana tidak canggung


Rog permisi untuk mengangkat telepon


,📱??: Halo Tuan Rog.. Saya Abraham Anastasia. Saya Direktur sekaligus pengelola Mall Kim Marlina namun sebelumnya maafkan ketidaksopanan saya dalam menganggu waktu bebas anda. saya telah mendengar oleh pemilik sebelumnya bahwa Mall Kim Marlina telah menjadi milik anda. apakah anda bersedia untuk meluangkan waktu untuk menandatangani peralihan kepemilikan?


Suara lembut nan cantik dan juga penuh berwibawa itu terdengar dari suara perempuan


📱Rog: Oh anda Direktur Mall Kim Marlina ya? kebetulan saya sedang berbelanja dan.saya berada di lantai 2 tepat saya tunggu didepan lift untuk menjemput saya. bagaimana?"


📱Anatasia: Oh baiklah. Tuan Rog. mohon untuk menunggu saya. saya segera bertemu dengan anda dalam 5 me--maksud saya 2 menit!


📱Rog: Jangan terburu-buru. saya setia menunggu seseorang


Lalu telepon terputuskan oleh Rog dan dirinya kembali ke rombongan


"Maaf Aldo. seseorang ingin menemui saya.. apakah kamu keberatan?" Tanya Rog


"Bagaimana Saya bisa keberetan. Tuan? Tentu saya akan menunggu anda" Kata Aldo dengan nada pasrah


2 Menit Kemudian


TING


seorang wanita keluar dari lift dan melihat sebuah rombongan yang banyak orang dan terlihat juga pekerja lobby mall berada disana dan Perempuan itu yakin dengan orang ingin dia temui


"Anda pasti. Tuan Rog?" Tanya perempuan tersebut


Rog tertegun mendengar sekaligus melihat kecantikan dan suara indahnya milik perempuan tersebut menyebutkan nama nya


"apakah anda benar Tuan Rog?" Kata Perempuan itu bertanya sekali lagi


Pujian itu membuat Ana Langsung memerah pipi nya hingga tak dapat disembunyikan begitu saja


"Tuan Rog biasa saja. anda bisa panggil saya Ana. bagaimana saya bawahan anda yang berusaha terus melayani anda yang terbaik dan saya hanya perempuan biasa. mohon tak perlu dilebih-lebihkan" kata Ana yang seprofessional mungkin..


"Hahaha. dimana kita melakukan tanda tangan? apakah kamu memiliki ruangan khusus di setiap mall ini?" Tanya Rog


"Ruangan Kerja pribadi saya berada di lantai 4 dan lokasi nya cukup jauh dari keramaian perbelanjaan namun ada ruang manajer lantai 2. apakah anda bersedia menandatangani disana?" Ana Bertanya


"Tak masalah dan pimpinlah jalan dengan ceritakan mall ini yang kamu ketahui" kata Rog mempersilahkan Anastasia memimpin jalan menuju Ruang Manajer


Rombongan tersebut kini menuju sebuah tempat dimana sedikit jauh dari ramai orang-orang berbelanja..


"Mall Kim Marlina dibangun pada tahun 2003 oleh salah satu Perusahaan terbesar asal Korea Raya. perusahaan tersebut bernama KimMar Holdings. saya yakin anda sudah mengetahuinya. Mall ini diambil namanya oleh kedua pendiri Group tersebut Yaitu Min Ji Marlina Park Lee dan Kim Taka Lee. Pendiri Group keduanya adalah Patner bisnis sekaligus pernah menjadi teman sebangku Sekolah menengah atas (SMA) dan keduanya juga berakhir menikah dan membangun KimMar Holdings dan Mall ini adalah satu bukti Kesuksesan Group tersebut" kata Anastasia Menjelaskan dengan penuh lembut dan antusias


mendengar cerita Anastasia membuat Rog ingat bahwa bahwa dirinya pernah menjadi salah satu kuli bangunan dalam proyek pembangunan Mall tersebut..


Cerita dari Ana membuat perjalanan itu semakin singkat dan tak terasa


"Ini dia ruangan Manaj--" ingin Ana menyelesaikan perkataan


namun semua orang dikejutkan oleh sebuah suara


"Ahhhh masss. teruss mass. panass!!!"


Suara merdu membuat siapapun laki-laki langsung angkat jempol dibawah perut mereka


"Terruusssss tahan Jen. mass dikit lagi keluaar!!" Sahut pria dengan suara yang panas


Anastasia yang mendengar itu sedikit memerah sekaligus malu karena didepan pemilik baru Mall tersebut ada adegan diluar ekspektasi nya


BRAK!(suara mendobrak dengan ditendang)


"Hebat kamu ya bermain panas saat bekerja! Fadhel!" Kata Ana dengan teriak


Pria bernama Fadhel itu terkejut ketika melihat banyak orang dan sitkon Fadhel yang memalukan


"No-No-Nona Ana. ma-Ma-Maafkan saya!" kata Fadhel yang gugup sekaligus takut dipecat


"M-Ma-Mas. kenapa berhenti?" Tanya Perempuan itu dengan terengah-engah dan belum menyadari situasi


Ana mendekat lalu mendorong Fadhel


PLAK!(suara tamparan yang penuh personal)


"Bangun kau Gita! sudah enak bermain panas didalam Mall yang ku kelola? Kamu adalah Manajer Sampah yang pernah saya lihat. kalian berdua. saya pecat!" Teriak Ana


Ana malu sangat malu sebagai direktur ternyata Manajer Bernama Gita. perempuan yang mendesah begitu panas kini bermain dengan pria yang bekerja sebagai OB dan kini mereka melakukan adegan panas ditempat kerja


"apa maksud mu menamparku ? mempecat ku? apakah kamu bisa? kamu lupa bahwa Paman ku Manajer perusahaan KimMar. Perusahaan menaungi Mall ini!" kata Gita yang jiwa nya telah sadar namun otaknya tidak..


Ana hanya tersenyum tanpa takut. sedari awal. Ana sudah membenci Gita yang datang dan menjabat sebagai Manajer Mall melalui pintu belakang alias Gendongan pamannya


"Laporkan saja. paman mu itu sudah tidak dapat berguna untuk mengancamku! Mall ini sudah berganti pemilk. dan pria itu (menunjukkan Rog) adalah pemilik baru dan jelas bukan keluarga mu. berpakaianlah dan pergi dari mall ini Sekarang juga!" Kata Ana dengan berteriak lantang memberi perintah


Gita awalnya belum percaya pada awalnya namun mengingat sepak terjang dari Ana yang belum pernah berbohong dalam urusan pekerjaan membuat Rasa percaya diri Gita terjun bebas..


"dan Kamu Fadhel. apa kamu dibawa oleh saudara mu dari kampung untuk keluarga mu bukan sebagai pemuas perempuan bodoh seperti nya. jangan buat uang mu menjadi tak suci untuk dimakan oleh keluarga mu! kamu juga ku pecat Fadhel. jujur saya kecewa dengan kamu!" kata Ana langsung menatap sinis pada Fadhel


Fadhel dan Gita hanya tertunduk lemas dan menyesali perbuatan mereka yang sudah terciduk itu..


5 menit kemudian


Pihak sekuriti Mall membawa Fadhel dan Gita pergi dari mall dengan melalui pintu yang tak pernah dikunjungi oleh pengunjung demi menjaga reputasi mall dan Ana tetap menjaga nama baik mereka untuk mereka bisa belajar dari kesalahan..


"Tempat ini sudah tidak suci untuk menandatangani peralihan. Tuan dan saya sungguh memohon maaf atas diluar dugaan ini" kata Ana menunduk dengan nada menyesal


"Tak perlu khawatir. saya bisa melakukan tanda tangan disini. bagaimana pun waktu saya akan segera habis dan saya akan menuju Jepang untuk urusan bisnis lainnya. apakah bisa?" Kata Rog Bertanya


"Tentu Tuan" kata Ana dengan nada yang begitu profesional.


10 menit kemudian


Rog telah menandatangani surat peralihan kepemilikan dan Kini Mall tersebut juga akan mengganti Nama Mall Tasia yang memiliki arti Bangkit Kembali dan masa efektif nama tersebut pada 2 bulan kemudian setelah Ana akan mengurusi segala permasalahan di Mall Tersebut..


Rog keluar dari ruang manajer untuk kembali berbelanja namun tiba-tiba dirinya mendengar notifikasi dari sistem


[Selamat Tuan! Misi Adegan sampah telah selesai!


Detail Misi: melakukan peran adegan sampah seperti di novel china yang perempuan mencoba menundukkan pria dengan ancaman!] Notifikasi tersebut


[Selamat Anda mendapatkan reward atas keberhasilan Misi Anda:


Kekuasaan AFI Bank meningkat. Kini AFI Bank telah dibuka pada cabang Eropa!


pengambil alih 75 Bank penting dan memasukkan dalam sebagai kategori anak cabang AFI Bank dengan saham 100% kepemilikan] Notifikasi tersebut


[Seperti nya AFI Bank tidak terbatas di asia dan Amerika. Amerika tidak menjadi alasan kuat untuk AFI Bank berdiri dalam posisi yang kuat] Kata Sistem


'apa maksud mu? apakah dollar akan jatuh begitu maksud mu?' Tanya Rog


[Saya tidak tahu pasti namun anda harus bersiap dalam segala resiko!] Kata Sistem


Rog yang mendengar itu langsung berpikir


'sistem tidak akan mengoceh sesuatu yang tidak penting. berita yang diberikan kemungkinan akan terjadi' gumam Rog..


"Indra. Kirim perintah kepada AFI Bank untuk mengkonversikan kekayaan saya sebesar 35% ke setiap mata uang yang kuat selain Dollar" Perintah Rog terhadap Indra


dengan menggunakan logika dan situasi yang bisa diolah oleh otak Rog. maka Rog akan melakukan alokasi Kekayaan sebesar 35% atau 567.78 Triliun Ruliah dari kekayaan 897.6 Triliun miliknya


(Author:Kenapa kekayaan Rog selalu tidak dimentio oleh saya? simpelnya. Rog trlalu super kaya raya. dia memiliki tambang minyak yang tiap tahun memberikan angka triliunan sehingga tidak dimention agar saya juga bisa sebebas mungkin mengatur jumlah uang menurut saya logis)


"Baik Tuan" kata Indra dengan menunduk patuh


...----------------...


...BYE...


...----------------...