
BRAK
"Tino. Pelan-pelan kalau nutup pintu. Kamu kira ayah gak kaget dengarnya!" Kata seseorang pria dengan nada marah
Tino. Remaja yang barusan membanting pintu hanya bisa diam dan menuju lantai 2..
"kenapa anak satu ini susah dibilangin" Kata seseorang..
"Kenapa pah? Kenapa papah marah-marah sampai kedengaran lho dari dapur" Kata ?? Seorang wanita muncul dari sisi lain..
"Itu Tino pulang sekolah tapi acara ngbanting. Kan papah jadi kaget" Kata ???
perempuan tersebut melihat jam dan betapa terkejutnya bahwa dirinya pulang hampir jam 6 malam
"Pulang sekolah atau gimana pah? Ini jam 6 tapi dia baru pulang. setahu mamah... Tino tidak akan betah di sekolah.. Selama di sekolah pun keluyuran di kantin sampai jam pulang. Dia datang ke sekolah cuman ngisi absensi aja" kata bu Tino
(Author:disini saya gak akan membuat nama karakter setiap orang tua murid)
"Bener juga sih pah. tapi gak mungkin sih kalau nongkrong. palingan nongkrong pulang-pulang sebelum jam 3" Kata Pak Tino
Kedua orang tua pun memutuskan untuk membicarakan hal tersebut nanti setelah makan malam agar lebih jelas dari pandangan anaknya
2 jam Kemudian..
Sekeluarga Tino kini berada di meja makan dan mereka mulai makanan yang sederhana seperti Tino makan daging Wagyu 5A dengan nasi pakai kecap. Sedangkan Ibu Tino memakan soup ayam cemani dan pak Tino yang sedang diet hanya memakan onigiri tuna mayo..
"Gimana Hari mu di sekolah? apa sama saja seperti yang kemarin-kemarin?" Tanya Ayah Tino disela-sela makan onigiri nya..
"Buruk! Sekolah kedatangan guru BK baru dan galak! Saking galaknya bawa pistol. Lihat ini tangan ku memiliki bekas tembakkan nya" Kata Tino dengan nada marah nan kesal
Tino memperlihatkan tangan kanannya yang pada waktu itu terkena peluru dari Guru Baru sialan itu namun setelah dirinya menunjukkan untuk mendapatkan dukungan seperti tidak sesuai ekspektasi nya..
"Kamu bilang guru mu galak? Guru galak mana yang mau menggambar Spongebob di tangan mu? Kamu itu terlalu lelah hingga menjadi Halunasi mu tinggi. Nak.dan lagipula Guru tidak boleh membawa senjata apalagi yang membahayakan nya" Kata Ayah Tino yang cukup geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya tersebut..
"Ini benar ayah! Aku berani bersumpah bahwa Guru itu menggunakan pistol untuk mengancam kami dan salah satu pelurunya itu mengenai diriku" Kata Tino yang menolak kalau dirinya tidak berhalusinasi..
"Ingat Nak. Peraturan di keluarga Tino. Dilarang bersumpah atas nama Tuhan untuk menutupi kebohongan. lagipula siapa Guru BK yang maksud ini? kasih tahu ayah
Tino tidak langsung menjawab
"Ahh ya benar. Alexandre Rog Chips" Kata Tino yang mulai mengingat nama Rog sebagai Guru BK baru nya..
"Tapi kalau ada guru baru. Bukannya papah juga akan diberitahu oleh Dewan Guru?" Celetuk Bu Tino yang mulai bersuara..
"Bener juga sih.. Oh ya handphone papah mana ya?" Kata Ayah Tino yang meraba-raba kantong celana dan baju namun tidak menemukan Handphone nya tersebut..
"ada di kamar. tadikan papah sendiri yang ninggalin hp pas dicas karena papah mau tidur" Kata Bu Tino yang mengingatkan ke suaminya tersebut..
Ayah Tino melihat piring anaknya sudah bersih lantas dirinya memberi perintah kepada anaknya untuk mengambilnya handphone nya..
"baiklah pah. Tino akan ambilkan" kata Tino yang berjalan sedikit malas
handphone Ayah Tino sudah ada ditangannya namun saat membuka handphone dikejutkan oleh Notifikasi dari Bank tempat dirinya penyimpan hasil usaha kerja kerasnya...
[Dear Our Customer! Saldo Sebesar 1,009,000,000,000 (1 Triliun. 9 Miliar) telah dikirimkan oleh YIS Bank Indonesia (YISB] Ayah Tino terkejut saldo yang besar itu
[Pak Tino. Saya adalah Jessica. Kepala Sekolah YIS. saya baru saja mendapatkan informasi bahwa sekolah YIS telah dibeli sepenuhnya hingga pemilik baru menghapuskan investor dengan kerugian yang mungkin mereka alami. Pihak YISB pasti sudah mengirimkan biaya kompensasi atas investasi anda!.. Setiap ganti rugi akan di nilai dari presentasi kepemilikan saham. Terimakasih!] dalam hati Ayah Tino terkejut dan wajah keterkejutan itu terlihat jelas oleh Istri & Anaknya..
"kenapa yah?" Tanya Tino dan Istri bersamaan..
"Tidak. Lanjut makan aja dulu" Kata Ayah Tino dengan kembali bersikap santai
Beberapa jam Kemudian..
Tino telah kembali ke kamar meninggalkan kedua orang tuanya yang masi terduduk di ruangan TV..
"Mah. Sini mah" Kata Ayah Tino
"ada apa sih pah? Mamah lagi nonton ini" Kata Bu Tino yang mengeluh namun tetep patuh pada suaminya tersebut..
"Ini lihat. Guru BK yang dimaksud oleh Tino tadi ternyata itu adalah Pemilik Baru YIS dan Pemilik AFI Bank sebagai pengkuat dibelakangnya?" kata Ayah Tino dengan nada yang serius
Ibu Tino terkejutnya bukan main...
"AFI Bank? Bank Terkenal di kalangan para elit pembisnis? tapi mamah bingung mengapa Pemilik Bank itu mau capek-capek menjadi guru" kata Ibu Tino terkejut sekaligus keherenan dengan tindakan yang diambil dari Rog tersebut..
"ayah sendiri tidak tahu jalan pikirannya namun yang pasti Sekarang YIS tidak ada lagi dicengkeraman para investor atau Dewan Guru melainkan dicengkram oleh Kepala Sekolah & Pemilik YIS itu sendiri. Papah Curiga kalau Pemilik itu menyukai Jessica. sih Kepala Sekolah itu" kata Ayah Tino
Ibu Tino menutup mulutnya untuk menutupi keterjutan nya..
"Bener juga sih pah. Secara ya Jessica itu cantik dan masih segel. Siapapun yang melihat nya pun akan tergoda. Gak salah sih" Kata Bu Tino yang sepertinya sependapat dengan opini suaminya tersebut..
"Tapi bukankah memiliki Sekolah YIS itu mahal ya? Kan YIS Itu anak cabang dari University YIS internasional itu" Kata Ibu Tino yang menyadari bahwa itu bukanlah sesuatu yang murah..
"bener apa kata mamah tapi papah tadi dapat informasi bahwa Rog.. Pemilik AFI Bank itu mengeluarkan sebesar 19.7 Triliun Rupiah!" Kata Ayah Tino
"19.7 TRILIUN! Gila banget !" Kata Ibu Tino yang bukan lagi terkejut melainkan hampir mau pingsan..
"kalau YIS sudah dibeli olehnya. Saham dari papah disana gimana?" Tanya Ibu Tino yang kembali penasaran
"Itu kabar baiknya.. Waktu makan malam tadi papah dapat Notifikasi ganti rugi dari YIS sebesar 1.9 Triliun Rupiah !" Kata Papah Tino dengan senyum bahagia
"papah dapat ganti rugi sebesar 1.9 Triliun!!!? bukankah itu lebih untung dari modal yang papah berikan sekitar..." Kata Ibu Tino yang menerka-nerka untuk mengingat berapa jumlah uang digelontorkan oleh suaminya
"153 Miliar! Papah Untung 900 Miliar lebih!" kata Papah Tino yang bahagia!! Bukan main
...----------------...
...BYE ...
...----------------...