
'kira-kira apa lagi ya untuk ku kasih pembelajaran ke murid-murid?' gumam Rog sambil fokus menyetir motor nya..
Rog kali ini menggunakan motor Zenith Yama 300CC berwarna Hitam dengan full face sebagai helm nya..
mungkin ini visualnya?)
Rog selalu mematuhi aturan apabila berkendara. dirinya tidak akan menjadi bodoh hanya untu, bergaya namun ujung-ujungnya jika kecelakaan yang ada malah bertemu Bapak Stalin yang diatas (Ya salam)..
10 Menit kemudian
Brummm
Brummmm
sebuah suara yang perkasa dan gagah menari di telinga para murid-murid yang baru datang menuju sekolah..
Rog menuju parkiran sekolah yang disediakan dan membuka helm beserta tak lupa untuk kembali menyisir rambut dan kembali pemakai wangi-wangian untuk tetap harum karena apa? Karena penampilan adalah cerminan diri kita untuk dilihat seberapa bagus kita..
Rog menuju ke ruangan kepala sekolah sebelum dirinya menuju kelas..
Tok
Tok
Tok
"Silahkan Masuk" Kata Dari dalam Ruangan..
"seperti yang saya duga. Apakah anda tidak pulang?" tanya Rog yang sudah meyakini bahwa Jessica lebih awal dari yang diperkirakan..
"Haha tidak. Pak Rog. Kebetulan Rumah saya tidak jauh dari sekolah. Mungkin 5 - 10 menit saya sudah sampai di sekolah. Silahkan Duduk" Kata Jessica yang tertawa kecil namun tak lupa mempersilahkan Rog duduk..
"apakah Pak Rog sudah menentukan nama sekolah?" Kata Jessica
"Tentu. saya sudah tahu. saya berharap ini bagus dan memberikan tampak yang baik untuk murid-murid" Kata Rog
"Sekolah Bumi Emas Indonesia - SBEI" Kata Rog menyebut nama baru kepada Jessica..
"Tentu, nama "Sekolah Bumi Emas Indonesia" memiliki arti yang mewakili nilai-nilai pendidikan dan identitas Indonesia. "Sekolah" mengacu pada institusi pendidikan kita di Indonesia, "Bumi" mencerminkan tanah air Indonesia Kita, dan "Emas" bisa melambangkan prestasi, kemuliaan, atau keunggulan. Jadi, nama tersebut menggambarkan sekolah yang berfokus pada pendidikan yang berkualitas tinggi di Indonesia" Kata Rog menjelaskan panjang lebar
"kapan kita mengaplikasikan nya? Pak Rog" Tanya Jessica
"apakah kita punya Tim desain?" Tanya Rog
"Tentu. Kami masih memiliki itu tapi saya tidak terlalu tahu apakah mereka memenuhi harapan anda atau tidak" Kata Jessica dengan nada lesu
Rog menghelas Nafas lalu mengeluarkan handphone nya dan membuka M - Banking nya
TRING
Notifikasi Jessica mengejutnya namun dirinya terkejut ketika melihat notifikasi itu dari M Bank
"1 Miliar? dan baga--bagaimana anda tahu nomor rekening saya?" Tanya Jessica terkejut..
"1 Miliar itu untuk operasional Sekolah ini. mungkin 1 Miliar terlihat dikit tapi tolong lihat bahwa saya tulus mengurus dan mengelola sekolah ini. dan sisakan dana untuk memperkerjakan Tim Editor & Designers. Bagaimanapun kita membutuhkan itu" Kata Rog
"dan bagaimana saya mendapatkan Rekening mu? Hahaha. apakah kamu melupakan saya siapa ini?" Kata Rog dengan sedikit tertawa
Jessica hanya menunduk malu karena dirinya yang disibukkan pekerjaan nya membuat lupa siapa itu Rog. pemilik sekolah sekaligus pemilik Bank AFI. Tentu Rog memiliki banyak informasi mengenai Nasabah termasuk dirinya..
"baiklah. saya akan menuju kelas" kata Rog yang hendak pergi dari ruangan kepsek tersebut..
"T--Tun-Tunggu Pak!. Pengelola sebelumnya memberikan perbedaan strata Sosial. anda pasti tahu. bahwa gedung barat diisi oleh anak-anak yang orang tuanya memiliki kekayaan 10 Miliar keatas alias kaya raya. di gedung Timur diisi oleh anak-anak beasiswa dan prestasi. Apakah anda akan menyatukan semuanya menjadi kesatuan?" Tanya Jessica
"Hmm? Tidak dulu. saya dan kamu tahu tabiat anak-anak sombong. Setidaknya biarkan saya menyadarkan mereka terlebih dahulu" kata Rog
"Tapi untuk rencana itu sudah ada list saya.. Kamu tidak perlu khawatir. Manusia tidak bisa dipaksa begitu saja. Perlunya adanya negosiasi untuk meredahkan egonya" kata Rog dengan bijaksana..
Jessica yang mendengar itu hanya bisa terkagum-kagum dengan kebijaksanaan yang diucapkan oleh Rog..
sementara Rog menuju ruangan Para Guru..
'Anjir. sejak kapan gua jadi bijaksana gini?' gumam Rog yang tak percaya bahwa dirinya memberikan kata-kata bijak untuk Jessica. Kepala Sekolah SBEI itu