The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - Maid (1)



1 bulan Kemudian


SBEI atau Sekolah Bumi Emas Indonesia telah di renovasi habis-habisan oleh Rog. Dari yang terkecil hingga yang terbesar sudah terenovasi. Contoh nya adalah setiap kelas memiliki AC. WiFi. Loker Siswa & Siswi. Kamar Mandi. Gedung Beasiswa Prestasi tidak dihancurkan melainkan di alih fungsikan untuk gedung olahraga. Kesenian. dan sejenisnya.


Rog saat ini sedang menuju Mansion yang diberikan oleh Sistem kepadanya


'apakah ini benar Rumah ku?' gumam Rog tak percaya jika Rumah berdesain istana dengan corak Ke-Emasan tersebut adalah rumahnya..


Rog lalu berhenti di depan gerbang dan seketika dirinya disambut oleh Satpam


"Selamat Siang Pak. Mohon maaf ada keperluan apa ya datang kediaman ini?" Tanya Satpam dengan matanya mencurigai Rog


Rog lalu turun dari mobilnya dan tak lupa mengambil surat-surat Kepemilikan bahwa mansion istana emas ini adalah miliknya


"Maaf Pak. saya berkunjung ke rumah yang baru saja saya beli. Ini sertifikat kepemilikan saya.. apakah bapak tidak tahu bahwa Mansion ini dijual?" Kata Rog dengan ramah..


Satpam itu sedikit terkejut namun bapak satpam itu yang sudah bekerja selama 5 tahun tetap saja tidak mempercayai ucapan Rog...


"saya akan konfirmasi dulu ke pemilik mansion ini. jika benar Mansion ini dijual ke anda" Kata Bapak Satpam dengan tegas dan berwibawa..


sebelum kembali kee posko nya bapak satpam itu meminta KTP atau identitas sejenisnya untuk mencocokkan dengan sertifikat..


Rog hanya tersenyum sambil memberikan KTP nya


5 Menit kemudian


dari pandangan Rog.. bapak satpam itu menelpon sambil menunduk-nunduk tapi entah kenapa pak satpam itu melakukannya..


Satpam itu kembali ke tempat Rog dengan tergopoh-gopoh


"Maafkan Saya Tuan. saya baru saja mendapatkan berita dari pemilik sebelumnya bahwa memang benar anda adalah pemilik Mansion ini" Kata Satpam itu dengan sedikit menunduk


"Tidak masalah. saya tidak mempersoalkan hal tersebut karena Bagaimanapun bapak menjalankan tugas sebagai satpam. Bukankah itu bagus? Saya berharap bapak mempertahankan kinerja seperti ini dan jangan seperti petugas berwarna cokelat itu" Kata Rog dengan penuh keramahan


"sekarang tolong bukakan pintu nya" kata Rog sambil berjalan menuju pintu kemudi..


satpam itu langsung melesat membukakan pintu pagar yang tinggi itu..


Rog menjalankan mobilnya secara perlahan namun saat hendak menginjak gas dirinya mendengar seseorang manggilnya


"Tua--Tu-Tuan tunggu!" ternyata yang memanggil nya adalah Satpam nya sendiri


"ya ada pak?" Tanya Rog


"Ini nomor saya pak. dilihat dari jarak antara mansion utama dan tempat saya bertugas membutuhkan 10 menit perjalanannya menggunakan motor atau mobil" kata Satpam tersebut..


Rog yang mengerti maksud dari satpam tersebut hanya bisa mengangguk dan mengambil kertas Ber-isikan nomor tlpn bapak satpam tersebut..


Rog yang mendengar itu hanya bisa mengangguk-angguk saja sebagai tanda mengerti..


"beli kopi pakai uang ini dulu ya Pak. Nanti besoknya kopi bakal selalu sedia buat bapak. saya permisi" Kata Rog sambil mengeluarkan 200 ribu rupiah dari dompetnya yang nysek karna bergesekkan dengan uang berjibun.


Rog kembali menggunakan mobil kesayangannya tersebut...


5 Menit kemudian


Mobil Rog telah sampai di sebuah garasi yang khusus untuk mobil dan motor. Rog memasukkan mobil BMW GTR 3 nya..


Dari garasi lalu dirinya pindah ke pintu yang langsung terhubung ke ruangan keluarga.


'baiklah... Rumah seluas tidak mungkin dikerjakan sendirian bukan?' gumam Rog


Rog sejenak perpikir untuk memperkejarkan namun ada sebuah kendala yaitu semua furniture adalah barang-barang mewah dan bahkan salah satu furniture vas bunga itu yang diketahui oleh Rog bersekitar 1 Miliar Rupiah itu setara dirinya harus bekerja seumur hidup baru bisa dibeli olehnya..


'mengapa Sistem memberikan furniture yang mewah sekali? jika begini akan susah nyari pekerja buat pengurusan ini rumah. masa iya aku juga yang membersihkan? bisa-bisa malah ketemu Bapak Stalin nantinya' gumam Rog dengan nada mengeluh..


Rog dulu mengeluh karena terlahir miskin sekarang Rog kembali mengeluh karena akan sulit mencari pekerja yang jujur dan memiliki integritas tinggi dalam pekerjaan mereka


[Anda seharusnya tidak khawatir dengan apa yang anda hadapi sekarang. Tuan. kekhawatiran anda bukan bagian terbesar dari hidup anda. Jika anda membutuhkan seseorang untuk mengurus rumah ini. mengapa anda tidak membuka Sstore? Bukankah disana semua lengkap dan tersedia apapun yang anda inginkan asal anda memiliki uang yang cukup itu tidak akan menjadi masalah] Kata Sistem


BUGH!


Rog memukul jidat nya sendiri akibat lupa bagian penting. Setelah Rog menyelesaikan sebuah misi. Dirinya telah membuka Sstore atau Toko Sistem yang dimana setiap pembelian nya adalah menggunakan uang asli


'baiklah. Katakan berapa jumlah yang memang dibutuhkan untuk mengurusi mansion ini?' gumam Rog bertanya kepada Sistem


[Menurut analisis yang telah saya lakukan.. Setidaknya butuh 10 hingga 15 orang mengurusi Mansion ini]


Rog lalu menelusuri setiap toko sistem di navigasi Pelayanan dimana sektor ini penuh akan pelayan atau disebut maid yang memiliki latar belakag berbeda-beda dan sekaligus berbakat sebagai nilai plus mereka..


'78 Miliar untuk per 1 orangnya? Kau gila Sistem! Ini namanya perampokkan !' Protes kepada Rog


[saya adalah Sistem yang tidak memiliki perasaan atau sejenisnya seperti manusia namun protes anda mengenai harga itu bagian yang saya mengerti. Jika anda bertanya mengapa mereka sangat mahal karena dsetiap pelayan yang anda pilih akan menyesuaikan diri mereka dan mereka memiliki kekuatan Cybers yang kuat dan sudah di akui oleh Dark weebs itu sendiri dan saya justru mempertanyakan kepada anda sebagai seorang Triliuner yang kini harta anda mencapai 799.720 Triliun Rupiah bukankah ini adalah penghinaan bagi anda sendiri?] Kata Sistem menyindir harta kekayaan Rog yang hampir 800 Triliun


'Hehehe.. Peace' gumam Rog


Sindiran yang menusuk hati itu hanya bisa membeli sejumlah pengawal. Maid dan juru bicara nya jika dirinya benar-benar disibukkan oleh dunia


...----------------...


...BYE ...


...----------------...