The Time To Be Rich | TBR

The Time To Be Rich | TBR
TBR - Interview



Keesokkan Hari nya ~


Ridho saat ini bangun dari tempat tidurnya namun dirinya tidak beranjak dari tempat tidur karena teringat dan sekaligus bingung dengan diucapkan oleh sahabatnya tersebut


Flashback (sedikit)


"Kenapa Gua Kaya Raya? sebenarnya ini adalah sebuah keajaiban bagi gua. Bagi gua. Dewa atau sejenis entitas Tuhan yang selama ini tidak banyak orang percayai termasuk Gua. namun gua mempercayai satu hal. bahwa Setiap kebaikkan akan terbalaskan oleh kebaikkan pula dan inilah gua rasakan. Seakan-akan Dewa memberi surat kepada gua kalau mau berubah maka merencanakan sesuatu yang tepat. misalnya gua sebelum ketemu lu. Dho. gua sekptis dengan dunia trading namun tidak tahu kenapa gua masih pegang itu aset trading gua selama 20 tahun lebih dan di akhir-akhir ini gua sempat menyerah tapi sekali lagi pikiran dan tubuh seakan tidak sinkron. tubuh gua seperti ingin mengatakan Bertahanlah sedikit dan otak gua mengatakan menyerah lah dan keduanya bertarung hingga gua pusing namun gua bisa ngambil alih dan memutuskan untuk sedikit lebih sabar. dan lu lihat sekarang. buah kesabaran dari 20 tahun lalu hingga sekarang membuahi hasil. Gua mendapat 3.7 Triliun dari modal 10 Juta yang gua kumpulkan selama bekerja 6 tahun lebih. dari 6 tahun lebih itu gua sering ngambil 1 atau 3 pekerjaan dan gua saat itu mati-matian untuk mengumpulkan uang tersebut dan ternyata hasil tidak menghianati hasil. mungkin lu gak percaya namun itu bukan masalah gua lu percaya atau tidak. yang terpenting gua sekarang udah kaya raya dan aset gua sekarang melonjak 10 Triliun+ lebih dan lu tahu Perusahaan OKJek. perusahaan ojol terbesar dan multi internasional itu kini milik gua" kata Rog dengan menceritakan segala pengalaman nya yang ia alami


ada 2 fakta yang terjadi saat Rog menceritakan kisah hidupnya..


pertama bahwa dirinya memang benar melakukan trading pada 20 tahun lalu namun itu mengalami kerugian hingga hanya memberikan keuntungan 2 Juta saja


Keduanya adalah bahwa kekayaan dan kekuasaan yang Rog miliki adalah berkat Sistem namun ada sebuah aturan dimana Rog sebagai seorang Host dari sebuah sistem dilarang memberi informasi. menunjukkan dari siapapun bahkan keluarga untuk mengetahui Sistem atau jika melanggar adalah hukuman Instan Kill yang akan Rog rasakan..


'maafkan gua kawan. kebohongan dikit gak ngaruh kan..kawan? gua belum bisa meninggal sebelum menikmati apa yang sistem telah berikan kepada gua!!' gumam Rog yang sedikit bersalah karena telah membohongi sahabat terbaiknya


"percaya lah gua. waktu kita ketemu lu pertama kali itu gua pas interview lu dan lihat CV lu yang punya banyak pengalaman dari berbagai bidang pekerjaan membuat gua saat itu tidak bisa berkata-kata" kata Ridho yang salut dengan dedikasi Rog selama berjuang untuk tetap hidup


"Oh ya. Sorry gua bukan ikut campur tapi gua lihat lu gak punya pekerjaan. bukan bermaksud sombong atau merendahkan lu sebagai pria dan sahabat gua. namun mau gak lu Jadi karyawan di pekerjaan gua lebih tepatnya di departemen keuangan. tugas lu simpel. lu akan jadi mata dan kuping gua disana sambil lu bertugas dengan pekerjaan umum disananya. lu tahu departemen keuangan disetiap organisasi. perusahaan bahkan pemerintah sangat krusial memiliki dan memilih orang kompeten dan jujur. jadi lu mau gak?" kata Rog yang tiba-tiba menawarkan pekerjaan kepada sahabat nya tersebut dengan rasa tulus dan ramah..


Ridho sebagai sahabat nya Rog tidak melihat ada gerak gerik atau perkataan yang merendahkan dirinya sebagai pria dan sahabat.


"aku setuju" kata Ridho


Flashback off:


Ridho kini sudah mandi dan sudah bersiap untuk berangkat


"Mas. mau kemana?" Tanya Seorang perempuan yang mempegangi perutnya membesar


"Eh gini. mas hari ini mau kerja. karena kebetulan perusahaan tempat teman mas bekerja memiliki lowongan dan mas diminta untuk Mas yang mengisi kekosongan tersebut" kata Ridho kepada sang istri..


lalu ridho jongkok agar selaras dengan perut Istri dan wajahnya


"Sayang. Jaga mama dan jangan bikin mamah kerepotan ya. Papah mau cari uang dulu" kata Ridho sambil mengelus-elus perut dan tak lupa menciumi perut sang istri


"Kamu kalau ada apa-apa. tolong kabari mas ya" Kata Ridho


"Tenang aja Mas. kan udah ada perawat yang menjaga ku


Ridho sebagai seorang suami tentu sudah mengatur segala sesuatu untuk sang istri.


Ridho pun berangkat menggunakan sebuah motor Beat hitam dan tak lupa menggunakan Helm


2 jam kemudian


"apakah ini kantor Pusat OkJek?" Tanya Ridho


Sulit bagi Ridho untuk percaya bahwa dirinya akan menginjak kaki di Kantor OkJek yang terbesar dalam operasi ojek online mereka di Kerajaan Indonesia..


"Pak. mau nanya. kalau parkir motor disebelah mana ya?" Tanya Ridho kepada seorang sekuriti OkJek


"oh mas baru ya disini? itu parkir motor berada di dibelakang kantor ini nanti akan ketemu basement.. masuk saja kesana" kata Security tersebut


Ridho berterimakasih sebelum ia hendak pergi.


sebenarnya di pintu awal kantor tersebut memang sudah ada ada parkir mobil dan motor namun itu hanya mobil-mobil tertentu dan tamu penting bagi perusahaan. para direksi dan jajarannya menganggap parkiran di halaman terdepan mereka adalah untuk menggambarkan betapa makmur dan suksesnya mereka dalam menjalankan perusahaan ketika nanti dilirik oleh investor...


semenit kemudian. Ridho kembali ke permukaan dari basement lalu dia berjalan beberapa menit untuk kembali ke halaman utama untuk masuk ke lobby...


"Selamat Datang di OkJek. ada yang bisa kami bantu. Tuan?" kata Resepsionis itu menyambut kedatangan Ridho


"Anu mak--makksud saya. Saya ingin melakukan interview kerja setelah lamaran saya diterima. kira-kira dimana ya Ruang HRD nya?" Kata Ridho


"oh. pasti anda Tuan Ridho ya? Departemen HRD - (DHD) kami telah menunggu anda. silahkan gunakan lift di sebelah kiri dari tempat saya berdiri dan langsung saja menuju lantai 2. keluar dari lift langsung kearah kiri nanti masuk Ruangan HRD setelah 3 ruangan terlewati. untuk menghindari tersesat. anda bisa lihat papan nama yang digantung disetiap ruangannya" Kata Resepsionis tersebut menjelaskan dengan seramah mungkin


"sebelum naik ke lantai 2. diharapkan anda untuk menulis nama di buku tamu" kata Resepsionis yang langsung memberikan buku tamu


Ridho hanya mengangguk dan sungguh-sungguh dirinya menganggumi ketat nya keamanan Kantor Pusat OkJek hingga ke lini Resepsionis ini..


"sudah. dan jika saya diterima. tolong jangan panggil saya Tuan. saya hanya seorang yang belum pantas dipanggil secara seperti itu" kata Ridho dengan nada sedikit malu


"Baik. Anda jangan Khawatir. selama anda Tamu. maka kami hanya melakukan formalitas dan sesuai dengan SOP dalam melayani setiap tamu yang datang" kata Resepsionis itu yang tersenyum


Ridho tak bisa berkata-kata selain melangkahkan kakinya menuju lift lalu menemui HRD nya yang akan menginterview dirinya..


TING!!


Ridho bersyukur bahwa lift ternyata kosong sehingga Ridho tidak akan menemukan kecanggungan dari karyawan yang sudah berada disana


TING!!


"hmmm. ini pasti" kata Ridho yang sudah melewati 2 Ruangan dan melihat papan Nama HRD..


Tok


Tok


Tok


"Ya. silahkan masuk!" kata orang yang didalam mempersilahkan


"Sila--Si" kata orang tersebut namun dirinya terhenti ketika melihat siapa yang mengetuk ruangannya


"Ridho!? benarkah itu kamu?" Tanya orang tersebut


"Ya itu benar saya. maaf. apakah anda mengenali saya sebelumnya?" Tanya Ridho yang kebingungan


"Hahaha. Akhirnya aku bertemu dengan teman lama ku! Ini aku. Rafel. Teman gendut mu pas SMA. dulu kamu yang selalu melindungi ku dari Para membully tersebut" Kata Rafel yang senang lalu berdiri dan memeluk Ridho dengan erat


"Oh ya. duduk lah!. bagaimana kabar mu? setelah kita lulus. aku belum menemukan kabar mu selama itu. aku mencari-cari mu untuk aku berterimakasih ketika kamu melindungi ku. berkat mu. aku sukses besar. aku telah menjuarai lomba Bela diri tingkat provinsi dan aku selalu menyebut nama mu sebagai inspirasi ku dan pahlawan ku dalam merubah diri. lihat lah aku!" kata Rafel yang semangat menceritakan segala sesuatu nya..


"aku turut senang kamu telah berubah. seperti perkataan mu.. kamu sekarang sudah tampan dan sukses. kabar ku? seperti kamu lihat bahwa aku kini melamar pekerjaan atas rekomendasi dari teman seperjuangan ku di pekerjaan sebelumnya" Kata Ridho yang awalnya tersenyum bahagia ketika melihat perubahan Rafael namun kini senyumannya dipaksakan untuk menutupi kesedihan hidupnya


"aku harap aku bisa menerima mu namun sesuai SOP yang ada. aku harus bisa bersikap profesional. bagaimana kita mulai?" Tanya Rafel dengan nada berat begitu juga berat hati tidak bisa menerima Sahabat terbaiknya tersebut


"Lakukan lah dengan jujur. Fel.. agar atasan mu selalu memandangi mu orang jujur. jika kamu tidak bisa berbuat banyak dalam keahlian. setidaknya kejujuran adalah terpenting untuk dimiliki dizaman serba kebohongan ini" kata Ridho menasehati Rafel serta memberikan CV nya


"tidak ada yang berubah dari mu. sahahatku!. baiklah. sekarang aku memulai interview ini" kata Rafel dengan sedikit terkekeh..


beberapa detik kemudian keheningan terjadi lalu Rafel memasang wajah yang profesional dan dinginnya ketika melihat lawan bicaranya


"baiklah. Pak Ridho. dari CV yang saya lihat dan lamaran yang anda ajukan memang tidak sesuai dari yang kami harapkan namun ada beberapa keahlian yang memang menjadi pertimbangan kami" kata Rafel


Rafel melihat CV milik Ridho yang memang tidak sesuai dengan departemen keuangan namun ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan nya sebagai HRD..


"apakah anda mengerti bahwa lamaran yang anda ajukan adalah departemen Keuangan? dan bagaimana nantinya anda menyikapi jika ada kesalahan dalam data keuangan?" Kata Rafel yang memulai bertanya


Ridho menghambil nafas lalu membuangnya agar dirinya dapat rileks


"Saya sadar akan apa yang saya lamarkan. Pak. saya yakin setiap manusia memiliki kesalahan namun saya akan terus melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan berusaha menghindari kesalahan yang terjadi" kata Ridho yang menjawab dengan profesional..


"Departemen Keuangan adalah hal krusial bagi perusahaan ini. apakah kamu siap melakukan apapun untuk menghindari kesalahan human eror? dan siap perusahaan mempecat dan meminta ganti rugi jika sewaktu-waktu kamu melakukan kesalahan dalam data keuangan perusahaan?" Kata Rafel dengan pertanyaan yang siapapun pasti terpojok


"dengan kontrak dan perjanjian yang setara. saya siap dipecat dan dimintai ganti rugi apabil terbukti melakukan kesalahan baik sengaja dan tidak sengaja" kata Ridho dengan santai dan profesional mungkin..


"apa yang membuat saya memberi mu kesempatan untuk bekerja disini?" Kata Rafel


"Saya yakin bahwa saya dapat menambah wawasan dan skill saya dalam dunia keuangan di perusahaan ini dan saya yakin bahwa saya meningkatkan diri di perusahaan ini dan selalu beradaptasi dalam setiap perkembangan zaman dan teknologi juga beradaptasi apabila disatukan dalam sebuah tim" kata Ridho


"berapa gaji yang anda inginkan dari perusahaan?" Kata Rafel


JRENG!!!


Pertanyaan yang ditakutkan dan pertanyaan ini selalu menjebak para pekerja baru yang hendak melamar


"saya yakin Perusahaan memiliki pertimbangan yang terbaik dan gaji yang terbaik untuk saya yang nanti berkontribusi untuk perusahaan dengan skill dan wawasan yang saya miliki" kata Ridho dengan profesional mungkin namun dirinya tidak percaya


"apa yang kamu ketahui dari perusahaan ini? dan mengapa kamu mau bekerja disini?" Tanya Rafel


"Perusahaan OkJek yang berdiri pada tahun 2009 hingga 2023 telah membangun reputasi baik dikalangan masyarakat dan investor dan juga saya beryakinan bahwa perusahaan inilah adalah tempat saya dapat meningkatkan diri dalam wawasan dan skill yang saya miliki untuk Departemen keuangan dan Perusahaan" kata Ridho


"Dari siapa anda tahu perusahaan ini?" Tanya Rafel


"Saya direkomendasikan oleh Teman saya... yang bernama Alexander Rog chips" kata Ridho dengan jujur dan profesional lalu tak lupa memberikan sepucuk surat kepada Rafel


Rafel yang mendengar nama itu tak asing ditelinga nya hanya bisa terkejut dan terlebih lagi dirinya mendapati surat yang berisikan


"Siapapun kamu.. jika kamu menerima interview dari Sahabat saya. bernama Ridho Maka terima dia di perusahaan ku!" Begitu isi surat tersebut


Rafel yang membaca itu sedikit gemetar tetapi dirinya tidak menyangka sahabat lamanya dapat berteman dengan pemilik baru dari OkJek


"S--S-Selamat kamu diterima di Perusahaan ini! silahkan kamu kunjungi ke departemen personalia karyawan / karyawati untuk mengajukan nama mu masuk sebagai karyawan baru" kata Rafel yang berjabat tangan dengan gugup


Ridho hanya berjabat tangan namun tidak menyadari bahwa dirinya diterima karena hanya sebuah surat kecil


...----------------...


...BYE...


...----------------...