
"Aman semua area. jangan sampai terlewatkan" Kata Indra melalu intrcomenya
pengawal milik Rog membuat para pengunjung sedikit canggung dan kebingungan
"orang besar mana yang mengunjungi kafe kecil ini?" kata seorang manajer
Manajer itu tiba-tiba keluar setelah dipanggil oleh pegawainya karena mereka melihat mobil super besar dan lapis baja memparkirkan di area parkir kafe...
TAK (Sfx: sebuah pintu dibuka)
Indra membuka pintu untuk Rog dapat keluar
"matikan semua jaringan di sekktar kafe" titah Rog kepada indra
Indra mengangguk lalu segera membuat perintah kepada tim cyber mereka..
Bersama Indra dan 2 pengawal berbadan besar dan berotot membuat siapapun yang melihat pasti ketakutan..
TRING!
Indra membuka pintu kafe untuk Rog dan Rog melihat sekeliling dan ternyata Ridho sedang duduk santai dengan handphone nya dan tidak memperhatikan jendela luar yang sudah penuh dengan pengawal Rog
"kalian duduk disana aja" kata Rog menunjukkan meja yang tak jauh dari Ridho.
3 pria itu hanya menunduk patuh lalu mereka pun duduk begitu juga dengan Rog..
"terlalu sibuk sampai tidak menyadari bahwa temannya sudah datang?" kata Rog menyendir Ridho
"Astaga!!" kata Ridho yang kaget melihat Rog yang seperti tiba-tiba muncul entah darimana.
"sejak kapan lu muncul?" kata Ridho yang sebelumnya hanya fokus ke handphone tanpa memperhatikan dunia luar kafe..
"baru saja. gua lihat lu begitu fokus banget lihat handphone lu. ngapain sih?? lagi ngemechat ya lu!" Tuduh Rog
"Sembarangan! gua udah punya istri yang cantik dan punya anak 2. ngapain gua kudu meechat? buang-buang duit aja!" protes Ridho yang tak terima atas tuduhan tersebut..
"gua fokus karena gua lagi baca novel Sistem Perintah yang ada di NovelToon. coba lu baca dah. ini novel keren banget gua aja udah baca setengahnya" kata Ridho menceritakan yang membuat dirinya fokus
"Sistem Perintah novel dari author Drasil itu? kalau itu mah gua udah baca" kata Rog yang serasa seperti novel tersebut sudah ia baca
ini visualnya)
"eh ya. ngapa lu mau ketemuan di sini?" kata Ridho bertanya
"lu udah pesen? kalau belum gua pesenin ya. sesuai di telepon gua bakal traktir lu. tenang aja" kata Rog dengan memanggil pelayan dengan ramah
"Mana Buku menunya! biar saya aja yang melayaninya!" kata Manajer Kafe yang melihat pelanggan besar itu mulai memesan..
Manajer Kafe tersebut menghampiri Rog dan Ridho dengan 2 buku menu bersamanya
"Selamat Siang dan selamat datang di Kafe Kopi dan Cerita. Tuan - Tuan!" Kata Manajer tersebut dengan ramah
"Saya pesan Esteh Manis Hangat (8 Ribu) dan makananya Nasi Goreng Telur mata sapi (20 Ribu)" kata Rog
Manajer itu mencatatkan pesanan milik Rog
"lalu Tuan?" Tanya Manajer tersebut kepada Ridho
"Mie Goreng (10 Ribu) dan Air Putih saja mas(Gratis)" kata Ridho dengan senyum canggung
"maaf mas. boleh minta waktu sebentar?" Kode Rog untuk manajer mundur beberapa langkah sehingga Manajer itu tidak dapat mendengar obrolan mereka
"Lu gimana sih Dho.. kan gua yang ajak lu dan gua dah bilang gua bakal traktir" kata Rog yang sedikit bingung dengan Tindakan Ridho
"maaf Rog. gua gak mau terlalu ngerepotin lu. ya gapapa lah mie goreng juga kenyang kok" kata Ridho
Ridho memiliki belajar etika meja makan. kalau ditraktir bukan berarti dirinya bebas mempesan tetapi melainkan ridho harus membiarkan Rog memesan barulah ridho mempesan yang murah dari rog pesan. itulah etika saat ditraktir yang Ridho terapkan
"gua gak masalah untuk direpotkan. gua akan terluka kalau lu gak anggep traktiran gua ini. tolonglah pesan yang bisa buat lu lebih kenyang dan enak agar setelah ini gua gak menyesal" kata Rog memohon sahabat seperjuangan nya untuk mempesan menu yang sedikit mahal
"Baiklah. Baiklah. gua pesan Nasi Goreng jumbo ayam tapi kalau gak habis boleh gak gua bungkus?" kata Ridho bertanya
"buat siapa?" Tanya Rog bingung
"buat anak istrilah. gua juga gak tenang kalau gua makan enak sementara mereka enggak" kata Ridho dengan mengecilkan suaranya karena sedikit malu jika didengar selain Rog..
"habisi. lu gak perlu khawatir soal anak istri lu. buat mereka gua udah punya pesanan khusus. jadi lu makan tenang aja" kata Rog dengan nada tegasnta
Ridho yang mendengar itu hanya bisa mempasrah diri saja karena dirinya melihat tidak ada kesempatan untuk melawan..
Rog melambaikan tangannya sebagai kode memanggil pelayan..
"Mas. teman saya Minta nasi goreng jumbo ayam dan esteh manis hangat" kata Rog kembali memanggil Manajer tersebut..
Manajer yang mendengar itu langsung buru-buru mencatat
"baiklah. Nasi Goreng Telur Mata sapi & Esteh manis hangat (pesanan Rog) dan juga Nasi Goreng Jumbo ayam dan esteh manis hangat (pesanan Ridho)" kata Manajer itu mengulangi semua pesanan milik Rog dan Ridho..
"apakah ada lagi? Tuan - Tuan?" Kata Manajer itu bertanya dengan ramah
"Tidak ada dan kami harap makanannya cepat sampai!" kata Rog dengan tegas
"Kami usahakan. Tuan!" kata Manajer tersebut dengan sedikit ketakutan ketika melihat ketegasan dari Rog
BYE
Author: saya ingin mengajarkan kepada kalian melalui cerita ini.
Kita ketika ditraktir oleh seseorang hendaklah untuk tidak mempesan makanan yang harga nya lebih jauh dari yang ditraktir.. cobalah untuk mencari makanan dari harga yang setengah dari yang orang mentraktirkan kalian agar untuk menunjukkan bahwa diri kalian itu tidak rakus plus anda terlihat berwibawa dalam menyikapi moment Traktir tidak dianggap sebagai kesempatan untuk makan banyak!