
Di pagi hari setelah Jin membersikan diri Jin Turun kelantai satu untuk sarapan pagi.
Gadis Resepsionis yang melihat Jin turun dia menghampiri Jin.
"Apakah Tuan Muda ingin makan?" Ujar Gadis itu.
"Iya" Jawab Jin.
"Baik Tuan Muda silahkan duduk disini aku akan mengambilkan Makanan Tuan Mudah" Ujar Gadis Resepsionis.
"Terima Kasih" Ujar Jin yg segerah duduk di tempat yg di tunjuk oleh Gadis Resepsionis itu.
"Lihat pemuda itu didekati oleh Dewi kita"
"Beruntung sekali dia"
"Tidakk Dewikuuu jangan sampai tergoda oleh makhluk buas ituu"
"Aku iri melihat ketampanannya"
Semua orang berbisik bisik saat melihat kedekatan antara Jin dan Gadis Resepsionis. Sementara itu ada seseorang yang mulai menghampiri Jin.
"Hey kau bocah jangan dekat-dekat dengan nona Ji Nana lagi atau kau akan mati" Ujar Seseorang yang menghampiri Jin.
"Lihat itu bukannya Tuan Muda dari Klan Lan, Lan Yang"
"Wah kasian sekali pemuda itu akan dihajar oleh Lan Yang"
"Iyah kasian, konon rumornya Tuan Muda Lan Yang suka membunuh orang"
Ujar orang yang berada di penginapan sambil berbisik bisik saat melihat Tuan Mudah berbicara kepada Jin.
"siapa kau?" tanya Jin yg tidak peduli pada pemuda itu.
"Aku Tuan Muda Klan Lan, Lan Yang, sekarang kau tau aku maka matilah" Jawab Lan Yang membangakan keluarganya.
"Hanya di Tingkat pendekar Ahli tahap 9 ingin membunuhku, apa kau merendahkanku?" Ujar Jin yg hanya mengeluarkan Aura di Tingkat pendekar Raja tahap 5.
Lan Yang yang tertekan oleh Aura Jin membuatnya jatuh tersungkur.
Ke 2 pengawal yang dibawah Lan Yang langsung ketakutan, karena melihat Tuan Mudanya kalah hanya dengan Aura milik Jin.
"Pergilah atau ku bunuh kalian bertiga" Ucap Jin yg mulai kesal dengan Lan Yang.
"Kau...kau tunggu saja pembalasanku" Ujar Lan Yang yg pergi ketakutan.
"Huft aku akan beri pelajaran sedikit" Ucap Jin yg kesal karena di ancam.
"Seribu Tebasan Bayangan Pedang" Gumam Jin.
Slashh!!
Sebuah banyangan pedang melesat lalu kemudian memotong salah satu lengan Lan Yang.
"Argggg, aku pasti akan membunuhmu!!!" Teriak Lan Yang yg kesakitan karena satu lengannya terpotong kemudian pergi dengan ke 2 pengawalnya.
"Kasian pemuda itu, dia belum tau kalau Partiak Klan Lan memiliki basis kultivasi di tingkat pendekar Raja Tahap 8"
"Sayang sekali pemuda jenius itu akan mati lagi"
Ujar orang ramai saat melihat kejadian barusan. Jin yg tidak peduli dengan kejadian barusan duduk dan tidak peduli kejadian tersebut sambil menunggu makannya.
"Ini makannya Tuan Muda" Ujar Ji Nana.
"Maaf Nona, aku baru saja sedikit mengotori tempat anda" Ucap Jin meminta maaf kepada Ji Nana.
"Tidak apa apa Tuan Muda" Jawab Li Nana.
"Kalau boleh tau siapa nama Tuan Muda, nama gadis kecil ini Li Nana" Lanjut Li Nana sambil memperkenalkan dirinya.
"Namaku Jin" Jawab Jin santai.
"Ohh Tuan Muda Jin dari mana anda berasa?" Tanya Li Nana penasaran dengan asal Jin.
"Aku hanya seorang pengembara" Ucap Jin asal.
"Oohh.. meski begitu Anda sangat kuat Tuan Mudah Jin bisa mengalahkan Tuan Muda Klan Lan dengan mudah, apa kau tidak takut Klan Lan mengincarmu?" Ucap Li Nana.
"Haha, hanya Klan kecil di kota ini ingin melawanku, aku bisa dengan mudah membantainya" Ucap Jin di saat pertengahan ucapannya dia meninggikan suaranya.
"Haha Tuan Muda Jin bisa saja bercanda" Jawab Li Nana.
"Tuan Muda Jin bisa selalu saja bercanda" Ucap Li Nana dengan wajah Yg tidak percaya.
"Hahah, Maaf maaf jika aku bercanda terus aku akan melanjutkan makanku" Ucap Jin langsung memakan makanannya.
"Apakah Tuan Muda Jin tertarik untuk ikut Lelang di klan Li ku yang akan digelar 1 minggu depan" Tanya Li Nana pada Jin untuk mengajaknya.
"Lelang yah?, hmm oke aku akan datang, namun aku tidak memiliki undangan apakah boleh untuk datang?" Jawab Jin.
"Ini aku memberikanmu undangan VIP selama Tuan Muda ada diwilayah Klan Li cukup berikan ini pada mereka" Ucap Li Nana sambil memberikan sebuah Kartu VIP kepada Jin.
"Terima kasih, Nona Li Nana" Ucap Jin dengan senyumannya yg mengoda bagi para wanita.
"I-iya, kalau begitu aku pergi dulu" Ujar Li Nana dengan wajah merona saat melihat wajah Jin.
Setelah itu Jin selesai makan, kemudian dia menuju kamarnya dan untuk bersantai.
Disisi Klan Lan
"Bajingan!!! beraninya dia menebas tangan anakku, aku akan membalas dendam padanya" Teriak Partiak Lan saat mengetahui lengan anaknya tinggal sebelah.
"Iyah, ayah buat dia menderita, balaskan dendam untukku" Bujuk Lan Yang pada Ayahnya sambil menangis.
"Tenang saja Nak Ayah akan membalaskannya ribuan kali lipat" Ucap Patriak Lan dengan wajah yg memerah karena marah.
"Kirimkan mata mata ke penginapan Klan Li, saat Pemuda itu keluar dari penginapan itu langsung bunuh" Perintah Partiak Lan.
"Baik Tuan" Jawab Para Assasin lalu mereka pergi
Satu Minggu kemudian Jin yg sudah membersikan diri bersiap untuk turun di lantai 1.
"Apakah Tuan Muda Jin ingin sarapan" Sapa Li Nana saat melihat Jin yg turun dari tangga.
"Iya aku ingin sarapan" Jawab Jin yg sudah turun dari tangga.
"Aku akan mengambilkan sarapan untuk Tuan Muda Jin" Ucap Li Nana langsung berjalan menuju ke dalam dapur.
Setelah menunggu beberapa saat makanan Jin diantar kemejannya, Jin langsung memakan makanannya setelah selesai kemudian dia menuju Li Nana.
"Jadi gimana apa kita akan berangkat ke pelelangan sekarang?" Tanya Jin tentang pelelangan.
"Iya Tuan Muda Jin" Ucap Li Nana membenarkan pertanyaan Jin.
"Panggil saja Jin, aku tidak terlalu suka dengan formalitas" Ucap Jin.
"Baik Tuan Mudah ah maaf baik J-Jin" Ujar Li Nana.
"Hahaha, anak muda di umur mu yang sangat mudah basis kultivasi mu sudah di tingkat Pendekar Raja tahap 5 kau sangat berbakat" Ucap Paruh baya itu memuji Jin.
"Haha, Senior terlalu memuji, jadi siapakah nama Senior ini?, nama Junior ini Jin" Tanya Jin dengan sopan.
"Aku kakeknya Nana, namaku Li Ray, panggil saja kakek Ray" Jawab Li Ray.
"Mana berani Junior ini memanggil seperti itu, Junior akan memanggil Senior saja" Jawab Jin dengan sopan.
"Baiklah jika itu keinginanmu, bagaimana kalo kita berangkat sekarang" Ajak Li Ray.
"Mari Senior, mohon pimpin jalannya" Ucap Jin.
Mereka pun mulai berjalan keluar penginapan menuju kediaman Klan Li untuk mengikuti lelang.
"Sepertinya para semut ini ingin mengincarku" Gumam Jin merasakan para Assasin yg mengawasinya.
"Ohh.. kau menyadarinya, apa butuh bantuan ku untuk membereskannya?" Ucap Li Ray yg g mendengarkan gumamnya Jin dan menawarkan bantuannya.
"Terima kasih senior, tapi junior bisa mengurusnya, junior akan mengurus mereka setelah Lelang" Tolak Jin saat Li Ray menawarkan bantuannya.
"Segera laporkan ke Partiak, bahwa pemudah bernama Jin yg memotong tangan Tuan Mudah telah keluar dari penginapan bersama Li Ray" perintah Asssasin kepada Assaain lain.
"Baik" Jawab Assasin lain.
Disisi Klan Lan
"Partiak Jin sudah keluar penginapan bersama dengan Li Ray dan Li Nana" Lapor Assasin yg datang melaporkan pergerakan dari Jin.
"Kau ikuti sampai tidak ada seorangpun, lalu bunuh dia" perintah Partiak Lan kepada Assasin.
"Baik Patriak" Jawab Assassin itu lalu pergi.