
"Long Yi? Marga dari Ras Naga menarik... aku ingin tahu apa yg ingi dia bicarakan selain Alkemis." Ucap Jin dalam hati.
Setelah Pergi, Manager Zhan yang telah Sembuh dari tadi mulai membicarakan pemenang serta hadiah yang di dapat, Jin mendapat juara pertama, Tuan Hun Ge kedua, karena Long Yi ketiga dan Qi Ling yang mendapat Juara ke empat. Hadia di serahkan Setelah selesai Turnamen.
Setelah selesai Turnamen Alkimia Jin meningalkan Paviliun Surga Obat. Ia mulai berjalan ke penginapan Indah di pusat Kota, untuk menemui Long Yi dan Long Tian.
Di perjalanannya Jin merasa kalau ia belum makan dari malam Jin berjalan Ke pusat Kota sambil mencari Rumah Makan untuk mengisi perutnya, setalah beberapa saat Jin ahirnya menemukan Rumah makan bernama Siap Saji yang cukup besar yg memiliki banyak pengunjung.
"Permisi... Apakah ada tempat kosong disini?" setelah memasuki Rumah Makan Jin langsung bertanya pada pelayan yang berada disana.
"Untuk lantai 1 dan 2 sekarang sudah penuh, tuan bisa makan di lantai 3 atau lantai 4, tapi akan ada biaya tambahan disana tuan." Ucap Pelayan itu menjelaskan.
"Baiklah, Terimakasih infonya... ini ambilah." Ucap Jin memberikan 1 koin emas kemudian mulai berjalan ke lantai 3.
Setelah sampai di lantai 3, Jin mulai memesan beberapa makanan yang cukup mahal, Di lantai 3 terdapat beberapa alat musik yg berbunyi, mendengar musik itu Jin merasa sangat nyaman, Karena Setelah berpindah di dunia Ini Jin selalu ingin mendengarkan musik dan bersantai, Ia tak pernah bersantai seperti ini.
Merenung sejenak sambil meminum segelas air putih, Jin mulai terbawa suasana seperti nostalgia di Kehidupan lamannya di Bumi, kenangan ibu dan ayahnya terlintas di pikiran Jin. Ia tak pernah menyangka setelah mati karna ia dibully dia akan diberikan kehidupan kedua seperti ini.
Jin merasa bahwa kehidupannya saat ini hanyalah sebuah mimpi belaka, yang pada suatu saat nanti ia dapat bangun dan melihat lagi wajah Kedua Orang Tuanya.
Meskipun nantinya di dunia ini Jin akan membunuh miliaran manusia dia tak merasakan penyesalan apapun, ketika waktu pertama kalinya ia membunuh seseorang ia tak muntah atau apapun ia tahu bahwa di dunia ini hanya yang kuat yang di hormati dan orang lemah akan selalu di tindas.
Maka dari itu pada saat Pertama kali berada di dunia ini, Jin telah bertekad bahwa ia akan menjadi yang terkuat, agar orang lain tak akan meremekanya lagi, Ia juga akan menjadi seseorang yang di hormati bukan seseorang yang menghormati.
Jika Ia punya kekuatan Ia bisa melakukan apapun sesukanya, dengan kekuatan ia dapat melindungi seseorang yang di cintainya, dan dengan kekuatan juga ia dapat membalas dendam atas apa yang telah orang lain perbuat padanya. Setelah selesai makan dia melanjutkan perjalanannya ke pusat Koa
Setengah jam berlalu akhirnya Jin menemukan penginapan yang di maksud oleh Long Yi, tanpa basa basi lagi Jin langsung memasuki Penginapan tersebut, Jin mulai mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk merasakan keberadaan Long Yi serta Pamannya Long Tian, tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan kedua orang itu.
Long Yi serta Paman Tian berada di lantai 2 di kamar nomor 48 dan 49, setelah tahu Jin kemudian menghampiri Pelayan Penginapan itu dan memesan Kamar di lantai 2 nomor 50, Jin mengeluarkan 100 keping koin emas untuk menyewa kamar selama 4 hari.
Setelah memasuki kamarnya, Jin keluar kamar dan menghampiri Kamar nomor 48.
"Tok tok tok..!!" Terdengar bunyi ketukan pintu di kamar.
Setelah Beberapa saat Perlahan pintu kamar itu terbuka, dan memperlihatkan Seorang Pria tua keluar dengan rambut kusut seperti sehabis bangun tidur.
"Oh itu kau Tuan Muda, Ini masih larut malam, kenapa Kau mengetuk pintu kamarku? kita bisa melanjutkan pembicaraan kita besok pagi kan.'' Ucap Long Tian dengan nada marah karna ia baruh semenit tidur.
"Baiklah dan maaf, apakah nona yg selalu di sampingmu jga sudah tidur?" ucap Jin bertanya.
"Iya... Yi'er sekarang sudah tidur, Kau pergilah sekarang menganggu tidur ku, aku masih ingin tidur." Jawab Long Yi acuh tak acuh, kemudian kembali menutup pintu kamarnya dan langsung kembali tidur.
Mendengar jawaban dari Long Tian, Jin hanya tertawa Kecil, "Sial mereka yg perlu dengan ku dan aku masih harus menunggu mere bangun, aku malas kalau harus menunggu." Ucap Jin yg kesal dan memutuskan untuk berjalan keluar penginapan.
Ia berjalan ke pasar Kota Perak untuk melihat-lihat apa ada sesuatu yang membuatnya menarik perhatiannya. Di Pasar kota Perak, walupun sudah malam masih terlihat cahaya lampu yang terang berada di sana dengan suasana yang cukup ramai dilihat.
Jin memutuskan untuk mengunjungi Toko Herbal terlebih dahulu, setelah melihat-lihat herbal di sana Jin tak menemukan sesuatu yg menarik dia hanya membeli sedikit herbal yang mungkin berguna di lain waktu, untung-untung menghemat herbal yg dia ambil dari Lembah Neraka.
Setelah selesai Belanja di toko Herbal, Kai kembali berjalan menuju toko Senjata, melihat lihat sebentar dan tak ada yang membuatnya tertarik, Jin memutuskan untuk keluar dari toko senjata tersebut.
Jika hanya senjata dan Artefak yg Jin buat sudah sangat banyak dari segala tingkat.
Esok Paginya, Jin yang masih tertidur, terbangun karena suara ketukan pintu di luar kamarnya. Ia bangun dan perlahan berjalan ke depan pintu dan membukanya, Terlihat Gadis Cantik menggunakan Pakaian berwarna Biru muda dengan rambut yang sudah terikat rapi yg baru saja mengetuk pintu kamar milik Jin.
"Aku ingin berbicara dengan Tuan muda Jin sebentar." Jawab Long Yi.
"Sekarang kau ingin berbicara dengan ku, setelah semalam pamanmu mengusirku" Ucap Jin mengerutkan keningnya.
Long Yi yg mendengar ucapan Jin hanya menunduk dan tak tahu apa yang akan dia ucapkan, karena semalam dia sudah tidur kelelahan sehabis melakukan Turnamen Alkimia di Paviliun Surga Obat.
"Baiklah kau bisa menunggu ku di lantai 1, aku akan mandi dan mengganti Pakaian ku." Ucap Jin yang melihat Long Yi yg membisu. Long Yi yg mendengar itu langsung turun ke lantai 1.
Selang beberapa menit Jin turun ke lantai 1 dan duduk di kursi yg kosong berhadapan dengan Long Tian "Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku." Ucap Jin datang menghampirinya dengan langsung pada intinya.
"Nona kamu dan Pamanmu bukan dari Ras manusia, tapi kalian dari Ras Naga bukan?!" Ucap Jin bertanya dengan suara pelan
"Bagaimana kamu tahu kalau aku dan pamanku bukan dari Ras manusia?" Ucap Long Yi yg terkejut
"Aku tahu dari Aurah kalian yg tidak terlihat seperti manusia pada umumnya, dan kenapa Klan Ras naga yg tersembunyi keluar dari tempat persembunyian kalian." Ucap Jin yg bertanya kembali.
Jin tahu betul Aurah Naga karna pada saat dia di lembah neraka dia sering bertarung dengan Naga dan memanen Giok Naga
"Kami disini atas perintah Patriak, Patriak berkata bahwa ada harta leluhur tersembunyi disini selama ratusan tahun. Aku serta Paman Tian di beri tugas untuk mencari harta tersebut." Ucap Long Yi menjelaskan.
"Apa, kau bisa memberi tahuku apa nama dari harta tersebut." Ucap Jin bertanya
"Eee.... kalau tak salah Patriak menyebutnya Mutiara Giok Naga." Jawab Long Yi sambil menunjukkan gambar dari Giok Naga.
Jin keheranan kenapa ada Giok Naga di dunia bawah yg ia tahu dari gurunya kalo Naga kebanyakan hanya tinggal di dunia menenggah dan atas saja kenapa Giok Naga bisa sampai di dunia bawah ini, Jin yg memiliki Giok Naga bukannya tidak mau memberikan kepada Long Yi tapi dia ingin tahu kenapa Giok Naga bisa sampai ke dunia bawah.
"Baiklah Nona Long, aku akan membantumu mencari Giok Naga yang Kau maksud." Ucap Jin mengiyakan permintaan dari Long Yi.
Mendengar Jin yg akan membantunya, Long Yi sangat senang, "Terimakasih Tuan Muda?." Ucap Long Yi yg senang
Setelah pembicaraan yang cukup lama Jin, Long Yi dan Long Tian berjalan Keluar dan meninggalkan Kota Perak.
Mereka bertiga menuju ke tujuan berikutnya, Yaitu Bukit Tengkorak yang merupakan tempat perkumpulan para Bandit Tengkorak yg terkenal di Benua Selatan.
Bandit Tengkorak sendiri merupakan bandit yg sangat ganas mereka membunuh menculik serta memperdagangkan manusia.
Di tengah Perjalanan karena malam hampir tiba Jin mencari tempat untuk beristirahat, Ia mulai mencari kayu bakar Serta 3 Ayam hutan untuk di jadikan makan malam.
Jin menyuruh Long Yi serta Pamannya Long Tian untuk membangun sebuah tenda untuk beristirahat lalu Jin pergi untuk mencari kayu bakar dan Ayam, Setelah Jin kembali Ia melihat sebuah tenda yang cukup besar muat. Ia mulai membakar Kayu untuk menghangatkan badan serta memanggang Ayam Hutan yang tadi di temukannya.
Di Bumi dulu, Jin sering membantu ibunya memasak jadi ketika ia mulai menaburi ayam yang di panggang tadi dengan bumbu khusus tercium dihidung yang sangat lesat jika di makan, bahkan Long Yi dan Pamannya Long Tian yang tadi berdiam diri di dalam tenda berjalan keluar mencari sumber aroma enak tersebut.
Setelah Jin selesai memanggang Ayam Hutan, Ia mulai memanggil Long Yi dan Pamannya Long Tian, tetapi ketika Jin hendak berdiri Ia sudah melihat Long Yi dan Pamannya Long Tian berdiri di belakangnya, terlihat air liur keluar dari kedua mulut mereka.
"Tuan Muda Jin, apakah kamu pernah menjadi seorang Koki? kenapa hanya dengan mencium aroma dari masakan mu membuat perutku menjadi semakin lapar." Ucap Long Yi sambil mengusap Air liur dari mulutnya.
"Benar tuan muda, aroma dari masakan mu ini sungguh membuatku semakin lapar." Setelah tahu dari Long Tian.
"Tak usah terlalu Formal memanggil ku, kalian cukup panggil dengan nama ku saja" Ucap Jin
Walaupun Jin telah menyuruh Long Yu dan Long Tian bersikap seperti biasanya tapi ia masih bersikukuh, untuk tetap memanggil Jin sebagai Tuan Muda.