The Strongest Cultivator In The Universe

The Strongest Cultivator In The Universe
14. Lupa



Esok paginya di Penginapan Angret, Jin masih tertidur pulas, terlihat air liur nya menetes di lantai.


5 menit kemudian Jin yang telah terbangun langsung membersihkan diri dan turun ke bawah. Sesampainya di lanntai bawah.


Tak lama kemudian Jin duduk lalu memesan makanan dan mulai makan. Berbagai makanan yang ditaruh di atas meja sangat banyak tadi tak sampai 5 menit makanan di meja sudah habis.


Walaupun para Kultivator sudah tak membutuhkan makan walau sudah bertahun-tahun tidak makan karena mereka mengkonsumsi energi Qi, tetapi Jin sangat suka makan, karna samasa dia berada di dunia lamanya, Jin sudah menjadi orang penikmak makanan yg enak.


Walaupun begitu tetap saja masih ada Kultivator yg lebih suka makan dari pada mengkonsumsi energi Qi.


Setelah selesai makan Jin keluar dari penginapan. Jin sekarang telah berada di jalan Kota Mawar.


Di sepanjang jalan Jin mendengan orang-orang sedang membicarakan tentang menara kultivasi yg bisa meningkatkan basis seorang Kultivator jika memasuki nya.


Di setiap lantai menarah kultivasi memiliki energi Qi yg berbeda-beda dan di menarah itu ada 9 lantai, bahkan kata orang tersebut bahwa menara tersebut tidak bisa di hancurkan oleh Kultivator di tingkat Pendekar Raja tahap 9.


Tak sampai sepuluh menit berjalan Jin melihat menara yang sangat besar dan menjulang tinggi ke atas.


"Apakah ini menara kultivasi yang sering orang bicarakan, akan bagus jika aku memasukinya." Gumam Jin sambil mengelus dagunya.


Tak lama setelah itu Jin tiba di pintu masuk menara. Pintu masuk itu di jaga oleh seorang di tingkat pendekar Senior tahap 7.


"Nak, untuk masuk kedalam kau harus membayar seribu Koin Emas." Ucap Penjaga tersebut dengan nada sombong.


Jin kemudian mengambil seribu koin emas sebagai biaya masuk. Setelah memasuki menara Kultivasi Jin merasakan aliran Qi di dalam lebih banyak dari pada di luar. Tapi dengan aliran Qi yg sekecil ini tak akan membuat perubahan pada diri Jin.


Tak lama setelah berdiam di lantai 1, Jin memutuskan untuk naik ke lantai 2 merasa di lantai 2 jga biasa-biasa saja Jin memutuskan naik ke lantai 3 dan naik hingga lantai tertinggi yaitu lantai 9. Tapi itu semua tidak cukup untuk membuat Jin merasa puas sedikitpun.


Karena kesal di tipu oleh Penjaga Menara, Jin memutuskan untuk menghancurkan menara kultivasi tersebut. Menara Kultivasi memang berguna untuk seorang yg berada di tingkat pendekar Ahli hingga tingkat pendekar Roh tahap 6.


Pasalnya menarah kultivasi sudah tak berguna lagi untuk Jin yang membuat dirinya harus menyerap 1.000× lebih banyak Energi Alam di bandingkan dengan orang lain karena tingkat kultivasinya.


Setelah Jin mengepalkan tangannya dan meninju tembok menara Terjadi ledakan yang sangat keras. Setelah debu menghilang terlihat menara Kultivasi yang katanya mampu menahan serangan di tingkat Pendekar Raja tahap 9 sekalipun Hancur karena tinjuan Jin, membuat kehebohan di antara warga Kota Angret.


"Sialan menara Kultivasi sampah macam apa ini." Umpat Jin yang sedang kesal, lalu dia melihat ke arah para penjaga itu.


"Hei kau sialan beraninya kau menipuku, kau menyuruhku membayar seribu Koin Emas untuk memasuki menara sampah ini.'' Teriak Jin sambil menunjuk ke arah penjaga menara.


Karena tak terima di hina oleh seorang bocah yang bahkan belum genap 18 tahun membuat dirinya menjadi marah dan melupakan bahwa Jin telah menghancurkan tembok menara yang berarti kultivasinya di tingkat Pendekar Raja tahap 7.


"Siapa yang menipumu bocah, memang seperti itu aturan yang di buat oleh Pemimpin kota untuk semua orang yang akan memasuki menara ini." Jawab Penjaga menara dengan nada tinggi.


Jin lalu melesat dengan cepat seketika menghilang, dan muncul di belakang penjaga menara dan memukul punggungnya dengan hanya mengunakan kekuatan fisiknya.


Penjaga tak siap dengan serangan kejutan Jin, penjaga menara tersebut terpental hingga menabrak rumah warga.


Beberapa tulang rusuk penjaga itu patah, tangan sebelah kanan patah serta Meridian nya hancur. Jin tak mempercayai apa yang dilihatnya, ia hanya mengeluarkan 10 persen dari kekuatan fisiknya.


Jin merasa bersalah karena dia ingat bahwa menara kultivasi sudah tak cukup untuk meningkatkan basis kultivasinya walau hanya sedikit.


Kemudian dia mendekati penjaga menara tersebut dan memberikannya sebuah Pill penyembuhan, tanpa pikir lama penjaga menara langsung menelan pill yang di berikan oleh Jin penjaga itu berfikir bahkan jika itu Pill beracun ia akan tetap memakannya sebab ia tak ingin menderita lebih lama lagi karena kondisinya saat ini.


Selang 1 menit setalah penjaga menara menelan Pill yang Jin berikan. Berbeda dengan harapannya kini tubuhnya telah sembuh bahkan Meridian yang hancur telah di perbaiki kembali. Ia juga berhasil menerobos ke tingkat Pendekar Roh tahap 8. Ia berujud berterima kasih kepada Jin.


Semua orang yang melihatnya menerobos menganga tak percaya, sebab semua orang hanya melihat Jin yg memberikan sebuah pil kepada penjaga menara dan tak sampai 1 menit penjaga menara langsung sembuh bahkan menerobos 1 tahap. Jin tak memperdulikan itu kemudian menghilang dalam sekejap.


Di Rumah Pemimpin Kota.


Sekarang Jin sedang mengarah ke rumah Pemimpin kota, Rumah Pemimpin kota merupakan rumah terbesar yang berada di wilayah tersebut jadi Jin sangat mudah untuk menemukannya.


Setelah sampai di gerbang rumah Pemimpin kota, Ia melihat adanya penjaga di tingkat Pendekar Roh tahap 7 di depan gerbang.


Tak ingin berlama lama Jin melambaikan tangannya hingga membuat angin disekitarnya menjadi sebuah pedang angin Qi yang sangat tajam.


Kepala Penjaga yang menjaga gerbang itu terbang dari tubuhnya. Kemudian Jin mendekati gerbang rumah Pemimpin Kota dan mengepalkan tangannya bersiap meninju rumah Pemimpin Kota.


"Tinju Penghakiman, Ledakan Penghancur." Uca Jin mengeluarkan jurusnya.


Tangan Jin tiba-tiba mengeluarkan sebuah cahaya berbentuk tinju, Meninju Gerbang Rumah Pemimpin kota, hal itu menimbulkan sebuah Ledakan yang cukup keras untuk di dengar semua orang. Hal itu membuat Pemimpin Kota keluar dari rumahnya.


Karena Ledakan yang sangat keras membuat Pemimpin Kota Keluar dari rumahnya. Para warga yang mendengar ledakan juga memutuskan untuk melihat keluar.


Sesampainya di luar, Pemimpin Kota dikejutkan dengan gerbang rumahnya yang hancur, setelah melihat lebih teliti dengan matanya ia melihat seorang pemuda berdiri di depan pintu gerbang yang telah hancur itu.


"Ternyata Kau bajingan, kau membunuh anakku dan sekarang kau beraninya merusak rumahku." Teriak Pemimpin Kota yang kemudian di dengar oleh warga di sekitarnya.


"Siapa yang berani memprovokasi Pemimpin Kota dengan menghancurkan gerbangnya itu?." Tanya salah satu pemuda yang berada di kerumunan.


****


Tingkat senjata dan pelindung juga dibagi dalam tingkatan:


- Senjata Biasa


- Senjata bintang Tingkat 1- 9


- Senjata Spiritual Tingkat 1 - 9


- Senjata ILahi Tingkat 1- 9 (cuma ada di dunia tingkat menengah)


- Senjata Dewa tingkat 1- 9 (cuma ada di dunia tingkat atas)


Teknik atau Juru di bedakan menurut kelas warna