
Jin telah menggunakan Formasi kedap suara, walaupun meneger rumah makan itu berteriak sekeras mungkin tidak akan ada orang yang mendengar suaranya.
"Pak tua, kau ingin mengunakan Racun untuk membunuhku, jadi bagaimana jika aku juga menggunakan cara yang sama untuk membunuhmu." Ucap Jin yang sudah mengeluarkan Racun dari cincin Galaxy miliknya.
"Hahaha kau naif anak mudah, apakah kau pikir aku akan takut oleh racun mu sia..." Belum sempat menyelesaikan perkataan nya KaJin telah menuangkan satu botol Racun di kaki maneger rumah makan tersebut.
"Ahhh....Ahhhh...." Teriak manager tersebut. Terlihat kakinya membusuk dan meleleh hanya menyisakan tulang kakinya saja.
Racun yang tadi Jin tuangkan bernama Racun Neraka, racun tersebut hasil racikan yg dibuat oleh Jin sendiri. Walaupun hanya setetes dari Racun tersebut yg terkena kulit, akan dapat membuat kulit tersebut membusuk dan meleleh tak bersisa.
"Tak perlu berteriak sekuat itu pak tua, racun tadi tidak menyakitkan yg kau rasakan." Ucap Jin sambil tersenyum.
Sekarang manager tersebut Langsung bergidik ketakutan. Ia tak mengira kalau racun yg di tuangkan oleh Jin, rasanya akan semenyakitkan itu ketika terkena Racun Neraka.
Jin tak berhenti sampai disitu, dia terus menuangkan Racun sedikit demi sedikit, dimulai dari kaki kanan, Tangan kirinya yang masih tersisa, serta Telinga kanan manager toko rumah makan tersebut.
Jin menggunakan Pill Penyembuhan Tingkat Inti tahap 1 untuk membuat manager itu sembuh sedikit dan tetap hidup, walaupun Telinga, kedua kaki dan tangan nya terasa sangat sakit.
Manager tersebut sekarang terlihat sangat buruk, Hanya tersisa kepala serta Badan miliknya, dia tak menyangka bahwa anak yg kelihatan masih mudah itu sangatlah mengerikan, Jin yg merasa sudah cukup untuk menyiksa manager itu, dia langsung membakar tubuh maneger tokoh rumah makan tersebut yg tampak sangat mengerikan.
Jin memandang mayat Manager itu dengan wajah yg dingin berada di depannya.
Jin memutuskan untuk meninggalkan Rumah makan tersebut, tetapi Ketika sampai di depan pintu Ia di cegah oleh seorang Pria paruh baya yg menatapnya penuh dengan tatapan kebencian.
"Bocah apakah kau, orang yang telah membunuh Putraku." Ucap Pria Paruh baya yang merupakan Patriak Sekte Harimau Putih.
"Siapa kau pak tua, Aku bahkan tak pernah mengenalmu." Balas Jin yang sedang bingung, Pasalnya Ia tak pernah keluar dari penginapan selama beberapa hari.
Setelah Jin melihat kembali wajah Pria paruh baya di depannya dengan teliti. Ia menyadari bahwa terdapat kemiripan antara pria paruh baya di depannya dengan seorang pemuda yang telah ia bunuh beberapa hari yang lalu.
"Oh... Jadi kau ayah dari anak bajingan yg beberapa waktu lalu aku bunuh saat di kota Mawar." Ucap Jin dengan senyuman mengejek.
"Apa!!... Jadi itu kau yg membunuh putraku sialan!!" Teriak Patrick Sekte Harimau Putih sambil memasang kuda kuda berniat menyerang Jin.
Setelah Mengeluarkan kekuatannya, Jin menyadari Bahwa Pria yang sedang ia lawan sekarang Lumayan Kuat, Pria tersebut telah sampai di tingkat Pendekar lagit tahap 5.
Jin akhirnya melawan Pria tersebut. Ia hanya menurunkan tingkatnya agar sama dengan Patriak Sekte Harimau Putih.
"Tak kusangka bocah sepertimu memiliki, Jurus yang sangat kuat. Cepat Serahkan Jurus mu itu, Maka aku akan memberi keringanan dengan membunuhmu dengan cepat." Ancam Patriak Sekte Harimau Putih, pasalnya saat dia melihat Jin basis kultivasinya hanya di tingkat Pendekar Bumi tahap 6, dia mengira Jin memakai suatu jurus yg bisa meningkatkan basis kultivasinya.
"Haha.. Coba saja jika kau bisa." Balas Jin menantang dia juga sudah mengirah kalau Patrick Sekte Harimau Putih akan meminta Jurus yg bisa meningkatkan basis Kultivasi seseorang.
"Jurus Cakar Harimau... Sayatan Cakar Harimau.." Patriak Sekte menyerang Jin dengan Jurus kelas merah tahap 1, Qi yang terkandung Dalam serangan Patriak Sekte sangat besar dan tajam.
Tak mau berdiam diri saja Jin juga melancarkan serangannya. "Jurus Tebasan Pedang, Tebasan Angin." Ucap Jin, seketika Kedua serangan saling bertabrakan, Terjadi ledakan yang sangat besar hingga membuat bangunan Rumah Makan hancur menjadi puing-puing.
Tak berhenti sampai disitu, Jin mulai menyerang Lagi Ke arah Patriak Sekte Harimau Putih.
Patriak Sekte yang tak mempunyai pilihan Lain kemudian mengambil sebuah Pil di dalam Cincin Ruangnya Kemudian menelannya. Seketika basis Kultivasi Patriak Sekte Harimau Putih yang awalnya berada di tingkat Pendekar Langit tahap 9.
Pill yg ditelan oleh Patrick Sakte Harimau Putih bernama Pil pembalik darah. Pill itu adalah Pil Tingkat Inti tahap 5 menenggah yang membuat darah bagi seseorang yang menelannya menjadi Lebih ganas Kemudian membuat Penggunanya Naik 4 tahap selama satu jam.
Tak hanya Itu kegunaannya, tetapi juga dapat membuat tubuhnya terus menerus beregenerasi selama Pill itu masih memiliki efek.
Efek samping yang di berikan Pil ini cukup Kejam Yaitu mengambil Energi kehidupan dari penggunanya.
"Kau mengunakan Pill peningkat hanya akan mengakibatkan kematian untuk mu." Ucap Jin kemudian mengambil membuat Pedang dari udarah.
Pedang yg di buat oleh Jin sagat kuat, Aurah dari pedang membuat Tekanan sehingga membuat tubuh Patrick Sekte Harimau Putih itu bergetar.
"Jurus Tebasan Pedang, Tebasan Pemusnah." Ucap Jin.
Jin melesat dangan sangat cepat dan muncul di belakang Patriak Sekte dengan cepat Dan mengarahkan Pedang ke arah tubuh Patrick Sekte.
Patrick Sekte yang pada saat itu tak bisa mengikuti gerakan Jin, Tubuhnya terkena serangan dari Jin dengan Telak dan akhirnya membuat tubuhnya meledak tak bersisa.
Kabar Meninggal nya Patriak Sekte Harimau Putih mengemparkan seluruh Warga Kota Perak. Patriak Sekte Harimau Putih merupakan orang terkuat setelah Pemimpin Kota Perak.
Ada seseorang yang kemarin sempat menyaksikan pertarungan antara Jin dan Patriak Sekte, orang tersebut langsung menyebarkan berita bahwa yang telah membunuh Patriak Sekte adalah seorang Pemuda yang usianya belum mencapai usia 20 tahun.
Orang-orang yang mendengar berita itu tak ada yang percaya, Bagaimana mungkin seorang Pemuda yang usianya bahkan belum sampai 20 tahun dapat membunuh Seorang Patriak yang Kultivasinya telah sampai di tingkat Pendekar Langit tahap 5.
Jadi Semua orang mengganggap berita seorang pemuda yang membunuh Patriak Sekte hanya sebagai kebohongan semata. Sekarang Semua orang tak sabar menantikan Dimulainya Turnamen Alkemis 2 jam lagi.
Jin yg mendengarkan bahwa di kota Perak akan mengadakan perlombaan Alkemis, jadi Jin mendaftar Perlombaan dengan membayar 100.000 koin Emas, Setelah Jin selesai membayar Jin di arakan untuk menunggu di ruang tunggu sampai Turnamennya di mulai.
Sesampainya di ruang tunggu Jin di kejutkan oleh Seorang Wanita. Bukan Karena Wajahnya yang cantik. Tapi karena Jin menyadari wanita tersebut memiliki basis Kultivasi yg tinggi di usia muda.
Setelah Kedua mata Mereka saling Bertemu Jin dapat merasakan garis keturunan dari Ras Naga. Tak hanya itu saja bahkan Kultivasinya berada Di tingkat Pendekar Langit tahap 1.
Gadis itu pun cukup terkejut, Ia juga tak bisa melihat Tingkat Kultivasi milik Jin. Selama ini Ia selalu bisa melihat Tingkat Kultivasi seseorang walaupun orang itu memiliki basis Kultivasi di atasnya.
"Ehem... Permisi apakah Nona disini untuk mengikuti Turnamen Alkemis?" Ucap Jin bertanya.
"Ya.." Ucap Gadis itu dengan singkat.
Jin hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap dingin gadis itu dan kembali ke tempat duduk yang di sediakan untuknya, gadis itu bernama Long Yi
Jin menunggu Selama Setengah Jam dan akhirnya Turnamen Alkemis pun Dimulai.