The Strongest Cultivator In The Universe

The Strongest Cultivator In The Universe
38. Gadis kecil



Setelah beberapa saat Jin mengikuti pelayan dari Klan Qi dia sudah berada di ruangan yg sudah di sediakan untuknya, tanpa berlama-lama Jin membaringkan tubuhnya dan tidur.


Soreh harinya Jin berniat berjalan-jalan di kediaman Klan Qi untuk segedar melihat-lihat keseharian anggota Klan Qi, bebarapa menit Jin berjalan dia sampai di ruang latihan para anak muda.


Dia melihat anak-anak yg sedang latihan ada yg berumur 6 tahun bahkan ada yg seumur dengan Jin, anak-anak muda Klan Qi memang berbakat di umur 7 tahun sudah memiliki basis Kultivasi di Ranah Penyempurnaan qi tahap 4 sedangkan untuk yg berumur 18 tahun berada di ranah Pendekar Senior tahap 7


Setelah puas melihat-lihat dia mulai jalan-jalan lagi, dalam setiap penjualannya di kediaman Klan Qi banyak pemuda dan pemudi yg bertanya-tanya siapa Jin? Kenapa orang luar biasa seenaknya berjalan-jalan di tanah mereka.


Ada banyak ingin menegur Jin tetapi langsung di cegah oleh para tetua, hal itu lah yg membuat mereka lebih penasaran.


Walaupun Jin menggililingi kediaman Klan Qi dia di awasi dari jauh oleh para tetua, Jin jga menyadari kehadiran mereka walaupun mereka menyembunyikan aurah keberadaan mereka, tapi Jin tak peduli selama mereka tak menyinggungnya.


Para tetua yg mengawasinya di perintahkan oleh Patrick sendiri untuk mencegah anak-anak muda Klannya membuat masalah pada Jin yg akan membuat Jin marah.


Selang beberapa menit Jin berjalan-jalan dia Melawati sebuah kediaman tetua ke dua. Tetua kedua bernama Qi San yg merupakan ayah kandung Jin.


Dia tidak sengaja masuk kedalam karna Rumah ini tidak terlalu besar seperti rumah tetua lainnya, Jin melihat seorang gadis kecil berusia sekitar 6 tahun yg sedang berlatih berKultivasi.


Kultivasinya berada di ranah Pembentukan Pondasi Tahap 5, gadis kecil yang Jenius biasanya anak seusianya masih berada pada Ranah Pembentukan Pondasi Tahap 3 dan jaga anak seusianya masih banyak berpikir untuk bermain bersama teman-temannya dan tidak terlalu memaksakan diri untuk berlatih.


Jin melihat gadis kecil itu sangat mirip dengannya, dia juga sudah tahu kalau anak kecil itu adalah adik kandungnya, jadi dia berjalan mendekati gadis kecil itu.


Gadis kecil itu tidak menyadari kalau ada orang yang melihatnya sedang latihan. Satu jam berikutnya setelah gadis kecil itu usai latihan dia berdiat akan istirahat.


Sebelum dia berniat untuk melangkahkan kakinya tibah-tibah dia mundur beberapa langkah kebelakang karena terkejut ada seseorang yang sedang memperhatikannya yang sedang latihan.


"Siapa anda? kenapa anda berada disini?" Ucap kadis itu yg kaget dan bersiaga siapa tahu jika orang ini punya sifat yg jahat padanya.


"Huum gadis kecil kau cukup waspada juga yah?" Ucap Jin yg melihat reaksi gadis kecil itu, "tenang lah aku tak berniat jahat padamu dan aku juga tamu di Klan mu" Ucap Jin menjelaskan.


Gadis kecil itu tidak langsung mempercayainya dia lalu berkata, "saya tak percaya pada ucapan anda? Jika anda seorang tamu di Klan saya maka anda di larang untuk memasuki rumah para tetua Klan" Gadis kecil itu berlari dan mengambil pedangnya dan menodongkan pada Jin.


Jin yg melihat itu tak bisa menahan senyumannya, para tetua yg mengawasinya berniat ingin menengahi dan berniat untuk menegurnya tetapi surah Jin langsung terdegar di kepala mereka membuat mereka mengurungkan niatnya. "Para tetua yg sedang bersembunyi, aku mohon tetap di tempat kalian aku tak bermaksud untuk menyakiti gadis kecil ini, jika kalian muncul kalian akan tahu akibatnya karna ketidak sopanan kalian?"


Setelah memberitahukan pada tertua yg sedang mengawasinya Jin lalu melihat lagi ke arah gadis kecil yg sedang menodongkan senjatanya.


"Gadi kecil tahukah kamu? jika kamu menodongkan senjata kepada orang lain kamu sudah menyatakan bahwa kamu sudah siap bertarung dengannya?" Ucap Jin melihat gadis kecil itu lalu melanjutkan ucapannya, "Aku memang merupakan seorang tamu di Klan mu hanya saja aku cukup istimewa karena bisa berjalan-jalan di dalam kediaman Klan Qi".


"Jika aku mau aku sudah membunuh mu sedari tadi" Ucap Jin yg mengeluarkan sedikit aurahnya berniat untuk menakut-nakuti gadis kecil itu tanpa membuat gadis kecil itu terluka.


Gadis kecil itu hanya merasa takut beberapa saat, Tapi dia langsung tenang dan dapat terlihat keteguhan di matanya dan masih berani menodongkan senjatanya, "huum boleh juga, adik dari seorang Jin tidak boleh gentar hanya berada pada kondisi yang tak memungkinkan untuk menang saat pertarungan dengan lawan yg kuat"


Gadis kecil itu menyerang Jin mengunakan pedangnya kearah Jin gerakan tersebut masih terlihat sangat kaku, tebasan demi tebasan gadis kecil itu lakukan tetapi tidak satupun mengenai tubuh milik Jin.


Setelah sejam gadis kecil itu menyerang Jin dan serangannya tidak mengenai Jin, gadis kecil itu sudah mulai kelelahan. "Adik kecil, gerakan mu terlalu kaku dan memajang terlalu banyak tenaga sehingga kamu mudah lelah.


Sebaiknya kamu berlati lebih giat lagi dan memperbaiki gerakan yang kaku, adik kecil kau saat ini masih sangat lemat" ucap Jin terus menghindar dari setiap serangan pedang yang mengarah ke padanya.


Mendengar ucapan itu gadis kecil itu membuatnya semakin panas karena di sebut lemah dan membuat serangannya semakin cepat. Padahal di generasinya dia lah yg paling jenius karna sudah menguasai ilmu pedang sampai tahap sempurna tetapi orang di depannya mesih menggangapnya lemah.


Sejam kemudian gadis kecil itu mulai kelelahan, garakannya semakin pelan, nafasnya sudah terasah mau habis.


Jin yang melihat gerakan gadis kecil itu melambat dia lalu berkata, "Adik kecil kau gampang sekali emosi, seorang Kultivator haruslah bisa mengontrol emosinya agar di pertarungan mereka tidak dapat di provokasi oleh lawannya" Ucap Jin. Sementara itu gadis kecil itu sudah tidak mau lagi mengayunkan pedangnya karena sudah kelelahan.


Lalu Jin melanjutkan ucapannya, "Adik kecil, kau masih kurang dalam semua aspek untuk menjadi seorang Kultivator, hanya ada beberapa yang membuat ku salut padamu yaitu kau tidak gampang menyeran dan tidak takut dengan apapun, jadi berlati dan bekerja keras lah lebih giat. Ok" ucap Jin yang melihat gadis kecil itu yg sudah duduk karena kelelahan.


"Apa anda pikir saya tidak terlihat bekerja keras, aku sudah berlatih lebih giat dari semenjak tahun lalu aku mulai Berkultivasi dan di anggap jenius oleh Klan" ucap gadis kecil itu yang terlihat mimik wajahnya yang cantik mulai menangis.


"Hahaha gadis kecil kau sangat menarik, orang lain akan tersinggung mendengar ucapan ku tapi kau malah menagis" Ucap Jin yg merasa tindakan Gadis kecil itu sangat lucu.


"Ya karena saya masih kecil, jika saya sudah dewasa dan sekuat anda, saya pasti akan tersinggung" balas gadis kecil itu. Jin yg mendengar ucapan gadis kecil itu tertawa lebih kencang.


"Ha...Ha...Ha... Kau akan sekuat diriku saat kau dewasa? Itu tidak mungkin adik kecil walaupun seratus, seribuan atau jutaan tahun kau tidak akan bisa sekuat diriku" ucap Jin terdiam sejenak, karena ingin melihat reaksi gadis kecil itu.


Gadis kecil itu yang mendengar lantas bertanya "Kenapa saya tidak bisa menjadi sekuat anda" Ucapnya.


"Ya karena aku orang yg sangat kuat dan tidak akan menagis saat bertarung dengan seseorang" ucap Jin yang narsis dan mengejek gadis kecil itu.


Gadis kecil itu yang mendengar ejekan dari Jin dia ingin sekali memukulinya tatapi apa daya dia sudah kelelahan dia ingin membalas ucapan Jin, tetapi Jin terlihat dahulu berkata, "Ya jika aku melatih seseorang dia akan sekuat diriku suatu saat nanti,


Tapi sayangnya aku tak mau menerima seorang murid untuk saat ini, padahal tadinya aku ingin menerima seorang murid tapi karena calon murid ku menagis aku sudah kehilangan minat" ucap Jin


Mendengar ucapan Jin yg tertujuh padanya. Gadis kecil itu berdiri dan duduk di tempat duduk di depan rumahnya lalu berkata, "Anda pikir anda kuat? Anda saja tak bisa mengalahkan ayahku orang terkuat ke-empat di Klan Qi saya" ucap gadis kecil itu sambil menyombongkan kekuatan ayahnya.


"Hahaha adik kecil kau sangat menarik, kau membandingkan aku dengan ayahmu yg hanya berada di urutan ke empat orang terkuat di Klan mu, tahukah kamu bahkan Leluhur, Patrick dan Tetua Agung Klan mu tidak bisa mengalahkan ku" Ucap Jin memberi tahukan kenyataan pada gadis kecil itu.


Tibah-tibah ada Aurah Kultivasi yg berada di ranah Pendekar Berlian tahap 2 dari belakang Jin, gadis kecil itu tidak merasakan apa-apa. Dia melihat arah suara itu dan mengenalinya.


"Ayah, ayah sudah pulang dari menjalankan misi?" Ucap gadis kecil itu berlari menghampiri seorang pria paruh baya yang berbicara tadi dan menghilangkan tekanan Aurah Kultivasinya agar tidak melukai gadis kecil yg sedang berlari ke arahnya.


"Iya ayah sudah pulang" balas pria paruh baya itu yg langsung memeluk anaknya yg masih 6 tahun dengan wajah penuh kerinduan.