
Reaksi Saudara Han tak berbeda jauh dari Manager Rumah Makan yg mati itu, bagian bawah tubuhnya telah basah, Keringat dingin membanjiri punggungnya, Melihat Jin yang berjalan Kearah nya setelah membunuh Manager.. Ia terjatuh dan mulai merangkak Mundu
"Kau Tidak bisa membunuh ku, Aku adalah..." Sebelum Saudara Han itu berbica kepalanya melayang meningalkan tubuhnya.
Slash.. Sebuah kepala mulai mengelinding di Lantai.
Jin melihat tubuh Saudara Han tanpa kepala itu dengan tatapan menghina lalu pergi dan menghilang dari Rumah Makan dan menuju ke penginapan.
*******
Esok paginya Jin yang telah terbangun dari tidurnya langsung membersihkan diri, kemudian keluar dari penginapan, dia berencana untuk mendatangi Toko Obat yang ada di kota mawar untuk memulai melihat-lihat.
Tak lama setelah meninggal kan penginapan, Jin menemukan sampai di bangunan besar bertuliskan Paviliun Roda Emas. Tak perlu pikir panjang Jin memasuki paviliun tersebut.
Setelah memasuki Paviliun Roda Emas, Jin di sambut oleh seorang Gadis muda yang memiliki paras cantik..
"Selamat datang di Paviliun Roda Emas, Apakah ada sesuatu yg tuan butukan di sini." Ucap Gadis itu tersenyum ramah pada Jin.
"Oh, tolong panggilkan manager mu aku ingin membicarakan sesuatu dengannya." Ucap Jin menyuruh Gadis itu untuk memanggil Manegernya.
Gadis itu terdiam dan linglung cukup lama setelah sadar dia kemudian beranjak ke lantai atas untuk memberitahu managernya. Sekitar 10 menit berlalu akhirnya gadis itu turun dan memberitahu Jin bahwa manager menunggunya di lantai 3.
Jin kemudian menaiki tangga untuk menuju lantai 3 dan hanya menemukan 1 buah ruangan saja di laintai 3, tanpa perlu pikir panjang Jin membuka pintu dan memasuki ruangan tersebut. Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang Kakek tua dengan janggut putih yang panjang menatap tajam ke arah Jin.
"Apakah tuan merupakan Manager Paviliun ini?" Tanya Jin pada pria tua di depannya.
Kakek itu hanya mengganguk kan kepalanya ke pada Jin saat mendengar pertanyaan dari Jin.
"Silakan duduk Nak" Ucap meneger itu menyuru Jin untuk duduk.
"Langsung ke intinya saja, Aku mempunyai urusan dengan Paviliun Roda Emas." Ucap Jin langsung pada intinya setelah dia duduk.
"Urusan apa dengan Paviliun Kami?, Jika itu tidak terlalu penting mohon silakan keluar" Ucap Maneger itu kepada Jin yg melihat itu bukan urusan penting.
Jin megambil Pill Fana tingkat 4 Pill Spiritual untuk meningkatkan basis kultivasi dengan kualitas 70%, dan menyerahkan itu semua Ke Manager Paviliun,
"Ini.. Sebenarnya Paviliun Kami tidak terlalu membutuhkan Pil Fana tingkat 4 ini." Ucap maneger Paviliun Roda Emas.
"Oh, Kalau begitu bagaimana dengan Ini.." Ucap Jin lalu mengeluarkan 50 Pill Fana tingkat 4 kualitas 80%, untung saja Jin sudah tau tentang kualitas Pill di dunia ini saat dia masih berada di kota Bulan dan menyerahkannya Kepada Manager Paviliun.
Mata Manager tertuju pada 50 Pill Fana tingkat 4 kualitas 80% di tangan Jin, menenangkan dirinya Manager tersenyum kemudian berkata.
"Baiklah Tuan, apa yg harus Paviliun kami bantu untuk Anda." Ucap maneger Paviliun.
"Hmm.. baiklah Senior, berapa harga untuk semua ini.." Tanya Jin mengeluarkan Kembali lima Pill Fana tingkat 4 kualitas 85% yg membuat Manager Paviliun sekali lagi menjadi kaget.
"Tuan muda jangan memanggilku senior, aku tidak pantas dipanggil senior oleh tuan muda, Panggil saja aku Ren Zhang. Untuk 50 Pill Fana Pill Spiritual, tingkat 4 kualitas 80% akan di hargai 4.000 Ribu Koin Emas per butir dan dua Pill Fanah Pill Spritual tingkat 4 kualitas 85% di hargai 4.400 Koin Emas per butir, Jadi total semua 208.800 Koin Emas." Jelas Ren Zhang.
"Baiklah Kakek Zhang, Aku hanya akan mengambil 200 Ratus Ribu Koin Emas dan 8.800 Ribu Koin Emas aku akan mengunakannya untuk membeli Peta Dunia." Ucap Jin
Ren Zhang terdiam sebentar, Kemudian menatap Jin dan menjawab, "Kalau Peta Lengkap Dunia Kultivator.. Paviliun kami tidak memilikinya tapi Mungkin Paviliun Pusat memilikinya.."
"Oh iya Tuan Mudah jika anda tertarik dengan ramuan langka anda bisa pergi melihat-lihat di kota Perak siapa tau ada ramuan yg menarik disana" Ucap Ren Zhang
Jin mengganguk, Alasan Jin datang ke Paviliun Roda Emas hanya ingin mencari Informasi sedetail Mungkin dengan Dunia Kultivator yg saat ini dia tempati.
Selesai melakukan transaksi dengan di ruangan maneger Ren Zhang dari Paviliun Roda Emas, Jin langsung turun Kebawah, dia duduk di ruang tunggu, menunggu maneger Ren Zhang untuk memberikan Koin Emasnya.
"Tuan muda ini bayaran untuk penjualan Pill tadi." Ucap Kakek Zhang sambil menyerahkan sebuah Cincin Ruang kepada Jin.
"Karena tuan muda merupakan orang pertama yg menjual barang dengan harga tinggi maka saya berinisiatif memberikan sebuah Cincin ini kepada anda." Ucap manejer.
Setelah mengambil Cincin yang di berikan oleh Ren Zhang. Ia mengedarkan kesadaran spiritual nya ke cincin penyimpanan tersebut, Terlihat tumpukan Emas sekitar 208.800 didalam cincin penyimpanan itu.
"Oh, Kalau boleh tahu siapa nama tuan muda?" Tanya kakek Ren yang dari tadi belum mengetahui nama pemuda yang menjual pil kepadanya.
"Jin... Yah Namaku Jin..." Setelah memberitahu namanya Jin langsung meninggalkan Paviliun Roda Emas.
Setelah Jin keluar dari Paviliun Roda Emas, dia berjalan-jalan di pasar jalanan di kota Mawar melihat apa ada sesuatu yg menarik, tapi sayangnya barang-barang di pasar jalanan tersebut tidak ada yg menari minatnya.
Setelah menjelang soreh Jin yg tidak menekan apa-apan, dia akhirnya memutuskan untuk kembali ke penginapan angret, Sesampainya di penginapan Jin masuk ke kamarnya untuk membersikan diri lalu turun ke bawah memesan makan malam.
Teknik atau Juru di bedakan menurut kelas warna
Di dunia bawah
Kelas Putih tahap 1 - 4
Kelas Hijau tahap 1 - 4
Kelas Hitam tahap 1 - 4
Kelas Merah tahap 1- 4
Kelas kuning tahap 1 - 4
Di dunia menengah
Kelas Super tahap 1 - 4
Kelas Giok tahap 1 - 4
Kelas Berlian tahap 1 - 4
Kelas Bintang tahap 1 - 4
Kelas Semesta tahap 1 - 4
Di Dunia atas
Kelas Ilahi tahap 1 - 4
Kelas Mitos tahap 1 - 4
Kelas Kuno tahap 1 - 4
Kelas Immortal tahap 1 - 4
Kelas Dewa tahap 1 - 4
Jurus yg Jin ciptakan sudah sampai di kelas Immortal dan kelas Dewa
Maaf 🙏 jika ada beberapa bagian tulisanku Novel