The Strongest Cultivator In The Universe

The Strongest Cultivator In The Universe
11. Nasip Tragis Klan Lan



Setelah Rey meninggalkan Pelelangan, Jin langsung meleaat menuju Wilayah Klan Lan.


Namun sebelum Jin sampai di wilayah Klan Lan, ia dihadang dengan sekelompok Assasssin.


"Ohh... Kalian ahirnya menunjukan diri kalian aku pikir kalian tidak akan keluar" Ucap Jin yg pura-pura terkejut.


Jin melihat bahwa para Assassin memiliki basis kultivasi Tingkat Pendekar Raja Tahap 2 dan 1 Orang yang tampak seperti ketuanya dia berada di tingkat Pendekar Raja Tahap 4 mereka berjumla sepuluh orang mengepung Jin.


"Serang" Ucap Orang yang terlihat seperti Ketua. Semua Assassin menyerang Jin, namun dengan santai Jin menangkis serangan para Assassin dan Jin mulai menyerang balik.


"Tebasan Pedang Angin" saat Jin berkata angin berkumpul di tangannya berbentuk Padang lalu melesat terbang menuju para Assasin dan langsung membunuh mereka.


Slashh!!


Slashh!!


Slashh!!


Para Assassin yang tertebas kepala mereka terbang dan terjatuh dari tubuh mereka.


Ketua Assassin yang melihat itu sangat kaget, karena Jin yg merupakan Kultivator Tingkat Pendekar Raja Tahap 4.


Kemudian Ketua Assassin itu melesat ke arah Jin dengan kecepatan tercepatnya.


Jin yang melihat Ketua Assassin itu yg melesat kearahnya langsung dengan cepat menyerang.


"Tapak Harimau Angin" Ucap Jin mengeluarkan jurusnya.


Ketua Assassin itu nampak sangat kaget, dan terkena serangannya telak dan terhempas kebelakang ke sebuah pohon.


Buggg!!!


"Tunggulah disitu sebentar aku akan menghabisi anak buah terlebih dahulu baruh itu kau" Ucap Jin meninggalkan ketua Assasin itu terbaring tak sadarkan diri.


"Tebasan Pedang Angin" Ucap Jin mengeluarkan Jurusnya. Dengan cepat Jurus itu membunuh para Assassin, saat Ketua Assassin sadar dia kaget saat melihat Jin yang telah menghabisi anak buahnya.


"Bajingan kau berani beraninya membunuh anak bauhku" Ucap Ketua Assassin yg marah melihat bawahannya mati.


"Hohoo.. ternyata kamu masih bisa berdiri, jika begitu aku akan memberimu pukulan lagi" Ucap Jin mengejek Ketua Assassin.


"Sombong sekali, rasakan ini Racun Ular" Ucap Ketua Assassin.


Nampak 2 buah pisau ditangan Ketua Assassin itu bilah ke 2 buah pisau itu terdapat ada racun yang sangat mematikan.


"Kamu ingin bermai-main dengan racun ya, baik aku akan mengikuti mu" Ucap Jin lalu mengeluarkan Jurus "TANGAN IBLIS TAHAP PERTAMA TELAPAK IBLIS" Ucap Jin jurus Tangan Iblis adalah jurus yg dibuat Jin sendiri dan terus di sempurnakan penyempurnaan.


Jurus ini sepuluh kali lipat dari saat dia mengunakannya saat masih di Lembah Neraka, Jurus ini Gabung dari unsur api yg bersipat sangat panas dan unsur racun yg bersipat korosi yg merusak dan membakar bagi yg terkena jurus ini.


Dengan cepat Jin menyerang Ketua Assassin itu, karena terkejut Ketua Assassin yang belum sempat menghindar dari serangan Jin langsung mati ditempat, keadaan ketua Assasin sangat mengerikan seluruh tubuhnya terbakar dan terkena racun, lalu tubuhnya menjadi abuh ditiup angin dan menghilang di udarah.


"Kau ingin bermai racun maka kamu akan keracunan??? Apa sih yg aku bicarakan" ucap Jin yg mengelantur. Lalu Jin kemudian melesat kearah wilayah Klan Klan. Nampak sebuah kediaman yang lumayan megah.


Di Kediaman Klan Lan


Tanpa ba-bi-bu Jin langsung menyerang semua orang yang berada di dalam wilayah Klan Lan yg dia lihat.


"Tebasan Pedang Angin" Ucap Jin. Kemudian angin berkumpul di sekitar Jin lalu berbentuk ratusan Pedang mengarah ke anggota Klan Lan, nampak semua orang panik karena banyak orang yang tergeletak mati tertusuk Pedang.


"Serangan!!!"


"Serangan!!!"


Banyak Tetua Klan Lan dari Tetua luar dalam dan inti yang dengan cepat mati terkena serangan ataupun yg di bunuh Jin secara langsung.


"Patrick,,, Patrick ada serangan dari luar para Penatua banyak yang mati" Ucap Prajurit Klan Lan yg buru-buru melapor.


"Apa siapa yg telah berani menyerang Klan Lan ku, kumpulkan semua pasukan, kita akan membantai dia" Ucap Patriak Lan yg marah kepada penyusup.


Sedangkan diluar banyak mayat bergeletakan dimana-mana karena serangan dari Jin.


"Klan yg lemah ingin membunuhku, apa mereka meremekanku" ucap Jin mengejek. "Tebasan Pedang Angin" ucap Jin lagi.


Semua pasukan yang menyerang langsung tertusuk dan banyaknya pasukan yang kepalanya jatuh akibat tertebas oleh Pedang Angin milik Jin.


Tiba-tiba Patrick Klan Lan meraung marah dan menyeran Jin dengan cepat. "Akan Kubunuh kau!!!."


Laulu Patrick Klan Lan mengeluarkan Jurusnya. "Pukulan Harimau Es"


Lalu Jin jga mengeluarkan jurusnya "Tapak Harimau Angin."


Kedua serangan akhirnya bertabrakan hingga membuat sebuah ledakan yang sangat besar.


BBOOOOOMMMMMM!!!


Terdengar suara ledakan yang amat besar hingga membuat tanah bergetar dan membuat Lan Yang dan beberapa pengawalnya mengigil ketakutan. Selang beberapa saat terlihat 2 orang yang masih berada di atas kediaman Klan Lan.


"Hanya Tingkat Petarung Raja Tahap 5 bisa membuatku tertekan, padahal aku berada pada tingkat diatasmu di Tingkat Petarung Raja Tahap 8!!!?" Ucapa Patriak Lan kaget.


"Perbedaan ranah tidak membuatmu bisa menang 100% dari ku" Ucap Jin menjab pertanyaan Patrick Lan. Lalu dia melanjutkan Ejekan "Kemungkinan kau yang terlalu lemah untuk menghadapiku".


"Berani-beraninya kau meremehkan ku, akan kubunuh kau dan mayat mu akan kuberikan kepada Anjing" Ucap Patriak Lan yg emosi.


"Tebasan Pedang Api Iblis" Ucap Patriak Lan.


Terlihat serangan Patriak Lan, seperti sebuah Api yang membara namun berbentuk Pedang juga samar samar ada banyangan Iblis dibelakang Pedang itu.


"Nampaknya kamu sudah mau serius ingin melawanku, baik akupun akan sedikit serius aku hanya akan mengeluarkan 8% dari Jurus terkuatku" Ucap Jin memakai 8% Kekuatannya.


Terlihat 2 serangan bertabrakan hingga membuat ledakan yang sangat dasyat bahkan berkali kali ledakan lebih dasyat dari serangan tadi.


BOOOOMMMM!!!


BBBOOOMMMM!!


BBBOOOMMM!!


Serangan itu membuat hampir separuh dari wilayah Klan Lan hancur seketika, bebarapa saat sekumpulan debu akhirnya menghilang dan nampak 2 orang yang masih berada di atas wilayah Klan Lan.


"Kau cukup kuat nak mungkin beberapa tahun kedepan aku tidak bisa menandingimu" Ucap Patriak Lan yg di buat terkejut dengan serangan Jin.


"Hahahaha kau cukup berbakat untuk melucu, Kau saja yang terlalu lemah pak tau" Ucap Jin meremekan yg terlihat dari wajahnya.


Jin kemudian mulai menyerang Patriak Lan lagi, Patriak Lan yang melihat serangan Jin dia bersiap menyambut menyerang Jin.


dash


dash


dash


Jin dan Patriak Lan saling beradu pukulan hingga membuat Patrick Lan kelelahan dan mulai sedikit lengah.


"Mari akhiri ini, matilah" Ucap Patrick Lan. "Tinju Singa Api" Patrick Lan yang terlihat mulai menggunakan Skill keluarganya yg sudah di wariskan turun temurun di Klan Lan.


"Baiklah karena kamu masih mempunyai kartu As aku akan mengunakan 10% kekuatanku TANGAN IBLIS VERSI 10% JARI PENGHANCUR IBLIS" Ucap Jin menggunakan 10% kekuatannya.


Aurah keduanya saling bertabrakan membuat benda di sekitar mereka melayang, mereka berdua lalu menyerang ahirnya Jurus mereka bertabrakan hhingga membuat ledakan yg sangat besar.


BBOOOOOMMMMM!!!


BBOOOOOMMMMM!!!


BBOOOOOMMMMM!!!


BBOOOOOMMMMM!!!


Beberapa saat asap mulai menghilang dan terlihat Patrick Lan sudah jatuh hingga membuat tubuhnya hancur perlahan, setelah terkena serangan Jin.


"Hahahaha Nak ternyata dari awal pertarungan kita tidak membuat mu mengeluarkan kekuatan penuhmu, sebenarnya basis kultivasi mu bukan di tingkat Pendekar Raja tahap 5 kan?" Ucap Patrick Lan yg perlahan menjadi abuh yg menyebar karna di tiup angin.


Kemudian Lan Yang yang melihat ayahnya mati ia ketakutan dan bergegas untuk lari. Tapi Jin menyadari tindakannya.


"Ingin lari itu tak mungkin kamu harus mati karena memprovokasi diriku" Ujar Jin yg melesat dan tiba berdiri di depan Lan Yang.


"Tolong Ampuni aku sekali ini saja" Ucap Lan Yang memohon sambil berlutut.


"Berisik MANUAL 9 NYAWA TAHAP 2 PENYERAPAN QI" Ucap Jin menyerap Qi milik Lan Yang hingga mengering.


Slashh!!!


Lan Yang dan pengawalnya langsung mati, karena Jin memengal kepala mereka.


"Baiklah sudah saatnya kembali ke penginapan, urusan di Klan Lan sudah selesai" Ucap Jin yg tidak merasa bersalah karena telah membantai habis Klan Lan.


Kemudian dia melesat ke arah penginapan, sesampainya di penginapan, nampak Li Nana yang sudah menunggu kedatangan Jin.


"Jin apa kau baik baik saja" Ucap Li Nana yg menyambut Jin yg berjalan ke arahnya.


"Aku tidak apa apa, tidak perlu Khawatir" Ucap Jin berjalan menuju tanga lantai 2. "Baiklah aku akan istirahat terima kasih sudah Mengkawathirkanku Nona Li Nana" Ucap Jin sambil berlalu meningalkan Li Nana.


"S-sama sama" Ucap Li Nana yg melihat Jin yg sudah naik tanga ke lantai 2.


Jin kini sudah selalesai membersihkan diri, dia lalu berbaring di tempat tidur dan tidur.


Kesoknya harinya orang-orang ramai berbisik-bisik melihat Klan Lan yg sudah terbantai habis, menyisakan puing-puing reruntuhan bangunan dan mayat mayat yg berserakan di mana-mana.


"Siapa yang membantai Klan Lan ini hingga semegerikan ini" Ucap orang yang melihat di kediaman Klan Lan A


"Mungkin mereka menyingung seorang Master yang sangat kuat" Ucap orang yang melihat di kediaman Klan Lan B


"Mungkin Kultivator tingkat Pendekar Langit level awal yang menyerangnya Klan Lan" Ucap orang yang melihat di kediaman Klan Lan A


"Sangat kejam membunuh tanpa memandang bulu" Ucap orang yang melihat di kediaman Klan Lan B


"Namun Klan Lan memang pantas mendapatkan akibatnya" Ucap orang yang melihat di kediaman Klan Lan C


"Benar" Sahut mereka secara betsamaan


Di Klan Yun sebagai Pemimpin Kota.


"Sungguh berani orang yg membuat kekacauan di kotaku, suruh Assassin melihat siapa yang berani melakukan hal gila ini" Ucap Pemimpin Kota memberi perintah kepada bawahannya.


"Baik Tuan" Ucap Seseorang yg merupakan bawahan Pemimpin Kota.


Disisi kediaman Klan Li


"Nampaknya anak bernama Jin itu yang membantai Klan Lan" Ucap Li Ray pada cucunya.


"Apakah Kakek yakin?" ucap Li Nana yg tak percaya.


"Benar kemarin pas ia kembali kesini, ada banyak noda darah menempel di bajunya" Ucap Li Ray membenarkan ucapannya.


Jin yg sudah mendengar kabar tentang terbantainya Klan Lan hanya tersenyum. "Sekumpulan semut, tetaplah sekumpulan semut, tak ada artinya di mataku" Ucap Jin yg tidak peduli.