
Setelah mencari 1 jam Jin menemukan sebuah gua, tetapi Jin masih belum masuk ke dalam Sebuah gua untuk bermalam. Dia mengecek sekitar dan dalam gua apa ada penghuninya hewan roh atau hewan iblis atau tidak.
Setelah selesai memeriksa tempat itu dan tidak menemukan penghuninya, Jin memutuskan untuk bermalam di gua tersebut.
Ke esokan harinya Jin yg sementara tidur di dalam Goa di kejutkan oleh Aurah ganas dari sesuatu, Jin bergegas bangun dan melihat ke luar goa, ada hewan Iblis yg terbang di atas gua tempatnya bermalam.
Jin mendongak melihat keatas, dan benar saja seekor burung berwarna silver yaitu Rajawali Perak tingkat 4 yg siap menerkam mangsanya yg berada di atas permukaan tanah.
Namun, Jin lebih dulu melihat keberadaannya, dan sebelum Rajawali Perak itu berhasil menerkam mangsanya, Jin sudah menghilangkan hawa keberadaannya terbang dan sudah lebih dulu memenggal kepala Rajawali itu dangan Jurus Tebasan Pedang Anginnya.
Seperti buah pisang mati satu tumbuh satu, begitu juga dengan hewan Iblis tumbang satu, muncul banyak hewan Iblis lainnya yang dengan cepat mengepung posisi Jin dari berbagai arah.
Bukannya ketakutan, Jin justru tersenyum melihat keberadaan mereka, yang dengan sendirinya menunjukkan batang hidungnya, di saat dia cukup bosan selalu melawan lawan yg lemah.
Puluhan Hewan Iblis di tingkat 4 langsung menyerang mangsa yang telah mereka kepung dari berbagai arah.
Jin juga tidak tinggal diam, dia mempersiapkan diri untuk menghadapi hewan buas yg berniat memangsanya, dan langsung saja dia menggunakan Jurus tebasan seratus pedang angin untuk mengalahkan hewan Iblis di sekelilingnya.
Dia mengerakan seratus pedang anginnya mengikuti gerakan tangan yang dia gerakan. Setiap tebasan dan tikaman pedang yang mengarah pada hewan iblis langsung mati, tanpa kesulitan Jin membunuh banyak hewan iblis, banyak yg jatuh ke tanah.
Dalam beberapa detikJin sudah membantai habis hewan iblis dan suasana berhasil membuat area pertempuran menjadi hening, setelah seluruh hewan Iblis mati, terkena serangan dari Jurus tebasan seribu pedang angin.
“Huuu walaupun hanya sedikit membunuh, sudah sedikit menghilangkan stress yg ku rasakan. Kalau saja jumlah mereka lebih banyak, mungkin aku akan benar-benar puas dan dengan cepat menghilangkan stress ku,” Ucap Jin yg menyeka keringatnya walau tak ada butiran keringat.
Setelah dia membantai hewan iblis itu, Jin mencari asal dari binatang iblis itu mengunakan Indra spritualnya, Jin menemukan sekitar 200 m dari tempatnya berdiri ada banyak orang yg berkumpul di dapan sebuah kota kecil dan banyak mayat hewan iblis berserakan di tanah.
Lalu dia melesat dengan cepat menuju tempat itu.
Kota Rumput adalah kota yg keberadaannya lumayan dikenal di Benua SELATAN Kekaisaran Han, bukan karena kekayaan yang dimiliki oleh kota Rumput, tapi karena sesuatu yg misterius yg warga kotanya selalu berada di dalam kota dan tidak diizinkan untuk pergi atau meninggalkan kota rumput.
Banyak sekali rumor beredar mengenai kota kecil itu, kata mereka setelah Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis tercipta, kota rumput bukan lagi kota biasa, seperti kota yg lainnya.
Kota rumput menjadi buruan banyak kekuatan yang berpengaruh untuk memiliki Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis.
Pemimpin Kota rumput juga menjadi lebih tertutup, entah apa alasannya, semua orang tidak mengetahuinya.
Kota Rumput selalu saja diliputi oleh aura yg menyeramkan yg selalu menakuti orang-orang luar yang ingin singgah di kota tersebut, jika bukan karena Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis, beberapa orang biasa tidak berani untuk menempati kota rumput.
Jin segera memasuki gerbang kota Rumput, bisa mereka lihat, 2 penjaga yg tengah berjaga-jaga dan juga memeriksa semua orang yang memasuki kota tersebut.
Pemeriksaan yang dilakukan kedua penjaga itu sangat ketat, selain mengandalkan kedua tangan mereka, mereka juga memiliki barang yang bisa mendeteksi alat berbahaya didalam cincin penyimpanan, seperti racun atau semacamnya.
Saat tiba giliran Jin, dia diperiksa, kedua penjaga itu memintanya merentangkan kedua tangannya dan kedua penjaga itu mulai menyusuri seluruh pakaiannya.
Jin melihat kedua penjaga itu tertegun melihat koin emas milik Jin, kedua penjaga itu memeluk niat untuk mengambil koin emas milik Jin, begitu niat keduanya diketahui oleh Jin dia langsung mengeluarkan Aurah kultivasinya di tingkat Pendekar Bumi tahap 9 yg hanya tujukan kepada dua penjaga itu.
Dari yg ia lihat basis kultivasi para pendatang dan penghuni di kota rumput hanya berada pada tingkat pendekar Roh tahap 9, tingkat Pendekar Raja tahap 9 dan tertingi di tingkat Pendekar Bumi tahap 6.
Dan untuk kedua penjaga ini hanya di tingkat Pendekar Senior tahap 7, merasakan tekanan yg kuat dari Jin mereka ber dua mengirungkan niat mereka, sebap takut menghadapi seseorang yg kuat, apa lagi dia orang terkuat di kota Rumput sekarang.
Yang bahkan Pemimpin kota saja hanya di tingkat Pendekar Bumi tahap 3, sudah menjadi orang terkuat di kota rumput, jika mereka menyingungnya maka tidak ada yg bisa menolong Meraka bahkan Pemimpin Kota sekalipun.
Jadi Jin lulus untuk kedua tes itu, tanpa malasalah, bahkan kedua penjaga tersebut menjadi sagat sopan pada Jin, tindakan kedua penjaga itu membuat pendatang tercengan melihat tindakan kedua penjaga itu.
Sebelum masuk Jin menurunkan basis kultivasinya ke tingkat Pendekar Raja tahap 1. Ketika Jin memasuki kota Rumput, dia di sambut dengan udarah aneh menyelimuti tubuhnya, ia merasa sedikit tidak nyaman dengan udarah tersebut.
" Apa udarah di disini sudah tercemar Folusi?" Batin Jin.
Menggunakan indra spritualnya, ia bisa melihat samar-samar udara berwarna yg ungu gelap melayang diudara, menyelimuti banyak orang dan juga pepohonan, dia juga sudah tau kalau di sini ada sebuah Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis.
Didalam kota rumput, ada sekitar seribu orang yang datang di kota rumput hanya untuk pergi membunuh Hewan Iblis di tempat berdirinya portal dimensi Tanah Hewan Iblis.
Ada juga beberapa kekuatan berpengaruh yg datang ke kota rumput mereka sedang melatih Jurus untuk pertempuran di Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis, juga banyak sekali anak muda yang seumuran Jin yang mengikuti acara pemburuan monster.
Jin sudah tidak mempedulikan udarah berwarna ungu yg tengah menyelimuti orang-orang disini, selama itu tidak membahayakan untuknya, semuanya akan baik-baik saja.
Kini prioritas utaman Jin adalah menuju ke tempat portal Dimensi Tanah Hewan Iblis berada.
Setelah beberapa saat Jin menggililingi kota rumput, beberapa anak muda menghampirinya.
Melihat terdapat beberapa orang yang menuju kearahnya, Jin mengerutkan keningnya karena keheranan.
Ketika 5 anak muda itu sampai didepan Jin, mereka mulai berbicara satu sama lain, "Apa kau datang untuk berpartisipasi dalam misi di Portugal Dimensi Tanah Hewan Iblis, jika kau tertarik, kau bisa bergabung ke dalam Fraksi kami, yaitu Fraksi Singa Hitam." Ucap salah satu dari mereka.
Jin mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan pemuda itu, ia bertanya, "Berburu di Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis? Apa itu?"
"Kau datang kesini bukan untuk berburu di Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis?" Tanya salah satu dari kelima anak muda itu.
Jin dengan tenang menjawab, "Aku datang hanya untuk olahraga membunuh monster di Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis, dan aku tidak tahu misi apa yg akan kalian lakukan."
Mendengar jawaban Jin, kelima pemuda itu mengerutkan kening mereka, lalu mereka sama-sama membagi " Apa membunuh monster baginya sebagai olahraga."
"Mau olahraga kek atau mau bunuh mau bermain kek terserah, yang penting kau datang untuk membunuh Hewan Iblis, jadi tujuan kita sama. Tapi ada juga Misi yang bisa kita selesaikan untuk mendapatkan hadiah, jika kita menjadi yang pertama, kita akan mendapatkan 50 juta koin emas juga 5 Senjata Bintang Tingkat 3 sebagai hadiahnya dan jika di uangkan akan mencapai 20 juta Koin Emas jadi Tolaknya adalah 70 Koin Emas. Kau pasti akan tertarik dengan misi ini" ucap seorang dari mereka.
50 juta koin emas adalah jumlah yang lumayan tinggi untuk membangun sebuah desa kecil, juga 5 Senjata Bintang Tingkat 3 bahkan belum pernah terdengar diseluruh Benua Selatan, jadi tentu saja banyak orang tertarik dengan misi ini.