
Setelah hancurnya Bandit Tengkorak Jin dan Long Yi serta Long Tian mereka bertiga mencari Giok Naga, sesuai apa yg di katakan Patrick Long kalo giok Naga berada di tangan bandit tetapi tidak tahu nama bandit tersebut.
Setelah sekian lama menetap di kota perak Long Yi dan Long Tian mereka berdua menemukan informasi tentang Giok Naga berada di tangan bandit tengkorak akhirnya keduanya meminta bantuan kepada Jin yg kelihatan kuat dan hasilnya dia terlalu kuat.
Setelah menghancurkan Bandit Tengkorak mereka bertiga berjalan mencari Penginapan di kota terdekat, Tapi sebelum Itu Long Yi telah mencari Giok Naga dan ternyata Giok Naga betul ada di tangan bandit tengkorak tak lupa pula Long Yi mengambil semua Sumber daya dari bandit tengkorak.
Dalam perjalanan mereka Long Yi yang penasaran mulai bertanya kepada Long Tian, "Paman, Bukankah Tuan Mudah Jin hanya berada diranah Pendekar Langit tahap 9, Kenapa Ia bisa membunuh Ketua Bandit itu yang berada di Ranah Pendekar Surga tahap 1?.''
"Nona Mudah kadang kala apa yg kita lihat belum tentu benar, orang yg kita lihat lemah belum tentu dia lemah, apakah kau ingat saat kejadian di Paviliun Surga Obat. Aku berbicara tergagap-gagap itu karena aku sudah di tekan dengan Aurah Kultivasi, dan orang yg mengeluarkan tekanan itu ada Tuan Mudah Jin sendiri dan ranahnya di tingkat Pendekar Berlian tahap 9, jadi aku tak berkutik, jika saja dia mau membunuh Nona saat itu maka aku tak mampu mencegahnya." Ucapanya detelah mengingat kejadian di Paviliun Surga Obat tubuh Long Tian bergidik ngeri.
"Benarkah Paman?, Kenapa Paman tidak memberitahukannya padaku? Tuan Mudah Jin sangat misterius, aku mengira bahwa Tuan Mudah Jin hanya pemuda biasa." menghela nafas Long Yi yg tak menyangka pemuda yg berjalan di depannya itu sagat luar biasa selain Monster di bidang Alkemisnya dia juga Monster di Kultivasi.
"Nona Paman hanya mau mengingatkan bahwa Jagan menilai orang lain hanya dari penampilannya saja" Ucap Long Tian mengingatkan.
Long Yi hanya mengganguk kan kepalanya tanda paham, Setelah perjalanan yang cukup lama ketiga orang tersebut melihat Sebuah desa yang Cukup besar, di pintu masuk desa ada sebuah kayu besar bertuliskan Desa Awit.
Setelah itu mereka memasuki Desa tersebut dan mulai mencari penginapan untuk beristirahat, mereka bertiga langsung menemukan Penginapan karena bangunan itu cukup mencolok.
Mereka bertiga memasuki penginapan itu dan menyewa 3 kamar, Setelah itu mereka bertiga memasuki kamarnya masing-masing.
Di malam harinya di penginapan cahaya lampu yg belum di padamkan, Jin yg masih duduk sedang memikirkan sesuatu
"Ahh...sial seharusnya aku menanyakan dari mana mereka mendapatkan Giok Naga tersebut sebelum aku membunuh pak tua itu." Ucapnya.
Ke Esokan paginya di penginapan, terdegar suara ketukan di pintu kamar milik Jin yg masih tidur selang beberapa detik setelah itu, Jin membuka pintu kamarnya dia melihat orang yang menggetok kamarnya adalah Long Yi.
Setelah Long Yi meminta izin untuk masuk ke kamar Jin, dia mengeluarkan sebuah Cincin Penyimpanan dan menyerahkannya pada Jin, "Ini Tuan Mudah Jin kemarin saat tuan mudah menghancurkan kelompok Bandit Tengkorak aku mengambil Giok Naga dan semua Sumber daya milik bandit tengkorak sekaran berada di dalam cincin ini."
Jin yg melihat sebuah cincin di depannya dan mengecek isi Cincin tersebut dengan Kesadaran Spiritualnya, Setelah melihat Isi Cincin itu Ia kemudian menggelengkan kepalanya, "Aku hanya mengambil Koin Emasnya saja, sisanya kau ambil saja, sumber daya di dalam Cincin ini tak ada satupun barang berharga untukku disana," Ucap Jin.
Jin tidak peduli dengan sumber daya yg ada dalam Cincin Penyimpanan yg ada di tangan Long Yi karna didalam Cincin Galaxynya sudah ada miliaran sumber daya yg dia ambil dari Lembah Neraka, yg dia perlukan hanya koin emas entah kenapa saat Jin berada di dunia Kultivator dia menjadi suka mengumpulkan Uang.
"T-tapi tuan mudah Ini adalah bagianmu, aku dan Paman sudah mengambil bagian kami, dan karna tuan mudah orang yg telah menghancurkan kelompok bandit tengkorak itu, jadi bagian paling banyak milik tuan mudah" Ucap Long Yi mendorong cincin di depannya memaksa Jin menerimanya.
"Sudahlah... Tak ada yang membuatku tertarik di dalam Cincin ini kecuali koin emas, Ambilah ini dan gunakan untuk menerobos Ranah mu saat ini." Balas Jin tetap menolak.
"Oh ternyata tuan muda sudah bangun, ayo kemarin kita sarapan pagi bersama." Ucap Long Tian mengajak Jin untuk sarapan pagi.
Setelah Jin duduk dia langsung berkata "Terimakasih, baik aku akan langsung ke Intinya aku berencana melanjutkan perjalanan ku." Ucap Jin memberitahu kan rencananya
"Tuan Mudah kenapa kau terburu-buru untuk pergi." Tanya Long Tian
"Aku orang yg tak mau berlama-lama di satu tempat, aku ingin bertualang berpergian ke banyak tempat." Ucap Jin menjelaskan kepada Long Tian.
Siang harinya setelah mereka bertiga berbincang-bincang Long Tian memberikan Jin koin emas, dia mendengar dari Long Yi kalau Jin hanya tertarik dengan Koin Emas saja.
Jin berjalan di dalam hutan setalah beberapa saat hari mulai soreh, Ia mulai mencari tempat Untuk beristirahat terlebih dahulu agar setelah malam nanti Ia tak repot-repot pergi mencarinya.
Keesokan harinya Jin melanjutkan perjalanannya tiba-tiba dari dalam hutan terdegar Suarah hewan roh
ROAR!!!
Di kedalaman Hutan ada seekor hewan roh yang terlihat seperti Singa Bersayap berwarna Biru, dibawahnya terdapat banyak kerumunan hewan roh bawahannya yang menyembah Singa Tersebut seperti layaknya dia merupakan Penguasa Hutan.
Hewan roh itu terlihat sedang bertarung melawan seseorang, karena penasaran Jin pergi untuk melihat siapa yg sedang bertarung dengan hewan roh tersebut.
Setelah beberapa saat Jin tibah di tempat pertarungan itu ia melihat seorang pemuda yg tampak sangat familiar di ingatannya, pemuda itu perna mengikuti turnamen Alkemis di kota perak duluh.
Ya orang yg sedang bertarung dengan hewan roh sekarang adalah Qi Ling saudarah seklannya yg sama-sama mengikuti turnamen Alkemis di Paviliun Surga Obat.
Dia dan orang dari Klan Qi bersamanya saat ini sedang menghadapi bawahan hewan roh Singa Bersayap Biru, sedangkan untuk orang yg menghadapi Singa Bersayap Biru merupakan Guru Alkemis nya Qi Ling yaitu Master Kong.
Hewan Roh Singa Bersayap Biru di tingkat 8 sedangkan untuk Master Kong dia berada di Ranah Pendekar Langit tahap 8 dan terlihat Master Kong sangat kesusahan dalam menghadapi Singa Bersayap Biru itu walaupun dia mengunakan senjata di Tingkat Bumi Tahap 4
Sedangkan untuk Qi Ling dan bawahan dari Klan Qi juga dalam kesulitan kebanyakan bawahan Singa Bersayap Biru berada pada tingkat 4 sampai tingkat 6 usia 300 yg setara dengan Kultivator Ranah Bumi tahap 1, sedangkan angota Klan Qi hanya berada pada tingkat Pendekar Roh tahap 5.
Dan untuk Qi Ling berada di Ranah Pendekar Raja 2, dia memang salah satu anggota muda dari Klan Qi terjenius, saat di turnamen Alkemis di Paviliun Surga Obat dia hanya berada pada Ranah Senior tahap 5, hanya beberapa bulan saja tidak bertemu dia sudah meningkat sangat jauh
Pertarungan mereka berat sebelah, banyak anggota Klan Qi yg sudah mati di makan hewan roh