
Suara ledakan terdengar dimana-mana, bahkan Fraksi-fraksi yang membubarkan dirinya mulai mencari kearah sumber suara kerana penasaran dengan apa yang terjadi.
Hanya dengan dua bunga teratai neraka ia telah membunuh miliaran ribu hewan iblis tahap 6 dan 7 dan jutaan ribu hewan iblis tahap 8 dan 9.
Semua orang yang telah sampai dipusat pertempuran melihat itu dengan mata takjub, ternyata suara ledakan nyaring yang menggema di Portal Dimensi Tanah Hewan iblis itu karena terjadi perang.
Mereka tak menyangka akan ada peperangan antara manusia melawan hewan iblis di Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis.
Yin Lou yang melihat bagaimana miliaran pasukan nya dimusnahkan tak mempercayai kedua matanya, dia tak menduga bahwa ini akan terjadi dalam waktu singkat.
Hanya dalam dua kali serangan saja, ia sudah kehilangan banyak pasukan hewan iblis. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus melangkah maju dan melawan pemimpin pasukan manusia sendirian.
Yin Lou melangkah maju dengan wajah angkuhnya, ia berteriak, "Dimana Pemimpin kalian?! Jika Pemimpin pasukan manusia bisa mengalahkan ku, maka pasukan hewan iblis ku akan berikan padanya!"
Pada saat deklarasi dari Yin Lou terdengar oleh semua orang, mereka mulai membicarakan tentang siapa pemimpin dari pasukan manusia, yang tentu saja bukanlah manusia yang lemah.
Saat mereka melihat seorang pemuda yg tampan dengan hiasan megah dan cemerlang dipakaian panjangnya, mereka menebak dengan pasti kalau pemuda itu adalah pemimpin dari pasukan manusia.
Sedangkan beberapa orang yang tadinya berlarian keluar dari Fraksi Singa Hitam kini kembali ke tempat semula, namun suasananya jelas sangat menakutkan.
Melihat peperangan antara dua makhluk yang berbeda, orang-orang dari Fraksi Singa Hitam merasakan kelegaan dihati mereka.
Karena keberadaan Huan Juan dan kelompok Ming Xiao berada ditengah pertahanan formasi pasukan Jin, orang-orang dari Fraksi Singa Hitam tidak bisa melihat keberadaan mereka, mereka hanya dapat dibedakan dari senjata, orang yang bergabung kembali tidak memakai senjata Bintang tahap 9 yg Jin berikan dan sedangkan orang yg telah bertahan bersama Jin mengunakan Senjata Bintang tahap 9.
Orang lain mengolok-olok orang yg masih mau bergabung dengan Fraksi Singa Hitam dan bahkan mereka menghina Jin, untuk saja Jin sedang fokus bertarung jika tidak maka mereka lah yang dia bantai.
Mendengar perkataan Yin Lou, Jin akhirnya melangkah maju dengan tenang, fitur wajahnya yang bisa terlihat tampan terlihat oleh semua orang dengan rambut hitam legam panjang yang berkibar seperti bendera Dewa Pembantai.
"Kau mencariku?" Ucap Jin dengan tenang berdiri tepat didepan Yin Lou.
Yin Lou mengerutkan keningnya saat menyadari kalau Pemimpin pasukan manusia ternyata masih sangat muda, bahkan bisa disebut sebagai seorang remaja yg labil.
"Kau adalah Pemimpin pasukan manusia? Kau bahkan masih berumur belasan tahun, dan kau dengan naifnya berpikir untuk mengalahkan pasukan monster ku?" Ucap Yin Lou dengan nada cemoohan
"Hahahaha, naif? Kau bilang aku naif? Jika aku naif seperti yang kau katakan, maka aku tak mampu membunuh miliaran pasukan hewan iblis mu dengan mudah. Jika kau masih mengira kalau aku naif, maka kau bisa cobalahnya!" ucap Jin membalas dengan tatapan yang sama menghinanya.
"Mengapa juga aku harus mengalahkan bocah ingusan sepertimu? Melawanmu hanya mengotori tangan putih ku ini, sebaiknya kau berlutut dan meminta ampunan padaku!" Dengan wajah sombongnya, Yin Lou menyilangkan kedua tangannya dan menyuruh Jin agar berlutut pada nya.
Jin mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman sinis yang bisa menggetarkan hati siapapun, "Berlutut? Kau meminta Tuan Mudah ini berlutut? Apa kau gila? Bahkan jika surga ingin membuatku berlutut, aku tak akan pernah berlutut pada mereka, apalagi padamu yang hanya seekor semut dimata ku..." Ucap Jin
Berlutut?
seekor semut memintanya untuk berlutut apa tidak salah, rendahan sepertimu? Bukankah kau terlalu memandang tinggi dirimu sendiri?
Mendengat perkataan Jin, Yin Lou menggertakkan giginya kesal, ini adalah pertama kalinya ia dipanggil Seekor Semut oleh seorang manusia yg dia pandang rendah.
"Aku telah memberimu pilihan paling mudab, tapi jika kau menolaknya, maka sekarang hanya ada satu pilihanmu, mati!" Ucap Yin Lou dengan raut wajah mengerikannya.
"Mati? Kau ingin aku mati? Apakah kau mampu untuk membuatku terluka atau merobekkan pakaianku? Aku tidak yakin kau bisa melakukan itu..." Ucap Jin tertawa dengan nada ejekan, Jin mencerca Yin Lou dengan kata-katanya yang tajam.
Mendengar itu, Yin Lou nyaris mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, ia tak pernah menyangka akan bertemu dengan manusia yang benar-benar angkuh dan sombong.
"Kau memang mencari kematian mu sendiri!" Tanpa banyak kata, Yin Lou langsung menyerang Jin dengan tangan gioknya.
Jari-jari lentiknya dipenuhi dengan hawa mencekam yang bisa membusukkan apa saja yang dipegangnya, menyeran Jin dengan ceroboh dia hanya berpikir Jin tidak dapat menghindari serangannya.
Yin Lou memuntakan darah dari mulutnya dia tak menyangka serangan beracunnya tidak mempan dan malahan dialah yg terluka.
Jin menyadari, ternyata didalam tubuh wanita berjubah putih itu mengandung unsur racun yang paling menakutkan, tetapi sayangnya racun tak akan berguna padanya bahkan racun mematikan sekalipun.
Yin Lou tidak menyangka pemuda yang belum berumur 20 itu yg terlihat sangat lemah dapat menjatuhkannya tanpa jurus apapun.
Dia menatap Jin dengan tidak percaya pemuda di tingkat Pendekar Berlian tahap 9 mampu mengalahkannya yg basis Kultivasi berada di tingkat Pendekar Legend tahap 9.
Berusaha melepaskan diri dari cengkraman Jin, Yin Lou menyerang secara membabi buta, tetapi Jin belum mau melepaskannya.
Setelah beberapa saat Yin Lou berusaha Jin dengan sengaja melonggarkan cengkraman ahirnya dia terbesas, dia mundur beberapa langkah kebelakang mencoba menyerang kembali kali ini dia tidak akan secerobo seperti sebelumnya.
Dia menyerang Jin kembali kali ini Jin tidak langsung mengalahkannya dengan satu serangan, Jin masih belum mau mengahiri pertarungan dia masih mau bersenang-senang. Meraka saling jual beli serangan, dia berharap kalau Yin Lou beranggapan serangan tadi hanya sebuah kebetulan.
Dan benar saja Yin Lou berangapan kalau serangan tadi hanya kebetulan, mereka melakukan pertarungan yg sengit, Jin juga sengaja menaikan basis Kultivasinya sama dengan Yin Lou.
Orang-orang yg melihat pertandingan dua kultivator kuat didepan mereka benar-benar takjub dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mereka berdua menciptakan gelombang panas yang bahkan akan terasa membakar meskipun mereka berdiri beberapa ratus meter diposisinya.
Mungkinkah kedua orang itu adalah dewa?
Bukankah itu akan mencengangkan jika berita ini tersebar kedunia luar?
Wajar saja jika beberapa orang menganggap pertarungan antara Jin dan Yin Lou adalah pertarungan antara Dewa, karena untuk beberapa kultivator awam Tingkat Pendekar Legend di Tanah Kultivator sudah mereka anggap sebagai seorang Dewa.
Namun berbeda dengan kebanyakan orang, jika Tetua-tetua sesepuh yg sudah makan garam di tanah Kultivator mereka tahu tentang tinggi tingkatan yg di sebut sebagai dewa di dunia bawah.
Eksistensi Tingkat Pendekar Legend di Tanah Kultivator sangat jarang muncul, apalagi di Benua selatan yang bahkan kekuatan tertingginya saja hanya berada di Tingkat Pendekar Berlian, pada dasarnya menemui kultivator Tingkat Pendekar Legend apalagi Tingkat Pendekar Mistic benar-benar tidak mungkin.
Saat pertarungan antara Jin dan Yin Lou berlangsung, tiba-tiba tanah dibawah kaki mereka bergetar hebat, munculnya gempa dadakan membuat mereka panik.
Tiba-tiba, di Portal mensi aneh yang menghubungkan antara Tanah Hewan iblis dan dunia lain terbuka.
24 juta Manusia yg memiliki tanduk di kepalanya dan sayap di tubuhnya secara mengejutkan keluar dari dimensi aneh itu, bukan hanya itu, bahkan setelah lebih ada juga 117 juta hewan iblis tingkat 6 sampai 10 yg juga ikut keluar, dimensi itu tetap terbuka dan terus menerus mengeluarkan manusia aneh, manusia aneh itu ada seorang iblis tingkat Pendakar senior sampai Tingkat Pendekar tahap 1.
Hingga setelah satu jam terbuka, akhirnya dimensi itu perlahan menyempit, dan seorang pria tua menggunakan jubah merah darah keluar dari dimensi dunia lain, dimensi lain itu adalah dunia tanah terbuang tempat berkumpulnya para iblis.
"Yin Lou... 24 juta iblis, 40 juta hewan iblis tahap 6 dan 7, 70 juta hewan iblis tahap 8 dan 9, dan 7 juta hewan iblis tahap 10, seharusnya pasukan ini cukupkan untuk meratakan tanah kumuh ini?" Ucap pria berjubah merah darah itu.
Jin terkejut ketika melihat ratusan juta hewan iblis dan 24 juta iblis terus-menerus keluar dari dimensi aneh dari dunia tanah terbuang, saat ia melihat sosok pria berjubah merah darah, ia menjadi tahu.
"Sepertinya pria inilah biang keladi yang telah mengirimkan ratusan juta pasukan hewan iblis ini..." Gumamnya Jin.
Sementara itu, Yin Lou menatap pria berjubah merah darah itu dengan tatapan terkejut, "Tuan!" Ucapannya memangil
Saat Jin yg mendengar Yin Lou memanggil pria berjubah merah darah itu dengan sebutan Tuan, ia penasaran dengan identitas pria berjubah merah darah itu.
Jin tentu saja tak tahu tentang Raja Iblis, ia tidak terlalu tahu tentang pemimpin Ras Iblis, Sang Raja Iblis, Chi Zuan!
Chi Zuan melihat Yin Lou berlutut ditanah, ia segera berkata, "Yin Lou, kau adalah murid pertamaku, mengetahui kalau kau sedang berada dalam kesusahan, tentu saja Tuan mu ini akan dengan rela membantumu..." Ucapannya