The Strongest Cultivator In The Universe

The Strongest Cultivator In The Universe
08. Perpisahan



Jin sengaja menurunkan basis kultivasinya dari tingkat setengah jalan Immortal ke tingkat Inti Perdekar Roh agar tidak kelihatan men colok di depan banyak orang, karena tidak ada yang akan percaya jika dia anak berusia 17 tahun, karena tingkat kultivasi di tingkat Kaisar keatasnya sudah dianggap sebagai mitos bahkan di benua terbesar.


Sebelum Singa Hitam itu menyerangnya, Jin telah terlebih dahulu melepaskan pukulan santai dari jurus Tangan Iblis.


BOOM


Singa Hitam itu terpental sejauh 20 meter lalu menabrak tanah dan mati seketika. Itupun hanya dengan sentilan karibnya saja, Meskipun kultivasi Jin hanya terlihat di tingkat pendekar Roh, tetapi kultivasinya sudah di tingkat setengah jalan Immortal, jadi hewa roh Singah Hitam hanya semut di depannya.


Jin menghampiri Singa Hitam yang telah mati itu lalu meludahinya, dan berkata santai, "Bersyukurlah, karena kau adalah Binatang Roh pertama yang aku bunuh saat keluar dari Lembaga Neraka" Dengan tampang menghina di wajahnya.


Kemudian dia melangkahi mayat Singa Hitam itu dan tampa peduli dengan inti jiwa binatang roh, walaupun Daging serta organ lainnya dari hewan roh juga dapat meningkatkan kekuatan vitalitas tubuh dan bahkan bisa menaikkan tingkat kultivasi untuk para kultivator.


Jin bukannya melanjutkan perjalanannya dan bergegas untuk meninggalkan Lembah Nerakah, tetapi dia masih berjalan-jalan di kawasan Lembah Neraka.


Dia berburuh di kawasan tersebut dan juga Camping hutang Lembah Neraka. Tidak peduli setinggi apa basis kultivasi hewan Roh.


Saat mereka melihat Jin naluri mereka sebagai hewan memperingati mereka bahwa Jin merupakan orang yang berbahaya dan langsung akan membunuh Tampa pandang bulu, jika mereka mencoba mengeluarkan Aurah permusuhan.


Setelah seminggu Jin berada di kawasan Lembah Neraka, hari ini Jin meninggalkan kawasan tersebut. Sesampainya di jalan keluar Jin menemukan sepucuk surat yg sengaja di terbangkan ke arahnya di dalam surat itu ada sebuah pesan dari Ma Lee untuknya


"Nak kamu sekarang sudah menjadi kuat, tugasku sebagai guru sudah selesai, dan juga maaf Nak, selama aku menjaga mu aku memanipulasi pikiran mu sebenarnya tidak ada Sakte Neraka di sini, itu cuma ilusi yg aku buat agar kamu mau menjadi kuat,


Selama ini kamu tidak mau latihan, padahal bakat mu bahkan bisa membuat surga takut padamu, jadi satu-satunya cara agar kamu mau latihan aku membuat semuanya seolah-olah nyata di hadapan mu, pada saat kamu terlukapun itu hanya perbuatan ku, aku sengaja membuat mu terluka parah agar di situ kesempatan ku untuk membujukmu,


Tolonglah orang yg pantas kau tolong, lindungilah orang yg kau sayangi, jika seseorang baik kepada mu balaslah sepuluh kali lipat kebaikannya, jika mereka menjahatimu balaslah seratus kali lipat pada mereka, dan jika kamu berkenan carilah kedua orang tua mu kamu bukan anak tanpa orang tua jadi cari lah mereka.


Aku sebagai guru mu mencupkan selamat atas keberhasilan mu dan selamat tinggal, jalanilah hidupmu sesukamu dan buatlah nama mu terkenal sampai mengetatkan surga, agar disaat tiba waktunya gurumu mendangarnya Bangga pada mu, jika berjodoh kita akan di pertemukan oleh takdir."


Setelah membaca surat dari Ma Lee Jin terharu dan penasaran siapa gurunya itu.


"Terimakasih guru aku akan mengigat kata-kata mu" ucap Jin, lalu dia melangkah pergi untuk memulai petualangannya di dunia kultivator.


Setelah seharian berjalan, dia pun keluar dari kawasan Lembah Neraka itu. Dengan menggunakan indera spiritualnya, dia menemukan ada rombongan pedagang yang menggunakan kereta kuda sedang singgah beristirahat sekitar 15 km dari tempatnya berdiri. Dengan cepat, Jin bergerak ke arah rombongan pedagang tersebut.


Hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, dia telah sampai di tempat mereka. Kemudian dia memperlambat kecepatannya agar tidak mengejutkan orang-orang tersebut.


Melihat seorang remaja yang menghampiri mereka semua, para penjaga rombongan itu melepaskan ke waspadaannya lalu tersenyum kecil ke arah Jin.


"Permisi, Paman! Jalan untuk menuju ke Kota kecil ke arah mana ya?" tanya Jin kepada seorang penjaga tersebut.


Selang beberapa menit Jin melesat dengan santai dia tibah di sebuah Kota kecil yang megah, dan prajurit yang menjaga memiliki basis Kultivasi di tingkat Pendekar level tinggi .


"Kota yang lumayan kuat untuk penjaga di kota kecil di tingkat Pendekar level tinggi " Ujar Jin.


Kemudian menuju kota kecil itu, namun sebelum sampai di Kota Jin dihadang oleh 2 penjaga Kota.


"Nak jika kau ingin masuk bayar 2 Perak" Ujar Penjaga Kota.


Kemudian Jin melemparkan 1 Emas, membuat 2 Penjaga Kota langsung memberikan jalan untuk Jin.


"Tuan Muda silakan masuk Tuan" Ujar ke 2 Penjaga Kota.


"Oke" balas Jin.


Kemudian Jin masuk ke Kota, Kotanya nampak sangat indah dan Kota yang hidup, karena banyaknya orang yang berjualan maupun hanya lewat saja.


"Ternyata kota di dunia ini, memberikan suasana yang ramai" Ujar Jin.


Kemudian Jin mencari penginapan terdekat, sambil bertanya kepada orang-orang dekat dengannya tentang penginapan yang terdekat, setelah tau penginapan terdekat, Jin kemudian sudah sampai di depan penginapan bernama Mawar.


Jin yang baru memasuki membuat semua orang melikirnya, karena mereka mengira Jin adalah Bangsawan, dilihat dari tampilannya yang mirip seperti itu.


Jin tidak memperdulikan mereka lalu dia menuju meja resepsionis.


"Selamat datang Tuan Muda apa yang bisa saya bantu?" Ujar seorang Gadis cantik menjadi resepsionisnya, gadis itu bahkan memiliki basis Kultivasi tingkat Inti Pendekar ahli tahap 8 diumurnya yang masih 18 Tahun.


Dibenua ini rata-rata orang yang berada di kota kecil yg masih usia bawah 20 tahun yang sudah mencapai Tingkat Inti Perdekar Ahli tahap 8 mereka sangat jenius . Tetapi sayangnya di hadapan Jin jenius seperti ini hanya lebih kecil dari seekor semut belaka.


"Aku ingin kamar yang tenang selama beberapa hari" jawab Jin.


"Baik Tuan Muda totalnya 3 Keping Emas ditambah makan pagi dan malam, karena Tuan Muda memilih kamar yang tenang, maka saya berikan kamar yang tenang dan paling mewah yang berada di lantai 2" Ujar Gadis itu.


"Oke ini" Ujar Jin mengambil 3 Keping Emas di sakunya, sebelum Jin menuju Kota Jin menyimpan 10 Emas di sakunya.


"Ini kuncinya Tuan Muda" Ujar Gadis itu.


Kemudian melangkah menuju lantai 2.


Setelah berlari selama 5 hari, Jin berada di kota itu. Dia melihat kata itu banyak ramai sat pagi dan malam.


Energi qi Langit dan Bumi di kota ini juga lebih tebal daripada diluar kota.


Di siang hari saat jin berjalan dia mampir di sebuah rumah makan yang besar dan bangunannya juga memiliki tiga lantai. Dia berniat menjual tubuh hewan roh tingkat 4 yg dia simpan selama di dalam Lembah Nerakah untuk mendapatkan uang walaupun dia tidak kekurangan uang dan uang itu dia ambil saat di istana Lembah Nerakah sagat banyak, dia hanya sekedar mencari informasi tentang Kota ini.


Jin disambut ramah oleh penjaga dan mempersilahkannya untuk masuk. Suasana di dalam rumah makan ini juga agak ramai. Jin memilih tempat duduk di bagian paling pojok yang dekat dengan jendela, agar dia bisa melihat aktivitas orang-orang yang berada di luar.


Seorang pelayan wanita mendatanginya dan menanyakan apa yang akan di pesan oleh Jin. Namun Jin hanya tersenyum dan berkata bahwa dia ingin bertemu dengan pemilik rumah makan tersebut.


Pelayan itu kemudian memandang Jin dari atas ke bawah. Namun selain wajah yang sangat tampan, dia melihat tidak ada sesuatu yang spesial dari Jin. Pakaian yang dikenakan oleh Jin pun terlihat biasa saja, kerana Jin Menganti pakayan sederhana tadi pas masih di penginapan. Pelayan itu sempat terlihat ragu-ragu sejenak, lalu dia berjalan pergi dan naik kelantai atas.


Jin mengikuti pelayan tersebut dengan indra spiritualnya. Dia merasakan sang pelayan terus berjalan naik ke lantai 3, lalu masuk ke sebuah ruangan dan berbicara dengan seseorang.


Beberapa saat kemudian, Jin melihat pelayan tersebut telah kembali dan berjalan dengan seorang pria paruh baya di sisinya.


Pria paruh baya itu datang ke tempat Jin lalu menyapanya. Dia memperhatikan Jin dengan saksama, tetapi tidak bisa melihat tingkat kultivasinya yg sengaja Jin dia sembunyikan. Pria paruh baya itu terkejut sejenak, lalu tersenyum kepada Jin.


Kultivator yang tidak bisa terdeteksi tingkat kultivasinya memiliki dua kemungkinan.


Yang pertama, kultivator tersebut mengolah teknik untuk menyembunyikan kultivasinya. Yang kedua, tingkat kultivasinya lebih rendah dari kultivator itu, sehingga dia tidak bisa melihatnya.


Walaupun Jin terlihat sangat muda, tapi pria paruh baya tersebut sangat berhati-hati terhadapnya dan tidak berani untuk menyinggungnya.


Sambil melihat ke sekelilingnya yang ramai, Jin berkata pelan, "Paman! Bisakah kita berbicara di tempat yang agak sepi? Karena aku datang ke sini untuk menjual daging Binatang Roh kepada Paman."


Pria paruh baya itu terlihat memikirkan sesuatu, kemudian membawa Jin ke ruangannya di lantai 3. Sesampainya di tempat tersebut, tanpa basa basi lagi, Jin langsung mengeluarkan tubuh Kijang Perak dari Cincin Ruangnya.


"I-ini ... Ini ...."


Tanpa sadar, pria paruh baya itu melompat karena terkejut. Dia mengira yang akan dijual oleh Jin adalah Binatang Roh tingkat 1, tapi ternyata itu adalah Binatang Roh tingkat 4.


"Bukankah ini Kijang Perak?" kata pria paruh baya itu dengan suara bergetar.


Jika dia yang bertemu dengan Kijang Perak, mungkin dirinya sudah mati di sundul Kijang Perak ini. Karena tingkat kultivasi pria paruh baya itu hanya berada pada tingkat Ilahi Pendekar Raja tahap 2.


Jin hanya tersenyum melihat tingkah pria paruh baya itu, lalu dia berkata santai, "Kira-kira berapa harga Kijang Perak ini Paman?"


Setelah menenangkan hatinya, pria paruh baya itu berkata, "Tuan Muda, namaku Li Juan, panggil saja aku Paman Juan."


Li Juan memanggil Jin dengan sebutan Tuan Muda karena dia lebih berhati-hati lagi agar tidak menyinggung karakter seseorang seperti Jin.


"Baiklah, Paman Juan. Namaku, Jin" balas Jin memperkenalkan dirinya.


"Harga Kijang Perak ini senilai 300 koin emas, tetapi keuanganku sekarang hanya 250 koin emas," kata Li Juan dengan jujur. Jika keuangannya mencukupi, pasti dia akan membeli Kijang Perak ini apapun yang terjadi.


Karena Binatang Roh tingkat 4 sangat dicari oleh para kultivator , sebab esensi yang terkandung di dalam tubuh Binatang Roh tingkat 4 sampai 10 sangat besar.


Dan jika Li Juan mengolahnya menjadi makanan, dia bisa mendapatkan untung 2 kali lipat dari hasil penjualan Kijang Perak tersebut.


"Tidak masalah Paman Juan. Jika keuangan Paman Juan hanya seperti itu, aku tetap akan menjualnya kepada Paman," ucap Jin sambil tersenyum.


"Terima kasih, Tuan Muda Jin! Jika ada sesuatu yang anda butuhkan, silahkan katakan. Selama aku bisa membantu, aku akan melakukan yang terbaik untuk Tuan Muda Jin." Li Juan berkata sambil memegang tinjunya dan memberi hormat, karena merasakan kemurahan hati Jin.


"Aku hanya membutuhkan informasi spesifik tentang Kota Bulan, sebab aku baru saja tiba di kota ini," tanya Jin.


Li Juan pun menjelaskannya kepada Jin tentang informasi yang dia tahu.


"Di kota Bulan ada Asosiasi Alkemis, yaitu tempat berkumpulnya para Alkemis. Alkemis tertinggi dalam Asosiasi adalah Alkemis Pemula tingkat 4. Ada juga Paviliun Harta, yaitu tempat membeli atau menjual harta dan tempat pelelangan terbesar di Kota Bulan."


"Lalu ada empat klan besar yang menguasai setiap wilayahnya masing-masing. Di bagian Timur dikuasai oleh klan Li, di bagian Barat dan terkuat dikuasai oleh klan Yun sebagai pemimpin kota, di bagian Utara dikuasai oleh klan Hong, dan di bagian Selatan dikuasai oleh klan Lan. Kemudian ada juga beberapa sekte tersembunyi yang terdapat pada Kota Bulan."


"Ini adalah Peta keseluruhan wilayah Kota Bulan." Li Juan memberikan sebuah Peta kepada Jin.


"Terima kasih, Paman Juan!" ucap Jin lalu mengambil Peta yang diberikan oleh Li Juan kepadanya.


Setelah menyelesaikan semuanya, Jin pun pergi mencari sebuah penginapan untuk tempat tinggalnya.


**