
"Apa kau buta? Disana hanya ada seorang pemuda, jadi pasti dia yang memprovokasinya." Balas temannya yang lain.
Jin melihat sosok Pemimpin Kota yang berdiri di depanya, Jin yang melihat sikap Pemimpin Kota hanya tersenyum sinis. Kemudian Jin melannkah lebih dekat menuju ke hapan Pemimpin Kota. Pemimpin Kota melihat itu lalu memasang kuda kuda bersiap menyerang Jin yang ada di depannya.
"Jurus Pedang Tebasan Langit." Ucap Pemimpin Kota
Gambar Pedang raksasa terbentuk di udara, melesat dengan kecepatan tinggi menuju Tubuh Jin.
"Haha... hanya seorang di tingkat Pendekar Bumi tahap 1 berani memprovokasi ku." Ejek Pemimpin Kota, mengira mengira serangannya membunuh Jin.
Tetapi angan-angan tidak terjadi, saat asap menghilang Jin kelihatan tak apa-apa, Jin lalu melesat dengan sangat cepat lalu memukul Pemimpin Kota dengan ke kuatan 40% Fisik aslinya (hanya setengah) saja.
Semua tak seperti yang di harapkan oleh Pemimpin Kota, saat Ia mencoba menahannya ia terpental sejauh 5 langkah kebelakang. Melihat telapak tangan miliknya gemetar dengan bekas tinju di lengan tangannya hampir mematakannya hal itu membuat ekspresi Pemimpin Kota menjadi jelek.
"Anak ini sangat berbahaya, Aku yang telah berada di tinhkat Pendekar Bumi tahap 3 dua tingkat lebih tinggi dari nya saja masih merasakan sakit yg hampir mematakan lenganku." Gumam Pemimpin Kota pelan.
Karena Jin memiliki indrah yang sangat tajam ia berhasil mendengar gumaman Pemimpin Kota. Ia tersenyum sinis menatap Pemimpin Kota yang sedang mencoba berdiri di halaman.
Pemimpin Kota Kemudian kembali menarik pedangnya untuk melakukan serangan berikutnya.
Setelah melihat Pemimpin Kota yg mulai bersiap siap melakukan serangan selanjutnya, Jin hanya berdiam diri seperti sebelumnya ia kemudian mengambil kuda kuda untuk mengeluarkan Teknik Fisiknya.
Jin mencoba hanya menggunakan kekuatan Fisiknya untuk melawan tebasan pedang milik pemimpin Kota.
"Jurus Pedang, Tebasan Langit." Ucap Pemimpin Kota mengeluarkan jurusnya.
Hembusan udara menjadi dingin, Keluar beberapa cetakan pedang raksasa di punggung Pemimpin Kota.
Siluet gambar Pedang mengarah mendekat ke Jin dengan kecepatan yang sangat cepat yang tidak mungkin dapat dilihat oleh Mata biasa.
Tak tinggal diam Jin juga mengeluarkan Teknik Fisik dgn kekuatan 40% bukan kekuatanya Asli "Teknik Beladiri Biasa, Tinju Mematikan."
Gambar Pedang milik Pemimpin Kota dan Tinju Mematikan bisa milik Jin saling bertabrakan, tapi sayangnya Jurus milik Pemimpin Kota tak bisa menahan Teknik Beladiri Bisa milik Jin.
Tubuh Pemimpin Kota perlahan memutih, selang beberapa detik mengalami perubahan. Tubuh Pemimpin Kota telah berubah total, karna menahan serangan milik Jin.
Di udara, Jin hampir mendekat 5 Meter kearah walikota dengan beberapa Ilusi gambar Petarung di belakangnya. Teknik Beladiri Biasa milik Jin mengenai Pemimpin Kota.
BOOOOMMMM!!
Serangan Jin tepat mengenai Pemimpin Kota, dia mengeluarkan kekuatan Fisiknya hanya di 40%, yg membuat Pemimpin Kota terlempar ke belakang sejauh 20 Meter.
Mencoba berdiri dengan kedua Tangan, Pemimpin Kota merasakan seluruh tubuhnya mati rasa. Ia menatap Jin dengan pandangan tak percaya.
"Siapa kau sebenarnya anak muda?, lebih baik kita menghapus dendam kita, lebih baik kita berteman daripada bermusuhan ya kan." Bujuk Pemimpin Kota, seluruh tubuhnya bergetar.
Para Warga yang melihat kejadian itu seketika langsung merasakan keringat dingin di punggung masing-masing, Pemimpin Kota yang merupakan Tokoh Kuat yang telah melindungi Kota Mawar selamat satu dekade sebenarnya tidak bisa menahan satu serangan dan Pemimpin Kota kalah dalam sekali serang.
Seketika semua orang dalam keadaan scok dan mulai menjauh dari pertarungan kedua orang itu.
"Simpan omong kosong mu di Neraka Pak Tua, mulai hari ini, akan aku pastikan kau akan menemani anakmu akan di alam baka." Jawab Jin dengan ekspresi dingin.
"Kurang ajar aku berusaha berdamai denganmu tapi kau menolak ku mentah-mentah." Ucap Pemimpin Kota
"Tidak usah banyak omong kosong kamu tua Bangka." Ucap Jin menghina
Kedua orang itu kembali memasang kuda-kuda dan melesat di Udara menimbulkan suara yang mengguncang dataran.
Pertarungan yang terjadi berlangsung cukup lama, sektiar 5 jam telah berlalu sejak mereka berdua saling bertarung. Kini Jin masih terus memukul mundur Pemimpin Kota dengan pukulan yang cukup keras mengenai Lengan kirinya.
Merasa tak perlu berlama lama lagi. Jin mengunakan JURUS TANGAN IBLIS TAHAP PERTAMA TELAPAK IBLIS dengan kekuatan 30% (bukan kekuatan Asli), Seketika udarah yang berada di disitu mulai bertiup dengan kencang. Tangan Jin menghitam. Bersiap menyerang Pemimpin Kota.
Pemimpin Kota yang tadi mempunyai harapan untuk menang, menjadi putus asa. Saat Jin belum mengeluarkan Jururnya saja masih bisa mengimbanginya, apalagi ketika dia telah mengeluarkan Jurusnya, harapannya segerah sirna.
"Jika boleh tahu, siapa namu anak muda?" Tanya Pemimpin Kota Bertanya.
"Aku...Haha baik nama ku Jin, baik sekarang matilah pak tua." Jawab Jin.
Tiang Chu yang masih tak percaya apa yang didengarnya kemudian berlutut memohon ampun.
"Ahh..." Belum sempat menyelesaikan ucapannya, kepalanya telah terpisah dari tubuhnya dan terkapar tewas.
"Dasar idiot? Kenapa Aku harus mengampuni mu, kelakuang anakmu sangat buruk, jika tidak mengikuti sifatmu lantas mengikuti siapa." Ucap Kai menatap dingin kearah mayat di depannya.
Tubuh Pemimpin kota menjadi Hitam dan mengandung racun lalu berubah menjadi abuh dan menghilang di tiup angin.
Tak henti sampai disitu, Jin memasuki Rumah Pemimpin Kota dan membantai seluruh anggota keluarganya. Setelah selesai membunuh keluarga Pemimpin Kota hingga tak bersisa.
Ia juga sempat mengambil Harta yang telah Pemimpin Kota kumpulkan seumur hidupnya, Ada beberapa Pill Kultivasi dan teknik Bela diri. Sayangnya bagi Jin Pill tersebut sudah tak berguna jadi dia memisahkan Pill tersebut dan memasukkannya kedalam Cincin Ruang lain.
Berdiri di depan Rumah Pemimpin Kota, Jin menutup kedua matanya, Selang 1 menit berlalu sebuah api berwarna Ungu tua mulai keluar dari tangannya.
"Api Neraka, Hancurkan rumah itu." Seketika Api yang di keluarkan oleh Jin semakin membesar hingga melahap seluruh Rumah Pemimpin Kota hinga menjadi debu.
Jin Kemudian Menghilang dari Kota Mawar.
Ke Esokan paginya Penduduk Kota Mawar di kejutkan dengan runtuhnya rumah Pemimpin Kota dan terlihat mayat Pemimpin di Depan rumahnya dengan kepala yang telah terpisah dari tubuhnya.
Semua orang mengeluarkan keringat dingin dari tubuh mereka, mereka ingat bahwa kemarin terjadi pertarungan besar antara Pemimpin Kota dan seorang pemuda yang tidak jelas asal usulnya.
Kabar Meninggal nya Pemimpin Kota Mawar telah menyebar luas hingga ke wilayah tersebut.
Terjadi kekacauan di kota Mawar pada saat mereka mendengar bahwa Pemimpin Kota sudah meninggal, banyak warga berebuta untuk mencari harta milik Pemimpin Kota, tetapi sayangnya mereka pasti tidak akan pernah menemukanya kerana semua sudah Jin ambil.
*****
Jin yang telah pergi dari Kota Mawar Sekarang berada sebuah hutan. Jin sedang menghitung hasil rampasanya dari kediaman Pemimpin Kota.
Jin melanjutkan perjalanan nya ke tempat tujuan selanjutnya yaitu di Kota Perak atau yang sering disebut Kota Pill, yg perna dia dengar dari maneger paviliun Roda Emas.
Jin pergi kesana untuk melihat-lihat apa ada sebuah herbal yang membuatnya tertarik, karena menurut meneger Ren Zhang bahwa Di kota Perak terdapat berbagai macam ramuan yang Sangat langka.
Jin Menuju Kota Perak dengan melesat dan tidak terlalu cepat karena hari sudah gelap. Karena Malam Hari Jin memutuskan untuk mencari Gua untuk beristirahat....
*******
Tingkat Profesi Penempah, Formasi, Tabib, Pembuat Racun, Sihir.
- Penempah Pemulah Tingkat 1 - 9
- Penempah Senior Tingkat 1 - 9
- Penempah Raja Tingkat 1 - 9
- Penempah Master Tingkat 1 - 9
- Penempah Grand Master Tingkat 1 - 9
- Penempah Surga Tingkat 1 - 9
- Penempah Ilahi Tingkat 1 - 9
- Penempah Dewa Tingkat 1 - 9