The Strongest Cultivator In The Universe

The Strongest Cultivator In The Universe
18. Adik Kecil



Malam semakin larut, beberapa toko makanan dipinggir jalan mulai buka dan menjual makanan yang mereka sediakan pada orang-orang yang lewat.


Diantara perjual jalan itu ada seorang kakek tua dan anak kecil tengah membuka dagangannya yang mereka angkut dari pedesaan, mereka berharap jika dagangan mereka akan laku.


"Kakek, disini ramai sekali! Sepertinya ayam bakar yang kakek buat akan habis terjual!" Ucap cucunya senang.


Si kakek tua tersenyum melihat cucu yang telah ia urus selama 7 tahun ini dengan sepenuh hatinya.


Ia membelai pucuk kepala cucunya dan berkata, "Yui'er, kau sebaiknya membereskan beberapa ayam untuk dibakar, juga taru beberapa lilin didekatnya agar lalat tidak mengerubungi ayam yang kake bakar..." Ucap sang kakek dengan suara seraknya.


Yui menatap kedua mata kakeknya, ia berkata dengan lirih, "Kakek, Yui harap kita bisa mendapatkan banyak uang kali ini untuk membantu biaya pengobatan nenek dirumah..."


"Nenek pasti akan sehat kembali seperti sedia kala, Yui tenang saja..." Ucap make pada Yui


Saat pasangan kakek dan cucu itu tengah bersiap-siap menjual ayam bakar yang mereka buat dirumah, beberapa orang berjubah merah dengan lencana tanduk kuda didada bagian kirinya menghampiri mereka.


"Beri kami 10 ayam Bakar!" Ucap salah satu dari mereka tanpa sopan santun sama sekali.


Si anak kecil itu, Yui segera memberikan 10 ayam panggang dan juga beberapa bumbu tambahan, "Ini tuan ayam bakarnya, semuanya 10 koin perak."


"10 koin perak? Ayam murahan ini saja harganya 10 koin perak? Apa kau bercanda, aku beri kau 1 koin perak untuk ayam bakar ini!" Balasnya


Sekelompok orang berjubah merah itu mengeluarkan satu keping perak berwarna usang dilemparkan ketanah, tepatnya kehadapan Yui.


Yui yang mendengar harga yang mereka tawarkan tak terima, "Kalian tidak bisa menawar seperti ini! Kakek ku sudah susah payah membakar ayam! Dan kalian hanya membayar 1 koin perak, dimana rasa sopan santun kalian pada yang lebih tua!"


Teriakan Yui menarik perhatian banyak orang, membuat beberapa orang menonton pertunjukan yang ada didepan gerobak ayam panggang.


Feng Li, orang yang tadi melemparkan koin perak barusan menatap Yui tak percaya, "Kau baru saja meneriakiku? Apa kau tahu siapa aku? Aku adalah anak dari Pemimpin Fraksi Badak Besi, semua orang takut padaku, tapi kau marah-marah tak jelas padaku..." Ucapannya menyombongkan dirinya.


Mendengar kata Fraksi Badak Besi yg di ucapkan oleh Feng Li, kakek tua yang berada dibelakang gerobak gemetar ketakutan, "Yui'er, sudahlah... Biarkan mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan, kita tak seharusnya menyinggung mereka..." Ucap kakek tua ketakutan.


Fraksi Badak Basi sudah terkenal di kota rumput, ketika Pemimpin Kota rumput mengumumkan tentang misi di Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis, Fraksi Badak Besi adalah Fraksi pertama yang membangun sistem kerja sama tim dan juga memiliki kekuatan yang setara dengan kota kecil.


Yui hanya menatap Feng Li sengit, "Tapi kakek, dia hanya membayar 1 koin perak untuk semua ayam bakar yang mereka ambil..."


Beberapa orang dari Fraksi Badak Basi tertawa melihat bagaimana keras kepalanya Yui, mereka bahkan dari Fraksi yang sama dengan Feng Li tak ingin menyinggung anak dari Feng Gu, Pemimpin dari Fraksi Badak Besi.


Wajar saja jika tak ada yang berani mengganggu Feng Li, pada dasarnya kekuatan nya juga bisa dianggap sebagai jenius, berumur 18 tahun tapi sudah mencapai tingkat Peterung Roh tahap 6, beberapa orang tak akan mempercayainya, ditambah dengan fakta bahwa Feng Li juga anak dari Feng Guan, Pemimpin Fraksi Badak Besi yang katanya sudah berada di Tingkat Petarung Bumi Tingkat 6.


Sementara itu, diatas pepohonan dekat gerobak ayam bakar Yui, seorang gadis dengan pakaian seperti seorang Assasin bergumam, "Anak dari Pemimpin Fraksi Badak Baja saja bangga? Tak lama lagi ayahmu akan jatuh ditanganku..." Dengan senyum sinis.


Lalu gadis itu turun dari atas pohon, gadis itu kini tengah memerhatikan kekacauan dibawah pandangannya, ia tertawa kecil dengan sinar menakutkan yang terpancar dari kedua mata cantiknya.


Melihat seorang gadis didepannya, Feng Li tak bisa tak mengeluarkan air liur, pasalnya, gadis yang memakai pakaian hitam dengan tudung itu memiliki wajah yang luar biasa menawan untuk seusianya.


"Nona cantik... Mau kau bermian di ranjang bersama ku? Aku janji aku akan memuaskanmu malam ini..." Ucap Feng Li dengan raut wajah yang mesum.


Bukan hanya Feng Li yang tergila-gila dengan paras gadis bertudung hitam itu, semua pria dari yang muda sampai yang tua menatap tak percaya keindahan didepan mereka.


"Siapa gadis itu? Dia sangat indah sekali..." Ucap orang A yang berada disitu.


"Jika aku menjadi suaminya, aku pasti telah diberkati oleh surga karena telah mengirimkan bidadari secantik itu." Ucap orang B yang berada disitu.


Hanya saja, siapa dia sebenarnya? Kenapa tiba-tiba turun dari pohon dan langsung membuat keributan dengan kecantikannya?.


Gadis bertudung berjalan perlahan, gemulay kakinya yang ramping menghampiri Feng Li yang masih menatap dirinya dengan penuh gairah.


Melihat gadis cantik itu menghampirinya, kedua kaki Feng Li tidak bisa lagi menahan beban badannya terlalu lama, ia sepertinya akan pingsan jika saja gadis bertudung hitam itu menyentuhnya, bahkan jika itu hanya seujung kuku.


Gadis bertudung hitam itu berhenti tepat beberapa senti didepan Feng Li, ia mengangkat tangan gioknya dan memainkan jari-jemarinya di dagu Feng Li dengan sentuhan lembut seperti sutra.


"Feng Li... Anak dari Feng Gu... Pemimpin Fraksi Badak Besi, lumayan juga jika kita berdua tidur bersama malam ini, hanya saja ada satu hal yang perlu kutanyakan... Apa kau berani tidur dengan Ratu ini?" Ucap gadis bertudung hitam itu.


Perkataan yang diucapkan oleh gadis tudung hitam kepalang lembut, Feng Li tak bisa fokus dengan semua perkataan yang dikatakan oleh gadis cantik didepannya.


Melihat bagaimana Feng Li menanggapinya, gadis bertudung hitam itu langsung menendang aset paling berharga milik Fany Li.


Feng Li yang secara mendadak menerima tendangan itu langsung terkapar ditanah tak berdaya sambil terus memegang kedua telur yang untungnya masih bersarang diinduknya.


Gadis bertudung hitam itu menutup mulutnya menggunakan tangan kecilnya dan langsung berlagak tak berdosa, "Ups, maaf... Tadi aku hanya berniat menendang batu yang menghalangi kita, tapi tak kusangka ternyata tendanganku cukup kuat..." Ucapnya di sertai dengan senyuman kecil di balik tudungnya.


Semua orang yang melihat adegan itu tertawa sekeras-kerasnya, mereka sama sekali tak pernah mengira kalau gadis cantik yang terlihat lembut itu ternyata memiliki sisi kejam juga.


Gadis itu berlutut dengan satu kakinya, ia menarik salah satu kaki Feng Li dan langsung menamparnya keras, seketika suara retakan terdengar dan itu sangat mengerikan ketika suara retakan sampai ditelinga semua orang.


Gadis bertudung itu kembali berkata, "Kedua kaki mu terlalu sehat, melumpuhkan salah satu dari mereka bukan masalah besar..." Ucapnya, lalu ia kembali menendang pergelangan kaki Feng Li dengan kejam.


Yui dan kakeknya mengucapkan syukur didalam hati mereka, kedatangan gadis bertudung benar-benar menyelamatkan mereka.


Feng Li dengan sedih menatap gadis bertudung hitam itu, "Ampuni aku... Aku mohon biarkan aku hidup.. Jika tidak... Jika tidak... Maka ayahku akan membunuhmu!" Ucapannya sambil memegang adik kecilnya yang kesakitan.


"Ayahmu? Maksudmu si b*jingan Feng Gu itu? Dia membunuhku? Bagaimana mungkin, hal itu tak akan pernah terjadi, bahkan jia keluarga Feng mu atau Fraksi Badak Besi mu itu semuanya melawanku, mereka masih belum cukup kuat..." Ucap gadis bertudung itu dengan percaya diri.


Mendengar perkataan tajam gadis tudung didepannya, Feng Li benar-benar marah. Ia tak pernah mengira ada satu orang didunia ini yang tak takut dengan kekuatan ayahnya, terlebih lagi gadis bertudung itu hanya kisaran berumur 13-14 tahunan, seumuran dengannya.


"K...kau..." Sebelum melanjutkan perkataannya, gadis bertudung itu kembali menendang pergelangan kakinya yang sudah sangat kesakitan, sampai ia berteriak hingga pingsan.


Melihat bagaimana gadis bertudung hitam itu menendang ************ anak Feng Gu sampai dimana Feng Li pingsan, mereka yang awalnya terkagum-kagum berubah menjadi ketakutan.


Kedua mata gadis bertudung itu phoenix menatap semua orang yang melihatnya, ia tak menghiraukan mereka semua, ia merogoh saku Feng Li dan menemukan sekantong koin emas, lalu ia tanpa basa-basi melemparkannya pada Yui dan kakek tua.


"Ini adalah uang untuk membeli semua ayam bakar kalian, aku hanya akan mengambil satu, untuk yang lainnya, kalian bebas mau diapakan ayam bakar itu..." Ucap gadis bertudung hitam sebelum menghilang secepat kilat.


Guang Sun yang kebetulan tengah membeli beberapa makanan di toko setempat melihat kejadian itu dengan kedua matanya sendiri.


,"Gadis kecil ini bukan gadis biasa mengingat bahkan ia berani memprovokasi Fraksi Badak Besi dan membuat anak Feng Gu terluka parah..." Ia bergumam melihat kejadian itu.


Lalu gadis itu terbang pergi dan hilang ditengah gelapnya malam.


Malam berlalu dengan cepat, semua orang segera berlarian keluar kamar dan berkumpul didepan gerbang Portal Dimensi Tanah Hewan Iblis, menunggu gerbang itu dibuka.


Jin berdiri diantara banyak orang, sedangkan gadis bertudung itu memilih untuk bersembunyi dipepohonan, kecantikannya bisa menarik perhatian banyak orang.


Semua Fraksi berkumpul, Fraksi Singa Hitam berdiri berjajaran dengan Fraksi Naga dan Fraksi Ular Putih yang sama-sama Fraksi sederhana.


Sedangkan ketiga Fraksi terkuat masih belum menampakkan batang hidungnya, hingga dimana sebuah suara mengejutkan semua orang.


"Kalian semua menyingkir! Pemimpin Fraksi Badak Besi sedang berada diperjalanan, kalian harus memberikan penghormatan padanya!" Teriak salah satu pria dewasa dengan lencana Cula Badak didada kirinya.


Segera kerumunan itu membelah menjadi dua kelompok, menyisakan tanah lapang ditengah-tengah mereka dengan jalur lurus menuju kedepan.


Dari kejauhan, sebuah kereta kuda dengan bendera berwarna ungu muda berkibar diatasnya, bergambar Badak Besi berkibar di tiup angin, itu adalah tanda Fraksi Badak Besi.


Beberapa orang berbincang mengenai betapa kuatnya Pemimpin Fraksi Badak Besi yang katanya telah berada ditingkat Pendekar Bumi Tingkat 6, yang jelas sangat kuat dimata orang-orang yang berada di kota rumput.


"Lihatlah kereta kuda itu, betapa mewahnya! Kudengar Pemimpin Fraksi Badak Besi adalah seorang saudagar kaya di, kurasa itu benar dilihat dari kereta kuda nya saja." Ucap si A


"Pemimpin Fraksi Badak Besi sangat kuat, kita tidak seharusnya menyinggung perasaannya atau kita akan mati ditangannya!" Ucap Si B


"Aku lihat semalam seorang gadis cantik telah membuat Feng Li, anak dari Pemimpin Fraksi Badak Besi dipermalukan, aku ingin tahu dimana gadis itu berada sekarang..." Ucap Si C.


Sementara itu, disebuah pepohonan yang cukup rindang, Gadis bertudung hitam menatap kereta kuda itu dengan ganas, ia bergumam, "Feng Gu, sekarang saatnya aku akan membawa Lu Ling bersamaku... Kau akan terima akibatnya!" Dengan mata menyala.


Gadis bertudung hitam mengangkat tangannya, tiba-tiba udarah disekitar beruba menjadi es batu sebesar kepalan tangan muncul diatas telapak tangannya. Ia mengubah es itu menjadi sebuah pedang tajam dengan ujung yang runcing.


Ia melesatkan pedang esnya dan segera mengenai salah satu kuda yang menyeret kereta, semua orang yang melihat kuda itu secara tiba-tiba tertusuk dihadapan mereka jelas terkejut, seseorang telah berani membunuh kuda Feng Gu.