
"Nak Jin, kau keterlaluan sekali, paling tidak kau sedikit memberi wajah pada Leluhur tua ini" ucap Patrick Qi Yang sambil melihat leluhur Qi.
"Memangnya wajah tua mu itu kemana orang tua?" balas pelayan Yi dengan nada mengejek sambil melihat leluhur Qi
Wajah Patrick Qi Yang yang mendengar ucapan dari pelayan Yi yang mengejek leluhur memerah karena marah.
"Beraninya pelayan seperti mu membalas ucapan ku dan mengejek leluhur klan Qi kami" dia berniat maju dan memukul pelayan Yi
Tetapi di hadang oleh Leluhur Qi Zhu Yan, Patrick Qi Yang menetap leluhur Qi meminta penjelasan. Seakan tahu tatapan mata Patrick Qi Yang
Lalu berkata "Patrick tak usah mempermasalahkan ucapan pelayan itu, ingat kedatangan kita kesini"
Patrick Qi Yang yang mendengar ucapan ucapan leluhur Qi menarik nafas dan menghembuskannya supaya dia bisa tenang.
Setelah tenang dia melihat Jin lalu berkata "Jin aku dan Leluhur mengundang mu ke aula pertemuan, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan bersama dengan mu"
"Dengan ku? Untuk apa? Aku tak ada hubungannya dengan Klan kalian, jadi selakan pergi dari sini"
Mendengar ucapan Jin. Leluhur Qi Zhu Yan yang dari tadi hanya mendengar percakapan Patrick Qi, Jin dan pelayanan Yi, berkata
"Nak datanglah ke aula pertemuan aku memohon kepada mu, ada sesuatu yang ingin dibicarakan"
"Pak tua apa kau tidak mengerti ucap manusia, sudah kubilang, kalau aku sudah tidak ada hubungannya dengan kalian, jadi silakan pergi dari hadapan ku" ucap Jin
"Nak Jin ku mohon datang lah" ucap leluhur Qi yang ingin berlutut di hadapan Jin.
Jin yang melihat keadaan itu langsung kaget orang yang arogan seperti Qi Zhu Yan ingin berlutut dihadapannya, hanya karena memohon untuk datang ke aula pertemuan.
"Baik... Baiklah pak tua aku akan hadir di pertemuan itu, tak usah berlutut di hadapan ku"
Jin tidak tega jika dia membuat harga diri Leluhur Qi Zhu Yan lebih jatuh lagi, jika ibunya melihat Leluhur Qi Zhu Yan berlutut di hadapan Jin maka dia akan memarahi Jin.
Mendengar ucapan Jin membuat Leluhur Qi Zhu Yan tak jadi berlutut lalu berkata
"Terima kasih sudah mau mendengarkan permintaan dari pria tua ini dan sudah memberikan wajah pada ku" ucap Leluhur Qi Zhu Yan yang tersenyum
Dia sebenarnya sudah merencanakan trik ini jika Jin tetap bersikeras menolak. Dia tahu Jin tak ingin dia berlutut di hadapannya, karena jika hal ini tersebar maka orang tua Jin terlebih khusus ibunya pasti akan memarahinya.
"Sekali lagi terima kasih, kalau begitu kami pergi duluh" ucap Leluhur Qi Zhu Yan dan lalu berbalik pergi.
Melihat leluhur Qi dan Patrick Qi telah pergi jauh Jin dan pelayanan Yi masuk ke dalam
"Yi kamu ikut aku ruangan pertemuan"
"Baik tuan muda" bale pelayan Yi.
------------
Beberapa saat kemudian Jin dan pelayan Yi yang berjalan di belakang Jin keluar dari rumah, mereka berdua berjalan menuju ke aula pertemuan.
Pemuda itu dan pelayannya melewati halaman rumah hingga akhirnya sampai di depan pintu aula pertemuan. Setelah pintu di buka, keduanya masuk dengan perlahan.
Ada juga yang melihat kedatangan Jin, dia menatap Jin dengan wajah Ketakutan, dia tak menyangka kalau Jin juga akan hadir di aula pertemuan hari ini. Dia adalah tetua ke empat Qi Lin sekaligus ayah kandung Jin.
Di sebelah kiri dan kanan Patrick dan tetua agung, ada tetua lainnya dari klan Qi, meski begitu, mereka cukup banyak bicara dan tidak mempedulikan kedatangan Jin, karna para tetua sudah mengenal Jin pada saat Jin mengamuk mereka tidak mau mencari masalah.
Selain para tetua tersebut ada para pemuda yang memiliki bakat dan kemampuan cukup menjanjikan. Di sisi yang lain ada tiga orang asing, dua pria tua sedangkan satunya lagi adalah wanita muda yang cantik dan sedang memakai cadar hitam di wajahnya. Sepertinya mereka adalah tamu yang bertamu di Klan Qi.
Tiga orang asing ini menatap Jin yang memasuki aulah pertemuan. Ada seorang tetua yang mengenakan pakaian putih. Meskipun tetua tersebut tersenyum, mata sipitnya terlihat penuh energi, mengamati seluruh tubuh Jin dari mulai ujung kepala sampai ujung kaki.
Jin yang merasa di perhatikan kemudian dia melihat tiga orang asing yang sedang memperhatikannya. Tatapan Jin tertuju dan berhenti pada tetua yang memakai pakaian putih, di baju pria tua itu tepatnya di dadanya terdapat logo bulan sabit berwarna kuning dan ada pedang di tengah-tengah bulan sabit Berwarna silver
Sepertinya tetua ini dari sekte dan merupakan tetua yang memiliki pengaruh yang besar.
Patrick yang merasa semuanya sudah berkumpul dia menyuruh Jin untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Setelah Jin duduk, Patrick Qi Yang memulai pertemuan di aula tersebut. Mereka mulai membahas berbagai hal, mulai dari perkembangan Klan, anak-anak mudah yang berbakat, masalah yang di alami oleh Klan, DLL.
Lalu Patrick Qi Yang menghentikan pembahasan tentang Klan lalu dia berucap "parah tetua sekalia, aku, tetua agung dan Leluhur semalam telah memutuskan mengangkat seseorang menjadi tetua tamu"
Setelah dia lalu dia melanjutkan "dia adalah orang hebat yang sudah kita kenal dan seorang yang tidak terikat dengan Klan. Jadi kami bertiga memutuskan untuk mengangkatnya menjadi tetua tamu kita"
Ucapan Patrick Qi Yang membuat heboh aula pertemuan tersebut. Para tetua menanyakan kepada tetua di sampingnya tentang siapa yang akan menjadi tetua tamu tersebut.
Sedangkan para tamu asing itu tidak memperdulikan. Sedangkan untuk Jin dia sudah mulai mengerti arah pembicaraan ini. Orang yang di maksud Patrick Qi Yang adalah dirinya.
Meraka ternyata mengangkat Jin menjadi tetua tamu dengan tujuan untuk mengikat hubungan dengan Jin agar suatu saat klan Qi mendapatkan masalah mereka akan meminta bantuannya.
Beberapa menit saat keadaan mulai sedikit tenang Patrick Qi Yang ingin melanjutkan ucapannya, tetapi sebelum dia berkata Jin mengangkat tangannya.
Lalu berkata "pak tua Qi Yang, walaupun kau memberikannya posisi yang sangat bagus, dia tak akan mau menerimanya"
Semua orang yang berada dalam aula pertemuan itu tercengang sebab panggil Jin pada Patrick Qi Yang tidak sopan karena memangil Patrick dengan Namanya. Kecuali para tetua, Leluhur dan Tetua Agung sebab mereka sudah tahu sifatnya,
"Hei kau sebaiknya jaga sopan santun mu"
"Junior kau terlalu arogan"
"Siap sih anak ini, kenapa dia hadir di aula pertemuan ini"
"..."
Parah pemudah berbakat yang berada di aula pertemuan menatap tak suka pada Jin, mereka ingin sekali menghajar Jin saat ini karena Jin berucap seenaknya.
"Cih kenapa sampah bisa berada di aula pertemuan, apakah Klan Qi sudah menurun sejauh ini" ucap seorang tetua, dia adalah tamu yang menjadi wali dari wanita muda di sampingnya.
Dia tidak bisa mengukur tingkat kultivasi milik Jin, bukan hanya dia wanita muda dan pria tua berpakaian putih juga tak bisa mengukur kekuatan milik Jin.
Mereka bertiga menganggap bahwa Jin hanya manusia biasa tanpa Kultivasi dan mendapatkan hak khusus untuk datang ke aula pertemuan. Begitu juga apa yang di pikiran oleh Lima pemuda berbakat dari Klan Qi.
Bisa di maklumi karena mereka berlima berpikir begitu. Karena pada saat Jin mengamuk mereka sedang tidak ada di Klan jika saja mereka berlima berada di Klan waktu itu Meraka tak akan bersuara saat Jin bersikap tak sopan.