
Di dalam sebuah ruangan milik Ketua bandit tengkorak, Terlihat Giok Jiwa milik wakil ketua pecah. Hal itu membuat menjadi sedikit bingung.
Giok Jiwa merupakan sebuah benda yang menandakan seseorang yang terdekat masih hidup atau mati.
"Bukankah hanya ada 3 orang saja yang menyerang gang, Bagaimana bisa wakitku yang berada di Ranah Pendekar Langit mati begitu saja." Ucap Ketua bandit bergumam sambil mengerutkan keningnya.
"Hmm... sebaiknya aku sendiri yang memeriksanya." lanjutnya, Ketua Bandit langsung terbang keluar dari tempatnya.
Dari Kejauhan Jin dapat merasakan Kehadiran dari Ketua Bandit, "Musuh Kita sebenarnya akan segera datang." Ucap Jin
Tak lama setelah Jin mengucapkan Kata-katanya, terlihat Seorang Pria Sepuh berusia 50 tahun melesat dengan sangat cepat mereka.
Ketika Pria Sepuh tersebut masih melayang di udara, ia melihat genangan darah serta reruntuhan bangunan dan lubang besar di mana-mana, Pria Sepuh tersebut langsung mengarahkan Pandangannya kearah Jin dan kedua orangnya dengan niat membunuh yang luar biasa hebat.
"Kalian Telah membuatku sangat marah, Karena kalian telah membuat kelompok ku seperti ini, maka nyawa kalian saja tak akan cukup untuk menggantikannya." Teriak Pria Sepuh itu.
"Ohoo...sangat arogan sekali kau pak tua? Toh gang ini bukanlah milikku." Ucap Jin membalas ucapan pria sepuh itu dengan Ejekan.
"Anak muda sebaiknya kau jaga mulutmu terlebih dulu atau aku akan menebasmu dengan pedangku." Ucap ketua bandit yg terlihat marah.
"Ha...Ha! coba saja jika Kau memiliki kemampuan pak tua." Ucap Jin lebih mengejek.
Jin walaupun terlihat sangat santai tapi dapa terlihat dari matanya dia serius, dengan fisiknya yang sangat kuat dia tak akan peduli dengan orang yg berada di Rana Setengah Jalan Immortal karena serangan mereka tidak mempan padanya.
Setelah mendekat ketua bandit mengeluarkan jurusnya "Juru Tinju Api, Api Penghancur." Ucap ketua bandit dengan tangannya yg perlahan mengeluarkan Api yang sangat panas.
Ketua bandit kemudian melesat dengan cepat menuju ke arah Jin dengan tangan kanan nya yang sudah mengepal siap untuk meninju Jin sekuat tenaga.
Kai melihat serangan yg datang padanya tetap tenang dan tidak panik sedikitpun, Ia hanya berdiam di tempat tidak bergerak sedikitpun.
Melihat anak muda di depannya tetap diam dan tidak menghindar, sebuah tawa tiba-tiba keluar dari mulut Ketua Bandit.
"Ha Ha Ha... Apakah kau sudah menyerah nak, tapi jangan harap aku akan memberimu kematian yang mudah" Ucap ketua bandit.
hanya sepersekian detik Kepalan tangan Ketua Bandit telah mengenai tubuh Jin.
Duarr!!....
Jin hanya mengangkat tangannya kanannya menangkis serangan milik Ketua Bandit, hal itu membuat Ketua Bandit terpental cukup jauh ke belakang, ia mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, Ia kemudian menatap Jin dengan kemarahan, kebencian, ketidak percayaan dan ketakutan di wajahnya yg keriput.
"Ketahanan tubuh Anak ini sangat kuat, sebaiknya aku lebih hati-hati" Ucap ketua bandit dalam hati.
Setelah Jin melihat ketua bandit terpental cukup jauh ia lebih mengejeknya "Hoi pak tua kemana sekarang kesombongan mu, Kau sungguh sangat lemah bahkan aku yg tidak menyerang mu kau sudah terpental jauh."
Jin tak ingin berlama-lama berhadapan dengan Ketua Bandit, Ia langsung melesat dengan kecepatan tinggi kemudian mulai melesat dengan cepat ke arah ketua bandit tengkorak.
Merasa nyawanya terancam, ketua bandit tengkorak, lalu dia mengeluarkan setetes darah dari Cincin Ruangnya. Jin cukup terkejut melihat setetes darah yang sedang melayang di tangan Ketua Bandit.
Tetapi Jin terlihat tidak peduli, malahan Long Yi dan Long Tian sangat kawatir itu dapat dilihat dari wajah mereka.
Mereka berdua ingin memperingati Jin, tapi sayangya mereka terlambat beberapa detik, Ketua Bandit Tengkorak telah selesai meminum Darah yg ada tangannya.
Duarrr!!!
Suara ledakan besar terjadi, kabut berterbangan saat ledakan terjadi saat Ketua Bandit menelan setetes darah di tangannya.
Setelah Kabut asap menghilang, terlihat sesosok Mahluk raksasa dengan tinggi sektiar 4 m, Mahluk Raksasa itu memiliki 2 tanduk yang menjulang seperti Banteng, serta dia memiliki 6 tangan, Seluruh tubuhnya bersisik dan berwarna hitam legam dengan nyala api di dadanya.
Mahluk Raksasa itu tak lain adalah ketua bandit yang telah menelan setetes Darah Raja Iblis, Ia melihat Kearah Jin seakan ia memandang sebuah hama pengganggu dimatanya.
"HaHaHa... Fisik serta Qi dalam tubuh ku meningkat pesat, Walaupun aku hanya memiliki waktu sebanyak 30 menit, tapi itu pasti cukup untuk membunuh lalat sepertimu." Setiap Kata yang keluar Dari mulut ketua Bandit seolah akan membawa kehancuran kepada dunia.
"Ha...Ha...Ha ku kira kau akan menjadi lebih kuat pak tua setelah menelan sesuatu, tetapi hanya bentukmu yg berubah menjadi jelek" Ucap Jin mengejek.
"Tuan muda Jin, kamu sebaiknya berhati-hati dia tadi menelan darah dari Raja Iblis, Jika kau membutuhkan bantuan kami, kami akan membantu mu" Ucap Long Yi yang berada tak jauh dari Jin.
"Itu tak perlu nona Long, dia tak menjadi kuat, hanya bentuknya saja yang berubah." Ucap Jin yg membalas ucapan Long Yi sambil tersenyum.
Sekarang Jin mulai melayang di udara, Rambutnya yg hitam terus terurai karena di tiup angin, "Orang tua aku tak menyangka setelah kau menelan setetes darah dari Raja Iblis tak banyak peningkatan pada Ranah mu tapi bentuk mu saja yg berubah." Ucap Jin menghina Ketua Bandit.
"Kau terlalu sombong anak muda, rasakan serangan ku" Ucap Ketua Bandit.
Bomm!!
Sebuah serangan langsung mengarah pada Jin. Ketika serangan hampir mengenai tubuh Jin, dia hanya mengerakan sedikit tubuhnya kekanan dan serangan itu tak mengenainya.
Ledakan keras menimbulkan getaran yang cukup hebat di tanah, Tanah yang terkena serangan Ketua Bandit berubah menjadi sebuah kawah yg besar.
"Apa-apaan sih kamu pak tua biarkan aku mempersiapkan diri ku duluh, dasar tak sabaran" Ucap Jin berpura-pura.
Ketua bandit yg mendengarnya tamba kesal pada Jin, karena setiap perkataan Jin selalu terdegar mengejeknya, lalu dia melesat kembali menyeran Jin.
Ketua bandit menyerang Jin dengan ganas, tetapi Jin selalu dapat menangkis dan menghindar dari setiap serangannya,
Jin tahu bahwa meskipun tubuh fisik serta Qi yang dimiliki ketua bandit menjadi sangat kuat, tapi semuanya sia-sia di matanya, gerakan dan serangan dari Ketua Bandit sangat lambat.
Jin melesat dan membentuk Padang dari udarah dan menancapkan di mata milik Ketua Bandit lalu menendang tubuh ketua bandit, Ketua Bandit melesat menuju ke tanah dan terlihat ketua bandit tak merasakan kesakitan.
"Rrraghh.. " Teriakan Patriak Sekte sangat keras hingga membuat gendang telinga seakan mau pecah.
Setelah teriakan dari ketua bandit, dia kembali menyerang. Jin juga tak hanya bertahan dia juga mulai menyarang ketua bandit dapat tak serius menyerang Ketua Bandit, tatapi walaupun hanya terlihat main-main serangan milik Jin tak dapat ditangkis ataupun dihindari oleh ketua bandit.
Boomm!!!
Boomm!!
Duarr!!!
Ledakan demi ledakan terjadi akibat dari jual beli serang Jin dan ketua bandit, ketua bandit terus menerus menyerang Jin dengan seluruh kekuatannya, Keduanya telah beradu gerakan sebanyak 100 kali tapi masih belum terlihat siapa yang akan menang.
Jin menyadari ada Yang salah dengan serangan milik Ketua Bandit, setiap selesai mengeluarkan serangan, serangan berikutnya akan langsung melemah dan terus terjadi hingga perlahan-lahan Api yang berada di tengah Tubuh ketua bandit tengkorak Mulai membakar seluruh tubuhnya.
"Arrghh... jika aku mati, aku pasti akan membawamu mati bersamaku..." Ucap ketua bandit bersiap untuk meledakkan dirinya dan mati bersama dengan Jin, Tapi naas usaha itu sia sia Karena Jin tidaklah semudah itu mati.
Lalu Jin mengangkat tangannya dan mengeluarkan Manual 9 Nyawa Selesai mengeluarkan Manual 9 Nyawa tahap 2 yaitu Teknik Penyerap Qi, Seketika itu seluruh Qi yg terbentuk di tubuh ketua bandit langsung menghilang dari tubuh Ketua Bandit.
Dengan Manual 9 Nyawa tahap 2 yaitu Teknik Penyerap Qi, menyerap seluruh Qi yg ada dalam tubuh ketua bandit hingga kering, hal itu membuat tubuh ketua bandit langsung melemah, dia terbaring dan terlihat sudah sangat tak bisa bertarung lagi.
"Pak tua kau sangat jahat dan jugat sangat sombong, hari ini aku pastikan bahwa bandit tengkorak musnah dari dunia ini" Ucap Jin yg berjalan mendekati ketua bandit yg sedang terbaring, Jin langsung mengakhiri Nyawa ketua bandit dengan menebas Kepalanya.