The Strongest Cultivator In The Universe

The Strongest Cultivator In The Universe
40. Kegerian Manual Sembilan Nyawa tahap ke tiga Kerakusan Abadi



Setelah mengantarkan Lian Yun dan Qi Yunyue ke dalam rumah Jin keluar, sebenarnya dia di bujuk oleh ibu untuk tetap tinggal di dalam rumah karena ingin berbincang-bincang dengannya.


Tapi Jin hanya mengatakan akan segera kembali, karena harus mengurus masalah yang dia timbulkan.


Setelah sampai di luar rumah, Jin mengeluarkan tekniknya yaitu Manual Sembilan Nyawa yaitu Tahap ke tiga kerakusan abadi. Teknik ini dapat menyuling kulivator menjadi pill dan membuatnya pengunanya dapat meninkatkan kekuatanya dan juga tekni ini dapat membalikan segalanya.


Seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang yang sudah sekarat dll sesuai dengan keinginan penggunaannya. Tapi ada syaratnya tekni ini hanya berfungsi untuk orang yang terluka atau mati di tangan pengguna.


Jika luka atau mat di tangan yang bukan si pengguna Tekni itu tak bisa di gunakan.


* Teknik ini mirip seperti teknik pembangkitan milik P**n N****to dari serial N***to.


Jurus ini di tampilkan saat N***to kalahkan dari Na***to dan efek sampingnya N****to harus mati saat mengunakan jurus ini. Bedanya Jin tidak akan mati Jika mengunakan jurus yang sama seperti N****to *.


Oke kembali lagi pada cerita. Setelah Jin melakukan jurusnya sebagai dan empat puluh persen Kultivator di bawah ranah Pendekar Senior di kekaisaran Han yang mati telah di hidupkan.


Orang yang semulanya berduka karena orang terdekat mereka mati tibah-tibah kaget karena mereka tiba-tiba bangkit kembali, mereka menghiraukan kekagetan mereka.


Mereka menjadi bahagia karena orang terdekat mereka hidup kembali dan orang yang terluka menjadi sehat seperti biasa.


Jin melihat pekerjaannya sudah selesai, dia berniat untuk masuk kembali ke rumahnya lalu menghentikan niatnya tersebut. Dia mengangkat tangannya dan mengengam udarah kosong di atas kepalanya sambil berkata.


"Pak tua luka mu hanya akan aku sembuh kan sedikit, Jagan salahkan aku bertidak kejam karena itu balasan atas hinaanmu tadi" ucap Jin yang berjalan masuk kedalam rumah sambil tersenyum.


Di ruang keluarga Jin dapat melihat Lian Yun yang hawati jika Jin tidak kembali lalu Jin berkat, "Ada apa Ibu kau terlihat khawatir" ucap Jin menyadarkan Ibunya.


Lian Yun yang mendengar itu buru-buru berdiri dan mendekati Jin, "nak kamu dari mana?" tanya Lian Yun dengan senyum di bibirnya.


"Aku hanya dari luar, ibu sedang sakit sebaiknya ibu banyak-banyak istirahat" balas Jin.


"Lalu bagaimana dengan kondisi ayah mu" Ucap Lian Yun yang khawatir dengan kondisi suaminya.


"Oh pak tua itu sudah dibawah oleh tetua yang sedari tadi mengawasi ku" Ucap Jin sambil memegang tangan ibunya dan mereka berjalan bersama untuk duduk.


Setelah mereka duduk Lian Yun ingin berbicara lagi tetapi keduluan oleh Qi Yunyue.


"Anda siapa? Kenapa anda selalu memangil Ibuku dengan sebutan Ibu?" tanya Qi Yunyue, dia bingung dan tak paham dengan keadaan saat ini.


"Yue'er jangan seperti itu dia itu..." Belum habis ucap Lian Yun, Jin mengangkat tangannya agar ibunya berhenti berbicara.


"Ibu biar aku saja yang menjelaskannya" ucap Jin lalu dia melihat Qi Yunyue, "Hei Adi kecil kau tahu siapa aku?" Tanya Jin. Qi Yunyue menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu.


"Aku orang terkuat di dunia, sudah lihat kan aku bahkan bisa mengalahkan ayahmu tanpa bergerak sedikit pun dari tempat ku berdiri?" Ucap Jin yang membuat Lian Yun hanya tersenyum kecut saat mendengarnya.


Sedangkan untuk Qi Yunyue dia hanya menganggukkan kepalanya "yah anda sangat hebat sampai bisa mengalahkan ayahku" balasnya.


"Sudah ku bilang kan kalau aku sangat kuat, bahkan jika kau sudah dewasa dan berlati keras kau tak akan bisa sekuat diriku dan aku tidak akan mengajari anak yang selalu menagis di dalam pertandingan" godah Jin.


"Ha-ha-ha adik kecil mereka tidak bisa mengalahkan ku, kau tahu aku kamu dan ingat nama Kaka mu yang kuat ini yaitu Jin" ucap Jin memberitahukan kalau dia kakanya.


"Ibu... Ibu apa benar tuan ini Kaka ku" tanya Qi Yunyue pada Lian Yun.


"Iya nak dia kakamu, buktinya ada pada matanya, saat keturunan Klan Lian marah mata mereka akan berubah menjadi warna Biru seperti petir" jawab Lian Yun.


"Tapi kanapa mata ibu tidak berwarna Biru jika ibu marah pada ayah?" Tanya Qi Yunyue lagi pada Lian Yun.


"Itu karena ibu memiliki mata biru yang berbeda. Mata biru ibu hanya akan muncul ketika ibu merasakan senang" tiba-tiba bola mata Lian Yun berubah warna "lihat baik-baik mata ibu"


Qi Yunyue yang melihat mata Lian Yun lalu mengangguk, Lian Yun lalu melanjutkan ucapannya "Mata biru kita merupakan tanda bahwa kita dari Klan Lian dan juga keturunan dari Klan Lian"


"Mata biru Klan juga terbagi menjadi dua biru cerah dan biru biasa. Biru cerah menandakan bahwa ia anggota Klan Lian inti sedangkan untuk mata biru biasa anggota Klan Lian cabang" lanjut Lian Yun.


"Ibu berarti kita dari Klan Lian Inti karena mata biru Kaka dan ibu berwana biru cerah?" tanya Qi Yunyue


"Iya, mata Kaka mu adalah yang paling istimewa karena warnanya bisa dia kendalikan sesuka hatinya, dan mata itu juga hanya di miliki oleh Patrick Klan Lian dan satu-satunya hanya di miliki oleh Patrick Klan Lian" Ucap Lian Yun


"Berarti Kaka penerus Klan Lian?"


"Kaka mu sudah tidak bisa menjadi penerus karena marganya sudah berada" jawab Lian Yun.


Qi Yunyue ingin bertanya kembali tetapi Jin langsung memotong ucapanya, "Sudah... sudah membahas masalah itu" ucap Jin lalu dia melihat ke arah Qi Yunyue "adik kecil aku memiliki hadiah untuk mu"


Jin lalu mengeluarkan sebuah Pill Kultivasi tahap dasar kelas 9 kualitas 100% kepada Qi Yunyue. Lian Yun yang melihat Pill Kultivasi tahap dasar kelas 9 kualitas 100% tercengang.


"Ini adalah hadiah untuk mu, pergilah dan serap Pill ini" ucap Jin menyuruh Qi Yunyue.


"Nak dari mana kau mendapatkan Pill dengan kualitas 100% ini?" Tanya Lian Yun.


"Ibu aku sendiri yang membuatnya" jawab Jin.


Sebelum Qi Yunyue pergi untuk Berkultivasi Leluhur, Patrick dan para tetua Klan Qi muncul di depan pintu masuk rumah milik Tetua ke-lima.


Mereka berbondong-bondong masuk ke dalam bersama dengan Tetua ke-lima yang merupakan ayah kandung pemilik tubuh Jin yang lama.


"Ada apa kakek tua dan kalian datang ke sini" ucap Jin yg acuh tak acuh.


"Nak jaga sopan santun mu" ucap tetua pertama.


"Sudahlah tetua pertama jangan menimbulkan masalah" ucap Tetua Agung dia melihat tetua pertama dengan tatapan tak suka


Tetua pertama yang mendapatkan tatapan tak suka dari Tetua Agung tidak lagi berbicarah benyak dia takut akan mendapatkan hukuman dari Tetua Agung karena Tetua Agung adalah Tetua yang menjadi ketua balai hukuman tertinggi.


Dia dapat menghukum setiap Tetua yang dia rasa bersalah, Tetua Agung memiliki kekuasaan ke dua setelah Patrick Klan Qi, Ucapanya sama dengan ucapan Patrick Klan Qi. Bahkan jika Patrick Klan salah di matanya maka Patrik Klan akan mendapatkan hukuman dari Tetua Agung.