THE MASK

THE MASK
the royal assassination



..."kehidupan kita senantiasa.mengekspresikan hasil muatan pikiran dominan"...


...--kierkegaard--...


pagi ini seorang gadis tengah duduk di sofa sambil melihat sayap - sayap rumahnya, gadis itu tampak tenang sambil memikirkan sesuatu.


"surat" sesuatu yang terus menghampiri nya. surat wasiat yang ditulis oleh pak Turman.


"Lyan??"


"iya, nyonya ?"


"menurutmu, apa yang harus kita lakukan dengan surat itu..."


"memberikanya pada seseorang...?"


"hmm, tidak...kita harus berikan itu pada cucunya"


"cucu?"


"yah...kudengar dia adalah orang yang pendiam, aku mau lihat seberapa tangguh dia...btw foto-foto itu apa kau sudah menaruhnya??"


"tentu nyonya, aku pastikan itu akan berjalan lancar..."


"lakukan pekerjaan mu...aku juga akan melanjutkan pekerjaan ku, oh iya nanti malam antar aku pergi ke mangsaku..."ujar Dela sambil tersenyum licik.


"apa nyonya akan melakukan nya lagi??"


"tentu saja...dia adalah mangsa yang sangat royal, kita harus memperlakukan nya dengan baik bukan?!"


"baik nyonya.."


...***...


pukul 01.58, setelah pulang sekolah


setelah pulang sekolah, Anthony dan daeva pun segera menuju ke gedung kosong itu dengan menggunakan taksi.


tak takut, gedung yang sudah ada tanda garis polisi itu dilewati oleh Anthony dan daeva tanpa ragu.


dan sekarang posisi mereka sedang berada di atap gedung, mencari sesuatu.


Anthony yang mencari di sekitar rongsokan dan daeva yang bertugas untuk melihat-lihat.


"ini..." kata Anthony sambil menunjukan beberapa foto yang tersimpan di dalam plastik. Foto-foto tersebut layaknya pazel, yang berhamburan.


"oh ini fo_"


"apa yang kalian lakukan disini?" ucap seseorang dari belakang mereka, membuat kedua remaja itu pun berbalik,


seorang polisi, yang mempunyai tag name Jonas itu sedang berada di belakang kedua remaja tersebut. Apalagi yang dirasakan jika bukan panik ?


"kau lagi..." ucap Jonas, heran melihat Anthony.


"saya ketinggalan sesuatu..." ucap Anthony lalu melihat, foto itu lagi.


Jonas yang kelihatan sangat marah itu langsung menarik baju Anthony, tampaknya ia ingin memulai perkelahian.


"tu-tunggu dulu, yah ka...kita bicara baik-baik..." ucap Daeva berusaha untuk melepaskan cengkraman Jonas.


"beri tau saya, apa yang kalian lakukan... kalian masih kecil lalu mengapa sudah ikut campur orang dewasa...!!" teriak Jonas pada Anthony.


Jonas yang kelihatannya sangat marah nan gelisah justru jauh berbeda dengan Anthony, dia hanya tenang dan menatap Jonas dalam.


"kau Jonas kan?? murid ayahku dulu??" ucap Anthony sontak membuat Jonas kaget dan melepaskan cengkraman nya.


"ka-kau..."


"yah betul...saya tuan muda itu!!" jawab Anthony membenarkan bajunya "kami disini karna ingin menyelediki kasus ini juga, pelaku ini memberikan kami teka-teki dan kemarin gue berhasil menyelesaikan nya, tolong biarkan kami juga ikut!!"


"tidak!! kau tau ayahmu tidak akan izinkan..." ucap Jonas, membuat Anthony diam.


ayah tidak ada disini....batin Anthony.


"dia diculik!! mungkin saja penculikanya berkaitan dengan pelaku pembunuhan itu..."


"tapi antho_"


"pliss ka!!!"Daeva tertegun mendengar perkataan lembut Anthony yang memohon agar bisa menyelidiki, ia tidak pernah mendengar suara Anthony yang begitu lembut seperti itu.


"baiklah...tapi!!! hati-hati..."


"baik, ka, kalau begitu lihatlah..." Anthony menunjukan petunjuk-petunjuk yang didapat olehnya foto dan surat "jadi kemarin malam, setelah kejadian pak kepala sekolah itu gue sempat lihat foto-foto ini di beberapa rongsokan di sana, tapi karna ga terlalu jelas akhirnya gue lebih memilih ikut ke kantor polisi dari pada melihat ini..."


"nahh, temanku Daeva mengingatkan ku tentang surat yang dikasih pelaku pada kasus wali kelas kami..."


"jadi kami memutuskan untuk memeriksa bersama di atap gedung ini lagi...dan kami memenukan foto-foto ini..." kata Anthony sambil menunjukan beberapa foto, layaknya pazel.


"thon seperti nya saya pernah melihat beberapa lokasi dari foto-foto itu " ujar Daeva.


"benarkah?? yang mana..."


"foto ini seperti kantin kita, foto ini seperti gedung ini namun lebih ke samping, dan foto ini adalah perpustakaannya Tante Lili!" jawabnya.


saat di telusuri lagi ternyata ada satu foto yang di belakangnya terdapat sebuah tulisan yang sepertinya ditulis menggunakan tinta merah.


"ግርማ ሞገስ ያለው እና ንጉሣዊ ሰው"


"bahasa apa ini??" tanya Jonas.


"seharusnya dia menggunakan bahasa Indonesia, mengapa pelakunya menggunakan bahasa asing...emangnya dia kewarganegaraan apa sih??" ucap Anthony kesal.


"apa kau tau Anthony??"


"tidak...kau kan orang Korea seharusnya kau tau..."


"saya memang orang Korea tapi di bahasaku ga ada yang seperti ini, kau tau pabo-ya??"


"itu adalah dirimu..." gumam Daeva.


"menurutku kita harus menanyakan hal ini pada yang ahli bahasa..." ujar Jonas.


"betul juga, ayok..." jawab Anthony.


mereka bertiga pun akhirnya pergi mencari seseorang yang bisa menerjemahkan bahasa itu, lagi pula orang siapa yang dapat menerjemahkan bahasa itu?? itu adalah bahasa yang jarang diketahui orang Indonesia.


...***...


malam, pukul 19.30 di hotel.


seorang gadis yang berpakaian anggun di temani oleh pelayanya itu sedang berjalan menyusuri ruangan-ruangan.


satu ruangan ia masuki, ruangan itu terdapat banyak sekali orang-orang yang seperti nya adalah orang-orang kaya, namun anehnya gadis yang biasanya jutek dan tersenyum itu justru ceria dan baik kepada semua orang.


lagi pula ekspresi itu hanyalah sebuah topeng.


"Dela...." sapa seorang wanita dari samping.


"unnie...." ucap Dela memeluk wanita yang memakai gaun emas itu.


"apa kau baik? ...udah lama ga lihat kamu" ucap Desi, tante Dela.


yah Desi, tente Dela yang berasal dari Korea dan merupakan seorang mantan dari salah seorang raja, bukan hanya mantan tetapi dia adalah calon bangsawan.


"unnie, aku baik kok, bagaimana?? apa sudah mau mulai??"


"yah sedikit lagi, sabar unnie ke panggung dulu yah" ucap Desi lalu meninggalkan Dela sendirian.


alasan mengapa Dela dan Lyan datang menemui acara Desi bukan karena dia menjalankan acara peresmian kantornya yang terbaru melainkan ada hal khusus.


"trimakasih semua, karena telah hadis di acaraku pada malam hari ini...jadi pada kesempatan ini saya ingin merayakan hari peresmian untuk perusahaan ku yang terbaru...BBCD" ucap Desi di ikuti oleh tepukan tangan dari para pesert.


"mari kita resmikan..." lanjut Desi lalu memotong tali panjang yang berwarna merah. semua orang yang ada pun bersorak-sorai dan menepuk tangan atas peresmian kantor BBCD.


Ting!!


40 menit setelah acara peresmian, semua orang pun akhirnya pulang ke rumah nya masing-masing, kecuali Dela yang masih menunggu tantenya itu.


"unnie...nginaplah di rumahku..."


"apa kau masih kecil??" jawab Desi tersenyum malu.


"pilisssss cimiwww" kata Dela sambil menunjuk kan aegyo nya, dan...


BUGH!!!


Dela menutup mulut Desi menggunakan tisu yang sudah diisi obat bius.


pukul 20.50


seorang wanita yang memakai gaun emas tengah terbaring pulas di kasur, ia membuka matanya perlahan mencoba mengingat apa yang terjadi.


"apa unnie sudah bangun??" tanya seorang gadis yang ada di sampingnya.


"De-dela..apa yang baru saja terjadi?" tanya Desi berusaha bangun dari tidurnya, namun ternyata tangan dan kakinya telah di ikat dengan rantai.


"maaf unnie, saya harus melakukan ini..." ucap Dela seraya menunjukan pisau tajamnya.


"De-dela apa MAKSUDMU!!!!" teriak Desi gelisah, namun berbeda dengan Dela yang hanya biasa saja dan tenang.


"apa kau ingat tentang permainan dulu itu?!! permainan dimana kau berkolaborasi dalam eksprimen itukan?!"


"Tante cuman sekedar mengikuti Del, pliss jangan, jangan ungkit lagi..."


"ungkit!!!??? kau yang membuat ku seperti ini dan kau harus menanggung beban nya, HAHAHAHAA!!!!"


"tidak, tidak Del, Dela, TOLONGGGGGGGGGGG!!!!!!!"


DORR!!!!!


satu peluru mengenai badan Desi.


Shetttt!!!


satu goresan di leher Desi.


DORRH!!!


DORRRH!!


SHETTT!!


SHETTT!!!


beberapa tembakan mengenai perut dan paha Desi sedangkan beberapa tusukan mengenai tangan Desi, terutama wajah.


yah Desi akhirnya tiada, dan yang tersisa hanyalah baju dengan beberapa noda merah yang ia tinggalkan di kasur Dela. secara tak biasa ia meninggal secara tragis dengan penuh luka tembakan dan tusukan.


Dela yang memang awalnya tidak bisa menahan amarahnya itu pun akhirnya tenang setelah melakukan kegiatannya dengan membunuh tantenya sendiri.


tok!!


tok!!!


bersambung...


haii guys jangan lupa vote , like , komen , dan beri hadiah yah supaya author makin bahagia...soalnya pengen bangat gitu banyak yang ngasih hadiah hehehe...btw makasih yah udah mampir...


salam sehat...^^


#pembunuhan #daeva #anthonh #jonas #foto #royal #bangsawan #kantor