
13 Agustus sebelum Daeva masuk kesekolah.
tepat dimalam hari yang teduh, seorang gadis kecil menatap rembulan yang bersinar terang dimalam hari.
gadis itu nampak memikirkan sesuatu sembari meminum minumannya. raut wajahnya nampak tenang seakan tidak terjadi apa-apa.
"nyonya... berkasnya saya sudah siapkan" ucap seseorang berpakaian pelayan.
"berikan berkas itu padaku." pelayan itu memberikan sebuah berkas berwarna hitam dengan sedikit warna putih yang menyeringai disetiap sisinya.
"jadi, aku harus menyamar menjadi anak yang polos?" ucap gadis itu menatap tajam pelayannya.
"tentu saja nyonya, itu adalah penyamaran terbaik. terlebih lagi postur tubuh dan muka nyonya yang sangat lengkap dapat melakukan penyamaran sebaik itu."
"baiklah. Daeva, lahir pada 27 Juni ini akan menjadi diriku. "
"tentu nyonya.."
...***...
hari ini, semua orang menatapku. sepertinya mereka tertipu oleh penampilanku. Sebegitu bodoh mereka, hahaha.
orang-orang itu memang bodoh menilai orang dari penampilannya, hanya karena aku seorang siswi.
komuk mereka seolah menginginkanku untuk memenggal kepalanya. Tapi sayang, aku masih mencari sesuatu yang lebih berharga.
*gilaaa cantik bangat...
*njirr imutnyaaa
*idaman gue anjirrr......
mereka terlalu dibutakan oleh penampilanku. Ha, tapi itu sangatlah bagus artinya penyamaran ku tidaklah sia-sia.
"perhatian anak-anak, tolong bersikap baik pada teman baru kita" sorak seorang wanita pada siswa siswi bodoh itu.
"BERI SALAM KEPADA BUGURU!" salah seorang tiba-tiba membuka suara. Wajahnya seolah membenciku, karna aku masih menyayangi kedudukan ini, aku akan melepaskannya.
"SELAMAT PAGI BUGURU" sialan, mereka membuatku tuli.
"baik, Ibu, ingin kalian mengenal teman baru kalian..." ucapnya sambil tersenyum kepada semua murid. "ayok perkenalkan dirimu, sayang" lanjutnya.
sialan, aku sangat membenci guru itu. "pe-perkenalkan, nama saya Daeva. Sa-saya dari korea"
"baiklah, Daeva kamu bisa duduk disebelah Anthony yah, di ujung belakang" ucap bu Debby.
"ba-baik bu" rupanya hanyalah siswa yang malas. aku tidak perlu khawatir lagi.
"baiklah, siapa yang belum mengerjakan Pr?!"guru itu kembali bersuara lagi. Aku sunggu membenci guru itu. Jika ini bukan waktu sekolah, sudah kusiksa dia. "yang belum kerjakan, bisa langsung tunggu didepan kelas! nanti masuk, setelah pelajaran buguru selesai".
tak lama, terlihat salah seorang lelaki keluar dari kelas. Dan orang itu adalah Anthony.
sudah kuduga dia akan maju, sepertinya dia tidak peduli apa kata orang. Dia merupakan orang yang memiliki kepribadian yang berani.
aku bisa memanfaatkan dirinya.
pelajaran pun dimulai, semua orang yang tadinya diluar kelas masuk dan belajar hingga tepat pada waktu istirahat datang.
...***...
pukul 09.15 waktu istirahat.
semua anak-anak kelas XII pun mengerumunin diriku. Sifat mereka yang penasaran itu membuat mereka buta akan apa yang ada di depan mereka.
anehnya, mereka sangat tenang ketika bertemu denganku. Dari semua orang yang ada dikelas ini, hanya satu orang yang tidak bereaksi. 'Anthony'
sepertinya dia adalah orang yang tidak cepat berinteraksi dan percaya kepada orang-orang baru.
salah satu anak mencoba duluan untuk berinteraksi.
"hai, kamu Daeva kan?" seorang lelaki itu bertanya kepadaku. Sungguh menjijikan, para siswa siswi ini bukan malah belajar namun mereka hanya fokus pada apa yang tidak pasti.
"i-iya" Semua orang teriak seperti sedang terjadi sesuatu, padahal hanya sekedar menjawab pertanyaan.
apa harus seheboh itu? mereka membuatku ingin memenggal kepalanya.
"hmm, kalo boleh tau kamu udah punya pacar belom?" pertanyaan bodoh macam apa itu? sungguh menjijikan.
baru saja ingin menjawab pertanyaan lelaki itu, tiba-tiba salah seorang gadis datang. Menerobos semua orang yang sedang mengeruminin Daeva.
"APAAN SIH LO PAKE ACARA NANYA-NANYA...MAU APA LO?! BASI TAU GA... UDAH TAU DIA BARU MASUK, PAKE ACARA NANYA -NANYA!! UHH GA TAU DIRI LOOOO!! DAEVA SINI IKUT GUE!!" kata perempuan itu, lalu menarik tangan Daeva dan membawanya ke suatu tempat.
tentunya ia membawa Daeva pergi jauh dari kerumunan, Daeva diam. Tak tau harus bagaimana.
Ia hanya memperhatikan kemana gadis itu akan membawanya. Langkahan kaki mereka berhenti didepan sebuah kantin yang sangat sepi.
perempuan itu masuk diikuti Daeva dari belakang. gadis ini, sangat berani. Ternyata masih ada siswi yang seperti dia.
"lo ga papa?" katanya.
"iya, saya ga papa..makasih yah" jawab Daeva.
"bukan apa-apa. btw, kenalin nama gue Lili. Salken yah," lili? saya sangat membenci bunga Lili.
"Daeva," membalas tangan Lili. "kalo boleh tau salken itu apa?" lanjut Daeva.
serius?
"hmm, itu istilah kami kalo baru ketemu orang baru. salken itu kepanjangan dari salam kenal" terlalu mendetail.
"ouh...ok ka"
"cihhh. ga perlu panggil gue kaka...kita kan seangkatan..." kalau gue panggil Lo beban mau gak?!.
"btw, lo pindahan asal mana?" lanjut Lili.
"korea... Li," terlalu lama tersenyum membuat urat-urat dipipiku sakit. Sialan.
"wahhh, daebak berarti lo bisa bahasa korea"
"hmm, iya hehehe..." tersenyum? komuk itu hanyaku gunakan ketika melihat orang-orang bodoh.
"btw, gue boleh ga panggil lo bibi?" panggilan bodoh macam apa lagi itu. Tidak tau diri.
"hmm, boleh kok..justru Daeva senang kalo ada yang panggil Daeva dengan nama panggilan sendiri.." tersenyum "hmm kalo boleh tau, ini tempat apa ?" lanjutnya.
"yah selamat datang di kantinku...yah walaupun banyak yang ga mau beli disini tapi saya tetap buka.."
"ouh..hehe saya suka kok dengan kantin ini..."
tiba-tiba tercium bau yang sangat menyengat, aroma yang sangat tidak enak dicium itu, menyebar ke semua tempat..entah dari mana kah itu, tapi aroma yang dihasilkan sangat menyengat. Seperti bau bangkai tikus...
"ti-tikus ma-mati...." padahal jika tiada orang itu, akan ku jadikan hiasan dinding.
sialan gue harus cari cara agar bisa muntahkan makanan ini?
ueeehhhggg...!
ueeehhhggg...!
sesuatu yang keluar dari mulut Daeva, sesuatu yang berwarna kekuningan dan kental. Lili panik melihat Daeva yang tiba-tiba muntah.
"bibi...sabar yah Bi saya buang dulu bangkainya" sialan... sebaiknya saya pingsan.
belum sampai 15 menit setelah membuang bangkai tikus, tiba-tiba Ia mendapati Daeva sudah pingsan di bawah meja dengan kondisi lemas.
Lili yang panik langsung membawa Daeva ke ruang UKS, dengan cepat. Meski badannya harus sakit karena mengangkut Daeva, ia tetap berlari secepat mungkin.
tak sampai 20 menit akhirnya ia sampai diruang UKS. Ia langsung menaruh Daeva di tempat tidur dan berusaha mencari bantuan.
tiba-tiba datanglah salah satu guru perawat, membantu menyadarkan Daeva. Lili yang sudah keringat dingin mulai khawatir akan kondisi Daeva.
sialan, bisa-bisanya dia berani menyentuh wajah dan badanku ini!
"apa yang terjadi...??" kata perawat bernama Rian itu.
"ta-tadi dia di kantin bersamaku...pas di kantin dia lihat tikus mati...tiba-tiba dia muntah dan langsung pingsan..." jawab Lili dengan gugup.
setelah diperiksa oleh Rian, dan diberikan perawatan. aishh, sepertinya saya harus segera membuka mata. Akhirnya Daeva bangun dengan keadaan masih terbaring lemas dikasur.
"bibi, Lo ga papa?? syukur lah kau sudah bangun..." tanya Lili khawatir.
"sepertinya, dia tidak bisa melihat darah, atau sesuatu yang mati...jadi usahakan agar dia tidak melihat itu lagi" kata perawat itu pada Lili. tapi sejujurnya aku bisa mencium darah itu meskipun bau..
"baik, pak"
"oh iya, dia harus beristirahat sampai dia sehat lagi... jangan ikut kelas jika dia masih merasa tidak enak." bagus, gue bisa menjalankan tugas ku.
perawat itu pun pergi meninggalkan Lili dan Daeva, Lili yang tidak tau harus apa hanya bisa memberikannya sebuah air mineral.
"Lili pasti sedih karena Daeva tiba-tiba pingsan... maaf yah" ucap Daeva khawatir.
"ga papa..yang penting sekarang Lo udah sadar...tenang aja nanti kalo masuk, gue bakalan bilang kalo Lo sakit dan harus nunggu di UKS sementara..." ucapnya sambil memeluk Daeva.
15 menit setelah mengecek kondisi Daeva, akhirnya Lili berpamitan pada Daeva. Gadis kecil itupun pergi menuju kelasnya.
"capek juga, harus menyamar jadi anak polos. Bawaanya diam terus" ujar Daeva tersenyum licik.
"kalau saja ini bukan penyamaran sudah kurobek mulut-mulut mereka!"
Daeva pun berjalan menyusuri ruangan komputer yang tak jauh dari UKS.
sesampainya di ruangan komputer ia segera menyalakan salah satu komputer itu, tak lupa gadis kecil itu mengambil sebuah flashdisk yang akan ia pasangkan ke salah satu komputer tersebut.
"jadi, ternyata dia berada disini? impresif.. perlahan-lahan, namun tidak lama! suatu hari dia akan menjadi koleksi dari foto-fotoku" ucap Daeva setelah menatap ke layar komputer.
...***...
setelah pulang sekolah, semua murid SMA NEGERI 1 akhirnya berlarian pulang, layaknya semut yang sedang mencari makan di rumputan. Begitupun dengan Lili dan Daeva, karna kondisi Daeva masih kurang bagus Lili pun mengantar Daeva sampai di depan jemputanya.
"makasih yah Li"
"ga papa...udah Lo masuk, pulang kerumah, makan baru istirahat...ok". apa dia harus sekhawatir ini?! ughh, yang seharusnya dia khawatirkan adalah dirinya sendiri. Dasar bodoh!
"baik..." kata Daeva lalu masuk kedalam sebuah mobil berwarna hitam besar. Akhirnya selesai juga penyamaran ini.
setelah masuk kedalam mobil, Daeva langsung duduk dan berbaring dikursi-kursi mobil sembari melepaskan sepatunya.
"bagaimana hari pertamamu nyonya?" ujar Lyan.
"tentu saja, sangatlah buruk! para siswa-siswi itu sangatlah bodoh! dan ceroboh! bolehkah aku membunuhnya?!"
"tentu saja tidak nyonya. Jika nyonya membunuh mereka, penyamaran nyonya akan te_
"aku menemukannya!"
"yah, nyonya?"
"bajingan itu, ada disekolah. Dia bertugas sebagai kepala sekolah. Perlahan-lahan aku akan membunuhnya. Siapkan mobilku saat sudah sampai, aku ingin melampiaskan kemarahan ini!"
"tentu nyonya.."
...***...
malam, pukul 22.00 waktu Indonesia barat.
TAP...!
TAP...!
TAP...!
suara langkahan kaki seseorang.
seorang gadis, berjalan di atas tangga menurun menyurusuri anak tangga. Ia berjalan menuju salah satu ruangan yang gelap dan sempit.
"TOLONGGGG!!!! SIAPA PUN TOLONG...."teriak seorang pria dari sebelah sana...
namun, bukannya menolong gadis itu malah diam dan tersenyum kecil.
HAHAHAH!!!
HAHAHAH!!!
Suara tertawa yang semakin besar itu mulai bergema. Membuat siapapun yang mendengar akan merinding dan berkuduk.
gadis itu menghampiri pria itu, dan menusuk pisau di kakinya, kaki pria itu mengeluarkan darah yang sangat banyak hingga memenuhi ruangan.
"hentikan... kumohon...ampuni saya nyonya...." kata pria itu sembari sujud di hadapan gadis itu ...
"hmm, harus ku apakan yah dirimu?? membunuh??" kata gadis itu sambil tersenyum kecil.
"jangan nyonya...saya mohon biarkan saya hidup..." jawab pria itu sambil menangis. Namun, gadis itu hanya diam, dan duduk di hadapan pria itu.
"baiklah..." kata gadis itu membuat pria itu senang.
"trimakasih nyonya, trimakasih saya ak_"
"tapi keluargamu yang akan saya bunuh..." potong gadis itu lalu bangkit dari duduknya.
pria itu kaget lalu berusaha untuk menahan kaki gadis itu. "tolong jangan bunuh keluargaku...bu-bunuh saya saja nyonya..."
"hmm...bagaimana yah... tapi, yah baiklah jika itu permintaan mu..."
pria itu pun bersiap-siap untuk menenangkan dirinya dan merelakan hidupnya, di tangan gadis itu.
takdirmu tidak akan berubah!!... lagi pula kau akan mati....!!
"ada kata terakhir??" tanya gadis itu mempersiapkan pisau besarnya.
"tolong sampaikan kepada keluargaku, kalau saya menyayangi mereka..." jawab pria itu sambil menutup mata.
"tentu"
SHETTT!!!
kepala pria itu putus, dan dia pun akhirnya mati ditempat yang tidak sepantasnya.
"sial, pisaunya terlalu kecil..." sadis. gadis itu pun mulai membelah dada pria itu tanpa ada rasa takut sedikit pun. Ia lalu mengambil sejumlah organ-organnya dan dimasukan kedalam botol kaca, yang tepat berada di sampingnya.
"Lyan..."
"ya nyonya...."
"bersihkan darahnya...saya mau keatas dulu." ucapnya lalu membersihkan bajunya yang kotor akibat darah sang pria. "oh dan jangan lupa, buatkan saya sejumlah jus yang segar....saya sangat haus" lanjut gadis itu lalu berjalan naik keatas rumahnya.
hasjrat untuk membunuh membuatku semakin melunjak, apalgi saat melihat darah pria itu.... ahhh sunggu menyenangkan. melihat mata yang indah itu, membuat ku ingin mencungkil dan mengoleksinya ...
namun sayang, semua itu butuh proses... targetku sekarang adalah orang-orang yang lemah dan para siswi-siswi itu....
betapa bodohnya mereka... tapi itu menyenangkan. aku ingin lihat seberapa tangguh mereka! ...perlahan mereka akan tiada...semua yang disekolah itu.
**hiii guyss, komen dibawah tentang episode special ini yahhh... semoga dilancarkan rezeki yang baca, komen, vote, dan like... aminnn
sehat-sehat selalu teman-teman
#daeva #episodespecial1 #komen #vote #like #hadiah #behindthescane**