
Nova kini duduk di bangku kantin sambil menatap tajam sahabatnya Sasa, Sasa gadis itu hanya diam dan menatap Taa dan Nova bergantian, ia menarik napas sesaat dan menghembuskannya.
"Gua kembali dari pertukaran pembelajaran sebenarnya kemarin" jawab Sasa. Ia tahu bahwa Nova menatapnya tajam karena tidak memberitahu bahwa ia telah selesai dengan pertukaran pembelajaran.
"Tapi kenapa lo ngak beritahu kami?" tanya Taa
"Rencananya mau beri kejutan, eh malah gua yang dapat kejutan" jawab Sasa menatap Nova untuk menjelaskan bagaimana ia bisa mendapatkan Black Card dari The Mask.
Nova menarik napas dalam, ia mulai menceritakan semuanya pada Sasa, Sasa hanya diam dan mendengar semua penjelasan Nova.
"Hanya karena melihat pembulian?" tanya Sasa dan di angguki Nova "tapi yang gua rasa bukan itu aja penyebab mereka menargetkan lo No" lanjut Sasa.
"Ah sudalah, lo berdua bisa bantu gua ngak?" tanya Nova
"Bantu apa?" tanya Sasa dan Taa bersamaan.
"Kita kerjaiin balik The Mask" jawab Nova membuat Sasa dan Taa membulatkan mata mereka karena kaget dengan ucapan Nova.
"Lo gila No?" tanya Taa
"Gua waras ko" jawab Nova
"Lo sekarang lagi berurusan dengan Zaki bukan orang gila" ucap Sasa
"Dia juga manusia buat apa gua takut" jawab Nova
"Lalu rencana lo apa?" tanya Taa sedangkan Nova hanya tersenyum penuh arti menatap kedua temannya.
"Lo tau si Zaki biasanya kesekolah ada jemputan atau dia bawah mobil sendiri?" tanya Nova membuat kedua temannya kembali menatap penuh selidik, sungguh gadis ini sama gilanya dengan Zaki, begitulah pemikiran Taa dan Sasa.
"dia bawah mobil pribadi" jawab Taa
"Jangan bilang lo mau kempesin ban mobilnya" ucap Sasa, Nova tersenyum mengangguki perkataan Sasa.
Tarikan napas pasrah keluar dari mulut Sasa dan Taa "ok deh kami bantu, lagi pula gua ada sedikit masalah juga sama mereka" seru Sasa
"Gua ikut rame aja" lanjut Taa
Dilain tempat Zaki tengah memandang taman belakang sekolah, pikirannya kini di penuhi dengan sejuta rencana yang berada di kepalanya, Keynan Kelvin, dan Arjun hanya diam dan menatap teman mereka.
"Apa lo sangat membenci gadis itu?" tanya Arjun
"Tentu" jawab Zaki "saking bencinya gua ingin sekali menghabisinya" lanjut Saki
"Ngak akan, lo bertiga punya rencana
ngak buat balas gadis menyebalkan itu?" tanya Zaki
"Gua punya rencana tapi, apa lo akan setujuh?" tanya Kelvin
Zaki terdiam sesaat "apa itu?" tanyanya
"Pindah kelas, jika kita pindah kelas akan sangat mudah membalasnya" jelas Kelvin
"Itu ide yang bagus, gua setujuh. Beritahu pak Naf buat urusin pindah kelas kita segera, bila perlu hari ini juga" ucap Zaki
Dikelas Nova menekuk wajahnya dengan malas sambil menatap keluar, sedangkan Taa sedang asik mencoret-coret bukunya entah apa yang kini di tulis dalam bukunya, lalu Sasa ia kini sedang asik dengan membaca Novel terbarunya.
Pintu terbuka dan menampkan sosok pria paru baya yang masih sangat muda ialah Abdullah naf'an sya'ban guru tertampan di SMA Xavier, wali kelas XI- Ipa 2 dan bahkan menjadi incaran guru-guru wanita satu sekolah.
Pak Naf memasuki kelas bersama dengan empat pria tampan yang sudah bisa di kenali siapa mereka.
"Nova lihat, bukannya itu...." ucap Taa menyenggol lengannya Nova untuk menatap kearah depan.
"The Mask" pekik Sasa membuat Nova berbalik dengan cepat menatap ke depan.
"Sialan" umpat Nova
"Baik anak-anak hari ini ada 4 siswa pindah ke kelas ini, untuk itu tempat duduk kalian akan di atur ulang" ucap Pak Naf membuat semua murid dalam kelas memekik senang berbeda dengan tiga gadis ini Nova, Taa dan Sasa yang hanya menatap tidak percaya.
"Tapi pak, kenapa harus mengubah tempat duduk kami?" tanya Sasa
"Mereka kan bisa mencari tempat duduk lain, pindah kelas aja bisa berarti cari tempat duduk juga bisa kan" tambah Nova
"Pak harus memisahkan tempat duduk mereka agar nanti mereka tidak membuat masalah" jelas Pak Naf
"Merekalah masalahnya" gumam Nova
"Baiklah Arjun duduk di paling belakang bersama dengan Cika, Kelvin bersama dengan Taa di tengah pojok kiri, Keyan di posisi depan bagian Kanan bersama dengan Sasa, dan Zaki bersama Nova di belakang tempat duduknya Keynan dan Sasa" jelas Pak Naf "mulai hari ini kalian akan duduk seperti ini, jika ada yang berani mengantinya maka satu kelas ini akan di hukum" lanjut Pak Naf menjelaskan.
"Permainan di mulai" gumam Zaki
"Nasib sial gua sepertinya udah di mulai" batin Nova
TBC