THE MASK

THE MASK
gagal



Pagi pukul 06.00 waktu Indonesia barat.


Seorang gadis tengah mempersiapkan segalanya, dan berusaha untuk menata pakaiannya. Dan sesuatu yang lebih penting. ekspresi wajah.


"Lyan, ingat apa tugasmu...jangan mengecewakan diriku!" ucap Dela memerintah Lyan, pelayanannya.


"baik nyonya...tapi?" Lyan menggantung perkataannya.


"kenapa? tenang saja, masalah ekspresi dan sikap sudah menjadi profesional bagiku. Kau pikir aku tidak pandai dalam memakai topeng??"


"tidak nyonya..."


"baiklah, kalo begitu aku pergi dulu." ucap Dela lalu meninggalkan Lyan.


...***...


pukul 10.30 berlalu.


Anthony kehilangan jejak orang itu, namun anehnya ia malah menemukan gedung terbengkalai yang tidak dihuni siapa pun.


gedung itu nampak tinggi dan tidak berpenghuni, merasa ada yang kurang beres Anthony terpaksa kembali tanpa apa-apa.


"bagaimana??apa kau dapat dia.." tanya Lili sambil ngos-ngosan akibat kecapaian.


"gue kehilangan dia..." jawab Anthony "ehh mana Daeva??" lanjut Anthony setelah sadar jika Lili hanya sendiri.


"di-dia...tadi jatuh dan bilang akan menyusul... entahlah"


Anthony yang mendengar jawaban lili itu pun panik dan langsung pergi mencari Daeva.


namun Tiba-tiba, baru saja ingin melangkah dia mendapati seorang gadis dengan luka kaki besar di sebelah kanan berkeringat.


Daeva. Orang yang masih bisa berlari menyusuri mereka berdua meski kakinya lecet.


"a-anthony, maaf saya telat..." kata Daeva, gugup. Sedangkan Anthony hanya diam dan berjalan ke arahnya.


betapa kagetnya daeva melihat Anthony yang tiba-tiba mengangkatnya ala bridal style.


daeva yang kaget cuman bisa diam dan melihat tatapan Anthony. Tatapan tajam itu.


ia membawa Daeva ke toko yang tadi ia datangi diikuti Lili.


sesampainya di toko, ia langsung menurunkan daeva di kursi lalu pergi ke dalam toko mengambil kotak p3k.


"udah tau, kaki lecet masi juga jalan..." ucap Anthony sambil mengoleskan obat di kaki Daeva.


"ma-maaf"


"karna rumah lo dekat di rrumahku, lo singgah aja.."


"iya bi, ada gue kok "sambung Lili.


"makasi ya "


tak lama setelah mengobati Anthony pun langsung memanggil taksi agar dapat sampai dirumah dengan cepat.


lagian jika pergi dengan berjalan kaki, itu akan memakan waktu karena, kaki Daeva lecet.


...***...


pukul 11.00 waktu indonesia barat.


Anthony, Lili, dan juga Daeva sampai di rumah Anthony. Karna waktu menunjukan pukul 11 siang Anthony langsung memasak makanan untuk Lilli dan Daeva.


"kalian makan dulu, baru pulang" ucap Anthony sambil memasak.


"baiklah...btw kok rumah lu ga dibersihkan....?" tanya Lili selagi membersihkan ruang tamu Anthony.


"biarlah..." uacp Anthony datar. Sedangkan Daeva ia hanya fokus dengan dua foto di atas meja.


ia melihat satu keluarga duduk tersenyum, dan satunya lagi seorang gadis yang duduk sambil main piano.


namun, tiba-tiba Daeva teralihkan dengan sebuah boneka yang ada di belakang foto. Baru saja ingin melihat lebih dekat, ia langsung dikagetkan dengan bunyi piring yang di taruh dimeja.


"ayo, makan..." ucap Anthony lalu duduk dikursi diikuti kedua gadis itu.


" anthony ?"panggil Daeva di sela-sela makan .


"hm.."


"kalo boleh tau...siapa wanita paruh baya yang sedang memainkan piano itu??" kata Daeva sambil menunjuk foto yang ada di atas meja.


"itu..." Anthony menggantung perkataannya "ibuku." lanjut Anthony.


"ibunya Anthony meninggal saat dia masih umur 7thn "sambung Lili.


"ouhh, ma-maaf Da-daeva ga bermaksud untuk bertanya..."


"tidak papa...lagian itu juga sudah lama." jawab Anthony tersenyum.


"jadi...apa kita harus menyerah begitu saja??" tanya Daeva lagi.


"kita tidak bisa lebih jauh lagi...hanya itu kemampuan kita " jawab Lili.


"betul...jika pun itu, itu sudah takdirnya..." sambung Anthony.


saat mendengar perkataan Lili dan Anthony, Daeva tampak diam dan memasang ekspresi sedih. Mungkin, dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu korban 87.


15 menit kemudian.


Daeva dan Lili pun pamit, dari rumah Anthony. Karena daeva punya rumah dekat dengan rumahnya Anthony ia bisa berjalan dengan baik.


"daa..." ucap Lili dan Daeva.


Anthony pun hanya membalas dengan melambaikan tangan. Tak lama, setelah melambaikan tangan Anthony di kagetkan dengan sendal yang ada di depan rumahnya.


ia pun langsung bergegas masuk, untuk melihat siapa orang itu. Bukannya penculik, tapi justru ia mendapati seorang wanita paruh baya sedang menaru bahan makanan dikulkas.


"bibi...??"


"oh...kau sudah datang?? bagaimana sekolahmu??" jawab Irno, bibi Anthony.


"baik...kenapa bibi datang?? bibi tidak sibuk??" jawab Anthony lalu duduk di kursi.


"ehmm, bibi cuti satu hari...supaya bisa lihat kamu" jawab Irno lalu duduk di depan Anthony "dimana ayahmu??" lanjut Irno.


"dia hilang..."


"hilang??? kenapa kau tidak laporkan pada polisi?? atau dia hilang karna perempuan??"


"cih...bibi dengar, sekarang ada kasus baru yah??"


"hmm, pelakunya masih belum ditangkap..."


"itulah mengapa....kau harus jaga dirimu!!! pergi tidur sana...biar bibi yang bersihkan..." ucap Irno menyuruh Anthony tidur.


sedangkan anthony, ia masih saja memikirkan tentang apa yang dikatakan Daeva. Sejujurnya ia masih ingin mencari petunjuk dan menyelamatkan korban tersebut, namun apa yang dia bisa lakukan...


...***...


pukul 20.00 malam.


Anthony dan Irno sedang makan, sambil menikmati tontonan tv, keheningan membuat anthony yang canggung itu pun membuka suara.


" bi..."


"hmmm" jawab Irno sambil memakan nasi goreng nya .


"menurut bibi , apa arti dari pemimpin kita?"


"pemimpin??"


"iya..."


"menurut bibi , sih semacam presiden gitu...dia kan pemimpin negara..."


mendengar perkataan Irno, Anthony langsung teringat akan teka-teki yang ditemukan Daeva.


"kalo begitu...arti dari tempat yang tinggi dapat di jangkau manusia, namun tak pernah turun karena kayu yang merapat. jika dia turun maka akan terjadi mala petaka, itu apa??"


"emmm, gedung?? gedung kan tempat yang tinggi dan dapat dijangkau manusia...bisa juga aprtemen..." jawab Irno sambil mengingat. mendengar jawaban Irno, Anthony langsung pergi mengambil hp, jaket, dan tak lupa sepatu.


"bibi...Anthony pergi dulu..." ucap anthony tergesa-gesa.


"HEII, KAU MAU KEMANA?!!! FILMNYA BELUM SELESAIIIII!!!!" teriak Irno, ketika melihat Anthony meninggalkan nya.


sedangkan, Anthony ia bergegas ke rumah Lili untuk memberitahukan jawaban dari teka-teki tersebut.


tempat tertinggi \= gedung


pemimpin \= kepala sekolah


kepala botak \= deskripsi dari fisik, pak Turman.


"LILI!!!!!!! " teriak Anthony dari depan rumah Lili, membuat seluruh keluarga Lili kaget.


"ihhh, thon Lo kenapa sih...malam-malam begini teriak-teriak?? keluarga gue marah tuh..." jawab Lili setelah keluar dari rumah.


"Lo ikut, gue sekarang...gue mo jelasin sesuatu..." ucap anthony lalu menarik tangan Lili. Alhasil Lili yang masih memakai baju daster itu pun terpaksa mengikuti Anthony tanpa mendengar penjelasan darinya.


...***...


pukul 20.59 di jalan.


Lili yang sudah tak tahan lari bersama Anthony itu pun menghempaskan tangan Anthony.


"MAKSUD LO ITU APA SIH THON...LO GA LIHAT GUE MASIH PAKE DASTER DAN LO UDAH NARIK- NARIK GUE..." teriak Lili, marah.


"Li...ntar gue jelasin dulu yah...pokoknya kita harus pergi dulu ke gedung kosong itu, sebelum pelaku itu datang..."


"jelasin dulu!!! kalo Lo ga jelasin gue ga mau pergi!!!"


mendengar perkataan Lili, Anthony hanya bisa pasrah dan memberikan waktu untuk penjelasan.


"gue udah tau jawaban dari teka-teki tersebut..." Anthony diam. "tempat tinggi yang dimaksud itu adalah gedung kosong yang tadi kita lihat... pemimpin yang dimaksud adalah kepala sekolah kita, pak Turman...dan arti tentang kepala botak itu...adalah deskripsi dari fisik pak Turman..."lanjut Anthony.


"ja- jadi..."


"yah betul...korban selanjutnya adalah kepala sekolah kita sendiri...jadi kita harus cepat...." ucap Anthony lalu menarik tangan Lili lagi.


waktu, menunjuk pukul 21.15 itu artinya waktu yang ada bagi mereka berdua hanya sedikit.


dan mereka harus ada tepat pukul 21.22 pas, waktu tersisa 10 menit lagi.


flasback time


pukul 21.00 malam.


seorang gadis tengah bersiap-siap di kamarnya menunggu kedatangan seorang pria berkepala botak datang.


tak sampai 15 menit, Lyan sang pelayan sudah membawakan mangsanya yang paling berjasa itu.


"TOLONG....TOLONG SAYA...." ucap, pak Turman orang yang diculik Lyan.


"maaf...tapi disini tidak menerima penyelamatan...siapa pun yang akan masuk ke dalam rumahku, mereka semua adalah orang yang tidak akan bisa keluar lagi..." jawab Dela sambil tersenyum licik.


"ka-kau..."


"yah...ini adalah diriku! bawa dia kita akan mensuprais mereka berdua....HAHAHAA....."


flasback off


di depan gedung, Lili dan Anthony bergegas untuk naik anak tangga, namun sayangnya saat ingin menaiki tiba-tiba kaki lili tertusuk paku.


alhasil kaki Lili mengalami pendarahan yang cukup banyak.


"Li..."


"per-pergi lah...gue tunggu disini..." ucap Lili menyuruh Anthony bergegas menyelamatkan pak Turman.


jika saja gue tau dari awal....pasti...tidak akan begini...


BRAKKKKK!!!!!!!


bunyi sesuatu jatuh dari atas ketinggian, membuat semua orang yang berada di bawah panik dan teriak ketakutan.


Anthony yang mendengar perkataan itu pun langsung mempercepat jalannya. Dan betul saja, saat ia sampai di atas gedung ia melihat seorang pria berkepala botak itu jatuh dengan posisi tengkurap.


hingga....


*bersambung....


hai guys...bagaimana kabarnya??? mohon saran tentang ceritanya yah...supaya bisa digunakan untuk perbaikan karya....kalo ada typo atau apa mohon bantuannya dan sarannya, trimakasih ^^


#pakkepala sekolah #polisi #daeva #anthony #lili #perpustakaan #pembunuhan #tekateki