THE MASK

THE MASK
layaknya drama



tok!


tok!


tok!


ketuk seseorang di balik pintu rumah Lili.


"siapa??" ujar Lili melihat ke arah jendela luar.


didapatinya seorang gadis yang masih memakai baju sekolah sedang membawa makanan.


ceklek!


Lili membuka pintu rumahnya mempersilahkan gadis itu masuk.


"ada apa, bi??" tanya Lili setelah melihat kedatangan Daeva.


"hehehe ga papa kok Li, Daeva cuman pengen bawa makanan buat Lili " jawab Daeva seraya memberikan makanan pada Lili.


"makasih yah, udah merepotkan" ucap Lili lalu membawa makanan tersebut ke dapur.


"btw , ngapain nih?? apa masih sakit??" tanya Daeva memperhatikan Lili.


"hehehe, lagi maraton drakor..." jawab Lili sambil menunjukan layar laptopnya.



"drama apa itu??" tanya Daeva heran .


"boyah...masa Lo ga tau?? ini tu drama "Mouse" udah lama end tapi gue masih suka...btw semua tentang piskopat gue pelajari disini loh..." ucap Lili menyombongkan diri.


"hehehe soalnya saya jarang nonton drakor ...btw kalo boleh tau pesan yang terkandung apa??" ucap Daeva.


"hemm apa yah?? jadi the mouse ini tuh menceritakan tentang piskopat yang suka banget nyeberin teka-teki, pokoknya di tuh teliti nan gesit...kek pelaku yang sekarang ini , bedanya si piskopat yang ada di drama ini pernah sempat berubah karna kecelakaan, kecelakaan itu tuh buat dia pingsan dan lupa akan masa lalunya . karna lupa akan masa lalunya ia mulai berbuat baik, panjang deh ceritanya, tapi intinya si piskopat ini nantinya jadi orang baik dan di terima sama Tuhan!"


"jadi menurut mu, seorang piskopat bisa berubah??"


"iyupss, itu semua kuasa Tuhan. tidak ada yang tidak mustahil bagi Tuhan..." jawab Lili "btw mana Anthony tumben dia ga jenguk gue..."


"ohh betul...dia sedang pergi cek foto dan bahasa..."


"bahasa? foto?? apa kalian dapat teka - teki lagi??"


"iya , cuman tidak seperti kemarin.."


"seperti apa??"


"kali ini teka - tekinya berubah foto kek lokasi...tapi ga tau lokasi itu dimana saja...dan pas lagi lihat - lihat itu ada salah satu foto yang dibelakangnya ada tulisan...tapi ga tau lukisan apa..."


"berarti foto it_"


"Berita terkini, seorang CEO dari perusahaan BBCD dinyatakan hilang pada malam pukul 20.30 kemarin. para saksi berkata bahwa korban sempat melakukan peresmian perusahaannya, tadi malam di hotel xxx. pelapor berkata jika DS CEO perusahaan BBCD tidak pulang tadi malam . polisi sekarang sedang menyelidiki!" ucap reporter dari tv Lili.


"CEO?? ohh yang kemarin tuh...wahh masa dia bisa hilang?!!! padahal kan ada bodyguard nya... sepertinya ini orang dalam..."


"kemarin?? bagaimana kau bisa tau??"


"yahh kemarin saya sempat lihat beritanya...dia tuh CEO dan mantan dari raja lohh, dan kau tau bagaimana ku bisa tau??" ucap Lili pelan "sini Deket-Deket " lanjut Lili membuat Daeva langsung mendekati ke Lili.


"jawabannya, gue dapet dari drakor..." bisik Lili pada Daeva.


sontak Daeva yang mendengar akan hal itu langsung kaget dan memukul Lili mengunakan bantal kursi.


yah dan akhirnya mereka bersenang senang, lalu happy ending... sayangnya itu adalah keinginan ku... namun kenyataannya berbeda.


disisi lain Anthony dan Jonas tengah mencari arti tulisan yang berada di belakang foto, namun dari sekian banyaknya penerjemah tak ada satupun orang yang dapat menerjemahkan bahasa tersebut.


hingga pada akhirnya mereka memilih untuk duduk di kedai terbuka, dan mengembalikan pikiran mereka.


"Apa kau punya kamus??" tanya Jonas pada Anthony.


"kamus apa?? bahasa Inggris?? ada di hpku..."


"bukan maksud ku google translate??"


"punya tapi... bagaimana kita mau mentranslatenya sedangkan kita tidak tau arti dari bahasa tersebut..." jawab Anthony membuat Jonas tak berkutik.


"haruskah kita pergi ke perpustakaan??"


"ga usah...yang pasti tidak ada satu pun bahasa yang cocok dengan tulisan itu..." ucap Jonas sambil meminum kopi.


...***...


PIPIP!!!!!!!!!!!!!!!!


bunyi klacson mobil, membuat seorang gadis yang tengah menyelamatkan kucing itu pun kaget.


"LO NGAPAIN DI SINI?!!! LO MAU DIGILAS?!!!" ucap Jonas marah.


"Daeva??" gumam Anthony didalam mobil. Anthony yang melihat Daeva itu pun langsung turun, menghampiri mereka berdua.


"ma-maaf ka..sa-saya lagi menolong kucing ini..kakinya pincang..." ucap Daeva takut.


"kau sangat baik sampai nyawamu hampir melayang ." ucap Anthony.


"oh Anthony apa kau sudah menemukannya??" tanya Daeva setelah melihat Anthony.


"belum...dari mana kau?? kenapa kau disini?? gue pikir Lo di rumah Lili..."


"ayok ikut gue...sekalian gue antar Lo pulang!" ucap Anthony menyuruh Daeva.


mendengar perkataan Anthony, Daeva hanya diam mengikuti suruhannnya tak lupa ia juga melepaskan kucing jalanan itu dan memberikan makanan padanya, sebelum masuk ke dalam mobil.


ditengah jalan yang senyap Daeva tiba-tiba menyuruh Jonas untuk berhenti. bukan didepan rumahnya melainkan didepan seorang nenek yang sedang berjalan mengangkat gerobak bersama seorang anak kecil.


nenek itu tampak lesu, dan capek. Daeva segera membelikannya beberapa minuman dan makanan dan memberikanya pada nenek tersebut.


"ini nek..."ucap Daeva seraya memberikan minuman. namun bukannya mengambil minuman, nenek itu justru diam.


"nenekku ga bisa berbahasa Indonesia ka..." ucap seorang anak kecil.


"hah?? terus bahasa apa dek??"


"dia bisanya bahasa amhara..."


"ouhh... ini" kata Daeva sambil menyodorkan makanan dan minuman "untuk kamu dan nenekmu.."


"makasih yah ka...aku juga punya " kata anak kecil itu sambil memberikan batu berwarna hijau kebiruan "batu ini merupakan keberuntungan, selain mendatangkan keberuntungan bisa juga untuk melindungi Kaka..."


daeva terdiam sambil melihat batu itu "makasih yah.." lanjutnya lalu pergi meninggalkan nenek dan anak kecil itu.


flashback time


"thon...dia siapa??" tanya Jonas melihat Daeva berbicara bersama nenek.


"dia, dia teman kelasku..."


"Lo suka sama dia??"


"apaansihh orang dibilang cuma teman..." jawab Anthony sambil melirik Daeva.


"dari tatapan mu itu aja gue udah tau..."


"ga!!" Anthony mengalihkan pandangannya.


"cieee, ternyata tuan muda yang cool nan jutek ini ternyata menyukai seseorang..." ganggu Jonas.


"diam!!" teriak Anthony, berusaha menyembunyikan senyuman nya.


flashback off


setelah kembali ke dalam mobil Daeva langsung memberikan batu itu pada Jonas.


"buat apa ini??" tanya Jonas pada Daeva.


"ahh itu tadi batu pemberian anak kecil...simpan aja, sapa tau Kaka bisa menggunakan nya.."


"kau tidak mau?? padahal batu ini cukup bagus..tapi rejeki ga boleh ditolak..." kata Jonas lalu menaruh batu itu didalam saku celananya, lalu menjalankan mobilnya. yah tepat di siang itu mereka sama sekali tidak menemukan petunjuk apa pun.


dan akhirnya masing-masing dari mereka memilih untuk pulang ke rumah nya, begitu pun dengan Daeva.


...***...


malam, pukul 23.00


seorang gadis dengan rambut ikat dua sedang menonton film di laptop . gadis itu nampak menikmati filmnya hingga suatu saat, ia mendengar adanya gesekan besar dari pagarnya.


tak takut gadis yang hanya memakai baju piama putih itu keluar dengan menggunakan senter.


BUGHH!!!


suara pukulan dari balik pagar rumah Dela.


Dela yang memutuskan untuk melihat lewat lubang pagar itu melihat adanya segerombolan preman yang ternyata sedang menghambisi seorang pria.


"apa yang kalian lakukan?!" ucap Dela setelah keluar dari pagar.


bukan malah takut para preman itu justru mendekati Dela, mereka bahkan berani memegang paha Dela.


"HEII gadis kecil?!! mau bermain dengan paman??" ucap ketua geng sambil merangkul pundak Dela.


"Lyan...apa kau tidak tau cara memukul?! kenapa preman segampang ini kau tidak bunuh saja?" ucap Dela tenang.


"bunuh?!! aku akan membunuhmu duluan!!" ucap ketua geng sambil mengeluarkan pistol .


sayangnya, Dela sama sekali tidak ketakutan. Dia justru mendekat ke pistol yang dipegangi preman itu.


"tembak!! jika kau berhasil..." ucap Dela pelan. para preman itu kaget mendengar perkataan Dela, ketua geng dari preman tersebut tak berani menembak.


yah mereka preman abal-abalan. Dela yang melihat perlakuan preman itu hanya tersenyum licik, mereka tidak tau siapa dia dan dengan siapa mereka sedang hadapi.


dengan cepat Dela langsung merebut pistol dan langsung mengarahkannya pada dahi ketua geng tersebut.


"bagaimana?? haruskah aku yang membunuhmu?!" kata Dela, tersenyum licik.


"ishhh sialan...da_"


DORR!!!!


*bersambung....


makasih yah guys udah mampir dan udah memberikan saran pada saya...saya sangat berhutang Budi pada kalian...semoga kedepannya banyak yang ngelike ceritaku yah 🤗 salam sehat semuanya.


#pembunuhan #foto #polisi #drama #Daeva #anthony #lili #jonas #amhara #themouse #lyan #preman.