THE MASK

THE MASK
kasus terbaru



pukul 14.15 siang.


waktu dimana Daeva, Lili, Anthony, dan Jonas menerima paket.


paket yang berukuran sedang itu, dibuka Jonas tanpa ragu. Sedangkan Anthony, Daeva, dan Lili waspada akan teror atau bom yang diletakkan dalam kardus tersebut.


dan ternyata isi dari kardus tersebut adalah flashdisk yang entah apa isinya.


"coba putar..." ujar Anthony pada Jonas.


Jonas pun langsung memutarkannya di sebuah laptop hitam yang ada di atas meja.


saat membuka isinya terdapat sebuah dokumen bertulis "kebenaran" . Penasaran dengan isinya, Jonas pun langsung menekan dan melihat isi dari dokumen tersebut.


tampak seorang wanita berpakaian emas sedang duduk dengan mata yang ditutupi kain. Anehnya, seluruh badan gadis itu terdapat bekas tembakan dan tusukan.


melihat Video itu Jonas langsung menelpon pelapor dari CEO BBCD.


"baju itu, adalah pakaian dari CEO BBCD." ucap Lili setelah melihat Video tersebut.


"apa kau yakin??" tanya Anthony.


"hmm, malam itu saya menonton acara peresmian nya di tv dan memang baju itu adalah baju yang ia pakai saat peresmian nya..." jawab Lili.


"berarti dia sudah terbunuh tepat pada waktu peresmiannya..." ujar Anthony menebak.


"betul sekali...hal yang perlu kita lakukan adalah melacak dari manakah paket itu dan siapakah pengirim nya..."


"sudah kutelpon pelapornya...dia bilang benar, jika pakaian tersebut adalah pakaian Dari CEO BBCD." ucap Jonas menghampiri Lili, Anthony, dan Daeva.


"menurut ku... kita harus melacak siapa pengirim dan dari manakah barang tersebut datang." ujar Anthony pada Jonas.


"hmm...putra, cari tau siapa pak kurir itu!" suruh Jonas pada salah satu polisi bernama putra.


"baik, pak!"


"Anthony, periksa apakah kurir itu masih ada atau tidak.." ujar Jonas "Lili, Daeva, coba cari tau apakah ada petunjuk lain dari foto-foto itu!" lanjut Jonas pada dua anak remaja itu.


"baik" ujar mereka secara bersamaan.


...***...


siang, pukul 13.59, waktu Indonesia barat.


seorang pria, dengan postur tubuh gemuk, memakai baju merah dan celana hitam itu, tengah duduk dikursi sambil memainkan gamenya.


pria itu tampak cemas, ketika melihat pesan dari orang asing. "Queensland" orang asing dengan nama ID itu tiba-tiba menge-SMS pria itu, menyuruhnya untuk melakukan sesuatu.


Queensland:


apa kau bisa membantuku?


^^^Eric:^^^


^^^apa yang bisa ku bantu?^^^


Queensland:


aku ingin kau mengirimkan ku


sebuah paket kepada seseorang!


^^^Eric:^^^


^^^bisa. dari siapa, dan dimana?^^^


Queensland:


kau tidak perlu menuliskan


namaku. Aku akan membayarmu


10juta! bagaimana?


^^^Eric:^^^


^^^baik! tapi ingatlah, mengirim paket^^^


^^^dari seseorang yang tidak dikenal,^^^


^^^cukup susah! kau harus membantuku***!^^^


Queensland:


tentu saja.


itu sangat gampang...


^^^Eric:^^^


^^^baik, siapa nama orang penerima^^^


^^^paket itu? dan dimana kau Sekarang?^^^


^^^aku akan kesana.^^^


Queensland:


orang yang akan menerimanya,


Anthony, Lili, Jonas, dan Daeva.


temui aku di cafetaria.


seseorang dengan nama ID Queensland itu pun langsung memutuskan pesannya, dan bersiap-siap menunggu kedatangan sang kurir.


"haruskah ku buang dia di sungai?? nyonya?" ujar seorang pelayan pada seorang gadis.


"tidak perlu...jebak saja dia!"


"baik.."


...***...


setelah 15 menit berlalu, akhirnya Daeva mendapatkan petunjuk dari beberapa foto itu.


"kak! gue g_"


"SAYA DAPAT!!!!" teriak Daeva dari belakang. semua orang pun kaget, dan melihat tingkah laku Daeva yang menggemaskan itu. alhasil, dia langsung diam dan mengurung diri di bawah meja.


"petunjuk apa yang kau dapat?!" ujar Jonas menghampiri Daeva.


"i-ini..mungkin ini tidak terlalu berarti tapi dilihat dari foto ini, seperti tempat ini mirip dengan video yang ada di dalam Flashdisk" ujar Daeva memberikan foto yang di belakangnya ada tulisan.


"mana..." Jonas mengambil Foto Daeva, dan langsung mencocokkannya dengan video yang ada di dalam Flashdisk.


"Leo, segera lacak dimana lokasi yang ada di dalam foto ini" ujar Jonas pada Leo sambil memberikan foto yang tadi ia genggam.


"baik, pak!" Leo langsung mencari menggunakan laptop besar yang ada di depannya. tentu saja, semua anggota polisi yang ada di bagian center tentu saja harus bisa tau dalam teknologi.


"DAPAT!!" Jonas tegang, ia langsung pergi ke Leo dan melihat lokasi tersebut.


dan yah, lokasi tersebut ternyata cukup jauh dan penduduk nya juga masih sepi. maka tak heran jika mayat dari CEO tersebut ditemukan di lokasi tersebut.


"permisi, pak. saya sudah menemukan siapa orang yang tadi membawa paket!" sambung Putra.


"siapa?" seru Jonas.


"dia adalah, Eric, umur 25th, kerja sebagai kurir selama lebih dari 10th. tinggal di Polsek, nabarua. dia pernah hampir masuk penjara karna mengantar obat narkoba, dan meminum-minuman alkohol." jawab Putra secara rinci.


"baiklah, kerja bagus" ujar Jonas. "apa kau sudah temukan dimana lokasinya sekarang?" lanjut Jonas pada Leo.


"Sudah pak. sekarang dia berada di cafetaria"


"baiklah, kami kesana sekarang..." ujar Jonas lalu pergi bersama Anthony, Lili, Daeva, dan beberapa polisi.


...***...


pukul 14.36 soreh.


seorang pria dengan pakaian serba hitam itu tengah menghampiri salah seorang lelaki yang sedang duduk di dalam cafe.


lelaki itu tampak tenang, melihat pria itu datang. senyuman. senyuman yang penuh arti itu ia berikan pada pria yang memakai pakaian serba hitam itu.


"bagaimana?? apa sudah sampai?" ujar lelaki itu.


"i-iya sudah sampai, mereka tampak kaget dan langsung mengambil paket itu." ucap Eric.


"boss ku, sangat berterimakasih kepadamu. jika bukan karna dirimu, rencananya pasti akan gagal." ucap Lyan.


"i-iya..ka-kalau boleh tau, isi dari paket itu apa??"


"flasdick. kau tau seorang CEO BBCD itu, dia adalah orangnya. dia sekarang berada SP, didekat rumah yang biru yang didepannya terdapat tulisan "don't open" jawab Lyan. mendengar hal itu Eric kaget. ternyata paket yang ia kirimkan ini merupakan tindak kejahatan.


"di-dimana uang itu, aku butuh sekarang!" ucap Eric, berusaha untuk kabur duluan.


"tenang...uang itu sudah ada didalam kotak besar ini." jawab Lyan sambil menunjukan uang yang ada didalam tas berwarna hitam besar.


"aku permisi dulu...masih banyak yang harus saya lakukan." ujar Lyan meninggalkan Eric sendirian di cafetaria.


tak lama, setelah kepergian Lyan. tiba-tiba...


TIUNGGGG!!!


TIUNGGG!!!


bunyi suara mobil polisi, membuat Eric kaget. ia pun bergegas untuk lari. Namun sayangnya, ia tiba-tiba ditembak oleh Jonas tepat di kaki kanannya. alhasil, ia hanya bisa ngesot-ngesot meskipun kakinya yang satu ditembak.


BUGHH!!!!


tiba-tiba, Jonas memukul pipi Eric.


semua orang kaget melihat sikap Jonas yang tak terkontrol itu.


"HEI, KAU BAJINGAN!!! DIMANA KAU MENYEMBUNYIKAN MAYAT ITU!!!!" teriak Jonas pada Eric.


"sa-saya tidak tau apa-apa..."


"DASAR PENIPU!!!!"


BUGHH!!!


satu pukulan mengenai pipi Eric lagi. Melihat hal itu, Anthony langsung menahan Jonas.


sedangkan Lili, ia langsung pergi menahan Eric agar dia tak pergi lari.


semua orang menahan Eric dan Jonas, kecuali Daeva. dia tampak ketakutan, dan sedih.


"t-tolong...saya hanya melakukan apa yang disuruh orang itu..." ucap Eric.


"orang itu?" tanya Jonas.


"i-iya...di-dia..."


"dia..orang yang menyuruhku untuk memberikan paket itu, saya ga tau buat apa...saya hanya melakukan tugasku!" seru Eric.


"apa yang dia bilang?!" tanya Jonas.


"di-dia bilang, jika paket yang tadi itu isinya adalah video mayat seorang CEO. setelah itu dia pergi.."


"apa kau melihat wajahnya...?"


"i-iya...tapi sepertinya saya lupa.." jawab Eric gugup "ta-tapi dia sempat bilang, ji-jika mayat itu, sekarang berada SP, didekat rumah yang biru yang didepannya terdapat tulisan 'don't open' " lanjut Eric.


"baiklah...bawa dia ke kantor polisi, Anthony ikut saya..." ujar Jonas lalu masuk ke dalam mobilnya. diikuti Anthony, Lili, dan Daeva.


...***...


40 menit, setelah perjalanan.


keempat orang itu pun turun, dan sampai di SP tepat di rumah biru yang di depannya tertulis 'dont open' . keempat orang itu tampak sedang mewaspadai sesuatu. takut ada jebakan.


"Lili, Daeva. kalian ke arah kanan! aku dan Anthony pergi ke arah kiri!"


"baik" ujar Lili dan Daeva bersamaan.


mereka berpencar. sambil mewaspadai adanya jebakan. rumah kecil berwarna biru yang tampak sudah sangat-sangat lama itu mengundang perasaan horor. ditambah lagi halaman yang luas tanpa pagar, membuat bulu kuduk siapapun yang lewat akan merinding.


tak lama setelah berjalan, tiba-tiba mereka menyium aroma yang sangat menyengat. aroma bau bangkai dan bau anyir. membuat Daeva mulai terasa mual.


Anthony yang sepertinya sudah tau tentang ketakutan Daeva, langsung menghampirinya dan memberikannya sebuah masker. ia khawatir anak sekecil dia ini akan sakit hanya karna melihat mayat.


DEG!!!


mereka menemukan mayat CEO itu didalam peti yang berisikan banyak bunga mawar merah dan putih.


Anthony langsung memeluk Daeva tanpa memikirkan dimana mereka berada, ia memeluk dengan erat agar Daeva tak dapat melihat dan menyium mayat itu.


"tenanglah Dav...gue ada disini..." bisik Anthony pada Daeva.


dan...


*bersambung...


**terimakasih buat teman-teman semua, karna udah mau menyemangatin saya...meskipun saya pengen banget nyerah, karna ceritaku...kemarin sempat bangat di marah" ortu karna ngebuat cerita yang cuman sedikit orang ngelikenya... katanya percuma buat cerita yang jelek ini. padahal saya udah atur waktu buat belajar dan ga pernah telat.


trimakasih yah support nya🙂...semoga kedepannya saya ga menyerah lagi...


#kasus #cinta #peluk #pembunuhan #jebakan #jonas #putra #leo #lili #anthony #Daeva #lyan #rumah #center #polisi #ceo**