THE MASK

THE MASK
perasaan apakah ini?



Malam, pukul 19.00 setelah penangkapan Eric.


"jadi, kau bilang jika ada orang yang tiba-tiba menge-SMS dirimu, tanpa memberitahu siapa dirinya?" ujar Jonas, menghentakkan tangannya di meja.


"i-iya.. sejujurnya saat itu, saya sedang bermain game dilaptop. Tiba-tiba ada seseorang yang meng-SMS ku di web ilegal. ID nya Queensland." jawab Eric.


"nama ID nya Queensland, tapi orang yang kau temui adalah lelaki?" tanya Jonas heran.


"i-iya...dia juga pernah bilang, jika saya tidak melakukan perintahnya mungkin bossnya tidak akan bisa menyelesaikan rencananya"


"boss??" tanya Jonas heran. Rupanya selama ini orang yang melakukan kejahatan adalah orang yang berkudukan tinggi, tapi siapa?


"i-iya...ta-tapi, boleh kah jika aku dikeluarkan??"


"hmm, tentu tidak..Eric, kau ditangkap karna menerima uang dari orang asing sebanyak 100jt..kau berhak untuk menyewa pengacara" ucap Jonas lalu pergi meninggalkan Eric bersama rekannya.


"apa yang dikatakan orang itu??" tanya Anthony pada Jonas.


"ada sesuatu yang aneh...",


"apa??"


"dia berkata jika, orang yang memberikannya uang itu sempat berterimakasih kepadanya. karna dia, bossnya bisa melanjutkan rencananya. kupikir jika selama ini orang yang melakukan kejahatan adalah orang yang berkedudukan tinggi"


"kedudukan tinggi?" sambung Lili.


"hmm, sepertinya ini ada kaitannya dengan meninggalnya CEO BBCD" jawab Jonas "tapi, yang pertama yang perlu kalian lakukan adalah pulang segera..hari sudah malam!!!" usir Jonas.


terpaksa Lili, Anthony, dan juga Daeva pun pergi dan pulang ke rumah masing-masing.


...***...


40 menit berlalu..


tepat di depan rumah, tampak dua anak remaja. lelaki dan perempuan. Mereka tampak sedang berbincang dengan kejadian yang baru saja terjadi.


"ehmm, apa kau sudah baik-baik saja??" tanya Anthony khawatir dengan Daeva.


"hehehe, ga papa kok..." jawab Daeva tersenyum.


"baguslah..oh iya, jaket itu kau simpan saja nanti baru kembalikan"


"ga papa nih??"


"iya ga papa.." ujar Anthony membuat Daeva diam. Ia tidak tau apa yang ada di pikiran anak itu, tapi rasanya Daeva sedang membuat jantungnya berdetak kencang.


"ohhh, kau tersenyum..." ucap Daeva setelah melihat ekspresi Anthony padanya.


"e-enggak kok.." ujar Anthony menyembunyikan senyumannya "gu-gue pergi dulu, bye!" lanjutnya meninggalkan Daeva sendirian, di depan pagar.


dasar imut...batin Anthony.


flashback time


Seorang gadis tengah membuka ponselnya. gadis itu sangat tenang, melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


TING!!!


suara notifikasi pesan masuk.


stranger:


apa kau sudah lakukan tugasmu?


^^^Queensland:^^^


^^^*tentu, nyonya. aku sudah meng-SMS^^^


^^^dirinya. dan sudah ku, manipulasi dia*.^^^


stranger:


bagus...lakukan tugasmu!


dan jangan lupa, untuk codenya!


^^^Queensland:^^^


^^^baik, nyonya.^^^


pesan dinonaktifkan, gadis yang sedang duduk itu tampak bahagia setelah membaca pesan yang masuk. "rencana" kata yang selalu muncul dipikirkan membuatnya tambah semakin bergairah akan teka-teki yang ia buat.


flashback off:


Jonas yang sangat lelah itu pun akhirnya duduk di kursi, sambil menatap barang-barang yang ada di mejanya.


ia tampak memikirkan tentang apa yang tadi di katakan Eric.


"HEI!!" panggil seorang wanita dari depan.


"ohh, bagaimana apa sudah selesai??" tanya Jonas pada Christina.


"belum..." jawab Jonas sambil memejamkan matanya.


"tidak usah dipikirkan...kau tau jika semakin banyak berpikir kau akan pusing dan tidak bisa berpikir"


"menurutmu, apa selama ini pelaku dari pembunuhan 23 orang itu adalah orang yang sangat teliti dan berkudukan tinggi?"


"yah..mungkin bisa dibilang..bayangkan jika dia tidak teliti mana mungkin dia bisa membuat kalian kebingunga?" jawab Christina.


"bukannya membela pacarmu, malah membela pembunuhnya gimana sihh!!!" marah Jonas.


"hmm...gue kan hanya bilang, botak! bukan ngebela.."


"apa kau bilang..." belum sempat berbicara tiba-tiba Christina, sudah lari duluan. yah, mereka adalah sepasang kekasih yang unik. Jonas yang merupakan seorang polisi dan Christina yang merupakan seorang arkeologi. Perpaduan yang sangat indah.


...***...


pagi, pukul 07.00 waktu Indonesia barat.


DEG!!!


Bunyi bantingan meja yang sangat keras, membuat seorang gadis yang sedang tidur itupun terbangun. "lelaki" kata kunci dari suatu jawab.


"a-anthony??" tanya Daeva.


"gak, ga papa...tumben Lo tidur?" tanya Anthony balik, lalu duduk dikursinya.


"ehmm, tadi malam ga bisa tidur..." jawab Daeva lalu kembali tidur di mejanya lagi.


"bikin apa semalam??"


"ehmm, tadi malam sa-saya keinget sama mayat itu, ja-jadinya ga bisa tidur.."


"segitu takutnya Lo?" Anthony langsung membangunkan Daeva lalu menatap kedua matanya. Daeva yang masih setengah sadar itu hanya bisa menatap Anthony dengan mata yang disipitkan.


"kita bolos yuk..." Ujar Anthony membuat Daeva langsung melototinya. yah, Anthony anak yang kadang suka bolos kadang juga tidak. dibandingkan Daeva anak polos yang tidak mengerti apa itu bolos.


"bolos?? apa itu?"


"ehmm, bolos itu semacam kegiatan hiburan yang membuat kita senang..kek pergi gitu dari sekolah"


"tapi, kalau pergi tanpa ijin kan dimarah guru" ucap Daeva polos.


Aduhhh polosnya anak hamba...batin Anthony.


"diijan kok...tenang aja"


"baiklah..."


Anthony langsung memegang tangan Daeva dan langsung membawanya pergi keluar kelas. yah namanya bolos pasti tidak mungkin ketahuan guru, apalagi guru BK.


"thon, kok kita ke belakang sekolah?" bisik Daeva.


"tenang aja, sini..." Anthony langsung mengangkat Daeva, keluar pagar. dan sekarang mereka sudah berada di luar, tidak ada yang mengawas ataupun cctv. hanya ada mereka berdua.


Daeva yang masih penasaran itupun menunggu aba-aba Anthony. "ikut gue..." ujar Anthony, langsung menarik tangan Daeva lalu membanya ke suatu tempat.


flashback time:


didepan layar laptop, seorang gadis berkacamata tampak sedang melakukan sesuatu. Gadis itu tampak sangat gelisah ketika melihat isi pesan yang tiba-tiba muncul.


"Dasar wanita ******!" kalimat yang terterah di layar laptopnya. gadis yang membaca itu tampak marah, kesal, dan gelisah.


kau mengataiku sebagai seorang ******, beraninya dirimu. Dasar wanita tak berdaya, orang sepertimu pantas masuk ke neraka!!!! lihat saja akan bunuh kau!!!! kau bukan tandingan ku!!! AKAN KUBUNUH KAU!!!!


flashback off:


DEG!!!


suara bantingan meja, membuat gadis yang lagi duduk itu pun kaget. memandang seorang pria yang tampak sedang marah itu.


"jadi, maksud Lo kemarin kau sempat melihat pelakunya??" Teriak Anthony pada Daeva.


"hehehe, ma-maaf sa-saya baru bilang... sejujurnya, waktu kau peluk saya, saya sempat mencium aroma yang tidak biasa. bukan dari mayat tetapi dari seseorang. aroma apa yah..." Daeva mencoba mengingat.


"hah...aroma coklat, karna saya suka coklat saya mencari dari mana aroma itu. kupikir ada orang yang sedang membuat coklat, alih-alih mendapatkan orang. saya justru melihat seseorang yang memakai baju serba hitam sedang jalan melewati kita. tapi..." Daeva menggantung perkataannya.


"tapi?"


"bukan seorang lelaki...ataupun perempuan. tampangnya dia tidak memiliki rambut layaknya perempuan, tetapi rambutnya seprti laki-laki. seperti kau! anehnya, dia mengenakan sebuah hakhils"


perasaan apakah ini?? mengapa aku rasa dalang dari semuanya adalah seseorang yang bisa berubah menjadi lelaki ataupun perempuan?? sebenarnya apa yang sedang terjadi??


*bersambung...


**haii guys...makasih sebelumnya karna udah menyemangati putri, dan udah ngelike dari akhir sampai pada bab ini. jangan lupa like, koment, vote, hadiah, dan favorit agar tidak ketinggalan episode berikutnya. salam sehat semuanya 🤗


komen yah, sejujurnya siapa sih pelaku sebenarnya??


#pelaku #Queensland #Daeva #dela #lili #gadis #anthony #sekolah #jonas #christina #teka-teki #pembunuh**.