THE MASK

THE MASK
Bab 5



"Apa tujuan lo pindah ke kelas gua ha?" tanya Nova kesal, Zaki melipat kedua tangannya di depan dada kemudian menutup matanya dan mengabaikan Nova.


"Kalau orang nanya jawab bego" maki Nova karena di kacangin oleh Zaki.


Sasa dan Keynan diam dan menatap kedua temannya yang kini saling melemparkan tatapan tajam, baru pertama kali bertemu udah saling bercecokan, dan kini satu tempat duduk entah apa yang akan terjadi.


"Diam lo" ucap Zaki yang mode icenya udah aktif


"Ngak, mulut-mulut gua bukan elo" jawab Nova ketus, Sasa dan Keynan hanya bisa menggelengkan kepala mereka menatap dua orang di depan mereka.


Jam istirahat telah berbunyi, Nova dan teman-temannya dengan segera bergegas pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.


"Sialan tu si Zaki, untuk apa dia pindah ke kelas gua?" tanya Nova kesal


"Udah pasti mau balas lo No, berkat air bekas pel yang lo siram ke dia, jadi ia mau balas dendam" jelas Taa


Mendengar ucapan Taa membuat Sasa tertawa, menggingat kelakuan sahabatnya yang satu ini, untuk pertama kalinya ia berhasil membuat Zaki menjadi sangat kesal dan bahkan sampai pindah kekelas mereka.


"Awas No, Cinta dan benci beda tipis" seru Sasa


"Gua ngak akan suka sama pria menyebalkan itu, tidak akan!" ucap Nova penuh keyakinan


"Kita lihat aja No, mau bagaimana pun rasa benci lo akan dengan sangat mudah berubah menjadi cinta" ujar Sasa


"Lo aja belum punya cowo udah kasih nasihat ke gua" ucap Nova terkekeh.


"Anjrit lo No" kesal Sasa


Taa bangun dari duduknya untuk memesan makanan, melihat banyaknya anak-anak yang berbaris membuat Taa harus berbaris menunggu gilirannya, Taa menggambil ponselnya dan memainkannya, karena keasikan memainkan ponselnya Taa tidak mengetahui kini ia sudah gilirannya, seseorang mengambil ponselnya sehingga membuat Taa menjadi kesal.


"Kambing...balikin ponsel gua" kesal Taa tanpa mengetahui sosok yang ia maki adalah Kelvin, melihat sosok cowo ganteng di depannya membuat Taa seketika membengkap mulutnya sendiri.


"Lo mau main hp atau mau pesan? Liat banyak yang lagi ngantri" ucap Kelvin


"Lain kali jangan keasikan, gua ngak suka liat lo lama natap si artis Kpop ini" ucap Kelvin menatap layat ponsel itu membuat Taa mengerutkan dahinya.


Setelah selesai memesan Taa segera kembali ke tempat duduknya, ia menatap Nova yang keasikan main ponsel dan Sasa yang entah berada di mana.


"Sasa lagi ke toilet" ucap Nova tiba-tiba karena ia tahu bahwa Taa akan menanyakan soal Sasa, Taa hanya mengangguk dan segera menyodorkan makanan yang sudah di pesan.


Sasa keluar dari toilet karena sudah merasa legah akhirnya panggilan alamnya dapat segera di atasi, dari kejauhan sosok seorang pria menatap Sasa yang baru saja keluar dari toilet siswi, pria itu berjalan mendekati Sasa, merasa wajah yang terlihat tidak asing membuat Sasa seketika berlari meninggalkan pria itu. Melihat Sasa yang sudah berlari meninggalkannya membuat pria itu berlari mengejar Sasa.


"Mampos. Apa yang harus gua lakukan" gumam Sasa sambil berlari tidak menentu arah, namun langkahnya membawa dirinya ke kantin.


Melihat sosok pria yang tidak asing di depannya.


"Abang tolongin gua" teriak Sasa mendekati Kakaknya Bryan Juniantio gionardo


Mendengar teriakan Sasa membuat Bryan abangnya Sasa berahli menatap adiknya yang berlari mendekatinya.


Nova dan Taa menatap sosok Sasa yang kini berada dalam pelukan Bryan abang kesayangannya.


"Sasa kenapa?" tanya Nova


Taa terdiam menatap sosok pria yang berdiri dari kejauhan


"itu....sialan berandalan sialan" maki Taa, Nova hanya menatap binggung


"Cowo yang dulu hampir membunuh Sasa ada di sini" jelas Taa membuat Nova diam membeku.


"Karrel" gumam Nova "cowo itu....cowo itu....ada di sini" lanjut Nova dengan pancaran mata yang tersirat ketakutan


TBC