THE MASK

THE MASK
anak baru



pagi, pukul 06.59 waktu Indonesia barat.


Seorang gadis berpakaian putih dan abu berlarian di sepanjang ruangan. Gelap, tiada terang. Gadis itu seperti di kejar seseorang. Berusaha untuk melarikan diri dari sang musuh.


langkahan kakinya semakin terdengar. Gadis itu berlari dengan sangat cepat, menghindari sesuatu.


PLAKKKK!!!


bunyi bantingan meja keras, membuat Daeva yang tengah tertidur itu pun bangun. Seluruh anak-anak dibuat kaget oleh salah satu guru, pak Edy.


"selamat pagi, anak-anak bapak ingin memperkenalkan kalian seorang anak baru. Dia merupakan siswi dari Jerman, namanya Rian. Oleh karena itu bapak minta kerja samanya yah..." ucap pak Edy, meninggalkan kelas.


dia...


anak baru itu, tampak biasa saja. Wajahnya datar seolah tak terjadi apa-apa. Seluruh siswa menatapnya, berjalan menuju salah satu bangku yang tak jauh dari bangku Daeva. Tatapannya tajam melihat ke arah Daeva.


entahlah, dia seperti anak yang pendiam dan memiliki banyak rahasia. Tak bisa di tebak.


setelah meninggalkan kelas masuklah salah satuh guru. Pelajaran pun dimulai semua siswa belajar begitu pun dengan Rian.


...***...


pukul 10.05 waktu Indonesia barat.


ketiga remaja sedang duduk di kursi bangku menyantap makanan masing-masing. Semua diam tak ada yang berbicara. Hening, seperti ada yang hilang.


"Lo kenal Anak baru?" ujar Anthony, bertanya pada Daeva.


"ha-h? engga, cuman seperti pernah liat...dimana yah?" Daeva mencoba mengingat.


"anak baru, yang ganteng itu?" sambung Lili.


"iya, tapi menurutku ga ganteng. Cuman pendiam. Tadi ku ajak makan bareng, dia ga mau. Malah seperti sombong."


"tumben Lo mau ajak orang. Biasanya ga, setauh gue Lo orangnya gengsian dan jutek. Kok Lo jadi baik banget dan ramah?! oooh, pasti gara-gara seseorang niehhh" Lili menebak. Pipi Anthony memerah mendengar perkataan Lili. Sedangkan, Daeva ia diam. Mencoba berpikir, dan mengingat.


jika dia memang orangnya, mengapa dia harus dari Jerman?! apa urusannya. Apa dia punya maksud tertentu?...batin Daeva.


TRING!!!... TRING!!!!... TRING!!!...


Bunyi bel sekolah, semua siswa kaget mengapa tiba-tiba, bel berbunyi padahal belum jamnya masuk?


"perhatian untuk seluruh siswa, semuanya diliburkan. Ini mendadak. Mohon segera mengambil tas dan peralatan, lalu pulang. Semuanya atur barisan. Tidak ada yang tinggal-tinggal !"


"lahh, kok tiba-tiba...?" ujar Lili, bingung. Bukan hanya Lili, Daeva dan Anthony pun bingung. Kejadian apalagi yang terjadi?


flashback :


seorang lelaki tengah berbicara lewat telfon. ia tampak sedang berbicara serius. Wajahnya tidak asing.


"sepertinya bukan hanya aku yang tidak gagal dari eksperimenmu?!"


"...."


"dia sedang berkeliaran. Kupikir kau sudah membunuhnya?"


"...."


"jadi begitu, apa ini semacam jebakan?"


"...."


"kau harus segera mencarinya, jika tidak perusahaanmu akan gagal!"


"..."


DING...!!


panggilan terputus, lelaki itu pergi meninggalkan tempat. Beranjak ke suatu tempat.


flashback off :


pukul 10.50 waktu Indonesia barat.


"kenapa tiba-tiba yah?" Daeva bergumam.


Lili dan Anthony kaget, bukannya menyenangkan jika libur? apa yang sebenarnya Daeva pikir?


"kau ni kenapa? tumben bangat?" ujar Anthony.


"hah? kek tiba-tiba aja gitu.. biasanya, juga dikasih tau alasannya kenapa.. "


"iya juga sih, mungkin ada kendala tiba-tiba..."


...***...


malam, pukul 21.06 waktu Indonesia barat.


"Lian.." panggil Dela.


"iya nyonya?"


"kau bilang, orang tuaku meninggal karena suatu kecelakaan..."


"tentu nyonya"


"tadi, aku mendengar percakapan seseorang... dia mengatakan soal experimen.. menurutmu apa orang tuaku meninggal karna kegiatan experimen itu?"


"orang tuamu, meninggal karna kecelakaan mobil. mustahil jika itu termasuk kegiatan experimen.."


"dan?"


"dan, orang yang membuat ibu dan ayahku meninggal!" Dela tersenyum "mustahil mereka meninggal, karena kecelakaan mobil biasa. pasti ada Dalang diantara semuanya. cari tau siapa pelakunya! aku ingin mempersiapkan pembalasan dendam ku!"


gadis itu beranjak dari sofa besarnya, menuju sebuah ruangan kecil yang isinya ada berbagai macam nama, foto, dan tempat tinggal.


"XOFIA" ruangan yang ia sebut. terdapat berbagai rencana yang telah ia siapkan. teka-teki, berbagai macam foto orang, dan sebuah gedung.


ada salah satu yang paling menonjol diantara semuanya. yaitu gedung yang bertuliskan CRESSDAFIA. gedung yang besar nan indah itu juga terdapat beberapa orang.


salah satunya adalah, Bu Debby, Tante Dela, kepala sekolah, dan kedua orang tua Dela.


ada 15 orang yang ada di foto besar itu. 3 orang sudah dibunuh oleh Dela. dan 12 orang lainnya akan menantikannya.


experimen yang mereka lakukan dan perusahaan mereka akan hancur ditangan seorang iblis.


"garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?"


...***...


pagi, pukul 07.00 waktu Indonesia barat


"DAEVA!!!" teriak seseorang dari sana, membuat gadis yang tengah melamun itu berbalik.


Anthony, lelaki yang memanggil Daeva.


"kenapa thon?" Daeva kaget


"polisi baru mengungkapkan jika ada salah satu siswa yang pernah melihat pelaku itu..."


"maksudnya thon?"


"kau ingat pelaku yang hari itu, tiba-tiba masuk dan membunuh Bu Debby?"


"iya.."


"ada salah satuh siswa yang melihat mukanya. namanya argantera.."


"argantera?"


"hmm, tapi sayangnya dia tidak ada disini, polisi masih menyelidiki dimana sekarang dia berada.. seperti dia kabur"


"kenapa dia kabur?"


"entahlah, mungkin menghindari pelaku..."


"ouhh, siapa itu argentera?"


"dia cucu kepala sekolah..."


"ouhhh..." tiba-tiba salah satu guru masuk, semua siswa duduk masing-masing ditempat duduk.


"selamat pagi anak-anak, hari ini buguru ingin kalian semua mengerjakan IPA hal 45! oh iya, Daeva dan Anthony. Ikut buguru ke ruang guru!" guru itu langsung meninggalkan kelas.


Daeva dan Anthony bingung. Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa mereka dipanggil?


...***...


BUGHHH!!


hentakan meja, terdengar jelas.


Daeva, Lili, dan Anthony kaget. Seorang pria tampak sedang berbicara dengan keras. Raut wajahnya marah. sedangkan mereka bertiga hanya diam diikuti dengan perasaan bingung.


"saya ingin bertanya pada kalian. Apa ini kalian bertiga?" kata pria itu sambil menunjukan sebuah foto tiga orang anak remaja yang sedang berjalan.


"i-iya..." jawab Lili.


"apa yang kalian lakukan di jalur kuning ini?" mengapa kalian berada tepat di tempat kasus pembunuhan?"


"i-itu.."


"kami sedang berjalan-jalan!" sambung Anthony.


Lili dan Daeva kaget, mendengar jawaban Anthony. Bisa-bisanya dia berkata sedang jalan sedangkan saat itu mereka sedang melakukan investigasi.


"berjalan-jalan?? kau pikir ini sebuah lelucon? jangan-jangan kalian_"


"permisi pak!" suara seseorang terdengar diantara ketiga remaja itu.


Deava. Ia tiba-tiba bersuara dengan nada kecil. Entahalah, dia tampak ketakutan, gelisah, dan khawatir.


"apa bapak, punya hak untuk menekan kami seperti ini?!" semua orang kaget, melihat Daeva yang begitu histeris.


pandangan matanya seolah ingin menerkam, matanya tidak berhenti melihat pria itu, wajahnya tajam. Anthony benar-benar kaget melihat Daeva yang berubah.


dan...


*bersambung


hhii guysss kagen ga?? wkwkw sorry lamaaa bangat ngeupdatenya... soalnya beberapa hari ini aku lagi sbuk dan harus fokus ke pelajaran...


buat yang nunggu episode ini tayang pliss kalian baik bangatt, trimakasih dukungan dan support kaliannn ❤️❤️❤️❤️


#daeva #anthony #pria #sekolah***