
Nova memasuki kelasnya dan menduduki dirinya di tempat duduknya, entah kenapa ia masih memikirkan perkataan Rama mengenai pria itu Zaki, apakah ia pria yang sangat kejam? Dan sangat di takuti satu sekolah, dari pada memikirkannya akan lebih baik ia memikirkan hal lain.
Sebuah tepukan halus mendarat di bahunya Nova, ia berbalik dan menatap sosok yang menyadarkan lamunannya.
"Eh! Taa ada apa?" tanya Nova menatap sosok gadis bersurai coklat sepunggung yang kini menatap Nova penuh selidik.
"Lo kenapa telat, tadi pak Cogan, Pak Naf memberikan penggunguman besok para pengurus kelas harus berkumpul di aula" jelas Taa yang memiliki nama lengkap Angelita Conner.
Nova hanya mengangguk menatap Angel "lo tau Zaki?" tanya Nova kembali, membuat Taa membulatkan matanya mengenai nama Pria itu.
"Maksudnya lo Zakiyar Xander Anggara?" tanya Taa memastikan, Nova hanya mengangguk menatap Taa
"Astaga, lo ada buat masalah sama mereka?" tanya Taa
Nova menggeleng, ia mulai menceritakan semuanya pada Taa dan gadis itu mendengarnya dengan seksama.
"Mampos lo, Nov. Gua ngak tau mau gimana lagi, jika lo sampai dapat Black Card gua kehabisan kata-kata yang bertanda lo target berikutnya" ujar Taa
Nova semakin bertambah binggung dengan apa yang terjadi, sungguh ia sama sekali tidak mengerti dengan sekolah ini, pembulian terjadi dimana-mana tapi tidak ada seorang pun yang bisa menghentikannya.
"Apa tidak ada satu pun dari kalian yang bisa melawan mereka?" tanya Nova
"Melawan mereka. Itu tidak mudah, mereka orang yang sangat berpengaruh di sekolah ini" jelas Taa "Zakiyar Xander Anggara, Kelvin Xeanan Dananta, Alkeynan Ananta Praga dan Arjuna Dwi Putra, keempat pria itu adalah kelompok dari The Mask. Geng yang sangat terkenal dengan kepintaran, pembulian dan kekompakan mereka, ada satu hal yang sangat terkenal dari mereka yaitu Motto mereka yang sampai sekarang sangat di takuti, dan lo mungkin udah tau itu. Jadi, tidak ada satu pun yang berani untuk berurusan dengan mereka" lanjut Taa menjelaskan.
Nova hanya diam membisu mendengar penjelasan dari Taa, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang harus ia lakukan.
"Gua kan ngak salah apa-apa, hanya liat pembulian mereka aja ko jadi masalah" ujar Nova tidak mengerti.
"Gua juga ngak ngerti, tapi mau gimana lagi itu rumor yang sudah ada sejak dulu" ucap Taa
"Ah biarka saja, selama mereka tidak membangunkan singa yang tertidur maka tidak akan ada masalah" seru Nova membuat Taa hanya menggelengkan kepalanya.
"Oh ya Nova, besok pertukaran pembelajaran Sasa udah selesai dan kemungkinan lusa Sasa udah bisa masuk sekolah" ujar Taa
Mendengar nama itu membuat Nova terkejut sekaligus senang, pasalnya teman masa kecilnya itu akan kembali bersekolah dalam beberapa hari lagi.
Dilain tempat, dalam sebuah ruangan Khusus nampak beberapa pria yang kini sedang melakukan aktifitas mereka mereka.
"Zaki, cewe tadi itu gimana? Apa ia target berikutnya?" tanya seorang pria bersurai hitam kecoklatan
Zaki nama pria itu berbalik dan menatap temannya Arjun, Keynan dan Kevin.
Zaki terdiam sesaat, senyuman nya nampak begitu menakutkan.
"Gadis itu, aku tidak akan melepaskannya karena aku sudah mencarinya cukup lama" ucap Zaki
"karena dia, aku pernah di permaluka di depan umum" lajutnya dengan mengepal tangannya dengan sangat kuat.
#Flasback
Seorang gadis bersurai hitam sepunggung yang tidak lain ialah Nova kini sedang berjalan di sebuah taman, suasana hatinya nampak begitu baik, ia menatap para pengunjung yang berada di taman. Tatapan matanya kini berahli menatap seorang pria yang tengah berlari dengan sangat cepat sambil membawah sebuah tas mahal.
"Maling....maling..."
Melihat seorang wanita yang sedang mengejar pria tadi membuat Nova melempari pria itu dengan botol minumnya, bukannya mengenai maling itu botol itu malah mengenai seorang pria jakung yang berdiri tidak jauh dari tempat Nova berdiri.
"Anj*ng! siapa yang lemparin gua" terik pria itu penuh kekesalan, Nova berjalan mendekati pria itu dengan wajah tanpa dosa.
"Sial, gara-gara lo copetnya kabur" kesal Nova menatap tajam pria itu "lo si kenapa muncul tiba-tiba kayak jalangkung" lanjut Nova mengejek.
"Minta maaf" ucap pria itu
"Ngak gua ngak salah, lo yang salah" jawab Nova acuh
"Mau minta maaf ngak?" tanya pria itu dengan nada datarnya
"Gua ngak salah. Jadi gua ngak akan minta maaf" jawab Nova kemudian pergi meninggalkan pria itu yang tidak lain Zaki. Zaki menggepalkan tangannya dan menatap punggung Nova yang mulai menghilang dan bergumam "lo tidak akan selamat dari gua"
TBC