
seorang wanita ditemukan tewas di sebuah apartemen dalam keadaan duduk. saat diperiksa tak ada bekas luka ataupun bekas pukulan. polisi masih menyelidiki kasus.
"mereka menemukannya...hahaha, haruskah aku membunuh yang lain??" ucap seorang wanita. Yah, wanita yang sedang duduk diwarnet tampak tenang mendengar berita yang disiarkan di TV. apa maksudnya ini?? apa ada pembunuh lain dari pelaku pembunuhan 30 orang itu?
...***...
soreh, pukul 15.00 waktu Indonesia barat.
kedua remaja sedang duduk disebuah bangku, bangku yang mengisahkan antara keduanya. Angin yang lalu lalang membuat keduanya tampak serasi. Ditambah dengan suasana yang tampak sepi ini sangat mengundang perhatian, yang menuju ke kedua remaja tersebut.
"pertama, apa be_"
TING...!
bunyi suara ponsel Anthony. Ternyata sebuah telfon.
"halo?" ucap Anthony, mengangkat telfonnya.
"..."
"baik.." ucap Anthony, menutup telfon.
"ada apa??" tanya Daeva heran.
"Lili baru saja telfon, dia bilang kita harus segera pergi ke sekolah. Ada acara pemakaman Bu Debby dan pak Turman. jadi kita harus segara kesana.." ucap Anthony bersiap-siap.
"baik," Daeva berdiri, bersiap-siap dan mengikuti Anthony dari belakang.
flashback time:
seorang gadis berkacamata, keluar dari sebuah warnet. gadis itu tampak sangat gelisah, seperti ada sesuatu yang mengejarnya. Ia masuk ke dalam sebuah mobil berwarna merah, diikuti seorang sopir.
mereka pun akhirnya pergi meninggalkan warnet, ditengah jalan yang sunyi, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
mobil yang berwarna putih, bermerek Inova itu sedang mengikuti mereka dari belakang. Entah siapa itu, mobil itu tampak laju mencoba untuk menghentikan gadis itu.
"Bu, sepertinya ada seseorang yang mengikuti kita dari belakang.." kata seorang supir yang sedang mengemudi.
"APA MAKSUDMU!!! PERGII!!! JANGAN SAMPAI KITA TERTANGKAP!!!!" teriak gadis itu.
"baik, Bu." supir itu hanya mengikuti perintah gadis itu. ia melajukan mobilnya, mencoba untuk menjauh dari penguntit yang ada dibelakang.
flashback off:
pukul 15.50, Daeva dan Anthony pun akhirnya sampai disekolah.
tampak seorang gadis yang memakai baju putih abu-abu itu, sedang menunggu dari depan sekolah.
"apa kita terlambat??", seru Anthony.
"yahhh, begitulah... ngomong-ngomong kok lu bareng Daeva?? ohhh jangan-jangan lu bolos yah!!! enak kali kau memanfaatkan kepolosan Daeva hanya untuk bolos!" marah Lili.
"memangnya kenapa Li?? katanya Anthony, itu diijinkan guru?" tanya Daeva heran. Setaunya, tadi Anthony bilang, jika bolos itu adalah perbuatan yang diijinkan guru. Lalu mengapa Lili, justru marah-marah, jika itu adalah perbuatan yang ijinkan guru?
"BIBIBI!!! ITU PERBUATAN GA BAIK!!! BOLOS SAMA DENGAN TIDAK IKUT MATA PELAJARAN!!!" teriak Lili menyadarkan Daeva.
Daeva diam, berusaha untuk meluruskan pikirannya yang masih memuat. bagaimana tidak, seorang anak baik nan teladan tiba-tiba bolos, tentu saja itu akan membuat nama baiknya tercoret.
"emm, sudahlahhh ga usah dibahas...lagian lo bilang mau pergi ke pemakaman pak guru, mana? cuman lo aja?" potong Anthony.
"hehehe, tadi gue habis dari warnet. jadi ketinggalan mobil. Karna kalian berdua tadi gue lihat ga ada, gue rencana nyuruh kalian sekalian ikut hehehe.." jawab Lili, malu.
"lu pikir gue pake mobil?? pake taxi aja, gue yang bayar." Anthony pergi memanggil salah satu taxi.
Lili memegang tangan Daeva, berusaha membantunya berdiri dari lamunannya. membawanya masuk ke dalam mobil diikuti Anthony dari belakang. mereka pun akhirnya, pergi meninggalkan sekolah, menuju pemakaman pak Turman.
ketiga remaja itupun sampai, di depan kuburan. tampak banyak orang serta keluarga korban. semua orang menangis histeris ketika melihat mayat di kuburkan.
"sedihh sekali, kenapa polisinya belum nangkep pelakunya sihhh, " ucap Lili, sedih.
"mana ku tau, kan saya bukan detektif..." jawab Anthony, Asal. sedangkan Daeva, ia hanya memperhatikan bagaimana mereka menguburnya.
raut wajahnya, seakan ingin menangis namun ditahan. matanya hampir saja mengeluarkan setetes air. Dan tepat, di tengah waktu, ia tak bisa menahan air matanya lagi.
"Bi...Lo ga papa?" ucap Lili setelah melihat, air mata Daeva.
Anthony kaget, dan langsung memeluknya tanpa berpikir. entah apa yang ada di hatinya, namun sepertinya melihat Daeva menangis saja sudah membuatnya sangat khawatir.
raut wajah Anthony menandakan kekawatiran. ia memeluk erat Daeva, agar tenang. Daeva semakin mengencangkan tangisannya didalam pelukan Anthony.
Lili, diam dan hanya memeluk Daeva dari luar. gadis polos itu menangis kencang, merasa kesihan akan kematian gurunya.
semoga harimu, tenang...
TUTTTT
bunyi telfon dari ponsel Anthony. Daeva kaget, seketika diam dan melapaskan pelukan Anthony.
Anthony, mengangkat telfonnya, lalu pergi meninggalkan Daeva dan Lili. yang jelas telfon itu seperti penting sekarang.
"Bi, tenang aja... semuanya akan baik-baik saja, percaya padaku. pelakunya akan segera ditangkap tak lama lagi. dan yang pasti pak Turman dan Bu Debby sudah pasti tenang di alamnya...kita doakan saja..." Ucap Lili lalu menarik Daeva ke dalam pelukannya.
layaknya ibu, Lili juga sangat memperhatikan Daeva lebih dari Anthony pada waktu sekarang.
...***...
pukul 23.00 waktu Indonesia barat, setelah pemakaman pak Turman dan Bu Debby.
seorang gadis berkacamata hitam, dengan baju serba hitam itu berjalan menuju salah satu makam.
ada dua batu nisan, yang bertulis "Turman Wales" dan "Debby wislen"
gadis itu berdiri, memegang setangkai mawar berwarna hitam, bersama seorang pria berpakaian jas.
"jika saja, hari itu kalian berdua tidak melihatku, maka nyawa kalian pasti selamat. sayangnya, itu semua merupakan takdir yang sudah disediakan di dalam genggaman ku. jadi tidak usah khawatir, aku pasti akan selalu membawa kalian pergi ke neraka!" ucap gadis itu, lalu membuang tangkai mawar di atas batu nisan.
kau tidak bisa menghindari takdirmu, karna takdirmu selalu berada di tanganku. sejauh-jauhnya engkau pergi, aku akan tetap menghampiri kalian. di neraka ataupun di dunia. karna aku adalah sang maha kuasa.
Gadis itu pun berjalan pergi meninggalkan pemakaman, dan menaiki sebuah mobil berwarna merah hitam. diikuti pelayanannya dari belakang.
"persiapkan semuanya, aku akan memulai peperangan ku. membuat semuanya menjadi kacau dan akan menang di atas mimbar"
"siap nyonya...ta_" pria itu menggantung perkataannya.
"tapi?"
"bagaimana, dengan ayah si lelaki itu?"
"perlahan akan ku siksa dia, dan akan ku perlihatkan kepada anaknya tentang kekejiannya...oh yah, dan sepertinya darahnya cukup bagus untuk dijadikan bahan lukis...ambil darahnya setelah ku potong dia..aku ingin membuat lukisan yang indah"
"baik nyonya..." pria itu melanjutkan jalannya menuju suatu tempat dan...
**haii guysss, kangen ga nih sama part-nya THE MASK??? btw, saya dari mulai sekarang akan jarang update yah...soalnya hari Senin dah mau PTS, hehehe soalnya saya masih SMP kak...
dan di sistemnya kita gitu, soalnya saya tinggalnya di Nabire - Papua.... oh iya kak, jangan lupa tinggalkan jejak yah di setiap episode nya, dan komen siapa nih pelakunya dan motif" sebenarnya...okeyyy...
byeee, sehat selalu semuanya...
#mawar hitam #gadis #daeva #lili #anthony #pemakaman #turman #debby #pembunuhan #pria #mobil #siswa #siswi #sekolah**