THE MASK

THE MASK
Bab 3



Pagi ini suasana koridor nampak sangat ramai, Nova melangkahkan kakinya untuk pergi ke lokernya untuk mengambil beberapa buku. Nova membuka lokernya, betapa terkejutnya saat melihat isi dari lokernya yang sangat kotor dengan beberapa sampah dan juga tulisan-tulisan yang tidak bermanfaat baginya, tidak hanya itu sebuah tepung kini jatuh tepat di wajahnya.


"Bajingan, njing, Setan, rubah sialan" berbagai umpatan kini di lontarkan oleh Nova untuk orang yang sudah melakukan hal seperti ini padanya, mata nya tanpa sengaja menatap sebuah kartu berwarnah hitam jatuh tepat di kakinya, ia membungkuk dan mengambil kartu itu yang terlihat sangat aneh dan memiliki ukiran huruf M berwarnah emas pada kertas itu.


Hawa di tempat itu menjadi berubah drastis, susana yang tadinya ribut kini menjadi sangat hening, semua mata kini tertujuh pada Nova karena melihat ia menggengam kartu hitam.


"Astaga itu....itu...bukannya Black Card!" pekik seorang gadis membuat Nova berbalik menatap ke asal suara.


"Black Card?" gumam Nova kembali menatap kartu itu, Tatapannya kembali dingin dan datar tanpa mengatakan apa pun ia langsung saja merobek kartu itu menjadi kecil-kecil dan membuangnya.


"Ck dasar bajingan beraninya mereka" kesal Nova kemudian pergi mencari para The Mask.


Dari kejauhan Zaki menatap Nova gadis itu dengan senyuman yang penuh dengan sejuta rencana dalam otaknya.


"Zaki, senyuman lo buat gua nambah sayang lo" ucap Arjun ngawur membuat teman-temannya menjitak kepalanya.


"Homo lo" ucap Kelvin


"Ck dia berani melawan yah, tak akan ku buat hidupnya nyaman" gumam Zaki tanpa mempedulikan ucapan Arjun, ia membalikan badannya dan menatap teman-temannya "rencana berikutnya" ucapnya kemudian berjalan mendahului teman-temannya.


Seorang gadis bersurai hitam pekat sebahu menatap kearah Zaki dan teman-temannya pergi meninggalkan tempat itu.


"Dasar para jalangkung" gumam gadis itu kemudian pergi mengikuti para cowo, ia tahu dengan apa yang akan di lakukan oleh keempat pria itu dan sudah pasti akan sangat tidak manusiawi.


Kini Nova sudah berada di ruangannya The Mask, ia menatap para pria di depannya terutama untuk Zaki, di tangannya kini ada sebuah ember yang ia peggang, ia menatap pria itu dengan tatapan membunuh dan penuh ketidak sukaan, tanpa mengatakan apa pun ia langsung saja menyirami pria itu dengan air bekas pel.


"Kambing. Apa mau lo?" tanya Nova kesal


"Nyet lo, pakaian gua basah" bentak Zaki karena kesal di sirami oleh Nova


"bukan urusan gua, ini juga lo yang memulainya jadi gua balas" jawab Nova


Ketiga temannya hanya diam dan menatap adengan di depan mereka, kali ini mereka juga di buat terkejut dengan perbuatan Nova, untuk pertama kalinya ada yang berani membalas perbuatan Zaki dan bahkan bertengkar dengannya.


"Akhirnya ada drama gratis di depan kita" sambung Arjun


"Hm benar" tambah Keynan


Dari luar ruangan gadis bersurai sebahu itu menatap apa yang terjadi di dalam ruangan, seseorang tiba-tiba saja mengengam bahunya.


"Asw" ucap gadis itu karena kaget


"Sa, sejak kapan lo di pulang? Dan bagaimana lo bisa di sini? Lo ngak beritahu kami lo udah masuk sekolah" cerocos Taa panjang lebar membuat Sasa menertawainya.


"Aduh Taa, tanyanya satu-persatu gua bukan komputer juga kale" jawab Sasa


"Hhhh lo benar juga, Nova gimana di dalam?" tanya Taa, Sasa mengeserkan sedikit tubuhnya dan menatap Taa untuk melihatnya sendiri.


"Njirt, tu Nova siram Zaki?" tanya Taa dan di angguki Sasa


"Sebaiknya kita dengar lebih jauh apa yang terjadi di dalam" saran Sasa.


Taa dan Sasa merapatkan telinga mereka dekat pintu, namun pintu tiba-tiba saja terbuka lebar membuat keduanya jatuh ke lantai.


"Bangke, woi kalau mau buka pintu pelan-pelan donk" kesal Sasa memarahi sosok pria berwajah datar di depannya, pria itu menatap Sasa cukup lama.


Semenatar itu sosok cowo yang satunya lagi membantu Taa berdiri, Taa terpaku dengan senyuman yang di lontarkan pria itu pada Taa.


"Hai" ucapnya


"Taa, Sasa lo berdua ngapain di sini? Dan Sa kapan lo kembali?" tanya Nova tanpa mempedulikan Zaki yang kini sedang kesal dengan tubuhnya yang basah, sedangkan Nova jangan di tanyakan lagi, ia suda seperti adonan kue.


TBC