THE MASK

THE MASK
awal pencarian



DORRR!!!


satu tembakan berada tepat di kepala sang preman. Membuat semua anak buah preman tersebut kaget, tak disangka seorang gadis nan kecil itu dapat menembak seseorang tanpa ragu.


"sudah kubilang pada kalian untuk cepat pergi, tapi sepertinya kalian lebih memilih mati seperti dia, dari pada hidup!" ucap Dela, membuat para anak buah itu pun akhirnya lari dan meninggalkan dirinya dan Lyan.


"berdirilah, kita obati lukamu didalam!" ucap Dela pada Lyan.


yah, sekasar-kasarnya Dela pada Lyan. Dia akan tetap menyelamatkan nya meski itu hanya semata-mata.


Lyan yang sudah babak belur itu akhirnya duduk di sofa sambil menunggu pengobatan dari Dela.


"ini..." kata Dela sambil memberikan obat merah yang ada di tangannya.


"kupikir kau akan mengobatiku."


"tentu tidak! kau sudah besar! bukan anak kecil lagi!" kata Dela kasar "haruskah kubunuh perempuan itu?!"


"tidak usah!"


"terserah...cepat kau obati lukamu! ingat semua ini tidak boleh gagal hanya karna kau babak belur seperti itu!" ucap Dela, lalu masuk ke kamarnya.


...***...


pukul 01.56 siang.


"bibi....."panggil seorang gadis berpakaian putih abu-abu, dari arah belakang.


"oh... Lili, ada apa?" tanya Daeva setelah melihat Lili.


"kalian mau pergi kemana?tumben berdua..." tanya Lili pada Daeva dan Anthony.


"kita mau kerja kelompok! mau ikut?" sambung Anthony.


"mau, mau, mumpung hari ini ga ada kerjaan mending gue ikut kalian saja..." jawab Lili tersenyum.


"yok..."ucap Daeva menggandeng tangan Lili. mereka pun akhirnya pergi ke rumah Daeva menggunakan taksi. yah berhubung hari ini Daeva sedang tidak bisa dijemput ia terpaksa kerumah menggunakan taksi bertiga.


15 menit kemudian...


sesampainya mereka di rumah Daeva, Lili sambil sangat terkejut sampai-sampai tidak bisa berkata apa-apa.



"bibi..."gumam Lili.


"hehehe selamat datang di gubukku" kata Daeva memberi salam.


"Lo gila yah, Bi, ini bukan gubuk!!! tapi rumah kerajaan...Lo udah pernah liat thon?"


"udah! Lo aja yang udikan..." jawab Anthony, lalu masuk kerumah Daeva.


"wahhh...." Lili masih terpesona.


Lili yang masih terpesona itu tak berhenti melihat-lihat rumah Daeva. Ditambah lagi dengan ruang tamu bak kerajaan.


"sabar yah, saya ambil minum dulu..." ucap Daeva, lalu pergi ke dapur.


sedangkan Lili dan Anthony mereka masih saja melihat-lihat ruang tamu. Ditambah lagi dengan sayap-sayap rumah yang dilukis dengan tema awan.


tapi sayangnya, ada satu yang disadari mereka. Foto! foto keluarga Daeva, sama sekali tidak ada. Bahkan mereka sudah mencari di sekitar ruang tamu pun tetap tidak ada.


mereka hanya melihat foto besar Daeva yang sedang memainkan piano. Bahkan, dari semenjak mereka masuk tidak ada satupun orang kecuali mereka bertiga.


rumah besar dan mewah jika sepi seperti itu, pasti akan terlihat menyeramkan dibandingkan yang kecil namun, banyak orang.


baru saja ingin melangkah ke dapur tiba-tiba Anthony melihat salah satu ruangan, yang mempunyai tangga menurun kebawah. Ruangan itu tampak sangat gelap sehingga Anthony sama sekali tidak dapat melihat.


ia pun memberanikan diri untuk lihat lebih mendetail, dan...


"thon??" panggil seseorang dari belakang. membuat lelaki yang baru saja ingin melihat-lihat itu pun kaget.


"e-eh Dav.."


"ngapain?? ohh mau lihat-lihat?? di dalam ruangan itu ada beberapa lukisan, saya sengaja membuatnya tampak gelap sehingga ketika ada yang berkunjung mereka dapat menyaksikan lukisan-lukisan ku yang tampak indah itu" jawab Daeva peka.


"ahh tidak kok...yuk kita belajar!" ucap Anthony meninggalkan Daeva. yahh alasan mengapa ia meninggalkan Daeva bukan karena tidak ingin melihat lukisan-lukisan itu, namun karena dia khawatir jika Daeva akan sakit hati jika dia mencurigai ruangan itu.


...***...


Jonas yang masih penasaran dengan batu yang pernah diberikan Daeva itu sedang duduk sambil melihat-lihat. ditambah lagi dengan tulisan yang ia tidak tau apa arti dari bahasa tersebut.


"HEII!!" panggil seorang wanita dari arah samping.


"ohh, Christ...apa kau sudah selesai?" tanya Jonas pada wanita itu.


"ohh ini, gue dikasih sama seorang murid. katanya batu keberuntungan tapi gue ga percaya"


"ohh ini seperti...batu itu!!batu dari amhara.."


"batu amhara?? Chris.. Lo bisa bahasa amhara??"


"sedikit, kenapa??"


"coba artikan tulisan ini..." Jonas memberikan foto yang dibelakangnya terdapat tulisan.


"ohh ini, artinya orang yang anggun dan kerajaan.." jawab Christina.


"orang yang anggun??" Jonas langsung berdiri, ia kemudian menelpon anak buahnya dan langsung pergi meninggalkan Christina.


"ishhh mentang-mentang dia polisi...jadi gue ga bisa berbuat apa-apa...yah sudahlah" Christina langsung pergi.


...***...


setelah selesai mengerjakan tugas Akhir nya Anthony dan Lili bisa bermain-main bersama Daeva.


ditengah bermain, tiba-tiba Anthony mendapatkan telfon dari seseorang.


"halo??"


"...."


"baiklah...."


"kenapa thon??" tanya Daeva.


"Jonas sudah mendapatkan artinya kita harus segera pergi kesana..."


"jo-jonas siapa??"


"tidak ada waktu untuk penjelasan...sekarang kita harus pergi..." ucap Anthony membersihkan barang-barangnya diikuti oleh Daeva dan Lili.


mereka langsung pergi menemui Jonas di kantor untuk mencari pentunjuk lain.


sesampainya di kantor polisi, Jonas langsung menemui mereka. ia tampak sangat gelisah dan muram setelah tau arti dari bahasa amhara itu.


"bagaimana, apa artinya?"


"kupikir ini ada kaitannya dengan hilangnya CEO BBCD" jawab Jonas.


"CEO?? yang keturunan bangsawan itu?" sambung Lili.


"iya...tadi gue sempat ketemu temanku yang ahli geologi dan bahasa. dia bilang arti dari tulisan yang ada dibalik foto itu adalah orang yang anggun dan kerajaan! dan orang yang mempunyai darah kerajaan adalah CEO itu!"


"pertama kita harus mencari tau keberadaan, CEO itu..."


"ikut saya..." Jonas membawa mereka ke ruang center. dimana mereka bisa mendapatkan petunjuk lain .


flashback time


seorang gadis tengah memasuk kamar, gadis itu tampak tenang sambil membangunkan pria yang sedang tertidur pulas itu.


"Lyan, kerjakan tugasmu!" ucap Dela berbisik pada Lyan.


Lyan yang mendengar kan bisikan Dela langsung terbangun dari tidurnya dan bersiap-siap melakukan aksinya.


"jangan lupa kirimkan rekaman itu setelah gue pergi ke kantor itu!"


"baik, nyonya." ucap Lyan lalu beranjak meninggalkan Dela.


flashback off


Daeva, Lili, Anthony, dan juga Jonas sedang mencari keberadaan CEO itu. rasa ketegangan dan penasaran ada didalam tubuh mereka.


"Daeva, Lili coba kalian cari tau dimana saja lokasi yang ada di foto tersebut!" ujar Anthony seraya memberikan foto yang sudah ia taruh di dalam amplop besar berwarna kuning.


dengan cepat Daeva dan Lili pun melihat-lihat foto tersebut. tak lupa mereka menempelkan nya di sebuah papan agar mereka tau dimana saja lokasi tersebut.


"permisi pak, ada kiriman buat Anthony, Lili, Daeva, dan jonas" kata pak kurir memberikan sebuah kotak hitam yang tidak tau dari mana asalnya itu.


semuanya kaget, setaunya mereka tidak memesan satupun barang lalu mengapa, ada kiriman dari pak kurir??


Jonas pun mengambilnya dan langsung membuka isi dari kotam hitam tersebut, dan isinya...


*bersambung....


haiii guys....jangan lupa like, komen, vote, hadiah, dan favorit yah...mohon bantuannya buat share cerita ini keteman-teman lain yah... salam sehat semuanya 🤗...


#daeva #lili #dela #lyan #anthony #jonas #polisi #ceo #foto #amhara #pencarian #geologi #christina #batu #kerjaan