
Seorang gadis kini sedang mengendap-ngendap di sekitar pekarangan sekolah, ia menatap sekeliling dan berjalan mendekati pagar sekolah, merasa tidak ada yang memperhatikannya dengan segera ia pun melompati pagar sekolah.
"Sepertinya gua aman" ucapnya kemudian menatap sekeliling
"Novalita Krisyela Austin" teriak seorang wanita dari kejauhan berjalan mendekati Nova gadis yang kini terdiam di tempatnya.
'Mampus. gua ketahuan' batin Nova
"Hehe bu Ani" ucap Nova menatap Bu Ani yang kini sudah berada di depannya, Nova hanya tersenyum kikuk.
"Ikut ibu sekarang" ujar Bu Ani membuat Nova hanya pasrah dan mengikutinya
Kini Nova dan Bu Ani sudah berada di toilet umum, Nova memandang datarĀ dengan apa yang di depannya.
"Jangan bilang ibu ingin saya membersihkan Toilet ini" ujar Nova
Bu Ani mengangguk dan menatap Nova
"Bersihkan Toilet ini sampai bersih sebelum jam istirahat selesai" titah Bu Ani kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, bu Ani berhenti sebentar dan menatap Nova
"jangan berani kabur, jika kau kabur hukumannya akan lebih berat" lanjut bu Ani
Nova mendengus kasar menatap Toilet siswa yang sangat kotor dan tidak lupa juga sangat bau, ia menatap datar tongkat pel dan juga sapu yang berada di sudut ruangan.
"Hari yang menyebalkan, sebaiknya gua kabur dari pada mengerjakan hukuman ini" gumam Nova "tapi jika gua kabur maka hukumannya akan di tambahkan" lanjut Nova frustasi
Nova terdiam di tempatnya, ia sangat malas mengerjakan hukuman ini.
"Nyet lu, maunya lo apa ha" suara seseorang terdengar di samping Toilet, Nova yang merasa penasaran akhirnya memutuskan untuk mengecek asal suara tersebut.
Nova mendapati beberapa pria yang kini sedang memukuli sosok pria cupu yang kini tergeletak di lantai dengan kondisi babak belur, sosok pria bertubuh jangkung dan berwajah tanpa ekspresi kini menunduk menatap cowo cupu itu.
"Jika lo berulah lagi, habis lo" ucapnya kemudian bangun dan pergi meninggalkan pria cupu itu.
Pria berwajah datar itu berbalik dan mendapati Nova yang berdiri mematung melihat adengan barusan, tanpa mengatakan apa pun pria itu pergi melewati Nova begitu saja.
"Gila, tu cowo sadis amat" gumam Nova kemudian berjalan menghampiri pria cupu itu dan membantu membersihkan lukanya.
"Siapa dia yang bully lo Rama?" tanya Nova menatap cowo cupu itu yang tidak lain teman sekelasnya.
"Dia, Zaki atau lebih tepatnya Zakiyar Xander Anggara, pria yang sangat di takuti satu sekolah, lo ngak tau Nova?" tanya Rama, Nova menggeleng pasalnya ia murid baru di sekolah itu dan ia tidak mengetahui apa pun.
"Karena lo Saksi atas pembulian tadi, sebaiknya lo diam aja dan berhati-hati jangan sampai lo menyebarkan apa yang barusan lo liat" ujar Rama membuat Nova menatap binggung
"Kenapa?" tanya Nova
"Lakukan aja jika lo ingin selamat" jawab Rama "Karena berdasarkan motto mereka, jika ada yang menyaksikan pembulian yang mereka lakukan maka target mereka berikutnya adalah orang itu" lanjut Rama menjelaskan membuat Nova terdiam.
"Kampret kita lihat aja jika dia berani bully gua. Ngak tau dia berurusan sama siapa QueenofDevil" Gumam Nova
"Terserah lo aja, tapi sebaiknya lo berhati-hati" ucap Rama kemudian pergi meninggalkan Nova seorang diri, Nova hanya terdiam dengan apa yang di katakan oleh Rama. sungguh pria bernama Zaki itu sangat aneh. pikirnya
TBC