THE MASK

THE MASK
permainan dimulai



pukul 08.00 pagi.


Daeva, Lili, dan anthony berkumpul di depan Alfamart. Lili dan Anthony tampak tak memegang apa-apa kecuali hp dan surat tersebut. Sedangkan Daeva membawa buku, dan tali.


"bi, ngapain bawa tali??" tanya Lili heran.


"ohh...kan kita mau menyelamatkan seseorang yang akan jatuh dari ketinggian...nah supaya tidak jatuh kita pake tali kecil ini..."jawab Daeva dengan polos.


Lili hanya tertawa dan tersenyum ke Daeva, sedangkan Anthony dia tampak gelisah. Entah karna dokumen yang kemarin dia baca atau apa.


"pertama, kita ke sekolah dulu...", ujar Anthony menghampiri mereka berdua.


"hah?? buat apa kan sekolah libur?" tanya Lili.


"kita harus memeriksa cctv dan barang bukti..." jawab Anthony


"tapi, tidak bisa! kalo kita kesana kita bakalan ketahuan...."


"bisa jika kita bersembunyi..." jawab Anthony sambil membalikan badannya "ayok..."lanjutnya.


...***...


disekolah...


Daeva, Lili, dan Anthony itu bersembunyi di samping mobil salah satu polisi.


"ki-kita harus bagiamana??" ucap Daeva panik.


"tenang..pertama kalian alihkan perhatiannya para guru dan polisi ..."


"lalu kau ..?" tanya Lili.


"gue, bakalam menyelinap ke ruang guru dan memeriksa cctv..." jawab Anthony .


Lili dan Daeva yang kebingungan itu pun terpaksa masuk dengan kekawatiran.


"bi...bilang apa..." bisik Lili.


"saya juga ga tau Li..." bisik Daeva.


"HEI, SEDANG APA KALIAN?!!! " teriak salah satu polisi. Lili dan Daeva yang kebingungan itu pun keringat dingin tak tau harus berbuat apa...


"ehmmm, ki-kita cu-man mau lihat kondisi aja pak.."


jawab Daeva gugup


"be-benar pak...ehmm kita mau tanya sesuatu...pak" sambung Lili mengalihkan perhatian pak polisi tersebut. Numpung polisi yang berada di situ ada dua, mereka ingin mencuri perhatian pak polisi tersebut .


"hmm, saya tidak punya waktu nak!!! " jawab pak polisi berjanggut itu.


"ehh, wawancara...kita punya tugas wawancara.. numpung pak polisi disini, kita ingin memawancari bapak.." kata Lili memberhentikan pak polisi tersebut.


"yah betul..sama dengan ku, bisakah bapak mengundang temanya bapak...aku ingin mewawancarai nya..." sambung Daeva.


"hei, Kevin...kesini lah..." ucap pak polisi berjanggut itu.


sedangkan, Anthony yang sudah masuk di ruang kepala sekolah itu pun mulai menjalankan tugasnya.


di laptop ytang besar, ia tampak membuka rekaman. Ia mempercepat proses pembukaan karna pasti Lili dan Daeva tak mampu mengalihkan perhantian polisi.


...***...


"sudahlah ayok kita, pergi." ucap pak kevin, setelah selesai wawancara.


"tapi..." Daeva terlambat mereka akhirnya masuk ke ruang kepala sekolah, untung anthony sudah keluar dari sana sehingga mereka tidak perlu menunggu lama.


"bagaimana?? apa kau dapat petunjuk...?" tanya Lili setelah menghampiri anthony.


"ini aneh..."


"kenapa??" tanya Daeva bingung.


"sepertinya pelakunya, sudah merencanakannya sejak awal. Saat kuperiksa rekaman cctv hanya terlihat seseorang yang memakai baju serba hitam masuk ke toilet, setelah itu cctv kemudian rusak..." jawab anthony " tapi..."


"tapi" tanya Daeva dan Lili bersamaan.


"pembunuhan itu dilakukan, sebelum saya masuk sekolah" lanjut anthony.


"berarti, salah satu dari murid pasti ada yang melihat pelaku itu" ucap Lili.


"murid yang diluan databng sebelum anthony" sambung Daeva.


"kita tidak tau pasti, siapa pelaku itu. kita harus mencari bukti yang lain..."


"ta-tapi bukankah kita harus mencari tau tentang korban 87?? itu semacam kode..."


"bi...coba lihat suratnya!" ucap Lili meminta surat yang dipegang Daeva. Daeva pun hanya mengikuti suruhan Lili dan memberikannya.


"kau lihat...disini tertulis tentang korban selanjutnya adalah 87, berkepala botak, dan merupakan pemimpin dari kalian, ...apa perlu kita ke perpustakaan untuk mencari tau??" kata Lili.


"kenapa kita tidak cari digoogle saja??" tanya Anthony enteng.


"dasar bodoh...di google tidak akan dijelaskan secara detail dan siapakah orang itu. bisa saja kata ini tidak ada dalam pencarian google..." jawab Lili dengan panjang lebar.


"jadi...kita harus ke perpustakaan dimana?? sangat jarang disini ada perpustakaan..." tanya Daeva.


"kalo begitu ayok..."ujar anthony, lalu memberhentikan taksi agar mereka bisa dengan cepat menemukan petunjuk.


...***...


pukul 10.00 pagi, di perpustakaan Tante lili.


Tepat setelah turun mereka bertiga mendapat sebuah perpustakaan, yang tampak amat kecil namun memiliki kesan yang indah.


ditambah lagi dengan pohon yang dihiasi beberapa lampu didekat perpus, membuat perpustakaan menjadi sangat indah.


mereka pun akhirnya masuk tanpa ketegangan, melainkan tertarik.


sesampainya didalam mereka di sambut dengan langit-langit atap yang dihiasi bunga, bak sedang melakukan acara.


sayangnya perpustakaan itu tampak sepi, dan tak ada seorang pun datang. Lili mencari tantenya sedangkan Daeva dan Anthony berjalan di sekitar ruangan untuk melihat buku-buku yang tersusun rapi memanjang.


karna tak kunjung dapat akhirnya Lili memutuskan untuk mencari buku sendiri. Mereka melihat-lihat buku yang mungkin dapat membantu mereka mendapatkan pentunjuk.


"HA..DAPAT LI, THON.." teriaak Daeva senang.


Lili dan Anthony yang kaget langsung menghampiri Daeva di meja. Mereka membaca sebuah buku yang bertulis "physcolog"


namun sayangnya, jawaban itu tetap tidak terdapat...dan akhirnya mereka pun berhenti.


"ma-maaf saya pikir masih disini ada jawabannya.." ucap Daeva meminta maaf.


"ga papa bi...Lo udah usahakan yang terbaik" kata Lili menyemangati Daeva.


tak lama kemudian, tiba-tiba datanglah seseorang yang tidak asing. Orang yang bekepala botak .


"pak-pak guru?" ucap Lili


"ngapain kalian disini?" tanya pak Turman.


"ehm...kita lagi membaca, bapak??" tanya Lili lagi .


"bapak, cuman mau mengantar kan kue ini ke Bu Serly" jawab pak Turman, lalu menaruh kue di meja "bapak, jalan dulu.." lanjut pak Turman lalu meninggalkan mereka bertiga.


"ayolah...kita pulang, tidak ada petunjuk sama sekali..." ucap Lili lalu membereskan semuanya, begitu pun dengan Daeva dan Anthony.


setelah selesai membereskan semua buku- buku, mereka pun pulang hanya dengan berjalan kaki. Di tengah jalan yang ramai, mereka berjalan tanpa berbicara sedikit pun.


tiba-tiba saat melihat-melihat, Anthony melihat seseorang berpakaian baju serba hitam di belakang mereka, Anthony yang tau akan hal itu memberi pertanda pada Daeva dan Lili.


namun sayangnya, mereka sama sekali tidak peka. Anthony terpaksa menarik mereka satu-persatu kedalam toko .


"kenapa thon?" tanya Lili bingung.


"Lo lihat orang yang make baju serba hitam itu?" tanya Anthony menunjuk seseorang yang tengah bersembunyi di balik mobil.


" hmm..kenapa??" tanya Lili lagi.


"sepertinya dia adalah pelakunya..." kata Anthony memberitahu Lili .


"ahh masa sih..." kata Lili tidak percaya , tak lama kemudian orang yang memakai baju hitam itu pun melihat Anthony dan langsung kabur.


Anthony yang kaget akan hal itu pun langsung mengejar, diikuti oleh Lili dan Daeva. Daeva yang sepertinya tidak mampu untuk berlari lebih jauh lagi itu pun memaksakan dirinya.


alhasil ia pun jatuh dan menyebabkan luka besar, Lili yang panik pun segera menghampiri Daeva.


"bi...Lo ga papa??" tanya Lili khawatir.


"ga papa Li...Lo bantu anthony aja , saya nyusul dari belakang " jawab Daeva sambil memegang kakinya.


"baiklah..." kata Lili lalu meninggalkan Daeva sendirian.


...***...


pukul 10.30 berlalu...


Anthony kehilangan jejak orang itu, namun anehnya ia malah menemukan gedung terbengkalai yang tidak dihuni siapa pun.


gedung itu nampak tinggi dan tidak berpenghuni, merasa ada yang kurang beres Anthony terpaksa kembali tanpa apa-apa.


"bagaimana?? apa kau dapat dia.." tanya Lili sambil ngos-ngosan akibat kecapaian.


"gue kehilangan dia..." jawab Anthony "ehh mana Daeva??" lanjut Anthony setelah sadar jika Lili hanya sendiri.


"di-dia...tadi jatuh dan bilang akan menyusul... entahlah"


Anthony yang mendengar jawaban Lili itu pun panik dan langsung pergi mencari Daeva.


namun Tiba-tiba, baru saja ingin melangkah dia mendapati seorang gadis dengan luka kaki besar di sebelah kanan berkeringat.


dia...


*bersambung...


haii guys...jangan lupa like , vote , dan komen yahh ^^ salam sehat semuanya ....


#daeva #anthony #lili #pembunuhan #kasus #sekolah #permainan #seseorang #polisi