
"nyonya, aku sudah menyingkirkan semuanya. Sekarang nyonya bisa beristirahat"
"Lyan.." tiba-tiba suara itu mendadak menjadi tenang.
"hasjratku untuk membunuh orang-orang itu tiba-tiba muncul."
"tenang nyonya. Ada saatnya.."
...***...
20 Juni sebelum, hilangnya Jack
sesampainya di rumah, Dela langsung membawa Jack ke kamarnya. Membaringkannya dengan lembut di kasur. Dihidangkan dengan kepanasan.
dasar manusia, mereka hanya memikirkan hawa nafsunya bukan malah memperbaiki dosanya. batin Dela.
Jack yang sudah terpengaruh oleh hawa nafsu itu pun mulai melucuti satu persatu baju Dela, nyatanya hawa nafsu yang ia keluarkan akan berujung kematian.
Dela yang sudah merangsang hal itu langsung berhenti mencium Jack. Ia langsung mengunci pintu kamar dan membuka semua bajunya.
permainan ini sangatlah menyenangkan...
Jack hanya diam, menatap. Dela mulai perlahan mendekati Jack. Mencoba menariknya, agar hawa nafsunya keluar.
"Jack.. berjanjilah padaku agar selalu diam saat aku akan melakukannya.."
hahaha... berjanji, hingga akhir hayat?
"tentu saja sayang, aku akan melakukan apapun demi dirimu..."
"benarkah?!...kalo begitu saya mau.." Dela tiba-tiba menyodorkan sebuah pisau di perut Jack.
itulah, rasanya jika kau memutuskan berhubungan denganku..
Jack kaget dirinya menatap kebingungan sambil menelan ludah. "bagaimana sayang...boleh kah jika aku menusuk pisau ini ke perut mu..." lanjut Dela, tersenyum licik.
"pe-perempuan gila...pergi sana..!!! " Jack langsung mendorong Dela dan berusaha mencari jalan keluar. Sayangnya pintu kamar sudah tertutup rapat dan tidak bisa dibuka lagi, jendela kamar pun tidak bisa di hancurkan.
"hahahaha... kenapa sayang?!! takut?? aku tidak akan macam-macam kok..cuman senggol kamu sedikit saja..hihihi"
"WANITA ****** PERGI SANA!!!!! TOLONGGGG" Jack berteriak meminta tolong, memohon bantuan dari luar.
tanpa aba-aba, Dela langsung menusuk kaki Jack. Jack kesakitan ia tidak bisa berdiri, terpaksa ia pun ngesot demi mendapatkan pertolongan.
"hm..kau cukup kuat, tapi tidak sekuat diriku!!! "
BUGH..!!
satu tusukan berada di tangan kanan Jack. Jack tidak bisa apa-apa lagi, dirinya hanya bisa meringis kesakitan dan memohon ampun.
Dela masih merasa belum puas, ia mencoba untuk menyakiti Jack sebanyak mungkin.
"to-tolong jangan bunuh aku...aku masih punya keluarga" mohon Jack.
"hmm, aku akan melepaskan mu jika kau melakukan satu hal..."
"a-apa itu.."
"aku ingin kau makan kue keju yang sudah kadaluarsa ini..." kata Dela sembari memberikan beberapa keju yang sudah kadaluarsa.
tanpa berpikir panjang, Jack langsung memakan semua keju yang sudah kadaluarsa itu. Dela tersenyum kecil, Gadis itu langsung membukakan pintu kamarnya.
"Jack...kau mungkin akan hidup..tetapi kau tidak bisa menghindari kesakitan..."Dela mendekatkan dirinya ke Jack "Lyan bawa dia ke penjara!!"
Jack kaget. Pria itu langsung memegang kedua kaki dela, sujud dan memohon ampun.
"to-tolong saya masih punya keluarga..." Dela yang mendengar Jack hanya terkikih dan langsung menendang Jack tanpa ampun.
"kau sendiri yang mengobarkan keluargamu padaku..." ucap Dela sambil memegang bibir Jack.
"TIDAK..TIDAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK..."
Lyan tiba-tiba datang, dan memasukan Jack ke penjara. Dela menatap senang pada pelayannya.
"ini menyenangkan bukan?" ucap Dela, kemudian pergi meninggalkan Lyan sendiri.
...***...
21 Juni sebelum meninggalnya Bu Debbie.
Dela telah mempersiapkan pisau tajamnya di belakang dinding bersiap menyantap mangsa.
DEGG!!!
betapa kagetnya Dela, ketika melihat siapa yang ada didepannya. Seorang guru, wali kelasnya sendiri melihatnya memakai pakaian serba hitam memegang pisau dapur yang berusaha membunuhnya.
Bu Debbie sempat ingin melarikan diri ketika melihat wajah Dela, namun sayang ia dicegat. Tangannya diikat, dan ia dibawa masuk ke salah satu toilet. Mulutnya ditutup dengan sarung tangan yang sudah lengkap dipakai Dela.
tidak ada yang mendengar pertolongan Bu Debbie. Wanita itu berusaha melawan Dela dengan sekuat tenaga, namun ia tetap tidak bisa menyamai kekuatan gadis itu.
"ba-bagaimana bisa? mengapa kau tega?!!!" pertanyaan itu terlepas dari mulut Bu Debbie. Dela hanya diam, menyeriangai. Ia mengikat kaki, tangan dan menutup mulut Bu Debbie dengan sebuah plakban.
"karna kau melihatku, dan sekarang kau adalah mangsaku!" Dela berbisik pada Bu Debbie. Gadis itu langsung mengakhiri semuanya dengan menusuk daging-daging Bu Debbie.
darah demi darah keluar bercucuran, tangannya tidak pernah puas setelah liar membunuh Bu Debbie. Wanita itu meninggal setelah Dela memberikannya waktu.
seorang gadis keluar dan membakar pakaian hitamnya didalam sebuah tong minyak. Ia memotong-motong pisau dengan alat khususnya.
setelah menjadi kecil-kecil ia membuang potongan pisau itu didalam sebuah selokan, dan abu dari pakaiannya ia buang di kloset.
gadis itu membersihkan semua bukti-bukti dan pergi melanjutkan perjalanan.
...***...
22 Juni, sewaktu dipenjara.
tok!
tok!
tok!
Bunyi seseorang mengetok pintu dari atas. Ruangan yang gelap. Hanya ada satu lampu yang menyala. Suasana semakin mencekam. Selangkah demi selangkah terdengar dari atas...
gadis berpakaian dress hitam panjang. Memegang tongkat panjang berwarna hitam. Berjalan di tengah kegelapan. ahgg- seseorang yang berada di dalam penjara itu berteriak dengan histeris.
"PERGI KAU WANITA ******!!!!! BIARKAN AKU KELUAR.....!!!" teriak Jack dari dalam penjara itu.
"begini kah kau membalas perbuatanku?? hahahaha kau sungguh lucu..." ucap Dela takjub akan sikap Jack.
Jack tampak ketakutan. Pria itu tidak memperlihatkan dirinya. Takut akan disakiti seperti kejadian Sesat dikamar Dela.
"aku hanya ingin memberitahukan mu kabar baik..." seru Dela sembari mendekatkan wajahnya. "aku sudah menemukan putramu..." bisiknya perlahan ke arah Jack.
mendengar kata "putra" Jack langsung berdiri, mendekat ke arah Dela. Sorot matanya tajam seolah-olah singa yang ingin menerkam. Pria itu menggumpalkan tangannya, bersiap untuk melawan.
"BE-BERANINYA KAU!!!!! JAUHIIII PUTRAKU!!!!!!" teriak Jack ingin menyakiti Dela. Sayangnya pria itu tidak dapat melakukannya. Sedangkan dirinya berada didalam sebuah sel.
"haruskah aku membunuhnya??" tanya Dela pelan.
"BERANI KAU!!!! MASUK SINI KALO BERANI! AKANKU PATAHKAN TULANG MU....!!!!"
"jika itu yang kau inginkan, baiklah..." dengan tenang Dela langsung membuka pintu penjara. Gadis itu masuk, sedangkan Jack dirinya masih terdiam melihat perbuatan yang baru saja dilakukan Dela...
Dela menutup pintu dengan pelan, menunggu pembalasan Jack dengan tenang. BURGH! tiba-tiba Jack langsung mendorong Dela dan memukuli perutnya. Pria itu juga memukul wajahnya hingga berdarah. Sayangnya, 'hal' itu tidak berlaku untuk Dela.
'dia' yang telah berdarah banyak, dipukul hingga habis-habisan itu pun berdiri dengan tegap. Memasang ekspresi bahagia. Entah mengapa ekspresi itu sangat membuat Jack kaget.
bagaimana tidak?...seorang gadis kecil yang telah dipukul habis-habisan bukan malah menangis namun malah tersenyum bahagia.
HAHAHAHA...
tawa Dela pada Jack.
"apa itu saja?? sangat lemah..." ucap Dela memukuli kaki Jack. Secara refleks Jack langsung terjatuh akibat pukulan Dela.
entah apa yang salah, Dela justru sangat kuat dibandingkan Jack yang mempunyai badan kekar dan besar.
"baru segitu saja sudah jatuh...cihh" sombong Dela. mendengar itu, seketika Jack bangkit. Pria itu marah dan langsung memukuli wajah Dela.
namun lagi-lagi dia tidak bisa, tangannya di halangi oleh tangan gadis kecil itu. Dela tersenyum melihat seorang lelaki yang sekarat, dan langsung...
Bersambung...
***hiii guyss, rindu gak?? sorry putri baru update.. btw, makasih yahh udah mau like dan komenn... semoga dilancarkan rejeki..aminn
semangat buat para author dan para pembaca yahh!!! fightinggg***...