The Last Legacy (Hidden Identity)

The Last Legacy (Hidden Identity)
16. The Betrayal and A Tea



"Apa maksud Alex dengan Es murni dan es palsu?" mendengar pertanyaan itu membuat keduanya terkejut kemudian saling memandang melemparkan pikiran seolah mereka tengah bertelepati.


"Ini adalah masa lalu kelam keluarga kerajaan." ujar Quinna dengan pelan.


"Apa ini rahasia?" Quinna menggeleng.


"Tidak, tapi mungkin akan menjadi cerita yang panjang. Ini tentang kakek Jack dan Alex, raja dari kerajaan Moisan dan Putri mahkota dari Kerajaan Aqua..."


"Athela kamu tau kenapa rambut Oceana memiliki 2 warna?" tanya Quinna. Athela mengangguk, karena memang Oceana sempat menjelaskan padanya waktu itu.


"Waktu itu, Oceana bilang ibunya terpilih dan mendapat elemen es." ujar Athela. Quinna dan Lily saling berpandang.


"Bagaimana dengan warna biru rambutnya?" tanya Quinna lagi.


Athela menyerengit bingung. "Bukan kah itu karena dia memiliki kekuatan air?" Quinna menggeleng.


"Ada perbedaan warna biru rambut water el biasa dengan seorang turunan kerajaan Aqua. Warna rambut Oceana mirip dengan warna rambutku. Warnya disebut aqua Blue. Dan hanya anggota kerajaan saja yang memiliki, walau biasa tergabung dengan warna lain. Dan rambut spesial sebagai mermaid yang akan menyala dalam kegelapan. Apa kamu tau bagaimana dia dan Oceano mendapat rambut spesial itu?" Athela menggeleng ragu. Dia sedikit ragu namun punya sebuah tebakan yang entah benar atau tidak.



(Rambut Quinna yang dapat bersinar di kegelapan dan berwana aqua royal blue.)



(Rambut Oceana yang memiliki warna the Aqua royal blue hair di bagian atas.)


"Itu karena Ibu Oceana dan Oceano adalah seorang mermaid, dulunya lebih tepatnya. Dan dia adalah kakak Ibuku. Seorang Putri mahkota yang mempermalukan kerajaan Aqua hingga di usir oleh kakekku. Iya, Oceana adalah sepupuku. Aku tau itu saat pengangkatan Jack sebagai pangeran mahkota." Athela sedikit terkejut karena tebakannya benar.


"Apa itu yang membuat kalian bermusuhan?" Quinna menggeleng.


"Tentu bukan, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, begitu juga jack dan Alex. Tapi karena tingkah nya sendiri lah yang membuatnya di jauhi."


"Athela kamu tau ingat apa yang aku beritahu padamu saat itu. Alasan kami menjauh dari mereka?" Athela mengangguk. Dia mengingatnya kalau Lily bercerita Oceana menuduhnya dan membully-nya.


"Apa kamu sadar? Rasa suka Oceana pada Jack tidaklah murni. Bukan maksudku lebih pada obsesi sampai tidak membiarkan siapapun untuk dekat dengan Jack." ujar Lily. Athela sebenarnya juga merasakannya. Rasa suka Oceana pada Jack sedikit berlebihan. Bukan karena dia cemburu tapi semua orang memang menyadarinya.


"Ayolah Lily, aku belum selesai bercerita." Lily malah menyengir mendengar gerutuan Quinna.


"Selain sebagai sepupu ku yang berarti dia kemungkinan mendapat tahta di Aqua tapi tentu para dewan tidak membiarkannya. Oceana bisa saja mendapat tahta di kerajaan Moisan. Kamu tau kerajaan Moisan bukan?" Athela mengangguk.


'Moisan? Salah satu kerajaan pusat, dan salah satu kerajaan terbesar dan tertua.' batin Athela.


"Kalau kamu berpikir tentang kerajaan besar dan tertua itu benar. Tapi apa kamu tau satu hal penting lainnya?" Athela mencoba berpikir mengingat-ingat apa yang dia lupakan.


Seolah-olah membaca pikiran Athela, Quinna berkata, "kerajaan dari sang Ratu Ozorania. Jack dan Alex adalah pangeran dari 3 kerajaan dan kerajaan Moisan adalah salah satunya."


"Kamu mau tau apa yang membuat sang putri mahkota di usir dan kekuatannya di segel?


Itu adalah karena pengkhianatan yang terjadi antara sang putri mahkota dan Raja Moisan sebelum King Fatur. Mereka berselingkuh di belakang ratu dan kerajaan. Saat ketahuan karena saat itu ibu Oceana-Nero tengah mengandung si kembar. Dia langsung di usir, dan sang raja mengundurkan diri tanpa memperdulikan keluarga nya, padahal anak keduanya, Queen Daina tengah mengandung Jack juga dan sudah akan melahirkan. Dia meninggalkan semuanya dan pergi bersama selingkuhannya.


Mau tau alasan sang Putri yang membuatnya sampai di usir? Dia berselingkuh dengan sang raja Moisan karena menurutnya kerajaan Aqua tidak pantas untuknya dan kurang besar untuknya. Bisa dibilang dia haus kekuasaan. Tapi pada akhirnya dia tidak mendapatkan apa-apa bukan?" Athela mengangguk setuju. Saat kita menjadi serakah dan melupakan semua yang telah di berikan, pada akhirnya kita sendiri yang tidak akan mendapatkan apa-apa.


"Kalau begitu, Oceana Mermaid?" tanya Lily. Sebenarnya itulah pertanyaan yang sangat ingin ditanyakan Lily sejak dahulu namun selalu terlupakan.


Quinna menghela nafas pelan. "Tentu saja bukan. Bahkan kamu tau kenapa kekuatannya tidak sepenuhnya es maupun pengendalian air tingkat tinggi? Itu karena segel ibunya yang ikut terikat padanya dan membuat kekuatannya tidak bisa keluar sepenuhnya."


"Jadi yang Alex maksud dengan es palsu adalah karena elemen es Oceana hanya ada 50%?" Quinna mengangguk.


"Walaupun tidak serendah itu, bisa dibilang sekitar 70-75%. Untuk elemen air, dia hanya bisa mengendalikannya seperti water el biasa bukan sebagai royal mermaid walaupun dia mempunyai rambut mermaid. Percayalah, Oceana tidak bisa berenang." oke itu sebuah fakta yang baru saja membuat Athela benar-benar terkejut. Anak seorang mantan mermaid tidak bisa berenang? Wow!


"Sebenarnya segel pada Ibu Oceana bukanlah segel biasa. Bisa dibilang iti lebih mirip sebuah kutukan. Kekuatannya tidak terisisa, kemampuan berubah menjadi duyung dihilangkan bahkan sampai kemampuannya dalam berenang, mau di kolam ataupun laut. Oceana dan Oceano juga terkena dampaknya."


Quinna terlihat murung.


Athela menatap bingung Quinna dan Lily. Dia bingung kenapa Quinna tiba-tiba meringis kesakitan. "Itu apa?"


"I-itu, maksud aku harusnya dia sadar dan tau kalau orang yang Jack suka sudah pasti bukan dia!" Lily dan Quinna menatap tegang Athela. Berdoa dalam hati semoga gadis itu tidak akan bertanya lebih lanjut pasal itu. Dan doa mereka terkabul, Athela hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia mengerti. Keduanya bersyukur Athela tidak seperti Alex yang sangat ingin tahu segaa hal. Yap, mereka bersyukur dengan sifat cuek Athela untuk kali ini.


"Eh, astaga! Jadi kelupaan kan sama tugasnya!" gerutu Quinna yang kembali mengingat akan tugas kelompok mereka.


"Aku bisa bantu, lagian kan karena aku kalian sampai harus menunda mengerjakan nya." Quinna dan Lily dengan senang hati menerima tawaran bantuan dari Athela.


"Kalau begitu, bukankah Jack dan Alex memiliki hubungan keluarga dengan Oceana?" tanya Athela saat dia telah naik di atas kasur Lily.


"Bisa dibilang, Oceana dan Oceano adalah Tante dan Om Jack dan Alex." Athela mengangguk mengerti kemudian mereka bertiga mengerjakan tugas itu bersama hingga larut malam.


****


Jack berjalan sendirian di koridor ingin ke lokernya. Seharusnya dia bersama Wind tapi pemuda itu secara dadakan mengatakan bahwa dia harus ke perpustakaan karena keperluan dadakan dan berakhirlah Jack di koridor dengan segala macam tatapan yang mengarah padanya.


Saat sampai di loker, dia membukanya kemudian memasukkan buku yang dia bawa dan memencet tombol di samping pintu loker untuk mengaktifkan sihir pengganti baju. Tenang ini sudah sangat anti intipan. Jack harus mengganti seragamnya karena dia akan pergi ke kelas element.


Dalam sekejab baju seragamnya berganti dengan baju olahraga IAO. Baju olahraga IAO memiliki celana berwarna hitam polos dengan kaos putih dan sebuah jaket yang setengah atas nya berwarna putih dan setengahnya lagi berwarna biru tua.



(Seragam olahraga IAO, untuk olahraga dan praktek element)


Saat akan menutup loker,seseorang menepuk pundak Jack. Jack tau siapa yang menepuknya, dia sudah mencium bau menggiurkan ini dari jarak 1 km kedatangannya.


Jack berbalik dan mendapati gadis berambut ungu itu berdiri di belakangnya dengan kedua tangan berada di belakang.


Jack sangat ingin tersenyum namun dia menahannya. "Ada apa?" tanya Jack mencoba bersikap biasa saja.


"Em, ini. Aku membuatnya sendiri. Wendy kemarin mengatakan kamu kelelahan hingga pingsan. Biasa nenekku membuat kan ku itu agar tidak cepat kelelahan." ujar Athela sembari menyodorkan sebuah botol minum berwarna ungu. Dengan isi berwarna coklat transparan seperti teh.


"Hidupmu serba warna ungu ya..." canda Jack walau dengan nada datar khasnya. Dia juga mengambil botol yang di berikan Athela.


Athela tersenyum. "Itu hanya kebetulan. Tenang saja, rasanya tidak pahit. Seperti meminum teh dingin. Kalau begitu aku duluan!" Jack menghela nafas kecewa karena Athela langsung pergi begitu saja sebelum dia mengucapkan terimakasih. Padahal Jack tidak tau Athela dengan cepat mengatakannya karena merasa jantungnya tidak normal dan gugup. Karena tidak ingin Jack menyadarinya, Athela langsung pergi setelahnya.


Jack membuka tutup botol teh itu. Sebelum meminumnya, dia mencium aromanya dahulu kemudian meneguknya dengan ceoat hingga tandas.


"Yah, habis!" Alex tiba-tiba datang sembari mendesah kesal.


"Kenapa?" tanya Jack sembari menutup botol dan menaruhnya di dalam loker dan menutup nya.


"Dari baunya tadi kayaknya enak banget. Baru pengen nyoba!" ujar Alex.


Jack menepuk pundak Alex sembari berkata, "Kalaupun msh ad, aku juga gak akan memberikannya padamu." kemudian berjalan kembali menyusuri koridor ramai itu.


Alex menyusul dan mensejajarkan langkah nya dengan Jack. "Apa tehnya enak?" tanyanya. Jack mengangguk.


"Tentu saja tidak diberikan padaku. Tehnya enak pastinya apalagi yang buat kan-"


"Kamu tidak ingat hidupmu bisa tuntas dalam satu sentuhan?" ancam Jack. Hawa dingin menyengat juga telah keluar dari nya bahkan matanya beberapa kali berubah merah kemudian kembali menjadi biru.


"Kamu lupa kalau hidupmu tergantung pada nya?" setelah mengatakan itu Alex memeletkan lidahnya dan berlari kabur. Maksudku benar-benar kabur.


Jack ingin berteriak dan menarik adiknya karena sudah berani mengejeknya sayangnya mereka berada di koridor, tidak mungkin Jack mengikuti permainan konyol Alex.


Ayolah, dia tidak segila Alex. Seandainya mereka di istana sejak tadi Alex pasti sudah di tangkap dan sudah dia beri hukuman. Well, kali ini Jack akan membiarkan anak nakal itu lolos, namun lain kali jangan harap!


**TBC....


mungkin ada yang bingung. karena aing juga bingung. tapi kalian bisa bertanya kalau ada yang tidak di mengerti. Dan jangan lupa like guys**!