
Athela merasa ada cahaya mentari yang mencoba masuk dibalik matanya yang tertutup. Kedua mata indahnya mulai menerjap-nerjap menyesuaikan dengan cahaya yang ada. Saat penglihatannya membaik, Athela mendapati dirinya berada di sebuah padang bunga yang luas dengan pohon yang mengelilingi di sekitarnya.
Gadis itu bangkit dengan penuh kebingungan, kemudian mulai mencari siapapun yang berada di sana. "Halo! Apa ada orang disini?" teriaknya.
Tidak ada yang menjawab, hanya ada serangga-serangga yang indah berterbangan. Athela menoleh kekanan dan kekiri mencari sesuatu atau apapun itu yang dapat menunjukkan dimana dia, namun tiba-tiba dia melihat sebuah kupu-kupu dengan sayap berwarna pelangi, sangat indah hingga menghipnotis Athela yang akhirnya mengikuti kupu-kupu itu.
Athela berjalan mengikuti kupu-kupu pelangi itu dan berakhir berada di sebuah gazebo yang terasa familiar baginya. Gazebo di tengah sebuah ladang bunga dengan 4 sisi tersambung dengan sebuah jempatan. Athela ingat, tempatnya sekarang adalah gazebo terlarang dan angker di the Lost Village. Yang berarti dia sedang berada di the Lost Village sekarang. Tapi kenapa tempat ini begitu indah?
"Itu karena ini ada visualisasi dari ingatanmu sebelum perang. The Lost Village as the secret Mansion of Esterina." jawab seseorang dibelakang Athela seolah-olah membaca isi pikirannya.
Athela terkejut dan berbalik dengan waspada, namun saat melihat siapa yang ada di belakangnya Athela lebih terkejut sekaligus bingung.
"K-kamu?"
"Halo Athela, lama tidak berjumpa." sapa pemuda dengan rambut ungu itu sembari tersenyum hangat.
"Kamu? Athelo?" pemuda itu mengangguk kemudian tersenyum.
"Ta-tapi bagaimana? K-kamu..."
"Athela, kita tidak punya banyak waktu. Aku berada di sebuah planet yang sangat jauh dari Ozora. Ibu dan Ayah menitipkanku pada Kakek saat itu karena kekuatanku akan sedikit tertahan disini. Sedangkan kamu, kamu harus segera berusaha mengendalikan kekuatanmu. Apa yang kamu ketahui tentang kekuatanmu sekarang baru permulaan bukan segalanya. Jangan terlalu memikirkan aku dahulu, aku baik-baik saja bahkan aku sudah dapat mengontrol seluruh kekuatanku. Aku ingin memeritahumu, segel yang ibu buat padamu akan segera terbuka, darah vampir dari Jack hanya akan membantu sedikit untuk menahan kekuatanmu, sisanya tergantung pada mu dan tekadmu." Athelo berjalan mendekat ke arah Athela.
"Perlahan namun pasti kamu akan mengetahui semuanya. Tentang keluarga kita, alasan dibalik semuanya, kekuatan dan siapa sebenarnya kita. Tapi ada satu hal yang perlu kamu ingat, kita sebagai penjaga dan pelindung atau sebagai perusak dan penghancur." Athelo memeluk Athela dengan erat. Tinggi Athelo yang sepertinya sama dengan Jack membuat Athela hanya sedagunya.
"Suatu saat nanti kita akan bertemu kembali, adikku." kemudian Athelo perlahan memudar dan menghilang menjadi serbuk-serbuk cahaya berwarna ungu. Dan Athela hanya terdiam mematung.
****
Perlahan-lahan, kedua kelopak mata itu mulai terbuka memperlihatkan iris mata berwarna ungu itu. Mata indah itu menerjam-nerjab menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kedalam matanya. Saat telah sadar sepenuhnya, gadis itu bangkit untuk duduk dan mengumpulkan nyawa.
Athela melihat keselilingnya dan mendapati dirinya berada di tempat asing. Dia menoleh ke kanan dan kiri mencari siapapun yang ada di sana. Setelah mimpi anehnya tadi, kepalanya terasa sedikit sakit. Dimimpinya dia berada di the Lost Village sebelum perang dan bertemu dengan Kakak kembarnya. Walau begitu, Athela merasa sedikit aneh dan bingung. Pasalnya Athelo berbicara menjelaskan dengan cepat dan ambigu, dia menjadi tidak terlalu mengerti. Tentang segel, kekuatan, kehancuran dan darah.
Athela melotot terkejut, dia baru ingat, Athelo bilang darah vampir milik Jack hanya akan membantu sedikit. Apa maksudnya itu. Jack? Vampir? Apa yang dimaksud Athelo adalah Pangeran Mahkota Jack? Tapi kenapa dengan darahnya?
"Athela, kamu sudah sadar ternyata." Wendy tiba-tiba muncul di balik sebuah pintu di depan Athela.
Wanita itu melihat ke arah monitor untuk mengecek keadaan Athela. "Kamu juga sudah stabil dan boleh kembali ke asrama."
"Dimana ini?" tanya Athela.
"Ruang kesehatan. Omong-omong, kurasa kelas tambahanmu akan bertambah. Aku tidak tau kekuatan apa lagi yang akan muncul jadi kamu harus berlatih dengan sungguh-sungguh." Athela mengangguk, mendengar itu dia kembali mengingat ucapan Athelo. 'Menjadi penjaga dan pelindung atau menjadi perusak dan penghancur'.
"Kenapa diam? Tidak mau kembali keasrama?" Athela tersadar dari lamunannya dan bangkit dari kasur. Kemudian Wendy berteleportasi bersama dengan Athela.
Mungkin ada di antara kalian yang bingung, apa Wendy vampir yang bisa berteleportasi seperti Jack? Bukan, Wendy berteleport dengan sihir tanam di V-B nya. Sedangkan Jack adalah dasar dari kekuatannya. Dalam sekejap mereka berada di depan kamar Athela.
Saat Athela masuk, kasur Lily telah rapi namun terdengar suara germecik air dari belakang kasur, berarti Lily sedang mandi.
Athela membuka jubahnya dan menggantungnya di lemari. Kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia lebih memilih untuk masuk kelas dibanding bolos, apalagi kemarin dia sudah bolos karena di culik dengan Jack.
Saat keluar dari kamar mandi dan telah lengkap dengan seragamnya, Athela mendapati Lily sedang bersingkap dada menatapnya dengan tajam.
"Kamu baru saja kembali dari ruang kesehatan dan akan ikut kelas? Are you insane?!" omel Lily saat melihat Athela telah lengkap dengan seragam nya.
Athela berjalan melewati Lily ingin mengambil tab nya yang berada di meja belajarnya dan membawanya.
"Aku sudah bolos kemarin, tidak bisa bolos lagi hari ini." bela Athela untuk dirinya karena Lily mengomelinya. Lagipula dia memang bolos kemarin karena di culik bukan?
Lily memutar kedua bola matanya malas. Kemudian mengambil alih tab Athela dan menaruhnya kembali ke atas meja belajar gadis itu.
"Tetap saja, kamu harus istirahat. Kalau yang lain melihatmu pasti akan mengatakan hal yang sama!" kekuh Lily yang tetap ingin Athela beristirahat dulu hari ini.
Athela menghela nafas jengah. "Jangan terlalu lebay! Aku baik-baik saja. Bahkan kepala sekolah tadi bilang aku bisa lansung ikut pelajaran." Athela berjalan mendekat ke arah Lily kemudian meletakkan tangan kanan nya di atas bahu kanan Lily sembari menatap Lily dengan tatapan meyakinkan.
"Kalau aku merasa sakit sedikit pun, aku langsung ijin. Bagaimana?" bujuk Athela.
Lily menghela nafas pelan dan mengangguk pasrah. Sekeras kepalanya dia lebih tidak dapat di bantah lagi Athela. Gadis itu selalu punya 1001 alasan dan cara untuk dapat membuat orang setuju dengannya dan memenangkan perdebatan. Mungkin yang akan ikut lomba debat harus berlatih dahulu dengan Athela.
****
Athela telah selesai kelas. Dia baru saja dari kamarnya ingin mengambil buku klannya. Ia berencana untuk membacanya di perpustakaan karena sekalian ingin mencari beberapa buku untuk tugas.
Saat sampai, perpustakaan besar itu terlihat sedikit sepi. Entah karena memang sangat besar jadi orang-orang terlihat sedikit atau memang sekarang tengah sepi. Tapi bagi Athela, lebih sepi lebih baik lagi. Setidaknya dia tidak akan terganggu.
Athela lebih dahulu mencari buku yang dia inginkan dengan mesin pencari. Saat menemukan dimana rak tempat buku-buku itu, Athela segera menjelajahi perpustakaan mencari rak 10-K baris 8. Saat mendapatkan raknya, dia berdiri di sebuah layar di samping rak dan memencet judul buku yang dia inginkan. Rak itu akan berputar dan menurunkan buku yang diinginkan ke lubang yang berada di rak agar dapat diambil dengan mudah. Setelah itu, Athela berjalan kearah tempat baca dan memilih untuk mengambil tempat di samping kaca besar yang ada dan mulai membaca buku yang dia ambil tadi. Membaca bab pertama dan menandai yang penting dengan stabilo yang dapat dihapus. Setelah menyelesaikan satu bab, Athela beralih untuk membaca buku khusus itu. Dia ingin mengenal lebih dalam tentang klannya itu.
Dia membuka bab 5 tentang Secret Place. Di halam pertama di bab itu adalah the Secret Forrest (The Lost Forrest). Di paragraf pertama menjelaskan tempat apa itu dan segala macam rahasianya. Saat di buka, muncul visualisasi secara 3D menggambarkan hutan itu dengan suara yang menjelaskannya.
{The Secret Forrest atau yang sekarang lebih di kenal sebagai the Lost Forrest adalah hutan buatan klan Esterina sebagai pelindung the Secret Mansion of Esterina. Dan juga sering menjadi penjara mati untuk para penjahat. Hutan buatan ini penuh dengan sihir, saat masih sebagai pelindung Mansion, hanya yang diperbolehkan oleh anggota klan Esterina lah yang dapat melintas dengan mulus, bagi yang tidak di harapkan kedatangannya jangan harap bisa keluar dari hutan itu. Namun, sebagai The Lost Forrest, hutan itu meloloskan mereka yang masuk namun tidak ada yang bisa lolos untuk keluar kembali ke sebrang hutan itu kecuali dengan kunci khusus milik klan Esterina yang hanya ada satu di semesta.}
Athela tidak membaca segalanya tentang The Secret Forrest/The Lost Forrest itu, dia meloncatkan bacaannya ke pembahasan ke-2 tentang the Secret Mansion of Esterina. Visualisasi sebuah rumah besar yang mirip seperti istana dengan taman yang indah dan luas.
Melihat tampilan yang familiar itu Athela merasa kepalanya sedikit berat. Tiba-tiba di kepalanya teringat sebuah kenangan yang terkubur dalam. Dia seperti melihat dirinya versi kecil sedang bermain dengan 3 anak lainnya. Mereka berlari di taman, saling kejar-mengejar dan bermain petak umpet. Keempat anak kecil itu terlihat sangat dekat. Dan dua di antaranya terasa sangat familiar sekarang ini bagi Athela. Terutama anak lelaki dengan rambut platinum itu. Dia terlihat seperti...
'Jack!' batin Athela yang terkejut saat melihat dengan jelas anak kecil berambut platinum yang bermain dengannya.
****