The Last Legacy (Hidden Identity)

The Last Legacy (Hidden Identity)
10. Extra Ordinary Klan



jangan lupa klik Like!


****


Seorang pemuda dengan rambut berwarna platinum tengah berdiri didepan lemarinya sembari termenung memegang sebuah foto di genggamannya.


Sekilas ingatan masa lalu kembali muncul dan membuatnya menghirup nafas dalam dan menutup mata mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Jack menaruh kembali foto itu kedalam laci lemari nya dan berjalan keluar dari kamar asramanya. Tentu dia tidak di spesial kan hanya karena dirinya seorang pangeran. Jack dan semua pangeran dan putri akan tinggal di asrama yang sempit untuk 2 orang jika memang mereka ingin bersekolah disana. Bahkan Wendy memperlakukan mereka setara. Kecuali untuk pelajaran, para anggota kerajaan punya kelas khusus masing-masing.


Teman sekamar Jack juga adalah seorang pangeran dari Kerajaan Cloude. Bisa dibilang teman sekamarnya itu mahluk dari kayangan. Namanya Wind de Cloude. Terdengar aneh memang, tapi yah begitulah namanya. Namun daripada aneh, murid-murid banyak menyukainya karena tampan dan ramah. 11-12 dengan Alex tanpa sifat nyebelin (kata Jack).


Wind sedang tidak ada karena sedang di panggil kekerajaannya. Mungkin besok baru dia akan kembali, itulah mengapa Jack hanya sendiri di kamar.


Jack berjalan menuju ke lift akan pergi ke ruangan Wendy untuk kelas Khusus sejarah. Hari ini adalah kelas khusus pertamanya karena kemarin Wendy memintanya untuk memundurkan jadwal. Jadi hari ini baru mereka akan memulai kelas.


Kelas Jack berbeda dengan kelas khusus yang lain. Sebagai pewaris tahta kerajaan Ozorania, dia tentu harus memiliki semua di atas yang lain. Keterampilan, kepintaran, kekuatan dan lain nya. Bahkan diam-diam dia juga menambah semuanya.


Jack hanya tidak ingin saat dia naik tahta, semua malah kecewa dengannya. Bukan karena dia sangat ingin jadi raja, dia hanya tidak ingin orang-orang merasa dia tidak pantas untuk memakai mahkota, atau bahkan hanya sekedar untuk gelar pangeran mahkota. Jack bersyukur belum ada yang mengatakan dirinya tidak pantas sampai sekarang didepannya, entah kalau dibelakang sana.


Setiap memasuki area sekolah yang ramai, ada satu hal yang Jack tidak suka. Tatapan anak-anak gadis yang terus menatapnya, mengikutinya kemanapun dia pergi. Apalagi bau parfum mereka yang sangat menyengat. Bukankah harusnya mereka sadar, itu hanya akan membuat seorang vampir menjauh bukan mendekat.


Jack sebagai half vampire dengan darah Vampire hingga 60% membuatnya memiliki hidung yang sensitif. Jika sedang berada di koridor dia biasa akan lebih memilih jalan lain atau dengan teleportasi. Namun kali ini berbeda.


Ada satu bau yang lebih menyengat dari parfum. Harum, memikat dan tidak memuakkan. Baunya seperti Lavender bercampur mawar. Sangat harum dan biasa membuat Jack sendiri bisa lepas kendali.


Pasti kalian sudah menebaknya. Yap benar! Itu adalah Athela. Athela Esterina Pandora.


Bagi Jack, Athela adalah parfum penyembuh hidungnya setelah mencium racun. Wajahnya adalah penyegar matanya dan suaranya adalah nyanyian di telinganya.


Well, jauh sebelum mereka bertemu di sekolah, Jack mengenal Athela. Walau sebenarnya Jack masih belum terlalu yakin. Namun dia juga yakin. Kenapa? Karena Jack sangat mengingat bau gadis di masa lalu nya itu dan foto yang sering dia liat adalah fotonya saat masih kecil bersama gadis yang dia maksud, dan Alex tentu. Mungkin Alex tidak mengingat nya.


Saat ini Jack berjalan di koridor. Tidak ada Athela hanya ada aromanya. Mungkin dia lewat sekitar 1 jam yang lalu. Karena masih tercium dengan jelas. Dan itu bisa membuatnya teralih dari para ular berbisa yang siap menyemburkan bisa kepadanya.


Bahkan sampai di ruangan Wendy, Jack masih dapat mencium aroma Athela yang sudah menyamar karena sejak kemarin. Bahkan di dalam ruangan Wendy sekalipun.


"Oke Jack. Hari ini kita belum masuk ke sejarah khusus." ujar Wendy saat Jack memasuki ruangannya.


"Kalau begitu, sebelum memulai pelajaran. Aku ingin bertanya satu hal."


"Silahkan." Wendy mempersilahkan.


"Gadis berambut ungu. Athela E Pandora. Dia anaknya Aunty Liony bukan?" Wendy terdiam. Sebenar nya dia tau Jack akan menyadari ini lebih cepat, namun ia tidak menyangka akan secepat ini.


"Pengaburan ingatan sudah tidak berguna bagiku. Mungkin untuk kenangan di masa lalu, namun untuk wajah dan aroma tubuhnya itu tidak bisa terlupakan dari otakku begitu saja."


Sepertinya Wendy harus memulai kelas Khusus sejarah untuk Jack lebih cepat dari yang direncanakan.


"Jack, apa kamu tau materi sejarah kelas khususmu tahun ini?" tanya Wendy. Jack hanya menggeleng.


Jack menyerengit bingung. "Bukankah kamu bilang semua klan sama saja. Mereka memiliki ke spesialan masing-masing." celutuk Jack.


"Ya memang benar. Namun klan ini lebih spesial lagi. Entah dari fisik turunan, kekuatan mereka dan apa arti klan mereka sendiri." Wendy memberi jeda.


Wanita itu bersama Jack masuk ke ruangan belajar khusus di ruangannya. Kemudian Jack duduk di kursi yang berada di tengah.


Wendy menyalakan monitor dan layarnya. Terpampang lah sebuah lambang dan nama klan. "Setiap klan memiliki tugas khusus untuk menjaga negri ini. Namun jida di bandingkan dengan klan itu, tugas ini hanya seperti bulu bagi mereka. Tugas klan khusus adalah untuk menjaga perdamaian planet Ozora dan alam semesta." Jack tentu terkejut, itulah kenapa Wendy mengatakan kalau bagi mereka tugas klan lain hanyalah seringan bulu.


"Tapi, bagaimana? Dan siapa?"


"Jack banyak misteri yang belum terungkap, dan juga banyak misteri yang lebih baik disembunyikan. Klan khusus sangat tersembunyi, hanya petinggi setiap klan dan para anggota kersjan yang mengetahui tentang klan itu, termasuk kamu karena kamu sebentar lagi akan menjadi raja. Dan seorang raja harus mengetahui semua tentang rakyatnya. Ya walau pada dasarnya Klan itu tidak terlalu masuk dalam klan dibawah kerajaan, mereka bisa dibilang..."


"Lebih tinggi?" tebak Jack.


"Kenapa menurut mu?" tanya Wendy mencoba memancing Jack.


"Karena sistem kerja mereka tidak hanya untuk planet namun juga untuk di luar planet. Walau mereka berasal dari Ozora pada dasarnya mereka milik semesta. Walau begitu, mereka menghormati dan menyayangi planet Ozora karena itulah mereka ingin menjadi pelindung Ozora dan alam semesta, bukan Seluruh alam semesta termasuk Ozora." jawab Jack tentang pengamatan nya selama Wendy menerangkan.


"Benar sekali. Dan apa kamu tau ciri khusus klan itu?" Jack kembali menggeleng.


"Klan khusus Esterina, dengan rambut unik berwarna Ungu."


****


"Alex, bisa diam dulu tidak? Kamu tidak lihat aku sedang sibuk?!" keluh Athela karena sejak tadi Alex mengganggu nya padahal pemuda itu tau Athela sedang sibuk melakukan pembedahan pada seekor katak. Dan Alex sebagai rekan timnya tidak membantu sama sekali.


"Ini membosankan tau. Kamu tidak bosan? Atau bahkan, ew... Itu menjijikkan." bela Alex beralasan.


"Yes Prince. If you doesn't want to help me, go away!" kesal Athela kemudian tidak memperdulikan Alex lagi.


"Athela, sejak kemarin lusa aku sangat penasaran dengan satu hal."


"Hm..." Athela hanya menanggapi dengan deheman.


"Apa kamu punya trik atau cara unik untuk membuat kekuatan sihir dan element mu sama-sama kuat? Biasanya yang setara seperti itu tidak akan berada di tingkat yang tinggi seperti mu. Dan... Oh my ew... Jauhkan dariku!" karena Athela sudah sangat kesal dengan kebacotan Alex. Saat Alex belum selesai menyampaikan kebingungannya Athela mengangkat kodok terbelah itu dengan capitan dan berhasil membuat Alex berteriak dan membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Get off me!" teriak Alex.


"Prince Alexander, kalau kamu takut dengan masalah belah-membelah seperti ini seharusnya tidak masuk kelas biologi!" ejek Athela pada Alex yang tengah menjauh darinya. Kemudian dengan senyum kemenangan karena telah berhasil mengerjai Alex, Athela mengembalikan katak itu di atas meja bedahnya dan duduk sembai tersenyum penuh kemenangan.


"Baik Alex, jika kamu tidak akan pingsan saya akan membiarkan kamu memilih. Ingin tetap melanjutkan kelas dan duduk dengan tenang atau keluar?" Alex menatap Athela penuh dengan dendam kemudian mengatakan bahwa dia akan kembali mengikuti kelas namun tidak akan satu kelompok dengan Athela.


Well, Athela tidak masalah. Bahkan dia senang karena Alex tidak menganggunya lagi. Begitu pula dengan rekan se-kelompok baru Alex, dia juga senang karena bisa satu kelompok dengan sang Pangeran Ozorania. Sedangkan Alex? Dia menyesal pindah kelompok.


Adil untuk semuanya....