
Dibumi, Eva mendapat penglihatan yang berbeda lagi. Sebuah perang maha dahysat dengan 2 kubu. Dimana 1 kubu berisikan lautan monster darat,udara, dan laut yang tak terhitung jumlahnya dan pasukan dengan peralatan yang mirip jaman pertengahan beserta dengan ribuan kapal udara yang besar dengan Qi/Mana sebagai generatornya. Dan kubu terakhir, kubu yang berisikan ribuan tank, ribuan pesawat tempur, ratusan kapal perang, orang yang dari puluhan portal besar yang terus keluar tak ada henti.
Eva yang dalam proyeksi jiwa menyaksikan pertempuran maha dahsyat dimana ledakan terdengar tiap detik. Dilangit ribuan pesawat tempur bahkan pesawat bomber terbang bersama dengan manusia dengan sayap putih, naga, wyvern, kelelawar raksasa dan tak terhitung banyaknya makhluk terbang. Dilaut, ratusan ribu bahkan jutaan manusia duyung yang dibantu ratusan kapal perang melawan banyak jenis monster laut seperti siren, sesama manusia duyung, bahkan ada kraken yang bertempur melawan leviathan.
Namun yang membuat Eva terkejut adalah, pertempuran mahadahsyat antara 5 makhluk yang kekuataannya diluar batas manusia yang salah satunya adalah Sun Hoo. Pukulan mereka mampu membuat gempa dan menghancurkan gunung, tebasannya mampu membelah setengah bulan, dan semua makhluk yang terkena tekanan mereka banyak yang pingsan bahkan ada yang mati.
KRIIIIIIIIIIINNNGGGGG
Saat 6 makhluk itu ingin bertarung, Eva langsung bangun setelah alarmnya berbunyi.
" Haaaah, GLEK...GLEK...GLEK. "
Eva minum air dari samping tempat tidurnya sambil mengelap keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Tak pikir panjang lagi, Eva langsung menghubungi asosiasi hunter korea.
" Permisi, apa benar ini Tuan Park Kwan Soo? "
" Ah iya, ada apa nona Eva. "
" Aku mendapat ramalan lagi, tentang perang mahadahsyat dan skala yang sangat sangat besar bahkan seluruh bumi bergoncang. "
" Apa kita menang? "
" Aku tidak tau tuan, namun yang kulihat ada Tuan Park Sun Hoo yang berditi sejajar dengan 5 makhluk mahadahsyat itu. "
" Baiklah, aku akan memberitahukan kepada adiknya Tuan Park Sun Hoo. "
" Oh ya satu lagi, kita tidak sendirian. "
" Hahaha, tebakanku benar bahwa anak itu pasti akan mencari pasukan tambahan. Terimakasih untuk informasi berharga ini nona Eva. "
" Sama-sana tuan. "
Diplanet Ciarna, 1 Minggu kemudian. Semua pasukan dari planet Zexyr sudah kembali dan Sun Hoo membuat sebuah array teleportasi antar planet dari Zexyr ke Ciarna yang terletak dipusat kerajaan.
Setelah menyembuhkan lukanya, Sun Hoo mendatangi kantor Sig.
" Sig, laporkan perkembangannya sekarang. "
" Ah baik tuan. Saat ini kita berhasil menguasai 3 dari 5 daerah tempat pasukan pemberontak berada. Sepertinya daerah timur Ciarna dipulau Cyrus adalah markas mereka. "
" Aku yang akan urus. Berapa pasukan kita sekarang? "
" Ah, sekarang tercatat ada 16 juta pasukan, 6 juta memberontak dan 3 juta sudah tewas semenjak perang kemarin dan perang melawan pemberontak. "
" Baiklah, suruh pasukan bertahan didaerah mereka. Kemudian siagakan semua pasukan. Aku akan kesana sekarang. "
" Baik tuan. "
Setelah meninggalkan Istana, Sun Hoo langsung terbang kearah pulau Cyrus dengan kecepatan hipersonik. Dengan kecepatan segitu, bahkan pesawat jet dibumi akan sulit menandinginya.
Dimarkas pasukan pemberontak.
" Tuan, kapal tempur kita mengalami masalah setelah tertembak oleh canon raksasa dari sebuah gunung saat sedang membombardir benteng "
" Seberapa parah kerusakannya? "
" Sekitar 40% Tuan. "
" Panggil teknisi dan segera perbaiki temboknya. "
" Baik Tuan. "
Baru seorang prajurit mau keluar, ada sebuah bom mana yang sebanding dengan nuklir B-83 milik Amerika diledakan.
BOOOMMMMMM
" Kalian menyerahlah sebelum Array Pelindung ini ku hancurkan dengan tebasanku. "
Mendengar perkataan itu, para prajurit pemberontak ketakutan. Namun pemimpin mereka tak gentar dan tetap mempertahankan Arraynya.
" Baiklah kalian yang mau, makan nih. Mountain Slasher. "
CRRAAASHHHHH
Array pelindung langsung pecah dalam sekali tebasan. Para pasukan pemberontak langsung menghujani Sun Hoo dengan ribuan meriam dan panah.
DUARRR, DUARRR, DUARRR..... BOOOOMMM
Asap mengepul ditempat Sun Hoo terbang. Para prajurit pemberontak diam sesaat karena asap ledakan masih menutupi Sun Hoo.
" Apa ia mati? "
" Ia sudah menerima ribuan tembakan meriam, harusnya ia terluka. "
" Ap.... "
Semua prajurit pemberontak yang melihat keatas langsung lari secepatnya setelah melihat Sun Hoo yang tak tergores sama sekali bahkan tak ada luka dibajunya.
" Aku berniat mengampuni kalian, tapi sambutan kalain begini. "
Sun Hoo menyiapkan puluhan ribu pedang Qinya diudara. Dan langsung menjatuhkannya tanpa ragu ketanah.
BOOMMM, BOOMMM, BOOMMM, BOOMMM, BOOMMM.
Puluhan ribu prajurit meninggal setelah terkena serangan Sun Hoo. Benteng kokoh yang berdiri menjadi puing-puing. Namun pemimpin pemberontak terbang kearah Sun Hoo.
" Hentikan, apa kamu lihat token ini? "
" Iya, apa gunanya? "
" Ini adalah token perjanjian Athena dengan ras lain di planet ini. Giant Orc, Wyvern, Drake sedang mengarah kesini. "
" Oh terus? "
" Hahaha, habislah kamu. Mereka semua akan datang kesini dan membunuhmu. Karena aku sudah memanggil merrka dengan token ini. "
" Tunggu... "
SRASHHH
Kepala pemimpin pemberontak langsung terpotong, sementara Sun Hoo terbang kearah kerumunan yang datang dan menghadang mereka disatu titik.
" Kamu manusia, apa kamu ancaman bagi ratu? " Tanya Pemimpin Wyvern kepada Sun Hoo.
" Kalau iya bagaimana? "
" Maka kamu harus mati hari ini disini. " Ucap pemimpin Giant Orc yang setinggi 70 meter.
" Aku beri kalian penawaran, jadi pasukan undeadku atau beraliansi denganku. "
" Apa gunanya kami beraliansi denganmu manusia? " Tanya pemimpin Giant Orc?
" Banyak, seperti perlindungan dariku, wilayah, dan yang paling kujamin adalah keadilan untuk kalian semua. "
" Apa kamu tidak takut dengan Athena? Ia sudah pernah membantai suku kami dengan alasan wilayah. " Tanya pemimpin drake kepada Sun Hoo.
" Ah Athena? Aku sudah membunuhnya. Apa token ini yang sudah membelenggu kalian? "
" Ap...apa? Jangan bercanda, ia sedikit lagi akan menjadi demigod. "
" Ini adalah token ratu bukan? "
" Da...darimana kamu mendapatkannya? " Tanya pemimpin Wyvern yang terkejut.
" Kan sudahku bilang, aku membunuhnya. Kalian sudah bebas, namun bukan berarti diplanet ini tidak ada pemimpinnya. Akulah penguasa Ciarna sekarang. "
" Te..terima kasih tuan. "
" Aku tidak butuh terimakasih. Bersumpahlah diatas lingkaran sihir ini, bahwa kalian akan membantuku saat perang nanti dimasa depan. Jika kalian melanggar, semua orang yang ada hubungan darah dengan kalian akan terbunuh tanpa terkecuali. "
" Aku bersumpah atas nama suku Giant Orc... Drake... Wyvern, kami akan setia pada seorang manusia. Park Sun Hoo. "
Lingkaran sihir perjanjian bersinar terang hingga menuju menuju angkasa. Selanjutnya, Sun Hoo mengumpulkan petinggi Planet Zexyr dan Ciarna untuk bersumpah diatas lingkaran sihir.
1½ Bulan Kemudian
Di Malam yang sunyi, Sun Hoo yang berada dikutub utara planet Zexyr sedang bertarung dengan pasukan bandit yang sedang diburu oleh pemerintah.
" Berhenti main-main dengan mainan sampah ini. Pasukanku takkan bisa mati. "
" Kamu tetap akan membunuh kami jika kami menyerah bukan? " Teriak pemimpin bandit dari kejauhan.
" Tidak. Aku tidak akan membunuhmu, jika kamu memberitahuku peta lokasi penyimpanan batu mana milik penguasa Zexyr pertama maka akanku ampuni kalian. "
" Apa perkataan itu bisa kupercaya? "
" Kamu tau bahwa kamu tidak lebih dari seekor semua yang sudah diujung jurang dan pasti akan mati bukan? "
" Ba..baiklah. SEMUANYA Berhenti menyerang. "
" Bagus dimana lokasinya? "
" Uhhhh, ini petanya. Ini hanya 1/4nya . "
" Tak apa, prajurit tangkap mereka semua dan bawa mereka ke hadapan Helston. "
Semua prajurit Sun Hoo muncul dari tanah dan langsung menangkap semua tangan para bandit dan mengikat mereka.
" Baiklah, ini tertulis di...... Laut dalam? "
1 Jam kemudian, Sun Hoo sudah berdiri tepat di gambar lokasi petanya.
" Ini adalah palung yang kata Helston sebagai palung kegelapan karena sangat dalam dan kedalam maksimalnya mencapai 18 km. Jika melawan tekanannya aku masih yakin, tapi kata guru Kraken adalah makhluk paling berbahaya penghuni laut dalam. Ya sudahlah. "
Sun Hoo menggunakan artefak pelindung yang banyak untuk menjaga suhu tubuhnya dan menjaga paru-paru dan organ-organ lainnya dari tekanan yang sangat kuat didasar. Karena sudah melatih tubuhnya dengan Star Body Technique yang membuat tubuhnya puluhan kali lebih kuat dari pada berlian.
Ia langsung mepesat secepst mungkin kedasar palung dengan kecepatan. Semakin kebawah semakin gelap gulita, namun dari Qi sensenya, ia merasakan sebuah makluk yang sangat besar sebanyak 2 ekor yang sedang hinggap didinding paling.
' Sial, jika ini udara kecepatanku sudah mencapai mach 10. '
Namun beruntung, kecepatan Sun Hoo sangatlah cepat sehingga ia sudah sampai disebuah gua yang pintu masuknya ada di dinding gua.
" Dingin sekali, sedikit api akan menghangatkan ruangan gua ini. "
Sun Hoo mengcasting api menggunakan tangannya dan membakar tembok gua sampai kedepan pintu. masuk ruangan harta. Baru pintu itu dibuka, batu mana sebesar kepalan tangan jatuh dan membanjiri pintu.
" Astaga, dengan sebanyak ini tidak hanya bisa membuatku menaiki ranah DemiGod tapi juga bisa membantu Sun Young menaiki ranah. "
Sun Hoo mengeluarkan cincin ruangnya dan memasukkan semua batu mana kedalamnya, segera setelah semua diambil, ia pergi kepintu masuk gua.
" Kraken itu menunggu didepan, jika aku melrmpar mana bomb yang besar akan membust lempeng tektonik disekitar bergerak dan mengakibatkan tsunami, ya sudahlah. "
Tak pikir panjang, Sun Hoo menyelam kedalam air dan ia langsung bertemu 2 kraken yang berukuran 10x lebih besar dari Giant Orc sedang menatapnya dengan mata merah.
' Sial. '
Tentakel kraken langsung menghantamnya dan menbuat ia terpental hingga membentur dinding palung. Tak berhenti, kraken kedua mencoba memukul Sun Hoo. Namun, ia menahan tentakel itu dengan tangannya.
Disebelah kiri, tentakel kraken lain mencoba menghantamnya, Sun Hoo langsung terbang keatas dengan secepat mungkin. Sun Hoo yang merasa bahwa kecepatan kraken lebih cepat, langsung mengeluarkan Mountain Slashernya dengan pedang yang masih disarungkan.
Namun karena kulit Kraken yang keras masih tak sanggup memotong tentakelnya dan hanya menggoresnya. Baru saat Sun Hoo sudah mau keluar dari palung, kraken mencoba menangkapnya. Tapi sebuah tombak melesat kearah Kraken dan langsung memotong tentakelnya.
" Tinggalkan saja tempat ini padaku. "
Puluhan ribu pasukan manusia duyung mengepung 2 kraken tersebut. Dihadapan ras manusia duyung, 2 kraken ketakutan dan mereka memutuskan untuk mundur. Namun dari bawah juga ada pasukan manusia duyung yang mencegat mereka.
" Baiklah, ini akan jadi pertarungan yang adil. "