The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Keluar dari Pengasingan



Wanita itu tersenyum dan masuk kedalam hutan belantara yang lebat dan gelap.


6 Jam Sebelumnya.


ZRRAAASSHHHHH


Sebuah tebasan yang dahsyat menghancurkan 1/4 planet kecil berwarna merah tersebut. Tebasan itu dihasilkan dari pedang milik seorang pria dengan rambut yang panjang.


" Hahaha Monarch of Strategy, Crux. Karsil mengatakan bahwa kamu Fallen Monarch ke 7? "


" Jangan ber... ARGHHHH. "


Tangan Crux langsung terputus saat ia ingin mengeluarkan senjata dari lengan bajunya.


" Ingatanmu pasti akan dijaga oleh si Legion. Jadi beritahu aku, dimana teman-temanmu berada? "


" Sampai mati sekalipun aku tidak akan membuka mulutku. Mimpi saja kau. "


" Aku sudah hampir menerobos ranah Heavenly DemiGod namun terpaksa keluar dari gua itu. Apakah kamu tau aku tidak bisa masuk kedalam situ lagi karena ada semacam array aneh. Mati saja kamu. "


SRASHHH.


" Semuanya bangkitlah. "


Tanah bergetar sangat kencang karena tidak hanya ratusan ribu pasukan yang bangkit, namun ada jutaan pasukan milik Crux yang bangkit dan sekarang Sun Hoo memiliki sekitar 2.8 juta pasukan dibawah kakinya. Namun jiwa milik Crux langsung terbakar hangus sehingga ia tidak bisa dibangkitkan.


" Satu tumbang, satu bekerja sama denganku dan satu lagi telah mati. Sisa 9 orang. Tunggu saja kalian, ada harga yang harus dibalas setelah membuat milliaran orang meninggal. "


Disisi Sun Young, ia sedang berkumpul dengan rekannya yang sedang membuat kemah dadakan ditengah hutan.


" Sun Young, Fiora dan Benington akan tinggal disini. Sisanya kami akan membagi regu menjadi 4 orang dan 3 orang untuk berpencar mencari jejak. Jika salah satu dari kami tidak kembali sampai jam 12 malam, segera laporkan kepada akademi lewat token komunikasi. "


" Baik kapten. "


Mereka segera pergi dan meninggalkan mereka bertiga. Mereka bertiga menyiapkan tenda, api unggun dan peralatan yang dibutuhkan


" Sun Young, jadi seperti apa kampung halamanmu? ". Tanya fiora yang duduk disebelahnya sambil menunggu makanan di api unggun


" Ah, tempat kampung halamanku lebih nyaman. Karena teknologi yang kita punya sangatlah maju, berbagai negara yang jauhnya ribuan mil dapat terhubung dengan mudah. Namun semha teknologi itu tidak ada yang memakai mana. "


" Wah, aku sedang membayangkan tempat itu. Pasti peradabannya sudah sangat maju. "


" Yah bisa dibilang gitu. "


" Oh ya, apa kamu punya kakak? "


" Ada cuma dia entah kemana, tapi dia berjanji akan datang lagi. "


" Kakak seperti apa itu? Meninggalkan adiknya sendirian. Sangat tidak bertanggung jawab. "


" Fiora sekarang jam berapa? Kenapa kapten dan wakil kapten belum kembali? "


" Ah iya juga ya, ini sudah jam 12 lebih. Apa kita harus menghubungi akademi sekarang? "


" Kurasa itu ide yang bagus cepat bangunkan Bennington, tokennya ada ditendanya. "


" Baiklah. "


Fiora berlari ketenda tempat Bennington tidur, namun ia kaget saat ia membuka tenda itu banyak ular sudah menggerogoti tubuhnya yang sudah meninggal. Untungnya tokennya ditaruh dekat dengan tenda, jadi Fiora mengambilnya dan lari kearah Sun Young.


" Cepat hubungi akademi, kita harus melaporkan apa yang terjadi disini. "


Baru saat ingin menekan tokennya, tangan Fiora langsung terpotong oleh seekor siluman laba-laba berwujud wanita yang tangannya dapat membentuk sebuah pisau besar dari jaringnya.


" Arghhhhh, Sun Young tolong aku. "


Fiora menangis sambil menutup darah dari tangannya yang sudah terputus akibat tebasan tersebut. Tak hanya satu, seekor kadal yang berdiri tegap muncul didepan mereka.


" Gadis, bagaimana jika kamu tidur bersamaku. ". Ucap siluman laba-laba sambil jalan mendekat kearah Sun Young.


Sun Young yang siaga mengangkat pedangnya sambil melindungi Fiora yang masih sadar dan terluka dibelakangnya.


" Sun Young, kamu pergi saja. Biarkan aku sendiri. "


Dibelakang, Fiora berdiri dengan badan yang rintih sambil mengangkat pedangnya dan berdiri disamping Sun Young.


" Tidak berhenti mengatakan itu. Aku sudah muak ditinggalkan dan meninggalkan. Aku tidak akan kabur. Xin Jia.... "


BRAKKK


" Arghhhhh. "


Siluman wanita itu mengeluarkan semacam jaring yang tajam dan panjang yang melesat kearah Sun Young dan membuat dirinya terpental kepohon dengan kaki yang tertancap jaring tajam dipohon.


" Oppa, tolong.... "


Kalung Sun Young bergetar dan memproyeksikan tubuh Sun Hoo.


" Beraninya semut seperti kalian menyentuh adikku. Jika kalian menyentuhnya, akanku gantung kalian hingga mati kehabisan darah. "


Proyeksi itu juga mengeluarkan tekanan hawa membunuh yang kuat.


" Nak, jangan pikir pelindungmu bisa menyelamatkanmu sekarang. "


Siluman laba-laba itu mendekat dan menyentuh pipi Sun Young hingga tergores memanjang.


KRAKK


Sebuah ranting pohon berbunyi dibelakang menghentikan gerakan siluman laba-laba dan membuat mereka bersiaga kearah belakang.


" Siapa disana? Jangan buatku mengulanginya. "


" Siluman sepertimu berani menyentuh adik dari Yang Mulia? Aku akui keberanianmu, bahkan setelah terkena hawa membunuh Yang Mulia kamu masih berani menyentuhnya. "


" Airin! Tolong aku. "


Penjaga wanita yang ditaruh disisi Sun Young menekan siluman wanita dan Lizardmen itu hingga mereka berlutut ditanah.


" Nona tenanglah, semua akan baik-baik saja. Kalian semua cepat obati nona dan temannya. Dan kita akan menunggu Yang Mulia.... Tidak dia sudah datang. "


Bawahan Airin langsung berlutut setelah sebuah portal terbuka dan Sun Hoo keluar dengan tampilan rambut yang panjang sepinggang.


" Oppa? "


" Sudah lama ya Sun Young. Kalian bawa Sun Young temannya biar aku yang urus semut ini. Jangan lupa, aku akan meminta pertanggung jawabannya nanti. "


Airin dan para bawahannya menidurkan Sun Young dan Fiora agar mereka dapat merawatnya lebih lanjut. Sementara Sun Hoo berdiri dihadapan siluman laba-laba dan lizardmen yang berlutut


" Beberapa menit lalu aku berpikir apakah urat takut kalian sudah putus, tapi aku lebih tertarik bagaimana siluman aneh seperti kalian bisa muncul disini? "


" Menarik, jadi kalian semacam chimera? "


" Bi...bisa dibilang begitu tuan. "


" Pembuat chimera pastilah orang gila atau psikopat. Selama 340 tahun didalam gua, aku sudah mencapai Heavenly Dominator akhir dan tinggal sedikit lagi menerobos ke Heavely DemiGod. Namun aku terpaksa keluar karena suatu alasan. Dimana orang yang mengubahmu itu? "


" Tapi kami tidak tau. "


" Tak apa, kalau begitu tinggal kucari saja diseluruh planet. "


SSWOOSSHHHH


Qi yang dahsyat keluar dari tubuhnya dan menyebar keseluruh daratan dipenjuru planet secepat kecepatan berkali-kali lipat kecepatan suara. Hembusan qi ini dapat dirasakan oleh orang diatas tingkat Mystical dalam sekejap diseluruh penjuru planet.


" Dapat, kalian tunggu disini. "


Sun Hoo membuka sebuah portal dan tak lama kemudian, ia kembali dari sebuah portal tersebut membawa seseorang pria tua yang merupakan pembuat chimera.


" Akanku berikan tubuhnya, kalian bebas. Jika aku mendengar kalian masih berani membunuh orang, akanku bunuh kalian. Aku memberikan kalian pengampunan karena suatu alasan. Sampai jumpa. "


" Tuan siapa na... "


Sun Hoo sadar bahwa para siluman merupakan korban dan mereka juga tak ingin membunuh. Ia langsung meninggalkan para siluman dan pulang kerumah membawa Sun Young.


Dipagi hari, Sun Young membuka matanya dan melihat Sun Hoo sedang berkultivasi disamping ranjangnya.


" Oppa? Ini jam berapa? "


" Jam 9 pagi, ada apa? "


" Gawat aku harus melapor kedekan. "


" Baiklah, aku akan ikut. "


Setelah bersiap-siap, Sun Hoo dan Sun Young langsung menuju ke akademi. Dekan yang ada dilapangan sedang berduka karena 8 orang knight tewas dan jasadnya sudah ditaruh dalam peti. 3 diantara mereka adalah keturunan bangsawan.


" Dekan, Park Sun Young sudah datang. "


" Dimana anak itu, bukannya melapor malah kabur. "


Park Sun Young masuk melewati pintu gerbang lapangan dan langsung dihampiri oleh dekan.


" Kamu terlihat berbeda hari ini, mungkin kalung ilusimu sudah kamu lepaskan. Aku sangat kecewa terhadapmu, kamu tidak melapor meski keadaanmu baik-baik saja. "


" Ta-tapi dekan.... "


" Cukup keluarga Viscount Marino, Count Bennington, dan terakhir Duke dan Duchess Kalistro menunggumu dibelakang. "


" Ba-baik dekan. "


Sun Hoo hanya memandang dekan dan mengikuti Sun Young dari belakang dengan kepala tertunduk.


" Kamu..., karenamu... hiks. ". Tetiak istri dari Count Bennington menangis disamping peti mati anaknya.


" Sa-saya Park Sun Young, i-ingin minta maaf atas kejadian ini. "


" Jadi ini Park Sun Young, kamu sungguh cantik. Aku akan melupakan kejadian ini kalau kamu mau menikahi putra pertamaku Adrian Kalistro. Dia sudah menunggumu dibelakang, sapalah dia. " Kata Duke Kalistro.


" Ba-baikl... "


" Berhenti Sun Young. Oppamu ini tidak mengizinkan. ". Kata Sun Hoo sambil ia bersandar disebuah pillar.


" Nak, apa kamu ingin menentang Keluarga Kalistro? Apa kamu siap menanggung konsekuensinya? ". Duke Kalistro berdiri mendekat dan mengeluarkan sedikit pancaran auranya.


" Hanya seorang Mystical Emperor akhir berani banyak tingkah depan mukaku. Harusnya aku yang bertanya apa kamu sudah siap menanggung konsekuensi dari amarahku? ". Jawab balik Sun Hoo yang masih bersandar dipillar.


" Berani kurang ajar terhadap Duke? Penjaga potong lidahnya dan tangkap dia. "


Duke Kalistro berjalan kearah belakang sementara 4 penjaga ranah Qi Transcendent awal dengan menggunakan pedang maju ke arah Sun Hoo.


" Oppa, apa yan... "


DORRR, DORRR, DORRR, DORRR


Sun Hoo ternyata mengambil sebuah senjata api dessert eagle dan menembakkan kearah kaki 4 penjaga tersebut. Itu bukan senjata api biasa, Dessert eagle itu sudah dimodif dengan pelatuk bertenaga elektromagnetik sehingga kekuataannya lebih kuat dari sebelumnya.


" Semut seperti kalian tidak usah diurus dengan Qi milikku. Cukup senjata api sudah cukup. "


" Nak, aku meremehkanmu. Akan kubiarkan hidup jika kamu berikan senjata yang ada ditanganmu. ". Duke Kalistro berbalik arah dan ia mendekat kearah Sun Hoo.


" Hahaha, maksudmu dessert eagle ini? Aku diberi dari pemerintah Inggris yang sudah dimodifikasinya sehingga bisa membunuh orang dibawah ranah Mystical. "


" KALIAN BERDUA BERHENTI. JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN. DAN KAMU ANAK MUDA, SERAHKAN SENJATA ITU PADAKU. ". Teriak seorang kakek dari langit yang merupakan penjaga akademi dengan ranah Saint Mystical menengah.


" Apa kalian berdua memandang rendahku? Bahkan jika semua orang diakademi bersatu, kalian tetaplah semut dimataku. "


" KURANG AJAR, MATILAH DENGAN PEDA....NG? "


Saat baru bersiap mengeluarkan pedang dari sarungnya, Duke Kalistro menyadari hal yang aneh. Waktu disekitar melambat 1/50 selama kurang dari 5 detik.


" Apa kamu mengerti? Alasanku menatapmu seperti semut? "


Keringat dingin mulai keluar dari seluruh badan Duke Kalistro. Sun Hoo langsung menjalankan waktu sekitar dan membuatnya kembali normal.


" Tetua, ma-mari biarkan hal ini berlalu dan saling melihat lurus kedepan tanpa ada kebencian. "


" Baiklah, karena ini permintaan dari Duke Kalistro maka aku tidak akan mempermasalahkan ini lagi. "


Mendengar perkataan itu, Sun Hoo menaruh kembali Dessert Eaglenya kedalam cincin penyimpanannya.


" Sun Young, mari kita pulang. Besok malam ada pesta yang harus kita ikuti. "


Keesokan malamnya.


Sun Hoo sudah berpakaian tuxedo sementara Sun Young sudah berdandan dan memakai gaun yang sangat anggun. Merekapun masuk kedalam kereta kuda dan duduk disana.


" Oppa, kita akan kemana? "


" Kesitu, pesta istana kerajaan Zexyr yang akan dihadiri oleh berbagai diplomat dari kerajaan lain. "


" Buat apa? "


" Mendominasi planet ini. "


Bersambung