The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Tersambar Petir



Ini adalah pertama kalinya saya menulis novel mohon dimaafkan bila ada kesalahan baik dalam penulisaan maupun kata-kata yang saya digunakan. Saya akan terima kritik dan saran kalian di komen bawah terimakasih semuanya


Pada malam hari di pinggiran Seoul ada seorang pemuda yang membawa kresek berisikan komik dan novel yang baru dibeli


ia adalah Park Sun Hoo yang biasa dipanggil Sun Hoo berumur 24 tahun dengan tinggi 185 cm dan paras yang tampan.


Namun ia adalah orang introvert yang tidak memiliki teman setelah lulus sma maupun kuliah dan juga ia adalah seorang pengangguran yang tiap harinya membaca komik dan novel selama 6 bulan setelah menyelesaikan wajib militer sehabis ia lulus kuliah.


Pintu terbuka


"Ibu, Oppa membeli komik lagi. ", suara tersebut adalah suara Park Sun Young yang merupakan adiknya yang masih duduk di SMA 2 dan juga ia merupakan trainee disuatu perusahaan agensi terkenal.


Setelah Sun Young berteriak ibunya pun membawa sandal jepit yang merupakan senjata andalannya untuk menimpuk kepala Sun Hoo setiap kali ia membuang duitnya untuk membeli komik atau pun novel.


Ibunya pun melempar sendal jepitnya dengan kecepatan penuh menimpuk kepala Sun Hoo yang sedang mengunci pintu rumahnya, " HEADSHOT. " kata Sun young setelah kepala Sun Hoo tertimpuk.


Setelah tertimpuk Sun Hoo pun diceramahi ibunya untuk tidak membuang uang untuk membeli komik dan novel dan jawaban Sun Hoo adalah "Iya, ini terakhir. ".


Sun Hoo pun masuk kekamar dan mulai membaca komik yang baru dibelinya dan membaca hingga tengah malam.


Saat dia ingin kencing, ia mendengar suara ibunya yang sedang menangis dikamar dengan pintu yang sedikit terbuka, tanpa pikir panjang Sun Hoo pun mengintip dan ia melihat ibunya menangis sambil memegang foto seorang pria yang merupakan ayahnya yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas.


Sun hoo mendengar ibunya berkata " Berapa lama lagi keadaan harus seperti ini? Aku sudah lelah, masalah bertahan hidup belum selesai sudah muncul masalah penyakit tumor. Berapa lama lagi? ".


Sun Hoo pun baru mengetahui bahwa ibunya terkena tumor dan langsung membuka pintu kamar ibunya dan menangis dan berkata " Ibu besok aku akan mencoba mencari pekerjaan, aku janji ibu tidak akan kelelahan lagi, ibu cukup duduk dirumah dan aku akan mencari pekerjaan untuk biayai rumah ini. "


30 menit sebelumnya saat ia masih dirumah, ia bingung mencari pekerjaan apa karena ia melamar pekerjaan apa. Ia pun browsing di internet dan menemukan iklan untuk membangkitkan diri menjadi hunter karena hari ini diskon untuk membangkitkan diri.


Sun hoo pun membrowsing penghasilan menjadi hunter dan ia terkejut saat ia tahu gaji hunter. " Ebuset, sudah 6 tahun dunia berubah jadi seperti ini, saya baru tau kalau gaji hunter itu mulai dari jutaan won hingga milliaran won. ". Ia tidak tahu bahwa gaji jutaan hingga milliaran won hanya untuk hunter rank C ke atas.


Hunter Sendiri di bagi tingkatan dari yang terbawah yaitu yang terlamah hunter F, E, D, C, B, A, S dan yang terakhir SS. Hunter S sendiri di korea hanya ada 11 dan untuk hunter SS diseluruh dunia hanya ada 14 orang.


Saat ia sedang menunggu nomor antrian untuk membangkitkan diri, kemudian ia mendengar suara " Nomor 236, Park Sun Hoo. Nomor 236, Park Sun Hoo. "


Sun Hoo pun langsung berdiri sambil mengangkat tangan yang berisikan nomornya sambil berkata dalam hati " Kumohon minimal hunter rank b , rank b pleaseee. "


Saat sedang membangkitkan dirinya, jantungnya berdenyut dengan kencang. Namun mukanya berubah menjadi ekspresi datar setelah mendegar kalimat


" Selamat Sun Hoo-Nim, kamu adalah hunter...... D. "


"AKU HANYA HUNTER RANK D? " teriaknya dalan hati. Dia dengan senyum memaksa mengambil lisensinya dan pergi ke taman asosiasi hunter yang sepi kemudia memaki


"Sialaaan, cuma hunter rank D? Apa apaan in..... "


DUAAAAR


Petir berwarna pelangi yang aneh ini kemudian menyambarnya yang sedang memaki-maki dirinya