The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
S2 E1, Dungeon Break London (End)



Semua pasukan Sun Hoo yang berada diranah Saint Mystical atau lebih menyerang Versilion, sementara ia bertarung 1 lawan 1 dengan Mirdel.


" Apa kamu hanya punya tubuh kekarmu saja? "


" Aku belum serius daritadi, tapi nampaknya kamu meremehkanku. Maka jangan sal... "


ZRASHHHH.


Tebasan kuat hampir saja mengenai Mirdel. Untungnya ia berhasil menghindari tebasan tersebut dengan cepat.


" Banyak omong, sudah mau mati masih banyak gaya. Star Sword Dance. "


Star Sword Dance adalah gerakan berpedang yang ditinggalkan oleh Apex. Ini adalah gerakan yang memfokuskan langkah kaki, prediksi dan kelincahan. Ketika gerakan ini digabungkan dengan Heavenly Phantom Blizzard Step akan menjadi lebih lincah.


" Aku pernah dengar gerakan ini. "


Mirdel mulai mengumpulkan banyak Qi ditangannya dan siap meninju Sun Hoo yang ada didepannya, tapi tinjunya tertahan pedang dan ia sudah berada disamping dan akan memukul sisi perutnya lagi.


Tangan mirdel memblokir tangan Sun Hoo. Dan melemparnya ke arah gedung bertingkat.


BAAAMMMMMM.


" Sialan, baiklah aku juga akan mulai serius. Waktunya main kembang api. "


Puluhan ribu pedang terbang terbuat dari mana muncul diatas Mirdel dan jatuh melesat kearahnya.


BOOOM. BOOOMM, BOOOMM, BOOOM


Selagi asap dari ledakan masih banyak, Sun Hoo mulai mengendalikan Qinya, ia mencopot sebuah gedung dan meremukkannya di udara.


Asap baru saja mulai menghilang, sebuah gedung menghantam mirdel yang masih disekitaran tersebut. Tak hanya satu, ada 10 gedung yang dipakai Sun Hoo.


Ketika sudah tak ada gedung yang berjatuhan lagi, tumpukan gedung itu tiba-tiba meledak dan hancur menjadi ribuan kepingan. Sun Hoo memanfaatkannya dan menggunakan Qinya lagi untuk menahan kepingan itu dan mengarahkannya ke Mirdel.


Sementara Mirdel yang sedang kesulitan, Sun Hoo menggunakan kesempatan ini untuk membangkitkan ribuan pasukan baru ditempat dimana pasukannya sedang bertempur.


" CUKUP SUDAH. " Mirdel yang marah bertransformasi menjadi sebuah beruang.


Disisi lain, Versilion dikepung oleh banyak pasukan kelas atas Sun Hoo. Seperti seekor singa yang dikepung oleh hyena. Meskipun hyena tidak begitu kuat, tapi bagaimana jika ada setidaknya 18 Hyena yang mencoba membunuhnya. Singa tersebut pasti akan terpojok.


ZRAAAKKK.


Beton bangunan yang kokoh tampak seperti tahu ketika terkena cakar Mirdel. Sun Hoo menyadari bahwa semakin Mirdel lama bertarung, semakin kuat dan cepat.


' Aku harus mengakhiri ini. Aku harus menemukan celah. '


" Hei, tembakkan misil hipersonik kesini. " Sun Hoo berbicara melalui earpods kepada Jendral AD Inggris.


Karena misil tersebut mengandalkan teknologi dan tidak mengandung Qi sama sekali, Mirdel tidak mendeteksi adanya misil datanf kearahnya


4 misil datang melesat kearah Mirdel dalam jarak 10 km. Sun Hoo langsung menendang Mirdel dan menggunakan Qinya untuk mempercepat misil ke arah Mirdel.


BOOOM. BOOOM. BOOOM. BOOOM.


" Lightning Chain. "


Ketika Apex memberikan teknik-teknik bertempur, itu juga sudah termasuk cara menggunakan sihir. Dan nampaknya, Sun Hoo dengan mudah mempelajarinya.


Sihir rantai yang terbuat dari energi petir tersebut muncul dari belakang Sun Hoo dan langsung menangkap kedua tangan dan kaki Mirdel.


" Tak berguna. " Mirdel dengan paksa menarik tangannya keluar.


KRASHHH


Rantai petir yang mengikat tersebut langsung dihancur. Dan Mirdel langsung melesat kearah Sun Hoo.


" Sialan. " Dengan cepat, Sun Hoo mengeluarkan pedangnya dan menangkis serangan Mirdel


Clang.


Cakar mirdel berhasil ditahan oleh pedang Sun Hoo, namun kukunya dimiliki Mirdel panjang dan berhasil menggores perut Sun Hoo. Dengan refleks, Sun Hoo menendang perutnya dan melompat jauh kebelakang.


" Argh, cobalah potong kukumu itu. Makan nih meteor. "


Sebuah portal besar muncul diudara dan membawa sebuah bongkahan meteor sebesar piramida giza. Meteor tersebut mengarah ke Mirdel.


Mirdel sebelumnya sudah menyiapkan sebuah Qi yang terkumpul padat ditangannya ketika portal tersebut baru terbuka


" Fist of Night. "


Tinju tersebut berhasil membuat semburan kekuataan kegelapan kearah langit. Melihat sebuah kesempatan, saat Mirdel mengumpulkan Qi, Sun Hoo juga mengumpulkan Qi untuk membunuhnya.


" Matilah. Sword of Annihilation. "


ZZRAAASSHHHHHHH.


Para warga yang menonton pertarungan itu bingung lantaran. Selama 10 detik, sebuah sinar yang sangat terang membutai kamera satelit. Sehingga tak ada orang yang melihat apa yang terjadi disitu.


" Haaah...Haaah, ini mengkonsumsi 1/10 Qi milikku. Apa dia sudah mati? Wind. "


SWOSSHHH.


" Di...dimana orang itu. Keberadaanya juga tiba-tiba menghilang tanpa jejak. "


Terlihat ada bercak darah yang menempel ditanah tapi, tidak ada tanda dari keberadaan orang disekitar tersebut.


' Orang itu sudah kabur. Ia menggunakan gulungan berisikan array teleportasi, mungkin ia masih dibumi atau mungkin saja ia sudah dipindahkan ke planet lain. Sekarang bunuh vampir itu dan buat ia menjadi bawahanmu. '


' Baiklah master. '


Versillion yang sudah dipenuhi luka disekujur tubuhnya masih tidak menyerah dan terus berdiri memegang tombaknya.


" Semuanya berhenti, biarkan aku yang melanjutkannya. "


15 Pasukan terbaik Sun Hoo mundur dan mulai membantu para prajurit yang masih melawan monster. Sementara pasukan Sun Hoo yang sudah terluka terus meregenerasi dan membuat para monster kesulitan.


" Nampaknya temanmu itu telah meninggalkanmu sendiri. Akanku beri kamu tawaran. Jadilah pelayanku maka.... "


" Enyahlah. "


SYUUUTTT. CLANGG


Dengan reflek, Sun Hoo menangkis tombak yang melesat kepadanya dengan pedang miliknya. Versilion.


" Hei ramahlah sedikit. "


" Berisik, Energy Spear. "


Serangan dari Versilion tersebut membuat sebuah


" Baiklah, aku akan berbicara denganmu dulu. Jadi jangan serang aku dulu. "


" Apa maumu? "


" Sebagai vampir, kamu cukup tanggap ya. Aku hanya ingin tahu 1 hal darimu. Dimana Lurcan? "


Versilion menyipitkan matanya kearah Sun Hoo. Dari pandangan mata tersebut, Sun Hoo mengetahui sesuatu.


" Hei, aku akan memanggil kau Versil saja. Apa kamu punya dendam kepadanya? "


" Ap..apa maksudmu? Den..dendam? Tidak ada. "


" Berhenti berbohong. Aku akan membantu membalaskan dendammu. Tapi, syaratnya jadilah pasukanku. Bukan pasukan hidup, melainkan pasukan jiwaku. "


" Tidak mungkin kamu bisa membunuh dia, dia sudah tidak diranah Heavenly Reincarnation lagi. Dia diatasnya. "


" Aku selalu berkata sesuatu yang sesuai dengan kemampuanku. "


" Bawakan kepalanya kehadapanku. Jika kamu bisa, aku akan bunuh diri dan mungkin jutaan pasukan ini akan menjadi milikmu. "


Sun Hoo menyeringai dengan perkataan Versilion


" Baiklah, bagaimana jika kita melakukan kontrak jiwa. Aku akan membawa kepala Lurcan dan kamu menjadi pasukanku. "


Sun Hoo membuat sebuah tulisan berbentuk lingkaran ditanah dan setelah selesai, ia meneteskan darahnya ditengah.


" Sudah, sekarang giliranmu. "


Versillion meneteskan darahnya dan seketika lingkaran tersebut nyala berwarna merah terang dan sebuah rantai mulai mengekang meridian mereka berdua.


" Sekarang berikan lokasi si Lurcan itu. "


" Dia ada disebuah tempat diplanet ini. Ini token arraynya, token ini akan membawamu ketempat titik temunya. "


" Apa kamu akan ikut? "


" Tidak, aku akan menghentikan seranganku untuk sementara jadi pastikan untuk membawa kepala Lurcan kepadaku. "


Sun Hoo menarik 18 pasukan terbaiknya untuk memburu seekor singa yang sedang terluka. Segera ia menghancurkan token tersebut dan langsung berteleportasi kesebuah puncak gunung dan didepannya ada sebuah rumah sederhana.


" Nampaknya ini tidak asing, bukankah ini di pegunungan Andes? Yang harus kulakukan adalah membunuh 2 orang itu dan kujadikan sebagai pasukanku. "


Dipikiran Sun Hoo, ia tak sabar membuat Lurcan, 1 dari 12 Monarch yang kuat berada dibawah kakinya.


Cklek.


" Selamat pagi. "


Lurcan yang awalnya duduk langsung berdiri dan mengirim puluhan duri es kearahnya. Mirdel juga langsung mengarahkan tinjunya kearah Sun Hoo.


Seketika dari segala arah, muncul bayangan yang menusuk tubuhnya dari kepala, dada, perut, tangan, dan kaki.


" Ish, ish, ish. Akukan sudah bilang, kalau mau mati jangan banyak gaya. "


SRASHH


Semua senjata yang menusuk tubuhnya dicabut dan membuat Mirdel langsung terjatuh tergeletak meninggal dilantai.


" Sekarang sisa kamu, sebelum mati apa ada kata-kata terakhir? "


" Enyahlah. "


" Hoi kakek, kamu membuatku sakit hati. Sebagai balasannya, izinkan aku mengecek ingatanmu. "


Sun Hoo langsung memegang kepala Lurcan dan mengecek kedalam ingatannya.


Ia mengetahui segala hal penting dalam hidup Lurcan, mulai dari markas para Fallen Monarch. Tempat dimana para Fallen Monarch menyimpan pasukannya. Juga rencana pengkhiantan 12 Monarch kepada Apex. Dan yang paling penting, ia mengetahui keberadaan Karsil yang membuka ratusan portal penghubung planet lain dan yang membuat ibunya terbunuh.


Ia juga mengetahui bahwa sebenarnya Karsil adalah pengkhianat disisi Monarch dan bekerjasama dengan para Fallen Monarch. Ini membuat Sun Hoo emosi karena semua Monarch terlibat dengan kematian ibunya


Langit menggelap, awan hitam dari sekitar mengumpul diatas Sun Hoo dan mengeluarkan sambaran petir.


" Demi Dewa, aku berjanji akan mencabut nyawa para monarch dan mayatnya akanku berikan kepada anjing untuk dimakan. "


Sesudah mengecek ingatan tersebut, Sun Hoo menyeret badan Lurcan yang sudah kehilangan akal sehatnya kedalam sebuah portal yang akan membawanya ke London.


Di London


" Ini, sudahku bawakan badannya kepadamu. Kuserahkan sisanya terserah kamu hanya jangan sampai meridiannya hancur. "


" Baiklah. "


" Ah, dia bukanlah penyebab klan vampirmu dibantai. Dia hanya melaksanakan perintah dari si Apol siapalah itu. "


" Terimakasih telah membantuku. Setelah semua ini selesai, aku akan bergabung menjadi pasukanmu. "


Versilion menarik tubuh Lurcan dan menyulanya diatas tombaknya. Setelah itu, ia kembali kehadapan Sun Hoo.


" Tuan, aku sudah bisakah kamu membawa semua pasukan milikku? "


" Bisa saja, tapi aku lebih memilih yang kuat. Karena percuma jika aku mensummon banyak tapi lemah. Itu hanya membuang-buang Qi milikku. "


" Aku berjanji mereka tidak akan mengecewakan anda. "


" Baiklah. Lakukan cepat. "


Sekitar 150.000 melakukan bunuh diri bersamaan dan membuat ratusan juta orang yang menonton Sun Hoo kebingungan. Setelah mereka mati, aura hitam dari kaki Sun Hoo menyebar hingga beberapa kilometer. 150.000 monster yang sebelumnya mati bangkit dengan tubuh hitam.


" Bangkitlah, dan bunuh semua yang tersisa. "


Pasukan yang bangkit lanjut menyerang semua monster yang tersisa. Sementara, Sun Hoo mendekati mayat Lurcan dan ingin menjadikannya sebagai prajuritnya.


' Jangan bangkitkan dia, meridiannya sudah rusak setelah bertarung denganku. '


' Jadi apa yang harus kulakukan? '


' Ambillah jantungnya yang menjadi tempat meridian dan seraplah Qi dari jantungnya. Atau kamu bisa menjadikannya pil. '


' Baiklah, aku ikut perkataanmu saja, master '


Bersambung