The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Master Baru



Para warga yang tenang dimalam itu dikejutkan dengan gemuruh yang sangat besar dan juga ledakan dilangit kota Seoul dan semua orang mulai melihat keatas langit dan beberapa mulai menyadari bahwa itu adalah Hunter Mask yang bertarung diatas langit.


' Warga bodoh, bukannya lari kabur malah merekam dibawah. '


" Hei manusia, fokuslah bertarung dan berhenti menengok kebawah terus. " Augustus langsung menyerang Sun Hoo dengan salah satu skillnya, kecepatan dan kekuataannya seketika bertambah 30%


Meskipun Sun Hoo sebisa mungkin menangkis serangan dagger yang terus menerus mengarah kepadanya, namun banyak sekali serangan yang berhasil mengiris dan juga menusuk tangan ataupun badannya.


" Manusia, bagaimana dengan skill 'Rage of Asura' ku? "


" Huh huh huh uhukk, berisik. "


" Menyerahlah manusia, badanmu sudah berdarah-darah. "


Sun Hoo maju dan menyerang dengan pedangnya secepat mungkin, namun itu lambat dimata Augustus. Karena sudah menghindari serangan Sun Hoo berkali-kali, Augustus mengeluarkan skill lainnya. Saat Sun Hoo mencoba menusuknya, lengannya teriris-iris oleh ribuan pisau


" Arghhhh, dasar dark elf sialan. "


" Hey manusia, menyerah saja dan serahkan kepalamu kepadaku. Tugas pertamaku setelah menjadi Fallen Monarch adalah mendapatkan kepalamu yang selalu membuat kekacauan. "


" Didalam kamusku tidak ada kata menyerah. Sudahi omonganmu dan mulailah serius. Dan juga namaku Park Sun HOO. "


Sun Hoo secara terpaksa menghancurkan gerbang meridiannya yang membuat semua qi dalam tubuhnya mengalir deras keseluruh tubuh. Namun cara ini sebenarnya sangatlah berbahaya dengan persentase meridan hancur mencapai 85% dan membuat seseorang menjadi lumpuh seperti stroke bahkan meninggal 90%.


Setelah menghancurkan gerbang meridiannya, kecepatan dan kekuataan Sun Hoo langsung bertambah drastis. Tanpa berpikir panjang Sun Hoo melesat menuju kearah augustus sambil mencoba menusuknya, namun augustus langsung menghindar serangan tersebut dan mencoba menusuk wajah Sun Hoo dengan dagger.


Karena kecepatan Augustus sudah dapat dibaca oleh Sun Hoo, ia pun langsung menghindari dan menyerang tubuh Augustus dengan Heavenly Palm Destroyer.


Augustus yang terkena langsung terpental jauh dan menabrak beberapa gedung pencakar langit dikota Seoul, Warga mulai panik dan melarikan diri dari puing-puing bangunan. Augustus pun jatuh ketanah, banyak orang yang kabur tetapi banyak juga yang merekam.


" Ughh, manusia sialan. Sebegitu putus asakah kamu sampai merusak gerbang meridianmu? " Ujar Augustus yang sedang bangkit kembali dari tanah dan mulai merengangkan tubuhnya.


" Hei, monster. Kembalilah ke.... " Seorang hunter rank-A yang mencoba membunuh Augustus langsung mati dengan tebasan dagger dikepala yang membuat kepalanya putus sebelum ia berjalan. Warga sekitar mulai panik dan berlari menjauh.


" Semut seharusnya tau diri. "


Augustus terbang menuju kearah Sun Hoo dengan secepat mungkin sambil mencoba menusuknya. Sudah puluhan tusukan diarahkan tapi belum ada satupun yang kena. Sun Hoo menangkap daggernya dengan tangan dan langsung meninju badan Augustus dengan Fury Blast Fist hingga terpental 2 km.


DUAAARR


Ledakan dari Fury Blast Fist terdengar diseluruh kota Seoul karena sangat besar ledakannya bahkan kaca-kaca gedung sekitar banyak yang pecah.


Sekali lagi Augustus langsung bangun dari tempatnya dan terbang menuju hadapan Sun Hoo sambil mengeluarkan seluruh auranya


' Sialan aku sudah menggunakan Rage of Asura kenapa tidak ada satupun yang kena? ' Augustus semakin bingung dengan keadaan yang dialaminya sekarang.


Para hunter yang berada dikota Seoul dapat merasakan aura yang sangat kuat tersebut. Park Kwan Soo beserta Darren dan yang lainnya pun merasakan aura yang melonjak tersebut. Sun Hoo juga mengeluarkan auranya. Tetapi karena aura Sun Hoo lebih lemah, aura Sun Hoo terhalang oleh aura dari Augustus.


" Hei, Dark Elf sialan. Ayo cepat selesaikan ini. Aku sudah muak dengan trikmu. Last Step of Ultimate Slash. The Annihilation Sword "


" Eh Annihilation Sword? "


SWOOOSHHHH


Tebasan yang diikuti oleh cahaya sangat terang diarahkan ke arah Augustus. Kota Seoul yang dihiasi dengan lampu dari gedung dan lampu jalanan, disinari oleh sinar dari tebasan tersebut. Cahaya itu bersinar seperti matahari yang menyinari kota Seoul meskipun hanya beberapa detik.


" Skill ini, bagaimana mung...... " Augustus membuka matanya lebar-lebar. Sebelum berkedip, tangan kiri augustus sudah terkena potongan dan langsung menjadi abu yang terbang diudara


Tentunya skill yang dahsyat ini tentunya memakan qi yang sangat banyak. Karena sudah memakan qi yang banyak dan juga gerbang meridian sudah dihancurkan sehingga Sun Hoo sudah tidak bisa mengontrol qi yang digunakan.


" Manusia Bajingan.... " Augustus mengangkat tangan kanannya ke atas dan sebuah bola yang terbuat dari mana mulai terbentuk di tangannya.


Sun Hoo tahu bahwa itu adalah Skill mana bomb miliknya. Dan jika Augustus mengarahkan ledakan tersebut mungkin saja kekuataan ledakannya ratusan bahkan ribuan kali lipat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki.


" Hei, Augustus henti.... "


DOORR


Sebuah tembakan dari peluru yang sangat cepat mengarah tepat kebadan Augustus yang membuatnya terpental jatuh ke tanah sebelum ia meledakan seluruh kota Seoul. Berkat tembakan itu, Augustus gagal mengeluarkan skill itu dan terbaring terluka ditanah.


Itu adalah Senjata Railgun generasi kedua yang dibeli oleh Asosiasi Hunter dan Pemerintah Korea untuk menjaga kota Seoul dari ancaman monster. Senjata tersebut di taruh di atas Namsan Tower


" Uhuk Uhuk, Manusia aku akan kembali lagi lain kali. " Augustus yang terluka parah langsung memunculkan portal dihadapannya dan masuk menghilang dengan portal tersebut.


' Sialan, aku harus cepat memperbaikk gerbang meridianku. ' Sun Hoo langsung menuju kesalah satu rooftop gedung di kota Seoul dan menelan pil pengumpul qi tingkat 5 sebanyak 20 buah.


Seluruh hunter di Kota Seoul dapat merasakan bahwa Qi di udara kota terhisap oleh sesuatu.


Uhukk, Sun Hoo mengeluarkan darah dari mulutnya


' Sial, aku tidak boleh ping....san. '


.....


" Dimana aku? Kenapa ini sangat gelap? "


" Hoho, akhirnya ada yang memakai skillku. "


" Siapa kamu? Dan skill apa yang kamu maksud? "


" Kamu bahkan tidak tau skill yang kamu pakai berasal? Sepertinya para bajingan pengkhianat tersebut sudah berbuat sesuatu. "


" Anak muda, maukah kamu menjadi muridku? "


" Jawab pertanyaanku dulu, siapa kamu? Dan juga apa untungnya menjadi muridmu? "


" Kamu sama sekali tidak tahu siapa aku? Apa kamu tidak pernah mendengar 'The Galaxy Dominator, Apex'? "


" Siapa itu? Tapi sepertinya dari nama itu kamu adalah orang yang sangat kuat. "


" Matamu sangat bagus anak muda, Jadi bagaimana tertarik menjadi muridku? "


" Apakah kamu bisa membantuku menjadi yang terkuat? "


" Menjadi yang terkuat? "


" Iya, agar aku bisa melindungi orang yang kusayangi dan kucintai. "


" Itu sangatlah mudah tapi jika kamu mau menjadi muridku, kamu harus berjanji akan 1 hal. "


" Janji apa master? "


" Bunuh para pengkhianat yang berjumlah 12 orang untukku. "


" Siapa pengkhianat tersebut? "


" Kamu harusnya sudah tahu, itu adalah 12 Monarch. "


Mendengar perkataan Apex, Sun Hoo membuka mata lebar dan hatinya mulai bimbang.


" Mo...monarch dan Fallen Monarch? "


" Iya, Monarch dan Fallen Monarch. 12 Pengkhianat tersebut, bunuhlah untukku sebagai janji kepada mastermu. Apakah kamu bisa menepati janji tersebut? "


" Aku berjanji akan membunuh mereka semua master, terimalah sujudku. "


" Berhenti buat sujud dan cepat dekatkan badanmu ke arahku. "


" Baik master. "


Sun Hoo mendekat ke arah Apex, dan Apex pun memegang dada bagian jantungnya. Sun Hoo dapat merasakan bahwa ada sebuah mantra dijantungnya.


" Apa itu master? "


" Itu adalah kontrak jiwa. Sekali kontrak tersebut dibuat maka tidak ada pilihan selain menaati kontrak tersebut. Dan jika kamu mencoba menghancurkan kontrak tersebut, pemberi kontrak dapat merasakannya dan membunuhnya di manapun dan kapanpun. Bahkan jika kamu pergi keujung galaksi, kamu tetap akan mati. "


" Apakah master bisa mengajariku kontrak tersebut? "


" Bisa, Namun kamu belum bisa melakukannya dengan kekuataanmu yang sekarang. Ketika kamu mencapai ranah Heavenly barulah kamu bisa melakukannya. "


" Apa ranah master dulu? "


" Ranahku? Aku meninggal setelah mencoba untuk menerobos ke ranah Heavenly God. Jadi bisa dibilang aku masih seorang Heavenly DemiGod. "


" Apakah masih ada ranah diatas itu? "


" Aku masih tidak tahu, mungkin saja pada zaman Unrecorded Era terdapat seorang yang lebih dari Heavenly God? Baiklah sekarang, kamu harus fokus untuk menambah kekuataanmu. Fondasimu sudah kuat, sekarang kamu harus menerobos ranah Heavenly Reincarnation secepatnya dalam waktu 2 tahun. "


" 2 tahun? Apa bisa secepat itu? "


" Tentu saja bisa, aku menyimpan harta yang sangat melimpah disuatu planet, disana tentunya ada sebuah peradaban. Tentunya akan ada semacam sihir. Namun aku lupa dimana aku menaruhnya, dan masalah selanjutnya adalah planet itu sangat besar. "


" Baiklah mari kita kesana. "


" Kalau mau kesana kamu harus memahami aturan dari ruang dahulu,akan ku beri pemahaman sedikit sisanya kamu yang berusaha. "


Setelah Apex menyentuh jidat Sun Hoo, ia langsung sadar dan bangun. Waktu hanya berlalu 1 menit didunia nyata, namun didalam jiwa Sun Hoo, ia merasa seperti 1 Jam.


Sun Hoo sudah memahami 10% Hukum Ruang.


' Ternyata benar kata Albert Enstein hukum ruang dan waktu merupakan satu kesatuan. '


' Hahaha benar. Meskipun ada perbedaan, tapi hukum ruang dan waktu saling berkaitan. Dan tugasmu adalah memahami hukum ruang dan cara membuat portal ini dalam waktu 1 tahun. '


' Tidak, aku hanya butuh waktu ½ tahun. '


Sun Hoo langsung terbang kerumahnya untuk memulihkan diri dan langsung mencoba memahami hukum ruang. "


Selama 6 Bulan, Sun Hoo hanya berfokus memahami hukum ruang dan ia sudah mendirikan sekte di Korea dan Amerika yang masing-masing diatur oleh Darren dan Tang Fei yang menjadi Wakil Ketua Sekte. Sedangkan Sun Hoo yang merupakan Ketua sekte menyumbangkan Ratusan Skill mulai dari tingkat hitam hingga langit serta ia mulai menanamkan ratusan tumbuhan herbal di bumi dan mengajari para alkemis di organisasi miliknya untuk membuat pil.


6 Bulan telah berlalu, Sun Hoo sudah memahami hukum ruang sebanyak 90%.


' Master, apakah aku sudah bisa membuat portal. '


' Sekarang kamu hanya perlu menyiapkan barang-barang yang kamu butuhkan. '


Sun Hoo menulis surat dan meninggalkannya diruang tamu rumahnya. Setelah selesai menulis,ia langsung membuka portal ruang dan memasukinya.


Bersambung