
" Serang!!! "
Alpha dan Hymn mengeluarkan api dari mulutnya yang diarahkan ke orang tersebut, namun api hanya membakar bajunya saja tidak melukainya
" Api dari naga kuno memang tidak bisa diremehkan. Apa lagi ini adalah naga dari si tua bangka. Sepertinya aku harus melawannya dengan serius. "
Orang itu mengeluarkan aura es yang sanggup memadamkan api dari Alpha dan Hymn. Setelah memadamkannya, ia membuat sebuah tombak es sebesar gunung dan diarahkan kepada Alpha.
Dengan cepat Alpha dan Hymn menembakkan sebuah api lurus kearah tombak raksasa itu hingga meleleh. Disisi lain Sun Hoo bertarung dengan Augustus dan puluhan anomaly.
" Oi Augustus, gimana rasanya punya 1 lengan? "
" Brengsek diam. "
SRIIIING.
Dagger milik Augustus ditahan oleh pedang Sun Hoo. Namun tak berhenti disitu, Augustus terus menyerang Sun Hoo dengan dagger miliknya. Sayangnya semua serangannya tak ada yang mengenai Sun Hoo karena ia menghindar. Sambil menghindar, ia terus menyerang para Anomaly yang dibelakangnya.
" Haha, bodoh. Keluarkan skill asura atau apalah itu. "
" Kamu yang meminta, jangan menyesal. "
Aura milik augustus langsung menguat, namun yang tak ia pikirkan adalah Sun Hoo menggunakan waktu yang ada untuk membunuh para anomaly yang mengganggunya. Meskipun tak semuanya terbunuh tapi itu sudah cukup untuk memberi efek takut kepada para anomaly yang tersisa.
" Sialan, akanku... "
SRASHHHH
" Bodoh, kamu kira aku tidak mempersiapkan sesuatu sebelum melawanmu? Aku sudah memakan banyak Pil Vitalitas sehingga kekuataanku bertambah mungkin sekitar 25% dan aku memakan Pil pengumpul Qi agar Qiku terus terisi. "
" Akanku bunuh kamu! "
Zrashhh
Augustus mengeluarkan tebasan dari dagger miliknya yang diikuti dengan petir. Sun Hoo berhasil menghindari petir tersebut namun ia bingung berhasil karena augustus berlari memutari Sun Hoo dengan cepat membuat debu ditanah terbang dan mengganggu penglihatan dan Qi Sense miliknya.
' Master, apa yang harus aku lakukan? '
' Tinju tanahnya! "
" Fury Blast Fist... "
BOOOM
Tanah dalam jarak 100 meter menjadi retak sehingga membuat Augustus tersandung dan terjatuh. Melihat kesempatan ini, Sun Hoo mengarahkan pedangnya kelangit dan membuat ribuan pedang dilangit yang semuanya diarahkan ke Augustus yang sedang bangun dari tanah.
" Raining Thousand Swords of Mana, Tribulation Sword. "
Ribuan pedang yang jatuh itu meledak ketika terkena augustus.
Duar..Duar..Duar..Duar
Melihat augustus yang sudah terluka, Sun Hoo dengan cepat mengarahkan Mountain Slasher kearahnya namun itu berhasil ditangkis dengan artefak pelindungnya. Melihat augustus sudah kelelahan dan mencoba kabur, Sun Hoo melesat kearahnya dan langsung mencoba menusuknya dengan pedang.
JLEEB...
" HaHaHa, ternyata kamu lebih bodoh dari yang aku kira. Uhuk...Uhuk, harusku akui kamu cukup terampil dengan pedangmu itu sayangnya kamu bertemu aku. "
Sun Hoo melihat kebawah dan ternyata ia telah tertusuk dagger diperutnya yang membuatnya mulai kehilangan tenaga untuk berdiri
' Maafkan aku master, nampaknya aku belum bisa menepati janjimu. '
Sun Hoo langsung jatuh ketanah melihat Alpha dan Hymn yang sudah kewalahan melawan orang kuat itu. Hymn yang melihat Sun Hoo sudah terbaring ditanah meninggalkan Alpha yang bertarung dan mendekat kepada Sun Hoo dengan tubuh yang kecil.
Alpha mengepakkan sayapnya diikuti dengan auranya, saat sayap tersebut dikepakkan, seketika api sangat panas yang berasal dari Qi Alpha menyebar keseluruh hutan kecuali ditempat Sun Hoo tergeletak. Augustus yang masih dibawah ranah Heavenly pun menjauh dari aura Alpha yang sangat panas itu.
" Hymn, suruh Alpha kabur. "
" Master, kamu harus bertahan agar bisa membalaskan dendamku. Alpha akan bantu menahan sebisanya. Ini suatu kehormatan bisa bertarung disisi anda sebelum kematianku. "
Hymn menusuk dadanya dengan tangannya dan mengambil inti beast miliknya dan segera memasukkannya kedalam mulut Sun Hoo sebelum ia mati kehabisan energi.
Melihat hal tersebut, orang kuat itu juga mengeluarkan Auranya dan menembakkan ribuan duri tajam sebesar pohon. Hymn yang sudah mulai kehilangan energinya, menjaga Sun Hoo dengan tubuhnya.
SRASHH, SRASHHH.
Sun Hoo yang sudah pingsan langsung memasuki alam jiwanya. Disana ia melihat sebuah inti beast sangat terang. Ia hanya bisa termenung sambil mengerutkan dahinya
" Hey nak, apa kamu sungguh ingin membunuh mereka? "
" Mas..master, apakah masih ada cara ? "
" Ya, tapi kamu harus mempertaruhkan nyawamu. "
" Apapun akanku lakukan, asalkan aku bisa membunuh setidaknya satu dari dua orang itu. Lagipula aku sudah tertikam oleh dagger milik Augustus"
" Baiklah, seraplah inti beast Hymn. "
" Tapi master, kekuataan Hymn setara dengan ranah Heavenly. "
" Baiklah, akanku serap. "
Sun Hoo langsung memegang inti beast tersebut dan menyerapnya. Qi yang sangat banyak memasuki tubuh Sun Hoo, jumlah Qi yang masuk bahkan melebihi Qi yang ada ditubuhnya.
Dengan menahan rasa sakit, Sun Hoo masih menyerap inti beast tersebut. Rasanya seperti semua tulang ditubuhnya dipatahkan dan disambung kembali. Namun ini masih belum berakhir pembuluh Qi dan meridian yang dimasuki Qi dengan jumlah yang sangat banyak mulai beradaptasi dan melebar dengan paksa.
Tubuhnya terasa seperti terbakar, satu kesalahan bisa membuat meridian pecah dan langsung mati.
" Aku harus bertahan. Jika aku mati sekarang, ibu dan Sun Young akan mati karena invasi para monster. Aku harus bertahan. "
" Hey nak, akanku bantu proses penyerapannya. "
Alpha yang sudah kelelahan hanya bisa menjaga Sun Hoo sekuat tenaga
" Hey naga, akanku berikan penawaran yang bagus. Jadilah pasukanku dan akanku ampuni nyawamu. "
" HaHaHa, jangan lupa apa yang telah kamu lakukan kepada masterku sebelumnya Lurcan. "
" Aku kira kamu telah lupa namaku setelah lama tak bertemu denganku. Apa kamu sudah memutuskannya? "
" Tidak, dan tak akan pernah. "
Alpha terbang merentangkan tubuhnya diudara, ratusan bola api raksasa muncul dan langsung dijatuhkan kearah Lurcan. Lurcan juga mengeluarkan hawa yamg sangat dingin dari tubuhnya, semua bola api tersebut langsung mengembun diudara sebelum mengenai tubuhnya.
Lurcan langsung membentuk sebuah kubah terbuat dari es yang sangat besar dan memerangkap Alpha dan Sun Hoo didalamnya, es muncul dari dalam tanah dan langsung menangkap kaki dan tangan Alpha.
Sebuah duri es yang sangat besar dibentuk diatas Lurcan dan siap meluncur tepat kearah jantung Alpha.
" Waktunya mati naga. "
Tepat sebelum Lurcan menjatuhkan duri tersebut, sebuah cahaya yang sangat terang turun dari langit kearah Sun Hoo.
" Tidak ini.... "
Duri tersebut berubah arah menjadi kearah Sun Hoo yang sedang pingsan dan melayang diudara.
" Matilah!!! "
Alpha yang langsung merentangkan tangannya menghalangi duri tersebut mengenai Sun Hoo.
JLEBBB
" ROOOAARRRR. "
" Minggirlah. "
Dibelakang augustus yang berusaha membunuh Sun Hoo langsung terserang oleh bola api Alpha dan langsung terpental jauh.
Lurcan membuat sebuah kapak dari es yang sangat besar langsung menebas sayap Alpha. Kapak tersebut langsung diarahkan ke Sun Hoo, namun saat Lurcan melihat kebawah, Sun Hoo sudah menghilang.
5 menit lalu, didalam alam jiwa
" Nak, nampaknya aku harus mengambil alih tubuhmu untuk sementara. "
" Apa menurut master itu yang terbaik? "
" Ya, jika aku tidak mengambil alih maka kamu akan dibunuh oleh si brengsek itu. "
" Baiklah, aku akan menyerap inti ini secepatnya. Tinggal 1/3 lagi tahan sebentar master. "
" Diman... "
" Dibelakangmu bodoh. "
Lurcan dengan cepat melihat kearah belakang, namun Sun Hoo sudah menghilang.
" Ini tidak mungkin kecepatan seorang Heavenly Reincarnation awal. Apakah itu kamu? "
SRASHHHH
" Sialan, hadapi aku secara langsung jika kamu berani. "
Punggung Lurcan tiba-tiba tergores oleh dagger, ia langsung mengeluarkan Qi dari dalam tubuhnya untuk mendeteksi area sekitar.
" Dapat kau. "
Ribuan duri es yang kecil keluar dari tubuh lurcan dan mengarah ke segala arah. Es tersebut dihancurkan dengan tebasan pedang, terlihat Sun Hoo sudah diam berdiri.
" Sudah lama aku tidak bergerak dengan tubuh, rasanya masih aneh. "
" Jadi itu benar anda? ' Apex ' Sang penguasa. "
" Berhenti membuat cocot tidak pentingmu, maju. "
Sun Hoo yang sedang dikendalikan oleh Apex, masternya berhadapan langsung dengan Lurcan yang merupakan Fallen Monarch ke-3.
Bersambung