
" Sun Hoo, LARI!! "
SRASHHHHH
" Huft Huft Huft, Sialan aku jadi akan ingat kejadian itu. "
Sun Hoo mengambil dan meminum air putih disamping ranjangnya. Setelah itu ia bersiap-siap untuk pergi keluar.
Cklek.
" Selamat pagi komandan. Tugas pertama anda adalah melindungi perbatasan timur dari gelombang monster. "
" Baiklah, sekarang waktunya kita berangkat. "
" Tapi tuan, ada tamu lain diperjalanan kali ini. Dan juga Yang Mulia raja memberikan perintah untuk mengantar seseorang dengan selamat sampai tujuan setelah kita membereskan gelombang monster. "
" Tamu? "
" Itu aku. Ada masalah apa? "
" Soo Ah? "
" Siapa Soo Ah, aku putri dari kerajaan Han, namaku adalah Han Ji Eun. "
' Wah, marganya juga Han. Mukanya juga mirip, apa dia reinkarnasi Soo Ah? '
" Tuan komandan, apa yang kamu tunggu? Jalan, cepat! "
" Gadis ini, bahkan sifatnya sama. "
" Apa kamu bilang? "
" Tidak ada apa-apa. Ksatria Batalyon ke-43, BERANGKAT!!! "
12 Jam Kemudian, ¾ perjalanan menuju perbatasan utara.
" Komandan, ini sudah mulai malam. Kami takut tuan putri kelelahan, apa kita perlu berhenti sejenak? "
" Baiklah, perintahkan para Ksatria untuk membuat tenda dan jaga tuan putri dari binatang buas. Aku akan bermeditasi didalam hutan, ketika matahari mulai naik aku akan kembali. Kalian tenang saja aku tidak akan pergi terlalu jauh. "
" Baik komandan. "
Setelah memberikan perintah, Sun Hoo turun dari kuda dan masuk kedalam hutan untuk menyerap Qi diudara sebanyak-banyak dengan memakai pil pengumpul Qi.
' Mana yang mengalir disini banyak sekali, lumayan unt... '
" Siapa disana? "
" Um ini aku, Han Ji Eun. "
" Ada urusan apa? "
" Uhh, kupikir aku tersesat setelah menyelinap keluar dari kereta kuda lewat bawah. "
" Jalan kebelakang sejauh 60 meter kemudian belok kiri sejauh 30 meter. "
" Uhh, aku takut. Apakah tuan bisa menemaniku? "
" Tidak aku sibuk, kalau mau kamu tidur, tidur didekatku saja. Lebih aman bersamaku ketimbang mereka. "
" Mana mungkin, ada 180 Ksatria dan 25 Penyihir disitu. Sungguh tidak masuk akal. "
" Terserah, kalau begitu kamu teriak saja dari sini atau aku yang teriak? "
" Ja...jangan nanti ayahku akan memarahiku jika aku menyelinap dari penjaganya. "
" Kalau gitu tidur disini saja. "
" Tidak bisa, banyak nyamuk nanti.... "
" Berisik, ini ada lotion untuk menghindari nyamuk. "
" Tapi nanti aku bisa kedinginan. "
" Ini, aku ada selimut di cincin ruangku. "
" Tapi aku tidak bisa tidur jika tidak ada bantal. "
" Ini bantal. "
" Tapi aku tidak bisa tidur jika ada suara. "
" Aku akan menutup pemdengaranmu menggunakan Qi punyaku. "
" Tapi ak... "
" ASTAGA, bahkan sifat banyak maunya juga sama. Kamu tidur atau aku adukan kamu menyelinap kepenjaga ayahmu itu. "
" Humphh, baiklah. "
' Akhirnya tenang juga. '
" Tu...tuan. "
" Apa lagi? "
" Kenapa kamu memakai topeng? Padahal kamu sangat tampan, jika kamu di kerajaan Han pasti kamu sudah diambil oleh Unnie-ku. "
" Bukan urusanmu. Tapi kalau kamu mau menjawab pertanyaanku maka aku akan menjawab pertanyaanmu itu. "
" Baiklah, pertanyaan apa? "
" Berapa usiamu? "
" Itu saja? Aku berumur 22 dan aku sudah berada ditahap Qi Solidation. "
" Ho, baiklah sesuai dengan janjiku. Karena tidak ada apa-apa, ya mungkin karena dia. "
" Dia? Apa dia itu pacar tuan? Atau orang tua tuan? "
" Kepo, tidur sana. "
Sesaat pikiran Sun Hoo kembali kemasa lalu.
" Soo Ah, apa yang kamu inginkan sebagai hadiah dari pertunangan kita? "
" Hadiah? "
" Iya, kamu mau apa? "
" Uhmm, sebenarnya melihat langit malam dipinggir danau denganmu sudah hadiah untukku. Tapi.... "
" Tapi apa? "
" Tapi aku tidak suka saat saudara seperguruan atau kakak senior melirikmu terus. "
" Jadi apa yang aku harus lakukan? "
" Pakailah topeng, biar mereka tidak melihat wajah tampanmu itu sehingga hanya aku yang bisa lihat. "
Dimomen itu, Sun Hoo langsung membaringkan badan Soo Ah kerumput dan menghabiskan malam yang romantis dipinggir danau.
Namun itu kenangan bahagia terakhirnya bersama Soo Ah. Karena esok harinya, ia kehilangan orang yang paling ia cintai dihidupnya.
" Tuan.....Tuan, bangunlah matahari sudah mulai terbit. "
" Uh.... Baiklah mari berangkat lagi. "
Segera Sun Hoo bangun dari mimpinya dan berjalan bersama Han Ji Eun kembali ke rombongan untuk melanjutkan perjalanan.
" Tuan, kita telah sampai di Perbatasan Timur Sion dan nampaknya gerombolan monster sudah mulai mendekat, bisa dilihat dari awan disana. "
" Baiklah, Ksatria kita berangkat sekarang. Dan juga 5 orang kawal tuan putri masuk ke kota. "
Hiyaakhh.
" Penyihir tunggu di benteng, Ksatria siapkan formasi didepan gerbang. Aku akan maju paling depan. "
" MONSTER SUDAH TERLIHAT! BERSIAPLAH! "
Sun Hoo mengeluarkan pedangnya dan menggunakan Qi Sensenya untuk mendeteksi area sejauh 30 Km.
' Hanya monster dibawah ranah Mystical, tapi dengan jumlah 2000 monster sangat tidak mungkin untuk bertahan. Untungnya ada aku. '
Sun Hoo maju ke dalam hutan dan menggunakan Golden Draw Sword miliknya.
SRASHHHH.
Ratusan kepala monster terpotong setelah Sun Hoo mengeluarkan pedang dari dan memasukkan kembali.
Sementara para ksatria dan penyihir bertempur mempertahankan tembok kota agar tidak diserbu. Segera Sun Hoo membantu para anak buahnya setelah selesai membunuh para monster yang masih di hutan.
" Kelilingi Orcnya, dan usahakan jangan sampai ada yang terluka. Penyihir tembakan fire ball dari belakang, ksatria serang kakinya terleb.... "
SRASHHH
" Lama sekali, tinggal ditebas saja. "
" Kom...komandan, terimakasih telah membantu kami komandan. "
" Ya sama-sama, berapa yang terluka? Dan apakah ada yang meninggal? "
" Beruntungnya, hanya sedikit monster kelas 4 dan tidak ada monster kelas 5. Jadi kami tidak ada yang meninggal namun ada yang terluka. "
" Monster tingkat 5? "
" Iya, mereka setara dengan penyihir lingkaran ke-5 atau Ksatria mana kelas 5. "
" Baik komandan. "
Tok Tok Tok
" Siapa? Oh kamu tuan komandan. "
" Ah selamat malam tuan putri, Jadi bagaimana dengan pengawalan tuan putri menuju Kerajaan Han? "
" Bagaimana besok? "
" Baik tuan putri dan apakah 25 orang pengawal cukup? "
" Tidak, kamu saja sudah cukup. "
" Tapi... "
" Tak apa-apa, aku percaya kamu lebih kuat daripada pasukan-pasukanmu seperti yang kamu katakan di hutan kemarin. "
" Baiklah, terimakasih Tuan Putri. Saya undur diri dahulu. "
Keesokan harinya, digerbang timur kota Sion.
" Ingat apa yang aku bilang, Para ksatria adalah yang terpenting. Obati mereka sampai sembuh dan setelah aku kemabli kita akan berangkat ke ibu kota. "
" Baik komandan. "
" Haruskah kita berangkat Han.... Tuan Putri. "
" Baiklah. "
2 Hari Kemudian.
" Astaga, kenapa perjalanannya lama sekali? "
" Hey, berhenti bermalas-malasan dan berwaspadalah. "
" Kenapa? "
" Karena kita tidak tau apakah ada bandit dihutan ini. "
" Tenang saja. Ada aku. "
Seketika rombongan bandit muncul dihadapan Sun Hoo.
" HEI, lihat sepertinya ada rombongan keluarga bangsawan. "
" Minggir, aku tidak mau membunuh orang. "
" Bocah, jika kamu ingin menjadi pahlawan jangan dihadapanku. Bukalah topengmu dan bertarunglah denganku. "
" Minggir sebelum aku cincang. "
" Tuan komandan, apa kita akan dibunuh. "
" Tidak tuan putri, semua akan baik-baik saja. "
" Hei Boc.... "
Sun Hoo menggunakan Qinya untuk menarik tubuh pemimpin para bandit dan mencekik pemimpin tersebut.
" Hei, dengarkan aku. Kamu lebih baik menyiapkan hadiah sebagai ganti nyawamu ketika aku kembali kesini lagi. Aku akan mencarimu bahkan ketika kamu kabur keujung planet ini. Mengert? "
" Ba...baiklah. "
Pemimpin bandit tersebut dilemparkan oleh Sun Hoo ke arah hutan dan pergi meninggalkan kelompok bandit.
" Tuan Komandan, kamu sangatlah kuat. Kamu seperti menarik angin namun pemimpin bandit itu tertarik dan langsung berada dicekikanmu, bagaimana kamu melakukan itu? "
" Kamu akan tau sendiri ketika saatnya tiba. "
" Kapan saatnya tiba? "
" Berhenti bertanya. "
" Kenapa? Jadi kapan saat itu tiba? "
" Shhtttttt. "
8 Jam Kemudian
" Baiklah tuan putri, sekarang sudah sampai dan tugasku selesai. Apakah aku boleh berkunjung menemui tuan putri dilain waktu? "
" Boleh, apa kamu yakin tidak ingin masuk? "
" Tidak usah, kalau begitu aku akan pergi dahulu. Sampai jumpa. "
Setelah pergi dari kerajaan Han, Sun Hoo keliling daratan untuk mencari harta karun milik master. Namun ternyata ia menemukan hal tak terduga.
' Aku merasakan bekas kehadiran seorang makhluk yang kekuataan cukup kuat. Tapi dimana itu? Tunggu apa gunung ini.... '
Sun Hoo langsung mengeluarkan mountain slashernya dan mengarahkan kearah gunung tersebut, namun tak disangka ternyata ada sebuah lubang digunung tersebut.
' Hei, murid malas. Sepertinya aku familiar dengan tempat ini, coba telusuri lebih dalam. '
' Baiklah, tunggu sebentar aku akan...... Woaahhh. '
Ternyata dibalik gunung tersebut terdapat dunia yang tertutup dibawahnya.
' Apakah master tahu tempat apa ini? '
' Aku familiar, tapi aku tidak..... '
SWOSSHHHHH
Tiba-tiba muncul sebuah tekanan yang sangat kuat hingga mengeluarkan angin yang sangat kencang diarahkan ke Sun Hoo dari sebuah gua yang sangat besar.
' Tidak monster ini sudah di Sa... bukan, ia sudah diatas ranah Heavenly. '
" Manusia, apa yang kamu lakukan? "
" Maaf mengganggu tuan, Kalau begitu saya permisi. "
" Siapa bilang kamu boleh meninggalkan tempat ini. "
" Eh? "
" Karena kamu sudah bisa masuk kamu tidak akan bisa keluar. "
Dari dalam gua itu tersembur api yang sangat panas dan jangkauan yang sangat panjang sekali.
' Sialan api apa itu? Bahkan jarakku sudah 100 m, tapi panasnya masih menyengat sekali kekulitku. '
' Hei murid, coba kamu tanya apa dia Alpha? '
' Gimana aku bisa bertanya jika ia mencoba membunuhku? '
' Tanya dulu. '
" Ma...maaf tuan, apa anda Alpha? "
Bukannya memperbaiki keadaan, makhluk tersebut mengeluarkan tekanannya lebih besar kearah Sun Hoo.
" Siapa yang memberitahumu? "
" Uhm..., ma-masterku memberi tahuku. "
" Master? Siapa mastermu? "
' Bilang kepadanya bahwa dia sering memanggilmu anjing kecil. '
" Uh...., dia adalah orang yang sering memanggilmu anjing kecil. "
" Apa itu kamu master? "
' Bilang kepadanya ' Kamu sudah semakin besar saja, terakhir kamu masih setinggi rumah. ' bilang seperti itu. '
" Katanya juga kamu sudah semakin besar, terakhir kali kamu masih setinggi rumah. "
Makhluk tersebut mengeluarkan tubuh dari gua, tanah bergetar tiap ia melangkah.
" What the F.... "
Itu adalah naga yang sangat besar dengan tinggi 80 meter, dan kekuataan yang dahsyat.
' Master apa kamu yakin dia jinak? '
' Hahaha, 1000% aku yakin dia jinak. '
' Makhluk apa ini sebenarnya? '
' Naga Kuno. Coba tanya dimana Hymn? '
" Di...dia bertanya dimana Hymn berada? "
" Hymn bangunlah, master sudah datang. "
" Apa master? "
Dari gua tersebut mencul lagi seekor naga dengan tekanan yang sama seperti Alpha. Namun yang membuat Sun Hoo lebih terkejut ketika 2 makhluk tersebut bersujud kepadanya.
Ini melebihi apa yang Sun Hoo harapkan, didepannya ada 2 makhluk yang dapat menghancurkan planet, namun sekarang 2 makhluk tersebut malah bersujud dihadapan Sun Hoo sambil mengibaskan ekornya seperti anjing.
Bersambung.