The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Grandmaster Martial Arts



" Masih diranah Saint Mystical awal sudah berani sombong hah? Kamu bahkan tidak bisa merasakan kultivasiku tapi sudah berani mengancamku? "


Aura membunuh yang keluar dari Sun Hoo hanya difokuskan kepada 2 orang kembar tersebut.


" A...pa-apaan in..i. "


" Hei kalian berdua, siapa nama kalian? "


" A...ku Zh..ang Yi dan d..ia adalah Zha..ng Er. "


" Hei bocah, memangnya seberapa kuat mastermu? Jawab pertanyaanku tanpa terbata-bata. "


" D..ia ada di ranah Half Heavenly. "


" Bagus, apa kalian ingin hidup? "


" I..ya kami mas..ih ingin hidup. "


" Apa kalian mau menjadi pasukanku? "


Zhang Er dan Zhang Yi saling memandang, mereka berbicara melalui kontak mata.


" Ma..mau, kami mau. "


" Tapi yang aku butuhkan adalah kesetiaan mutlak. "


" Kami akan memberikan kesetiaan mutlak. "


" Baiklah, aku akan pergi dulu. Kalian ikut... "


Saat Sun Hoo berjalan kebelakang, mereka berdua langsung secepat mungkin menusuk Sun Hoo dari belakang. Sementara Baek Un yang melihat hanya bisa berteriak


" NAK, AWAS!! "


Claaang.


Pisau mereka ditahan dan dihancurkan oleh sesosok hitam berbentuk pria.


" Kerja bagus Augustus. Bunuh mereka sekarang. "


" Tolong jang... "


Srashhh


Tenggorokan mereka langsung terpotong dan tak sampai 10 detik mereka sudah mati kehabisan darah. Baek Un yang melihat kejadian itu tidak bisa berkata-kata karena bawahan Sun Hoo itu sangatlah kuat.


" Kakek, aku akan membawa 2 mayat ini bersamaku. Nanti sekitar 1 minggu lagi aku akan bertemu denganmu lagi. Mungkin aku akan tinggal digua sekitar sini untuk sementara waktu. "


" Nak, aku sangat berterimakasih. Jika bukan karenamu, hidup kakek tua ini sudah berakhir. Aku ingin mengundangmu datang ke sekte Mount Hua ku.


" Ah maaf, aku tidak ada waktu. "


" Sudah kuduga, orang sekuat anda pasti tidak akan berani menginjakan kaki di sekte rendahan punyaku. Aku seharusnya sadar dir... "


Melihat Baek Un yang bersedih, Sun Hoo menjadi tidak enak hati.


" Ja...jangan berkata seperti itu, aku pasti akan datang secepatnya. "


" Hahaha baiklah, tepati janjimu ya. Kakek tua ini akan pergi dulu. "


Sun Hoo hanya bisa berdiri diam melihat Baek Un terbang pergi.


" Augustus, apakah aku baru saja ditipu oleh kakek tua yang sudah bau tanah itu? "


Augustus menatap Sun Hoo dan hanya menganggukan kepalanya tanpa bersuara.


" Ya sudahlah, Augustus gendong mayat ini dan mari gua terdekat untuk mengambil jiwa mereka. "


1 Bulan kemudian.


" Hei Zhang Er, bisakah kamu memberikan skill Phantom Step milikmu? Dan Zhang Yi, kupaslah buah anggur itu dengan hati-hati. Hymn, Augustus. Apakah kamu sudah selesai memasang solar panelnya? Terakhir dibumi, aku membeli berbagai macam barang-barang yang kiranya aku butuhkan seperti kulkas, sofa, kompor, kursi, meja, kasur, ac, kipas angin, solar panel dan ternyata memang aku perlu memakainya. "


Sun Hoo masuk kedalam gua dan tidur dikasur sambil menyalakan AC.


" Semua peralatan lengkap, Array sudah kupasang. Lebih baik tidur saja, kultivasi terbaik adalah tidur. "


Namun saat baru mau tidur, ia merasakan kehadiran 3 orang dari jarak 20 Km yang mendekat kesini.


" Ah aku hampir lupa, aku sudah berjanji untul bertemu dengan si kakek bau tanah itu 3 minggu yang lalu. Nampaknya aku sedikit ngaret. "


Ketika 3 orang itu sudah mendekati Array, Sun Hoo membuka Array raksasanya yang menutupi area seluas 30 Km²


" Oi Baek Un, apakah ini tempat orang yang kamu maksud? Kami sudah menunggu di sekte mu setiap hari selama 3 minggu, dan kami sudah mabok dengan wangi bunga disektemu. Jika kamu membohongi kami lagi, aku akan mem... "


" Kalian kumpulan kakek, datanglah kearah utara sejauh 5 Km dan kalian akan melihat gua. Dengan kolam yang indah didepannya, aku akan menunggu kalian didepan. "


" Siapa itu? Sekumpulan kakek? Beraninya kamu kurang ajar samaku, akanku.... Mphhhh. "


Baek Un langsung menutup kakek yang marah itu.


" Ah, master muda. Lupakan omong kosong yang ia perbuat, dia sedikit gila. Kami akan segera ketempatmu. "


Baek Un menarik kakek tersebut, singkatnya mereka telah tiba dirumah gua Sun Hoo.


" Selamat datang dirumah sederhanaku. "


" Aku tak menyangka rumahmu sangat sederhana. "


Baek Un dan 2 kakek tersebut bingung melihat solar panel dan barang-barang modern lainnya.


" Nak, benda apa itu berbentuk kotak sebesar rumah menempel di lereng tebing. Juga pintu apa yang kamu gunakan? Bentuknya sangat ramping dan ada kacanya. "


" Ah, itu tidak usah dipikirkan. Masuklah kedalam. "


Sreeet


" Silahkan duduk disofa, dimeja sudah ada jus mangga yang dibuat oleh anak buahku. "


" Daritadi aku cuman melihat dirimu saja, dimana anak buahmu. "


Baek Un segera membisikan sesuatu ke telinga kakek tersebut dan kakek itu menjadi diam.


" Ah maafkan atas kelancanganku master muda, Aku akan memperkenalkan mereka. Dia adalah Dian Chang yang merupakan ketua dari Aliansi Martial Arts dan yang satu lagi adalah Chang Wu merupakan ketua sekte sky heaven. Sedangkan aku adalah Baek Un, ketua sekte Mount Hua. "


" Senang bertemu dengan kalian. Saya adalah Park Sun Hoo, kalian bisa memanggilku Sun Hoo. "


" Nak, Baek Un selalu berkata bahwa kamu kuat. Diranah apa kamu sekarang? Saint Mystical atau sudah Half Heavenly? "


" Ah kakek Baek Un terlalu merendah, sebenarnya aku sudah diatas ranah Half Heavenly. "


Mereka bertiga yang sedang minum jus langsung tersedak mendengar ucapan Sun Hoo.


" Nak, aku tau bahwa anak muda harus mempunyai harga diri. Tapi tidak perlu berbohong, apalagi terhadap orangtua seperti kami. "


" Aku serius loh. Lagipula apa untungnya membohongi orang sekuat kalian? "


" Bagaimana kalau dengan ini. "


SWOOOSHH


Aura tekanan muncul dari tubuh Sun Hoo diarahkan kepada mereka bertiga. Mereka ditekan hingga mereka berkeringat deras.


" Ba...baiklah su..dah cukup. Haah Haah Haah. "


" Nak, berapa usiamu? "


" Ah tunggu aku hitung, 24+230+4. Umurku sekarang sudah 258 Tahun. "


Mereka bertiga tersedak lagi.


" Du..dua ratus tahun? "


" Iya, ada apa? Memangnya kalian berapa? "


" Ah maafkan atas ketidaksopananku senior. Saya berumur 226 tahun peringkat ke-3, Dian Chang berumur 277 tahun peringkat ke-2, dan Chang Wu dia sudah 328 tahun peringkat pertama dalam Top 8 Grandmaster martial arts. "


" Ah maafkan ketidaksopananku juga senior. "


" Tak apa, tapi bagaimana kamu bisa mencapai ranah Heavenly diumur segitu? Dan juga bagaimana caramu mengubah mukamu menjadi muda? "


" Itu semua hanya beruntung saja, untuk muka aku tidak pakai skill ataupun trick sama sekali. Itu karena suatu insiden saja. "


" Insiden apa itu? Apa aku juga bisa mendapat insiden itu? "


" Aku tidak tahu senior. Jadi bolehkah aku bertanya untuk apa kalian datang kemari? "


" Ah, itu. Apa kamu ingin mendaftar sebagai Grandmaster martial arts? "


" Tidak. "


" Coba dipikir-pikir lagi. "


" Tidak, terimakasih. "


" Kawan, banyak keuntungan dari mendaftar. "


" Apa kalian tahu apa tujuanku keplanet ini? "


" Planet? Apa maksudmu kamu bukan dari planet ini? "


" Iya, apakah kamu tahu tujuanku? "


" Tidak, kalau boleh tahu tujuan apa itu? "


" Aku sedang dikerjar oleh satu orang. Kekuataanya tidak hanya dapat menghancurkan planet, dia bahkan bisa menghancurkan satu solar sistem. "


" Mendengar dari ceritamu, dia pastilah sangat kuat. Tapi seberapa kuat dia? "


" Dia 2 tingkatan diatasku. Dan dia mempunyai ratusan juta pasukan yang tak terhitung jumlahnya. "


" Apa memang ada orang sekuat itu? "


" Ada, bahkan dulu ada yang lebih kuat darinya. "


" Tapi buat apa orang itu mempunyai ratusan juta pasukan disisinya? "


" Perang, perang antar planet. "


" Perang dengan siapa? "


" Ada 2 kubu, Fallen Monarch dan Monarch. Fallen Monarch berjumlah 5 orang dan Monarch berjumlah 7 orang. Mereka dulunya berada dibawah naungan dari 'Apex' yang menguasai galaksi ini, namun mereka mengkhianatinya dan mereka sedang berperang untuk menguasai galaksi ini. "


" Ya ampun, apa itu semua nyata? "


" Iya, mereka sedang mencari tempat untuk berperang. Dan tempat mereka selanjutnya adalah kampung halamanku Bumi. Dan bisa saja planet ini menjadi salah satu tempat untuk berperangnya. "


" Jadi kamu berada dipihak mana nak? "


" Pihak? Aku tidak memihak keduanya, aku hanya ingin melindungi kampung halamanku. "


" Nak, kamu pasti lelah dengan semua beban ini. Bagaimana jika kita minum disekteku, kebetulan aku mempunyai cicit, ia merupakan dewi disekte Sky Heavenku dan telah mencapai ranah Qi Transcendent menengah diumurnya yang ke-28. "


" Aku menolak. "


" Ya, cicit ku lebih cantik. Meskipun ia masih diranah Qi Solidation menengah, tapi ia masih lebih cantik dari cicit si Chang Wu. "


" Maaf aku menolak juga. "


" Nak, bagaimana dengan anak dari cicitku? Dia sang... "


" Maaf sekali lagi. "


" Nak, kamu tahu harapan dari kakek tua ini? Aku ingin menggendong bayi lagi sebelum aku meninggal, aku terkena penyakit... "


" Kamu sehat, aku juga tidak akan tertipu olehmu lagi. Sekarang apa tujuan kalian selain mengundangku menjadi Grandmaster Martial arts? "


" Uh... Bisakah kamu membantu kami melawan kultus iblis dan kultus kegelapan ini? "


" Ya bagiku itu sih gampang, tapi apa yang ku dapat jika membantu kalian? "


Mereka bertiga dengan kompak menjawab


" Cicit kami. "


" Hentikan membicarakan cicit-cicit mu, aku sama sekali tidak tertarik. "


" Apa kamu seorang G... "


" Imajinasimu terlalu jauh, aku sudah ada orang yang kusukai. Dan secepatnya akanku lamar dia. "


" Ahh, nampaknya kami terlalu lambat. Padahal Chang Wu menantikan.... "


Sebuah token yang dibawa oleh Chang Wu dan Baek Un bersinar. Itu adalah token komunikasi singkat.


" Ketua, kami memantau pergerakan kultus iblis. Mereka sedang menuju kota Sky line. "


" Aku akan membantu kalian, tapi hanya 3x. Gunakan 3 kesempatan itu ketika kalian benar-benar membutuhkanku. Ambillah 3 token ini, masukkan Qi kalian kedalam dan akan mengaktifkan Array Pelindung yang setidak melindungi diri kalian. Ketika array itu aktif, aku akan mengetahui lokasi kalian dan kurang dari 10 menit aku pasti sudah ada menolong kalian. Mengerti? "


" Baiklah, kami pergi dulu. "


" Ingat 3x dan hanya jika kalian sudah dipojokman saja. Selamat tinggal. "


Mereka pergi segera pergi dan meninggalkan Sun Hoo sendirian di gua tersebut.


" Kalian semua keluarlah, lanjutkan pekerjaan kalian. Juga, augustus nanti nyalakan arraynya lagi. Aku mau tidur. "


Bersambung