The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Antares



" UWAAHHHHH, KENAPA AKU JATUH DARI LANGIT?!! SIALAN KENAPA KEKUATAANKU TIDAK ADA"


' Maaf sudah lupa mengatakan, tapi jika kamu keluar dari portal antar ruang dengan kurangnya pengetahuan, kamu akan kehilangan 90% dari kekuataanmu sekarang, namun itu akan kembali seperti semula setelah beberapa hari. Itu karena kamu belum menguasai hukum ruang bagian terakhir. '


" SIAALAAAN. Tunggu ini seperti suara per"


BUUUKKK, Sun Hoo jatuh tepat diatas tanah.


" Ouchhh, pantatku. "


" Hei, bocah ngapain kamu masih disini, Ksatria Mana kelas 2 harusnya sudah berada dimedan perang. Cepat pergi dan kalahkan mereka. "


' Master, sepertinya bahasa mereka.... '


' Saat kamu baru sampai aku sudah memberikanmu pengetahuan tentang bahasa didunia ini, meskipun tak banyak harusnya bisa digunakan untuk sehari-hari. '


" Ba...baik pak! "


Sun Hoo mendarat dibenteng dari sebuah kerajaan yang sedang perang diplanet tersebut.


' Ksatria Mana kelas 2? Kekuataanku sekarang setara dengan Qi Condentation Awal dan didepan aku merasakan kekuataan. Berarti kekuataan asliku setara dengan Ksatria mana kelas 9?'


" Ngapain jalan dengan lambat? Lari. Dasar prajurit pengecut. "


Sun Hoo dengan terpaksa mengikuti perang tersebut, dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak menonjol. Meskipun ia berada diranah Qi Condentation awal, tapi Sun Hoo mampu melawan orang dengan tingkat diatasnya dengan cukup mudah.


Pada akhirnya, perang ini seri sehingga para pasukan ditarik kembali untuk diobati dan beristirahat. Namun Sun Hoo harus menemukan harta milik masternya yang tersembunyi di planet dengan luas 2x dari bumi. Selagi mencari harta, ia juga mencari informasi dari para ksatria sekitar tentang dunia ini.


Setiap kerajaan telah sepakat untuk menyebut planet ini dengan nama Antares, Antares berisikan sekitar 33 Kerajaan dengan total populasinya sekitar 1,6 Miliar penduduk dan 600 ratus juta makhluk hidup dengan ras selain manusia. Setiap negara memiliki Ksatria Mana dan penyihir untuk melindungi negara mereka, meskipun peradaban diplanet ini sama seperti abad ke-16 dibumi, tapi mereka lebih maju dari abad ke-16 dibumi karena mereka dibantu oleh sihir.


Sun Hoo sekarang berada di Kerajaan Fibel, kerajaan yang memiliki sekitar 650.000 Ksatria mana, serta 55.000 penyihir. Dan merupakan kerajaan terkuat di Antares. Sementara orang terkuat di Antares yang merupakan penyihir lingkaran ke 8 dengan umur 149 tahun juga berada dikerajaan Fibel.


Kerajaan Fibel sekarang sedang bertempur dengan Kerajaan Onyx yang merupakan kerajaan terkuat di Antares, Kedua kerajaan ini sudah saling bertempur selama 2 Tahun. Dan lokasi Sun Hoo berada didaerah barat kerajaan Fibel yang bernama Winterland


Menurut Apex, ia menyembunyikan hartanya ditempat yang dikelilingi oleh ribuan monster, yang seharusnya orang dibawah ranah Heavenly tidak bisa memasuki tempat tersebut. Namun menurut warga lokal dan para ksatria, tidak ada tempat tersebut di planet ini.


' Master, aku sudah menanyakan puluhan orang dan ksatria. Tapi tempat yang master bilang sama sekali tidak ada. Dan juga kekuataanku belum pulih bahkan setelah 4 hari. '


' Tidak, ini tempatnya. Meskipun jiwa dan ingatanku sudah mulai memudar tapi aku tidak akan pernah melupakan tempat ini. Tempat dimana aku dilahirkan. Dan juga masalah kekuataanmu ini, saat kamu memahami hukum ruang pasti akan kembali seperti semula. '


' Apakah itu terdapat dibawah tanah? '


' Aku sudah lupa, tapi mungkin bisa jadi digua bawah tanah. '


' Lebih baik aku mencari tempat untuk memahami hukum ruang. '


Sun Hoo pergi ke dalam hutan dan mulai memahami hukum ruang.


2 hari kemudian.


Kriik kriik kriik


Suara hutan yang sunyi diselingi dengan suara jangkrik tiba-tiba berhenti.


" Siapa kamu? " Tanya Sun Hoo yang sedang bermeditasi untuk memahami hukum ruangnya


" Manusia? Kekuataanmu cukup kuat. Maukah kamu menjadi pasukan undeadku? "


" Berisik, aku sedang fokus dengan hal lain dan pergilah. "


" Manusia sombong, apakah kamu tahu siapa aku? Aku adalah raja dari undead 'Kirov'. Apakah kamu tidak mau kekuataan? "


Sun Hoo membuka satu matanya untuk melihat perawakan dari Kirov dan menutup kembali matanya setelah melihatnya.


" Tidak, pergilah. "


" Hanya ksatria mana kelas 4 sudah berani somb... "


" BERISIK, APAKAH KAMU TIDAK BISA MENGHARGAIKU YANG SEDANG FOKUS BERMEDITASI? "


" Ke..KENAPA KAMU YANG MARAH? "


" PERGI, Kamu menggangguku. "


" BOCAH, TAMPANGMU SAJA MASIH ANAK BERUSIA 20 TAHUNAN, TAPI SUDAH BELAGU. "


" BISA JANGAN TERIAK TIDAK. "


" Oke, tenanglah nak. Jadi bagaimana bocah, apakah kamu tertarik menjadi salah satu jendral undeadku? "


Sun Hoo berdiri dan mengeluarkan tekanan auranya. Meskipun kekuataannya masih diranah Qi Solidation, tetapi tekanan auranya masih setara dengan Saint Mystical.


" I...ini ba...bagaima..na mung...kin? "


Tekanan aura Sun Hoo mencekek Kirov yang masih berada diranah Qi Transcendent , bahkan pohon disekitar dalam radius 50 meter tersayat-sayat. Namun itu bukan kekuataan penuh Sun Hoo, kekuataan penuhnya masih tertahan karena aturan ruang.


" Kamu saja lebih lemah dariku, bagaimana mau menjadi tuanku? "


" Bocah, Apakah kamu penyihir lingkaran ke 6? "


" Kalau sudah tahu aku akan pergi. "


" Tu...tungu. "


" Apa? Masih ingin aku menjadi undeadmu? "


" Ti...tidak. Uhmmm, apakah kamu bukan dari daerah sini? "


" Sebenarnya itu hanya tebakanku saja. Tapi sepertinya sekarang itu bukan hanya tebakan lagi. "


" Kalau begitu apa maumu? "


" Tidak, aku hanya penasaran kenapa orang sekuat anda datang ketempat ini, padahal tempat ini adalah kawasan perbatasan, tunggu apakah kamu dikirim dari ibu kota untuk membantu medan perang?"


" Bukan urusanmu, sampai jumpa dan aku berharap tidak bertemu dengan mu lagi. "


Sun Hoo meninggalkan Kirov untuk mencari tempat yang lebih tenang agar tidak diganggu. Namun ditengah jalan kaki, ia bertemu dengan rombongan ksatria dan penyihir.


" Hei, bocah. Kamu ngapain dihutan tengah malam?


Tanya seorang yang merupakan pemimpin dari rombongan itu.


" Saya tersesat pak. "


" Perkenalkan namaku Ksatria kelas 4, Sergei Romanov. Nampaknya kamu bukan dari daerah perbatasan? Apakah kamu dari Ibu Kota? "


" Iya, betul. Nampaknya saya masih bingung dengan jalan didaerah ini. "


" Nak, sepertinya kamu adalah ksatria mana. Apakah aku benar? "


" Iya betul pak, saya hanya ksatria mana kelas 2. "


" Apakah kamu tertarik ikut dengan kami? Kami sedang memburu peminpin undead yang sering membunuh warga. "


" Apakah kalian ksatria kerajaan? "


" Iya, betul. Apakah kamu tertarik? Tentunya kami akan memberimu bonus. "


" Tidak, kalian tidak bisa mengalahkannya. Setidaknya minimal kalian butuh seorang ksatria mana kelas 5 atau penyihir lingkaran ke 5. "


" Haha. Bocah apakah kamu meremehkan kami? "


" Sergei, tenanglah. Dan nak, jangan merendahkan ksatria kerajaan lain kali. Jika kamu melakukannya lagi, mungkin kepalamu sudah dipenggal. Ayo kita lanjutkan pencarian. "


Sun Hoo berjalan 200 meter kesamping kanan dan bermeditasi didekat pohon.


2 Jam kemudiaan.


BOOM


Suara ledakan terdengar dari jarak 300 meter. Tak hanya suara ledakan, suara teriakan juga terdengar di hutan tersebut. Karena merasa terganggu, Sun Hoo menghampiri mereka sambil bersembunyi diatas pohon melihat pertarungan mereka.


" Sergei, lindungi aku. Aku akan mulai mengcasting mana bomb. "


" Cepat Ilyana, Para undead ini sangat menyusahkan. Archer bersiap untuk membantu Ilyana. Dan para ksatria bertahanlah sebentar. "


Terlihat oleh Sun Hoo dari 30 orang rombongan yang tersisa sekarang hanya 19 orang. Sun Hoo mengambil popcorn dari cincin ruangnya dan memakan sambil menonton pertempuran tersebut.


" Aku sudah siap melemparkan mana bombnya, larilah kearahku sergei. "


" Ksatria mendekat kearah Ilyana dan bersiap untuk berlindung


Ilyana melemparkan mana bomb miliknya dan langsung membuat barrier wall.


BOOOM


Barier mana yang dibuat Ilyana masih bertahan dari serangan mana Bomb tersebut. Ledakan tersebut cukup kencang sehingga pohon dalam radius 50 meter hancur lebur. Dari kepulan asap terdengar suara.


" Sergei apakah ia sudah kalah? "


" Kamu kira aku cukup bodoh sehingga tidak menyadari bahwa kamu membuat mana bomb? Hahaha cara yang bodoh untuk membunuhku. "


Saat kepulan asap menghilang, Kirov ternyata membuat barrier wall juga sehingga ia tidak terluka, hanya undead miliknya yang musnah.


" Ilyana, Sang Penyihir kelas 4 termuda di Kerajaan Fibel bahkan tidak bisa mengalahkan seorang Pemimpin Undead. " Ujar seorang ksatria mana kelas 2 yang sedang gemetar ketakutan.


" Apakah ia setara dengan penyihir kelas 5? " tanya seorang ksatria mana lainnya dengan ketakutan.


" TIDAK, Menurut laporan ia setara dengan penyihir level 4 bagaimana mung.... "


Ksatria tersebut langsung tertusuk oleh es tajam yang muncul dari tanah hingga mati.


" Semua pasukan siaga dibelakangku, penyihir siapkan fireball. "


" Fireball? Itu tidak ada gunanya rasakan seranganku Ice Blizzard. "


Es tajam berjumlah ribuan dengan ukuran sebesar tangan manusia turun seperti hujan yang deras. Ditambah dengan tanah yang mereka pijaki membeku beserta dengan kaki mereka sehingga tidak ada yang bisa menghindar.


BOOOM


Namun sebelum es tajam tersebut mengenai gerombolan Sergei, Ilyana mengeluarkan gumpalan api raksasa ke arah ice blizzard dan semua es mencair diudara. Namun es yang berada ditanah belum mencair sempurna sehingga semua orang tidak bisa bergerak.


" Wanita sialan, akanku bunuh kau dengan Ice Spear. "


Sebuah tombak es berukuran besar muncul dibelakang Kirov dan langsung melesat cepat kearah Ilyana.


SWOSH


' Apakah aku akan mati oleh pemimpin undead sialan ini? Sepertinya kematianku tidak buruk juga. '


Ilyana yang sudah pasrah akan kehidupannya memejamkan matanya dan menunggu ajalnya tertusuk oleh Ice Spear Kirov


Bersambung.